CINTA UNTUK HILYA

CINTA UNTUK HILYA
MEMPERCAYAI DISA


__ADS_3

Mereka sudah menyusuri jalan mencari Disa namun belum juga ketemu, bahakan mereka sudah berada di jalan raya. Namun saat melewati jembatan Syifa melihat Disa yang berdiri di pinggir jembatan.



"Itu Disa kak, berhenti" ucap Syifa yang membuat Alan langsung menghentikan mobilnya.


Syifa langsung turun dari mobilnya dan memanggil Disa.


"Disa.... " teriak Syifa yang berlari kearah Disa.


"Disa kamu ngapain" ucap Syifa yang menarik Disa.


"Lepasin aku" teriak Disa yang memberontak.


"Lo mau ngapain, lo mati? " tanya Fajar.


"Iya aku mau mati, hidup aku udah hancur sekarang, aku hamil, bahkan aku gak tau siapa ayah dari anak ini, aku di tuduh tidur dengan pacar taman ku sendiri, aku cepek" teriak Disa sambil menangis yang membuat Syifa merasa kasian begitupun dengan Alan, Fajar dan Rifi yang merasa iba melihat Disa.


"Aku dimusuhi oleh kalian, aku diusir dari rumah, apalagi yang aku harapkan Syifa, apa haaaaa" ucap Disa yang menangis dan terduduk lemas di pinggir jembatan.


"Disa.. " ucap Syifa.


"Aku berani bersumpah, aku berani bersumpah tidak pernah tidur dengan kak Zidan, aku di jebak, tolong percayalah padaku kali ini saja" ucap Disa lagi.


"Disa, aku percaya kok sama kamu, makanya aku nyariin kamu, buat nanya sama kamu kejadiannya" ucap Syifa yang membuat Disa menatap Syifa.


"Sekarang kita ke mobil dulu" ucap Syifa yang memapah Disa.


Syifa membawa Disa ke mobil Alan dia duduk bersama Disa dan Alan di belakang, sedangkan Rifi dan Fajar di depan.


"Syifa aku berani bersumpah, aku di fitnah" ucap Disa di mobil.


"Aku memang sedang hamil, tapi aku yakin yang ngelecehin aku bukan kak Zidan" ucap Disa.


"Kenapa lo bisa yakin? " tanya Alan


"Aku pernah sekali melihat orang yang melecehkan aku saat dia ingin pergi, dengan setengah sadar aku melihatnya dari belakang, dan aku berani bersumpah itu bukan kak Zidan" ucap Disa sambil mengeluarkan air matanya.


"Sa kalau boleh aku tau, sejak kapan kamu di... lecehin? " tanya Syifa dengan ragu


"Kalian Ingat saat kita pergi ke pantai?, malam itu Nando antar aku pulang ke rumah, saat mobil Nando sudah pergi dari rumah ku, aku ingin masuk ke rumah dan tiba-tiba ada yang memukul kepalaku dari belakang haaaa hikss..hiksss" ucap Disa yang menangis.


Syifa langsung memeluk Disa untuk memenangkannya.


"Itu sebabnya aku mengusir kalian saat itu, aku gak mau kalian terlibat dalam masalah ku, aku juga takut kalian tidak akan bisa menerima orang kotor seperti ku" ucap Disa di pelukan Syifa.


"Orang itu melakukannya berkali-kali, aku takut untuk keluar, tapi ibuku terus memaksa ku untuk sekolah, sehingga orang itu terus melakukan hal menjijikkan itu pada ku sehingga aku hamil hiksss" ucap Disa yang terus menangis dan membuat Syifa ikut menangis.


Syifa memeluk erat Disa, dia tan bisa membayangkan gimana nasib Disa.

__ADS_1


"Orang itu melakukannya berkali-kali hiksss" ucap Disa lagi.


"Sekarang hidup ku hancur.... aku benci sama diri aku sendiri yang selalu tak berdaya saat dilecehkan, aku tak bisa melihat dengan jelas pria itu, aku benci pada diri aku yang bodoh ini" teriak Disa sambil memukul dirinya sendiri.


"Disa, Disa udah kamu jangan begini" ucap Syifa yang memegang tangan Disa.


"Aku hancur Syif, gak ada yang percaya sama aku, ibuku saja mengusir ku dari rumah, bahkan Hilya yang selalu membantu ku dari dekat maupun jauh dia juga sudah sangat membenci ku saat ini hiksss... hiksss" ucap Disa yang terus menangis.


