
"Aku ke kamar dulu ya sayang" ucap Hilya yang berbalik badan kearah Zidan.
"Apa?, sayang" ucap Syifa yang terkejut sedangkan yang lainnya hanya tersenyum.
"Emang kenapa kalau Hilya manggil gue sayang ada yang salah? " tanya Zidan sewot.
"Ya udah sayang kamu istirahat gih" ucap Zidan yang menguasai rambut Hilya.
"Iya" sahut Hilya yang tersenyum dan pergi.
"Syifa kamu juga istirahat gih sana" ucap bunda Lola.
"Ba.. baik bunda" ucap Syifa yang masih memikirkan ucapan Hilya tadi saat memanggil Zidan dengan sebutan sayang.
"Baik-baik lu gak usah sok-sokan Syok, serangan jantung nanti lo" ucap Zidan yang mengejek Hilya.
"Udah Syif gak usah dengerin dia, kamu istirahat aja sana" ucap Alan yang membela Syifa dan membuat Syifa menganggukkan kepalanya kemudian pergi menuju kamar.
"Wuuu modus lo" ucap Zidan pada Alan
"Lah lo apa bedanya" ucap Alan
"Lah gue mah sama calon bini sendiri" sahut Zidan.
"Makanya gentle dong, datangi orang tuanya" ucap Zidan.
"Gaya banget lo" ucap Alan.
Bunda Lola, ayah Dion, mama Rena dan papa Dika hanya tersenyum melihat dia anak muda di depannya mereka saling adu mulut.
"Sudah-sudah jangan ribut dong kalian" ucap mama Rena.
"Ini nih ma, gak jelas banget" ucap Zidan.
"Dihh tante tadi lihat kan dia yang mulai duluan" ucap Alan yang tak mau kalah dan membuat bunda Lola, ayah Dion, mama Rena dan papa Dika tertawa.
"Makasih ya Alan, bunda senang banget akhirnya kedua putri bunda udah ada yang jagain" ucap bunda Lola.
"Gak usah berterimakasih bun, Alan senang kok bisa jagain Syifa. Alan janji bakal selalu jagain dan lindungi Syifa" ucap Alan.
"Ngapain lo manggil bunda, bukan emak lu" ucap Zidan
"Lah lu juga sama kali bambang" ucap Alan.
"Lah gue kan calon mama mertua" ucap Zidan.
"Udahhh jangan ribut terus" ucap mama Rena lagi yang membuat Zidan dan Alan terdiam
"Oh ya bunda nanti malam jadikan? " tanya Zidan.
"Iya kak jadi, ini sambil menghibur Hilya juga" ucap bunda Lola.
"Oh ya Dika, Rena nanti malam ajak Julian ke sini. kita bakal barbeque-an di sini" ucap ayah Dion.
"Wah itu sangat menyenangkan, mama pasti ikut" ucap mama Rena.
"Oh ya La, Dion kami harus jemput Julian dulu, nanti kami datang lagi" ucap mama Rena.
"Baiklah Ren, terimakasih untuk hari ini" ucap bunda Lola.
"Gak perlu sungkan" ucap mama Rena.
Mama Rena dan papa Dika pun pamit untuk menjemput Julian, sedangkan Zidan dan Julian masih ada di sana.
"Bunda biar Zidan pergi buat belanja" ucap Zidan.
"Emang gak ngerepotin kamu? " tanya bunda Lola.
"Gak kok bun" ucap Zidan cepat.
__ADS_1
"Alan bakal bantuin bunda tenang aja" ucap Alan.
"Baiklah" ucap bunda Lola.
"Ini uangnya" ucap ayah Dion.
"Gak apa-apa yah" ucap Zidan.
"Loh kok gak apa-apa" tanya Ayah.
"Kami berangkat dulu" ucap Zidan yang tak menjawab pertanyaan ayah Dion.
Zidan dan alan langsung berangkat ke market untuk membeli keperluan nanti malam. Selama di dalam mobil keduanya saling mengobrol tentang Hilya dan Syifa, tak terasa merekapun sampai ke market yang ingin mereka kunjungi.
Zidan dam Alan mulai mengelilingi tempat tersebut dengan mendorong satu buah troli.
Zidan dan Alan melihat buah, sayuran dan daging yang akan mereka beli.
Alan juga membeli beberapa snack dan juga kopi untuk acara nanti malam.
"Wihhh udah cocok lo brooo" ucap Alan
"Cocok apaan? " tanya Zidan yang fokus memiliki jenis kopi yang akan ia beli.
