CINTA UNTUK HILYA

CINTA UNTUK HILYA
KEMARAHAN ALAN


__ADS_3

"Udah ah, kita ke ruang aja yok" ucap Fia


"Ayok, males pagi-pagi udah ngajak ribut" ucap Hilya yang nyolot kearah Zidan.


"Tau tuh, bikin pusing aja" ucap Fia


"Minum obat" ucap Rifi


"Kamu teh yang minum obat"sahut Fia


"Ayo ikut aku" ucap Zidan yang menarik tangan Hilya


"Ihhhh kami mau masuk ruang, nanti telat" ucap Hilya


"Hari ini gak ada dosen yang masuk, dosen lagi rapat buat acara" ucap Zidan


"Yok ke kantin" ucap Alan yang memegang tangan Syifa


"Bukan muhrim" ucap Syifa yang nyelonong ke depan dan membuat Akan terdiam.


"Hahaha, di tolak lagi" ejek Fajar yang melewati Alan


"Diam" ucap Alan.


Zidan pun menggandeng tangan Hilya dan jalan ke kantin, sesampainya di kantin mereka langsung duduk di tempat biasa geng Orthtros duduk.


"Hai Zidan" ucap Tamara yang duduk di samping Zidan dan memeluk lengan Zidan.


"Sayang aku mau mau makan tapi kamu suapin" ucap Hilya yang mengandeng lengan Zidan untuk memanasi Tamara.


"Eh lu gak malu ya, Tamara lagi pengen bareng Zidan" ucap Vina.


"Sayang kamu pengen sama dia? " tanya Hilya dengan nada manja dan membuat Zidan tersenyum.


"Enggaklah sayang, aku cuma pengen bareng kamu aja, gak mau sama yang lain" ucap Zidan yang melepaskan lengannya dari tangan Tamara.


"Eh lu resek banget sih jadi cewek" ucap Tamara pada Hilya


"Dasar cewek gatel" ucap Rosa.


"Yang gatel padahal temannya, eh


eh malah nuduh sahabat kita" ucap Fia


"Lo diam" bentak Tamara


"Punya mulut buat ngomong, kalau diam nanti dikirain bisu" ucap Fia yang tak mau kalah.


"Kurang ajar lo.. " ucap Rosa yang ingin menampar Fia namun di tahan oleh Rifi


"Minggir gue mau duduk" ucap Rifi


"Rifi kok lo nahan gue sih" ucap Rosa


"Mbak kayak biasa ya" teriak Rifi pada ibu kantin.


"Baik den" sahut ibu kantin


"Rifi lo jangan ikutan kayak mereka ya, lo mau jadi musuh gue" ucap Tamara.


"Jar, emangnya mereka teman gue?" tanya Rifi

__ADS_1


"Gak deh, masa iya lo temenan sama ondel-ondel kampus" ucap Fajar sambil tertawa.


"Zidan kamu bisa peringati teman kamu gak" ucap Tamara


"Jangan bully Disa lagi" ucap Hilya tiba-tiba yang membuat Tamara geng terdiam.


"Berhenti mem-bully Disa" ucap Hilya yang berdiri dari duduknya.


"Lo siapa berani ngomong gitu sama gue" ucap Tamara


"Aku bukan siapa-siapa, aku cuma seorang mahasiswi biasa yang gak mau melihat sahabatnya di bully oleh kalian" ucap Hilya


"Hahaha, sahabat?, dia nganggep lo sebagai sahabatnya gak" ucap Vina


"Emang ada ya, sabahat yang rela khianati sahabatnya sendiri demi cowok" ucap Rosa


"Eh kalau gak tau apa-apa gak usah ngomong, kalian ini berasa hebat banget ya bisa bully orang kayak gitu" bentak Syifa


"lo berani bentak kita" ucap Tamara yang mendorong Syifa


"Kenapa aku harus takut" ucap Syifa yang mendorong Tamara.


"Sialan lo ya. guys pokoknya gue mau kalian menjauh dari mereka, bila perlu kalian boleh bully mereka sepuas hati kalian, kalau kalian ngelawan omongan gue, maka kalian akan berhasil sama seperti mereka" teriak Tamara di kantin.


"Berani kalian semua bully cewek gue, maka kalian akan berurusan sama gue" ucap Zidan sambil duduk santai.