"Sa, aku percaya sama kamu, aku bakal bantu kamu untuk cari tau semuanya" ucap Syifa.


"Kita bakal cari tau sama-sama siapa yang udah ngalakuin ini semua sama kamu, kamu engga sendiri" ucap Syifa.


"Makasih ya Syif, setidaknya ada satu orang yang mau percaya sama aku" ucap Disa.


"Untuk malam ini kamu tinggal di kontrakan tante aku aja dulu, nanti aku bilang sama dia" ucap Fajar sambil menyetir.


"Gue boleh tau gak, orang itu ngelakuin itu dimana? " tanya Rifi.


"Saat aku terbangun, pasti aku berasa di sebuah kamar di tempat clubbing di daerah XXX" ucap Disa.


"Sekarang kita antar dia dulu ke kontrak tante lo, nanti baru kita selidiki semuanya" ucap Rifi dan dianggukin oleh Fajar.


Fajar mengantar Disa ke sebuah kontrakan milik tantenya.


"Makasih ya tan" ucap Fajar.


"Kamu yang sabar ya, tante yakin kebaikan akan menang, dan kejahatan akan ke bongkar" ucap tantenya Fajar.


"Terimakasih ya tan" ucap Disa.


Syifa pun membawa Disa masuk kedalam rumah kontrakan itu.


"Sa kamu istirahat aja dulu ya, jangan kemana-mana dulu, untuk saat ini sebaiknya kamu disini aja dulu" ucap Syifa.


"Kalian tenang aja nanti tante bakal sering-sering ke sini buat jengukin nak Disa" ucap Tantenya Fajar yang bernama Meli.


"Makasih banyak ya tan" ucap Syifa.


"Panggil tante Mel aja" ucap tante Meli yang tersenyum ramah.


"Sa, aku pulang dulu ya, aku janji bakal ngejelasin semuanya sama Hilya" ucap Syifa.


"Makasih ya Syif" ucap Disa dan mendapatkan anggukan dari Syifa.


Di sisi lain Zidan sudah kembali ke rumah sakit. Di rumah sakit dia kembali dimarahin oleh mamanya.


"Zidan gimana Hilya? " tanya mama Rena.


"Dia gak mau percaya sama aku mah" ucap Zidan yang sedih.

__ADS_1


"Gimana dia mau percaya, jelas-jelas di foto itu kamu tidur dengan perempuan itu" ucap mama Rena yang memarahinya.


"Ma itu gak seperti yang di foto, Zidan di jebak" ucap Zidan.


"Hilya udah gak percaya sama aku, masa mama juga gan mau percaya sam aku juga" ucap Zidan yang frustasi.


"Zidan gak serendah itu sampai ngelakuin hal kotor gitu" sambung Zidan lagi.


"Ren, sebaiknya kita kasih kesempatan untuk Zidan untuk membuktikan semuanya" ucap ayah Dion.


"Tapi Dion kami tidak enak dengan kamu" ucap papa Dika.


"Jika ini hanya sebuah kebohongan, kami masih menerimanya" ucap ayah Dion.


"Yah, bunda, Zidan minta waktu untuk ngebuktiin kalau itu hanya jebakan, tolong percaya sama aku" ucap Zidan yang memegang tangan bunda dan ayah.


"Kami menunggu kabar baik dari kejadian ini" ucap Bunda yang mengusap pipi Zidan.


"Soal Hilya, mungkin dia masih syok, nanti bunda bakal bilangin sama dia pelan-pelan" ucap Bunda.


"Makasih bun" ucap Zidan yang memeluk bunda.


"Syifa pun sangat yakin kalau itu semuanya hanay jebakan" ucap Ayah.


"Dimana Syifa dan yang lainnya? " tanya Zidan yang baru menyadari mereka tak ada.


"Mereka... " ucap bunda yang terhenti.


"Kami di sini.....


...****************...


...****************...


...****************...


Hai guys dukung terus author ya


jangan lupa follow, like,comment, dan tambahkan ke daftar favorit kalian, supaya kalian mendapatkan notifikasi saat author update.


maaf jika ada kata-kata yang typo


byebye....


...****************...


...****************...


...****************...

__ADS_1


__ADS_2