
"Kalian hanya menggali informasi yang salah, coba kalian cari tau siapa yang menyebarkan foto itu dan wawancarai dia, karena hanya dia yang tau semuanya" ucap Nando.
"Beberapa hari yang lalu, tepatnya malam saya ingin pergi ke rumah om Dion, di perjalanan saya melihat Disa di bekap oleh beberapa preman sampai pingsan, saat saya ingin menolong Disa, saya di keroyok sampai saya koma di rumah sakit dalam beberapa hari kebelakang" ucap Nando yang membuat semuanya terkejut termasuk Disa.
"Jadi kamu di sini karena aku Nan"? " tanya Disa dengan air mata yang mengalir di pipinya.
"Maaf Sa aku gak bisa nyelamatin kamu malam itu" ucap Nando tang merasa bersalah.
"Aku yang harusnya minta maaf sama kamu Nan, cuma gara-gara aku kamu sampai koma di rumah sakit" ucap Disa yang menangis.
"Berarti kamu hamil anak para preman?" tanya wartawan.
"Berapa preman yang meniduri kamu?, kenapa kamu tidak melaporkan itu dari awal?
"Apa kamu menikmati itu sehingga kamu tidak melaporkan preman itu?, apa kamu menyukai sentuhan mereka?
"Jadi siapa ayah dari anak yang ada dalam kandungan mu itu?
" Apa itu anak para preman?
"Apa yang akan kau jelaskan nanti pada anak mu tentang ayahnya?
"Pantas saja kau terlihat begitu santai" ucap para wartawan yang terus memojokkan Disa.
Disa dengan tubuhnya yang gemetar dia menutup telinganya dengan kuat. Mama Sarah dan mommy Maira yang tadi menemani Zidan dan Hilya akhirnya keluar dan langsung memeluk Disa yang terus di pojokan oleh wartawan.
"Kalian... " ucap Nando yang di sela oleh Disa.
"Diam kalian semua" teriak Disa sambil menangis dan menjauh dari pelukan Mama Sarah dan mommy Maira
"Aku tidak tau siapa yang meniduri aku, bagaimana aku bisa menikmati atau menyukai sentuhan dari mereka sedangkan aku tidak sadarkan diri" teriak Disa yang frustasi.
"Bahkan disaat aku bangun dari pelecehan yang telah orang itu lakukan aku berharap mati saja supaya tak merasakan sakit yang yang mereka simpan untuk aku, supaya aku juga tak melihat lebam maupun luka yang mereka simpan di tubuhku" ucap Disa sambil menangis.
"Dan bekas luka itu, lebam itu masih ada hingga sekarang" ucap Disa.
"Kalian, kalian ingin melihatnya hah" teriak Disa sambil ingin membuka bajunya namun di tahan oleh mama Sarah. Mama Sarah merasakan yang dirasakan oleh Disa, anak perempuannya pernah mengalami hal tersebut sehingga dia meninggal bunuh diri.
"Disa sudah nak, jangan lakukan itu" ucap mama Sarah yang memeluk Disa sambil menangis.
__ADS_1
"Biarkan, biarkan mereka melihat kehancuran yang ada di tubuhku ini, biar mereka tau bisakah aku menikmati semua ini hikss... " ucap Disa sambil menangis.
"Kalian bertanya kan kenapa aku tidak melaporkan kasus ini, iya kan?" teriak Disa yang masih di pelukan mama Sarah.
"Siapa yang akan percaya pada ku?, siapa yang akan mendengarkan aku di saat aku tidak memiliki bukti apapun, disaat aku tidak tau siapa yang telah meniduri aku, siapa yang akan percaya pada ku siapa" teriak Disa histeris.
"Mungkin kamu menggunakan baju yang terbuka sehingga memancing para preman itu untuk melecehkan kamu" ucap salah satu wartawan itu lagi yang memancing emosi Rifi.
"Brengsek" teriak Rifi yang ingin memukul salah satu wartawan itu, namun di tahan oleh Alan.
"Kenapa?, kenapa setiap pelecehan yang terjadi pada wanita selalu wanita yang di salahkan? " tanya Disa yang sudah sangat lemas.
