CINTA UNTUK HILYA

CINTA UNTUK HILYA
AKAN MELINDUNGI


__ADS_3

Merekapun sampai ke rumah Hilya lagi. Mereka langsung menurunkan beberapa kantong yang berisi belanjaan dan sisanya mereka meminta bantuan bik Murni dan Kang Firman.


"Bunda, ayah kami udah belanja nih"teriak Zidan yang menaruh semua belanjaannya di meja.


" Wah kalian udah pu... lang"ucap bunda yang datang dan kemudian terkejut melihat banyaknya belanjaan yang mereka bawa.


"Ya ampun Zidan, Alan, apa ini semua" ucap bunda yang melihat isi dari kantong belanjaan.


"Keperluan buat nanti malam bun" ucap Zidan santai.


"Ya ampun Zidan ini banyak banget" ucap bunda.


"Ada apa sih bun? " tanya ayah Dion


"Lihat ini yah belanjaan Zidan sama Alan" ucap bunda yang tak habis pikir.


"Bagus dong kalau banyak, kita bisa makan banyak nanti malam" ucap ayah yang tersenyum


"Kok kamu malah dukung mereka sih" ucap bunda yang kesal pada ayah.


"Ya kan mau gimana lagi, kan gak mungkin nyuruh mereka buat balikin ini semua" ucap ayah.


"Iya bunda tau, setidaknya ayah kasih tau sama mereka buat jangan buang-buang uang gini" ucap bunda yang kesal.


Zidan dan Alan yang melihat bunda Lola dan ayah Dion berdebat hanya bisa saling tatap-tatapan dan tersenyum kikuk.


"Bunda, ayah udah dong jangan debat lagi" ucap Zidan.


"iya nih kita jadi gak enak" ucap Alan.


"Huufhhh baiklah, tapi lain kali jangan begini, belanja aja sesuai keperluan" ucap bunda yang pergi menuju dapat dan membawa kantong belanjaan yang berisi sayur dan buah-buahan.


"Bantu bawain yah" ucap bunda


"Iya bunda" sahut ayah.


"Ada acara apaan nih? " tanya Syifa yang baru turun.


"Buat nanti malam Syif" ucap Alan sambil tersenyum.


"Barbeque-an" ucap Syifa dan mendapatkan anggukan dari Alan sambil tersenyum.


"Kok belanjaannya banyak banget" ucap Syifa.


"Gak apa-apa, kan nanti rame juga" ucap Alan yang membuat Syifa hanya mengangguk-anggukan kepalanya.


"Kalian masih di sini? " tanya Hilya yang juga baru turun.


"Sayang" ucap Zidan yang langsung memeluk Hilya sehingga membuat Hilya kaget.


"Kok gak bales peluk sih" rengek Zidan yang membuat Hilya dan Syifa kebingungan dan Alan menahan tawa.


"Kak Zidan kenapa? " tanya Hilya.


"Kok kak Zidan sih, kan kita udah pacaran Sayang" ucap Zidan yang terus memeluk Hilya.


"Ya udah lepasin dulu, gak enak di lihat sama bunda dan ayah nanti" ucap Hilya yang membuat Zidan melepaskan pelukannya.


"Aku kangen tau sama kamu" ucap Zidan yang tersenyum.

__ADS_1


"Perasaan baru tadi ketemu deh" ucap Hilya yang kebingungan.


"Ya kan aku tetap kangen" sahut Zidan yang tersenyum dan mencubit pipi Hilya.


"Pffffttt" Alan yang menahan tawanya.


"Kalau sampe tuh suara ketawa keluar dari mulut lo, gue sumpel tuh mulut pake kaos kaki satpam di kampus" ucap Zidan dengan tatapan tajam.


"Dih bisa mati gue" ucap Alan.


"Btw kenapa belanjaannya banyak banget nih" tanya Hilya yang mendekat ke meja yang banyak belanjaannya.


"Itu buat nanti malam sayang, oh ya aku beliin eskrim dan coklat banyak buat kamu" ucap Zidan yang menghampiri Hilya.


"Nih aku bukain ya" ucap Zidan yang membuka eskrim rasa coklat untuk Hilya.


"Aku mau dengan makam eskrim ini mood kamu bisa kembali good" ucap Zidan yang menyerahkan eskrim pada Hilya.


("Semoga kak Zidan benar-benar bisa jagain dan buat Hilya bahagia, karena setelah kejadian tadi aku gak yakin Hilya bakal bisa senyum lepas lagi"batin Syifa yang duduk di depan Hilya dan menatap Hilya).


