CINTA UNTUK HILYA

CINTA UNTUK HILYA
MENJALANKAN RENCANA


__ADS_3

Gimana kalau kita pesan online dengan akun fake? " tanya Fajar.


"Gilak lu, mana bisa" ucapan Alan.


"Ya ampun otak gue buntu" ucap Fajar yang menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Emang tolol lu" ucap Rifi.


"Yeee, nilai gue cuma beda satu poin doang sama lo" ucak Fajar.


"Berisik benget gilaakk" ucap Alan.


"Gue gak fokus mikir taikk" ucap Alan lagi.


"Oh gue tau, gue tau kita minta bantuan sama siapa" ucap Zidan dengan senangnya.


"Siapa? " tanya Alan.


"Haris, gue yakin dia pasti bisa depati cairan Skopolamine itu" ucap Zidan.


"Oke deh, coba lo tanya dulu" ucap Zidan.


"Gue bakal tanya nanti, gue mau pulang dulu" ucap Zidan.


"Lo gak nginap di sin" tanya Fajar.


"Gak dulu" ucap Zidan dan pergi.


Keesokan harinya tepatnya di jam 10:35 Zidan, Alan, Rifi dan Fajar menunggu Haris di salah satu tempat nongkrong.


"Udah lama? " tanya Haris yang baru datang.


"Iya dari tadi" ucap Zidan dengan rait kesal.


"Lo tau dari mana sih tentang cairan Skopolamine? pernah make ya" tanya Haris yang memang sudah di beritahukan oleh Zidan semalam saat dia sudah sampai di rumah.


"Orang tolol pun tau kan? " ucap Alan santai yang membuat Haris hanya bisa meneguk ludahnya.


"Eee sensi bet lo pada" ucap Haris.


"Nih" ucap Haris sambil menyodorkan botol kecil yang tentu saja itu cairan Skopolamine.


"Lo udah dapetin? " tanya Zidan yang tersenyum.


"Apa sih yang gak bisa gue dapetin" ucap Haris yang bangga pada dirinya sendiri.


"Jadi sekarang gimana?, kalian mau jebak tu cewek di mana? " tanya Haris.


"Di hotel aja" ucap Fajar.


"Gilak lu, kalau Hilya tau gue check-in hotel apalagi dengan Tamara, bisa mati gue galau gue karena di putusin dia" ucap Zidan.


"Takut amat lu di putusin"ejek Haris.


" Gak pernah pacaran lo"ucap Zidan sewot.


Mereka terus berpikir dimana tempat yang cocok untuk menginterogasi Tamara.


"Gue tau" ucap Rifi.


"Dimana? " tanya Zidan.


"Di bar temannya Haris" ucap Rifi.


"Gue setuju" ucap Alan dengan cepat.


"Jangan di situ deh, mending lo cari cara buat ngajak tuh cewek aja deh, soal tempat serahin sama gue" ucap Haris.


"Ngakak tuh cewek mah gampang, bahkan sekarang juga bakal bisa" ucap Alan.


"Tau udah kalau bisa sekarang ayo cepetan, biar semuanya cepat kelar, soalnya gue mau persiapan pernikahan gue" ucap Haris yang memang mau menikah.


"Sama siapa? " tanya Fajar.


"Sama lo" ucap Haris, Zidan, Alan dan Rifi barengan membuat Fajar kaget.


"Gilak gue masih normal njirrr" ucap Fajar.


"Berisik banget lo"ucap Rifi.


" Udah, cepetan telpon tuh cewek "ucap Haris.


" Mau gue suruh ke mana?, tempat aja kita belum tau"ucap Zidan


"Lo keluarga Mahardika kan? " tanya Haris yang lembut semuanya kebingungan.

__ADS_1


"Lo belum tau? " tanya Fajar.


"Gue udah tau" ucap Haris santai.


"Terus ngapain nanya" ucap Alan.


"Setau gue keluarga Mahardika punya banyak vila dan apartemen deh" ucap Haris.


"Maksud lo? " tanya Zidan yang menaikan satu alisnya.


"Gunain salah satu vila atau apartemen keluarga lo" ucap Haris.


"Tadi kalau gie gak salah dengar, lo bilang tempat lo urus deh" ucap Zidan yang menyempitkan matanya.


"Ya, lo gak salah dengar" ucap Haris.


"Terus ngapain malah nyuruh ke vila atau ke apartemen keluarga gue? " tanya Zidan.


"Bercanda gue" ucap Haris nyolot


"Gue udah tau lo gak bakal mungkin ngizinin ba.. bi masuk ke tempat lo" ucap Haris.


"Nah itu lo tau" ucap Zidan santai.


"Hahhh, gue gak yang mau bantu, gue juga yang korban" ucap Haris.


"Lo yang nawar mau bantuin"ucap Zidan.


"Lo juga nawar mau cari tempat" ucap Alan


"ckkk, udah bilang aja ke puncak, ada rumah kecil keluarga gue di sana yang udah gak ditempati lagi"cap Haris.


"Yaudah kita hari aja langsung gimana?" tanya Alan.


"Iya gue setuju" ucap Rifi.


"Lebih cepat, lebih baik" ucap Alan.


"Gue telpon Tamara sekarang" ucap Zidan.


"Pinjem ponsel lo Jar" ucap Zidan.


"Buat? " tanya Fajar.