"Mereka akan bilang baju si wanita terbuka, mereka memancing pria itu untuk melecehkannya, mereka ini, mereka itu" ucap Disa lagi.
"Kenapa selalu wanita yang salah?, padahal pria bejat yang melecehkan wanita tak melihat hal itu, mereka bahkan sanggup melecehkan wanita dengan pakaian tertutup sekalipun karena apa?, karena di pikiran mereka hanya ada hal kotor, dan mereka tau setelah melecehkan wanita mereka akan dilindungi dengan wanita itu mengunakan pakaian terbuka dan memancing si pria"teriak Disa yang sudah sangat frustasi dan emosi.
"Dan kalian, kalian juga wanita, kalian seharusnya mengerti perasaan ku saat ini, aku dilecehkan, aku hamil sekarang, aku di buang oleh ibu ku, aku kehilangan masa depan ku, hidup aku hancur sekarang dan kalian malah terus memojokkan ku, dan kalian masih bertanya kenapa aku tidak melaporkan mereka dari awal?, kalian masih bertanya hal seperti itu pada ku"teriak Disa lagi.
"Disa sudah nak, sudah cukup" ucap mama Sarah
"Disa, nak sekarang kamu kamu masuk, kamu ke ruang rawat Hilya ya, dia pasti nungguin kamu di sana" ucap Ayah Dion yang juga ikut sedih melihat kondisi Disa.
"Saya akan membawa Disa ke sana" ucap mama Rena.
"Saya akan membawa Nando ke dalam tan" ucap Alan yang membawa Nando.
"Ayo Ren, kamu juga harus tenangkan diri kamu" ucap mommy Maira
"Aku titip Disa dulu" ucap mama Sarah dengan tatapan marah pada wartawan.
Mama Rena dan mommy Maira membawa Disa masuk ke rumah sakit begitupun dengan Alan yang juga membawa Nando kembali ke dalam rumah sakit.
"Kalian semua benar-benar keterlaluan" teriak mama Sarag
"Saya, saya adalah seorang ibu yang anaknya juga pernah dilecehkan sampai anak saya bunuh diri karena tak sanggup menerima kenyataannya" teriak mama Sarah yang emosi.
"Kalian memojokkan korban, bukan membantu korban,. Demi mendapatkan berita kalian menghancurkan banyak orang" ucap mama Sarah
"Kami hanya menjalankan tugas kami sebagai wartawan" ucap salah satu wartawan.
__ADS_1
"Tugas kalian sebagai penghancur hidup orang" ucap mama Sarah dengan cepat.
"Berapa banyak orang yang kena imbas karena berita gak jelas yang kalian terbitkan?" tanya mama Sarah
"Ma sudah" ucap Rifi yang menenangkan mamanya.
"Mereka semua sudah keterlaluan, mereka sangat kejam pada Disa tadi, mereka terus memojokkan Disa yang tak bersalah" ucap mama Sarah yang sudah menangis.
"Mending kalian semua bubar" ucap Rifi namun tak ada pergerakan apapun dari para wartawan.
"Bubar" bentak Rifi.
"Masalah kasus ini jangan sampai kalian tayangkan, jika ini kalian tayangkan saya tidak akan tinggal diam" ucap papa Niko yang sudah kembali ke rumah sakit.
"Berhenti mencari berita hoax atau perusahaan siaran kalian akan hancur" ucap daddy Leon.
"Sekarang tunggu apa lagi, sana bubar" ucap papa Artur.
"Kalian sudah membuat istri saya menangis, dan lihat apa yang akan saya lakukan pada media kalian" ucap papa Artur yang melihat istrinya marah dari jauh.
Semua wartawan tau mereka sedang berhadapan dengan orang-orang yang penting, dengan begitu mereka memilih untuk pergi dari rumah sakit itu.
"Bagaimana Nik? " tanya ayah Dion.
...****************...
...****************...
...****************...
Hai guys dukung terus author ya
jangan lupa follow, like,comment, dan tambahkan ke daftar favorit kalian, supaya kalian mendapatkan notifikasi saat author update.
maaf jika ada kata-kata yang typo
byebye....
...****************...
__ADS_1
...****************...
...****************...