"Zidan kamu apa-apaan sih" ucap Tamara


"Kenapa semenjak ada dia kamu sering cuekin aku" teriak Tamara


"Dari dulu gue selalu gini kan sama lo" ucap Zidan


"Zidan, aku tuh cinta sama kamu, kamu gak pernah peka sih" ucap Tamara yang udah nangis


"Gue gak laper, yok sayang" ucap Zidan yang membawa Hilya pergi dari kantin.


"Zidan, kok lo gitu sih sama gue" teriak Tamara sambil nangis dan kesal


"Tamara udah, mending kita pergi aja" ucap Rosa yang menarik Tamara.


Tamara, Rosa dan Vina pun pergi, dan tak lama kemudian terdengar suara mahasiswa dan mahasiswi yang berlari keluar kantin.


"Ada apa ya" ucap Syifa


"Lihat yok" ucap Kia dan pergi.


Mereka pun berjalan keluar dari kantin, saat mereka sampai di kerumunan banyak orang, Syifa, Kia dan Fia terkejut melihat Nando dan Abian yang berantem.


Bughhh,,,, bughhhh suara pukul dari Nando dan Abian.


"Berhenti" ucap Alan dengan tatapan tajam


"Nando udah, lo kenapa? " tanya Fajar yang menahan Nando


"Gue mau hajar si brengsek itu bang, dia udah buat Disa malu" ucap Nando


"Emang masalah buat lo hah, suka-suka gue lah" ucap Abian


"Lo udah keterlaluan tau gak, dia cewek tapi lo malah nginjek harga diri dia" ucap Nando


"Emang dia punya harga diri" ucap Abian sambil senyum mengejek

__ADS_1


"Plakkkkk, diam kamu" ucap Syifa yang menampar Abian


"Kamu teh sudah keterlaluan Abian, kamu udah melampaui batas" ucap Syifa


"Bukan urusan kamu, dan kamu gak usah ikut campur masalah aku" bentak Abian


"bughhhh, jangan pernah ngebentak Syifa" ucap Alan yang menonjok Abian


"Hahahaha, lo di kasih apa sama dia sehingga lo mau belain dia? " tanya Abian dengan nada mengejek


"Dia kan miskin, cuma numpang sama orang, atau jangan-jangan dia bayar lo pakai badan dia" ucap Abian sambil tersenyum licik


"Abian" teriak Syifa yang matanya memerah


"Sialan" teriak Nando yang ingin menghajar Abian lagi namun di tahan oleh Fajar dan Rifi.


"Lepasin gue" teriak Abian yang di seret oleh Alan menuju pinggir balkon lantai dua di kampus.


"Gue gak bakalan segan-segan buat ngebunuh lo, kalau lo berani ngehina Syifa" ucap Alan


"Kak Alan jangan, aku gak mau kak


Alan kena masalah" ucap Syifa


"Biarin Syif, gue gak peduli" ucap Alan


"Tapi aku peduli" ucap Syifa yang membuat Alan melepaskan Abian hingga terjatuh ke bawah.


Alan melepaskan Abian kearah atap terpal mading, sehingga jika dia jatuh pun tidak akan membuat Abian terluka.


"Hari ini gue masih ngizinin lo buat hidup, tapi kedepannya gue bakal bikin lo tidur di gelapnya kuburan" Teriak Alan dari lantai dua.


"Kak Alan, kalau kakak kena masalah gimana?, kalau kakak masuk penjara karena tuduhan pembunuh gimana?" ucap Syifa yang panik


"Gau akan senang, selama gue ngehabis orang yang udah ngejek lo" ucap Alan sambil tersenyum.


"Yok mending kita pergi aja" ucap Alan yang menarik tangan Syifa


"Aku baru kali ini lihat kak Alan marah sampai segitu" ucap Kia


"Sama" ucap Fia


"Tutup tuh mulut, ilernya keluar" ucap Rifi pada Fia yang membuat Fia ngelap mulutnya.


"Gak ada" ucap Fia


"Lo bego,...


...****************...


...****************...


Hai guys dukung terus author ya


jangan lupa follow, like,comment, dan tambahkan ke daftar favorit kalian, supaya kalian mendapatkan notifikasi saat author update.


maaf jika ada kata-kata yang typo


byebye....


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2