"Eh Syif kamu mau gak? " tanya Alan.


"Boleh kalau ada" sahut Syifa yang tersenyum.


"Ada dong banyak tau" sahut Alan yang membukakan satu eskrim untuk Syifa.


"Nih" ucap Alan yang memberikan Syifa eskrim dan tersenyum.


"Makasih kak" ucap Syifa yang tersenyum.


"Oh ya Syif kasih tau sama Fiia dan Kia dong buat nanti malam kesini" ucap Hilya sambil memakan eskrim.


"Oke bentar aku chat mereka dulu" ucap Syifa yang juga sedang makan eskrim dan satu tangannya mengambil ponsel.


"Ga sayang, aku dan Alan bakal tetap di sini" ucap Zidan.


"Males pulang lagi" ucap Alan.


"Jadi sekalian aja nanti pulangnya" sambung Alan.


"Terus kalian gak mandi? " tanya Hilya.


"Hehehe aku numpang mandi di kamar kamu ya sayang, aku bawa baju ganti kok, tadi beli" ucap Zidan sambil nyengir kearah Hilya.


"Gue juga ya Hil" ucap Alan.


"Enak aja, lo kalau mau mandi di luar noh" ucap Zidan.


"Tega bet lu ama gua" ucap Alan.


"Lah biarin" ucap Zidan.


"Udah nanti kak Alan mandi di kamar aku aja" sahut Syifa.


"Tuh kan calon pacar gue baik banget" ucap Alan yang membuat pipi Syifa merah.


"Baru jadi calon pacar aja bangga" celetuk Zidan.


"Lah biarin" sahut Alan.

__ADS_1


"Udahhh sana gih mandi, dari tadi debat mu berdua" ucap Hilya yang sudah kesal mendengar suara orang ini terus berdebat.


"Hehehe oke sayang, muuuachhh" ucap Zidan yang mencium pipi Hilya dan pergi.


"Apa?, berani? " tanya Syifa saat melihat Alan ingin menciumnya.


"Hehehe, gue mandi dulu" ucap Alan sambil nyengir dan pergi.


"Ada-ada aja ya tuh orang" ucap Hilya yang geleng-geleng kepala.


"Oh ya gimana mereka mau? " tanya Hilya.


"Katanya bentar lagi langsung otw" ucap Syifa dan membuat Hilya mengangguk-anggukan kepalanya.


"Eummmm Disa gimana? " tanya Syifa.


"Aku gak tau Syif takutnya nanti dia gak mau dan gak senang kalau kita ajak" ucap Hilya.


"Ya udah deh seperti yang kamu bilang kemarin aja Hil, kita kasih dia waktu dulu" ucap Syifa yang mendapatkan anggukan dari Hilya.


"Hilya, Syifa, bantuin bunda sayang masukin itu semua ke kulkas nak" ucap Bunda.


"Baik bun" sahut Hilya dan Syifa.


"Zidan dan Alan udah pulang? " tanya Ayah.


"Numpang mandi yah" sahut Syifa, namun tidak dengan Hilya yang hanya menatap ayahnya dengan mata yang sudah berkaca.


Hilya menghampiri ayahnya dan memeluk ayahnya.


"Maafkan Hilya yah" ucap Hilya yang memeluk sang ayah angkatnya.


"Kamu kenapa nak, kenapa minta maaf? " tanya ayah yang kebingungan melihat Hilya.


"Hilya gak mau ayah masuk penjara cuma gara-gara Hilya,, hiksss... " ucap Hilya yang masih memeluk ayah Dion.


"Ayah gak akan pernah takut untuk masuk penjara, selama ayah melindungi anak-anak ayah, ayah gak akan takut, malahan ayah senang" ucap ayah Dion yang memegang kedua pipi Hilya.


"Sudah dong jangan nangis lagi, nanti kalau bunda lihat ayah yang kena" ucap ayah yang tersenyum.


"Iya nih Hil, kalau bunda lihat kamu nangis, terus nangisnya di pelukan ayah yang ada ayah bakal tidur di luar" ucap Syifa.


"Iya bener kata anak ayah yang satu ini" ucap ayah yang mengusap kepala Syifa.


"Oh ya.....


...****************...


...****************...


...****************...


Hai guys dukung terus author ya


jangan lupa follow, like,comment, dan tambahkan ke daftar favorit kalian, supaya kalian mendapatkan notifikasi saat author update.


maaf jika ada kata-kata yang typo


byebye....

__ADS_1


...****************...


...****************...


__ADS_2