"Makan, ya buat nelpon Tamara lah Jarrr, ya ampun lama-lama lo juga yang gue hajar" ucap Zidan.


"Bukan gak ada pulsa, dia gak mau nelpon Tamara pakai ponsel" ucap Rifi yang mulai kesal.


"Giliran nelpon an.. jing laut aja pake ponsel gue" ucap Fajar sambil menyerahkan ponselnya ke Zidan.


Zidan langsung menelpon Tamara dan tampa menunggu waktu lama Tamara langsung mengangkat panggil tersebut.


("Halo Jar, tumben lo nelpon gue? "tanya Tamara yang suara juga di dengan oleh semuanya).


" Ini gue Zidan "ucap Zidan.


(" Sumpah demi apa ini Zidan? "tanya Tamara yang heboh).


" Eumm"sahut Zidan.


("Kok lo nelpon gue pake nomor Fajar sih? "tanya Tamara).


" Ponsel gue mati"sahut Zidan.


"Lo mau ke puncak, lo mau ikut gak? " tanya Zidan dengan cepat karena tak mau berlama-lama bicara dengan Tamara.


("Hah, lo serius ngajak gue? "tanya Tamara yang heboh).


" Ya, tapi kalau mau lo ikut jangan lama nanti kita ke temu di puncak"ucap Zidan.


("Kenapa gak bareng aja? "tanya Tamara).


"G-gue udah puncak" ucap Zidan yang berbohong.


"Lo mau gak sih, kalau engga gue telpon Hilya aja" ucap Zidan.


("Iya-iya aku mau, aku otw"ucap Tamara dengan cepat).


Mendengar jawaban Tamara, Zidan langsung mengakhiri panggilannya.


"Ponsel gue, gue matiin, gue gak mau so Tamara nelpon gue" ucap Zidan.


"Oke, siap bos, biar dia telpon ke gue aja" ucap Fajar.


"Kita jalan sekarang" ucap Alan

__ADS_1


"Yok, gue udah nyiapin kamera juga" ucap Haris.


"Prepare banget lo" ucap Alan.


"Drama bagus" ucap Haris yang pergi.


Dilain sisi lain Tamara sangat senang mendengar ajakan dari Zidan, tanpa berpikir apa-apa dia langsung mengambil kunci mobilnya dan pergi. Di mobil Tamara mengambil ponselnya untuk menelpon Hilya, namun karena dia tak memiliki nomor Hilya dia menelpon Disa.


"Halo cupu" ucap Tamara


("kenapa nelpon? "tanya Disa).


" Gue minta nomor teman lo"ucap Tamara.


("Siapa? "tanya Disa).


"Sahabat lo yang sok pahlawan itu a.k Hilya" ucap Tamara.


("Gak mau"ucap Disa).


"Lo berani sama gue"bentak Tamara.


(" Siapa Sa? "tanya Hilya yang terdengar oleh Tamara).


(" Tamara minta nomor kamu Hil"ucap Disa).


("Gak usah kasih"sahut Syifa)


"Eh kasih gak ponselnya ke Hilya" ucap Tamara.


("Ada apa? "tanya Hilya yang merebut ponselnya dari Disa).


"Eh-eh akhirnya gue bisa ngomong juga sama lo" ucap Tamara yang tersenyum.


("Gak usah basa basi, ada apaan? "tanya Hilya).


" Hahhahaha, santai Hil, gue cuma ngasih tau sesuatu ke lo"ucap Tamara.


"Gue mau ke puncak ni" ucap Tamara yang tersenyum.


("Hubungannya sama gue? "tanya Hilya).


" Lo mau tau gak geu pergi sama siapa? "tanya Tamara


(" Gak peduli "ucap Hilya yang berpikir kalau Tamara akan ke puncak dengan ayahnya).


" Tentu saja lo harus peduli, karena gue bakal pergi dengan Zidan "ucap Tamara.


" Zidan ngajak gue ke puncak "ucap Tamara lagi sambil tersenyum.


(" Lo pikir gue percaya? "tanya Hilya).


" Terserah lo mau percaya atau engga, yang penting gue mau have fun sama Zidan di puncak berdua "ucap Tamara yang langsung mematikan panggilannya.


Hilya hanya terdiam mendengar ucapan Tamara, Syifa dan Disa yang mendengar ucapan Tamara berusaha meyakinkan Hilya.


" Hil, jangan percaya sama Tamara ya"ucap Syifa.


"Dia pasti ingin menghancurkan hubungan kamu dan kak Zidan" ucap Disa.


Hilya langsung mengambil ponselnya dan menelpon Zidan, dan beberapa kali dia menelpon Zidan namun nomor Zidan tidak dapat di hubungi.


"Cowok itu sama aja tau gak" ucap Hilya yang kesel dan marah.


"Hil" ucap Syifa.


"Udahlah aku capek, mau dia pergi sama Tamara kemanapun bukan urusan aku lagi" ucap Hilya yang pergi masuk ke kamarnya.


"Aduh gimana ni? " tanya Syifa


...****************...


...****************...


...****************...


Hai guys dukung terus author ya


jangan lupa follow, like,comment, dan tambahkan ke daftar favorit kalian, supaya kalian mendapatkan notifikasi saat author update.


maaf jika ada kata-kata yang typo


byebye....


...****************...

__ADS_1


...****************...


__ADS_2