"Udah cocok jadi suami yang bantuin istri belanja" ucap Alan.
"Oh ya lah jelas, bukan kayak lo" ucap Zidan yang pergi meninggalkan Alan.
"Dih songong bet ku, padahal udah gue puji" ucap Alan yang mengikuti Zidan.
Semua troli yang di ambil oleh Zidan dan Alan penuh dengan belanjaan mereka.
Tujuh buat troli terisi penuh dengan snack, eskrim, sayur, daging dan lain-lainnya. Setelah lama membayar semua belanjaannya Zidan dan Alan langsung kembali ke rumah bunda Lola.
"Lo udah kabarin Fajar, Rifi dan Nando kan? " tanya Alan
"Udah noh di grup" ucap Alan.
"Nando udah di grup juga? " tanya Zidan
"Ya udah gue masukin, lagian kan dia sepupu lo jadi gak masalah lah" ucap Alan.
"Dan apa kata mereka? " tanya Zidan.
"Mereka dikasih makan gratis ya pada senang lah" ucap Alan.
"Heboh di grup cuma gara-gara di fajar" sambung Alan.
"Oh Nando beneran suka sama di Dosa itu ya" tanya Alan.
__ADS_1
"Setau gue sih gitu" sahut Zidan yang fokus menyetir.
"Lagian tuh cewek kenapa sih? " tanya Alan
"Mana gue tau" ucap Zidan.
Saat sedang menyetir mobil Zidan melihat Abian dengan orang-orang bertubuh besar, Zidan juga melihat Abian yang menyerahkan sebuah amplop tebal ke mereka.
"Itu si bocah sialan itu kan? " tanya Alan yang melihat Abian.
"Wihhh gila tongkrongannya sama om-om" ucap Alan yang tertawa.
"Tapi tunggu deh, kok dia ngasih amplop ke orang-orang itu" ucap Alan lagi yang kebingungan.
"Amplopnya juga tebal, atau jangan-jangan dia nyuruh mereka buat ngelakuin sesuatu? " tanya Alan yang curiga.
"Tunggu-tunggu, itukan Tamara" ucap Alan yang melihat Tamara yang datang.
"Hah kok dia juga di sini?, mereka dekat" ucap Alan terus menerus.
Zidan cuma mengamati Abian dan Tamara dalam diam. Dia menekankan mobilnya dan terus mengamati Abian dan Tamara. Namun Zidan dan Alan tersenyum jijik saat melihat Tamara dan Abian berciuman layaknya sepasang kekasih.
"Heh, yang namanya murah bakal tetap murah" ucap Alan.
"Makanya gue gak suka barang murah" sahut Zidan yang melakukan mobilnya.
"Tapi mereka ada hubungan apa ya" ucap Alan yang kebingungan.
"Pokoknya lo harus hati-hati deh" ucap Alan
"Kenapa? " tanya Zidan yang kebingungan.
"Ya lo harus hati-hati aja. firasat gue hubungan mereka bukanlah hubungan kekasih, melainkan hubungan kerja sama yang saling menguntungkan" ucap Alan.
"Maksud lo?? " tanya Zidan yang semakin kebingungan.
"Lo pikir deh si perempuan gatel cinta mati sama lo, Si bocah sialan cinta mati sama Hilya. Mana mungkin mereka bakal bikin lo dan Hilya bersama" ucap Alan.
"Pasti mereka ngelakuin satu lihat yang saling menguntungkan dan membuat hubungan lo dan Hilya gak baik" ucap Alan yang membuat Zidan terdiam.
("benar kata Alan pasti mereka sedang merencanakan sesuatu, gue harus hati-hati dan tetap harus lindungi Hilya "batin Zidan).
"Gue mau lo suruh orang buat cari tau tentang orang tadi" ucap Zidan pada Alan.
"Siap bos" sahut Alan.
"Masalah ini biar jadi rahasia kita dulu sampai kita tau apa yang direncanakan oleh mereka berdua" ucap Alan lagi.
"Oke aman" sahut Alan.
Merekapun sampai ke rumah Hilya lagi.
...****************...
...****************...
...****************...
Hai guys dukung terus author ya
jangan lupa follow, like,comment, dan tambahkan ke daftar favorit kalian, supaya kalian mendapatkan notifikasi saat author update.
maaf jika ada kata-kata yang typo
byebye....
...****************...
...****************...
__ADS_1