CINTA UNTUK HILYA

CINTA UNTUK HILYA
MENGETAHUI FAKTA


__ADS_3

"Sampai kapan kita mau nutupin masalah ini?" teriak Fajar.


"Hilya harus tau masalah ini" sambung Fajar.


"Masalah apa? " tanya Hilya cepat


"Apa yang kalian sembunyikan dari aku? " tanya Hilya lagi.


"Sayang" ucap Zidan yang memegang tangan Hilya.


"Masalah apa? " tanya Hilya pada Zidan.


"Huhhhfff, aku kemaren ke puncak" ucap Zidan yang masih memegang tangan Hilya dan membuat Hilya terkejut.


"Sama Tamara? " tanya Hilya


"Engga, sama mereka dan juga Haris" ucap Zidan lagi.


"Dan... " ucap Zidan yang kemudian terdiam.


"Dan apa? " tanya Hilya.


"Tamara juga" ucap Zidan yang membuat Hilya dan sahabat-sahabatnya terkejut.


"Aku mau pulang" ucap Hilya yang marah dan menarik tangannya.


"Sayang tunggu dulu" ucap Zidan yang berusaha menahan Hilya.


"Enggak" ucap Hilya.


"Ini semua gak seperti yang kamu pikirkan, dengerin dulu penjelasan aku" ucap Zidan.


"Penjelasan apa?, kamu ke puncak dan Tamara juga di sana?" tanya Hilya.


"Sayang... " ucap Zidan yang langsung disela oleh Hilya.


"Please stop, berhenti menghancurkan hati aku. Aku capek jika harus begini terus, kamu dekat dengan aku bahkan kita mempunyai hubungan tapi kamu mendekati perempuan lain. Aku gak mau merasakan hal seperti dulu lagi, aku capek" ucap Hilya yang sudah mengeluarkan air matanya.


"Tapi semuanya gak seperti itu sayang" ucap Zidan yang masih berusaha menjelaskan.


"Lalu seperti apa? " tanya Hilya dengan cepat.


"Kita ke dan untuk lo" ucap Fajar dengan cepat membuat Hilya kebingungan sedangkan Zidan menjambak rambut.


"Maksudnya? " tanya Hilya pada Fajar.


"Sebaiknya kita bahas ini di rumah Zidan, buktinya ada di rumah Zidan sekarang" ucap Alan yang mencairkan suasana.


"Bukti apa sih? " tanya Hilya yang semakin kebingungan.


"Hil, ini semua untuk kebaikan kamu juga, kamu harus mengetahui kebenaran ini" ucap Fajar.


"Ayo, kita ke rumah lo Dan" ucap Alan.


"Syifa, tolong telpon tante Lola dan om Dion untuk ke rumah Zidan sekarang" ucap Fajar pada Syifa.


"Eumm o-oke" sahut Syifa dengan penuh kebingungan.


Tak menunggu waktu lama mereka semua pergi menuju ke rumah Zidan.


("Sumpah gue gak akan bisa melihat Hilya menangis nanti. Tau gue ke puncak ada Tamara aja dia udah nangis apa lagi saat tau ayah kandungnya berhubungan dengan Tamara "batin Zidan yang melirik Hilya sambil menyetir)


Di mobil Hilya yang kebingungan dan juga penasaran hanya terdiam memikirkan apa yang akan di lihatnya nanti di rumah Zidan. Sekitar 20 menit akhirnya mereka sampai di rumah Zidan.


Disana juga sudah ada mama Rena, papa Dika, ayah Dion dan bunda Lola yang juga penasaran kenapa mereka disuruh ke rumahnya Zidan.


"Zidan ada meminta Lola dan Dion ke sini? " tanya mama Rena yang menghampiri Zidan.

__ADS_1


"Ada sesuatu yang ingin kami tunjukkan pada Hilya, om dan tante" ucap Fajar pada Hilya, bunda Lola dan ayah Dion.


"Ada apa ini?, kalian membuat kami penasaran" ucap ayah Dion.


"Sebaiknya kita masuk dulu" ucap Alan.


"Kalian tunggu di ruang tengah aja, Zidan mau ambil sesuatu dulu di kamar" ucap Zidan yang pergi menuju ke kamarnya.


"Nando ada apa ini? " tanya mama Rena pada Nando.


"Nando juga gak tau mah" ucap Nando yang memang sudah memanggil mama Rena dengan sebutan mamah.


"Mah Julian mana? " tanya Nando.


"Paling sebentar lagi dia pulang, kan ini masih waktu sekolah" ucap mama Rena.


"Ya udah ayok duduk di sana" ucap mama Rena.


"Hilya ada apa ini? " tanya bunda Lola yang merangkul Hilya.


"Gak tau Bun, Hilya juga penasaran" ucap Hilya.


"Kamu habis nangis? " tanya bunda Lola.


"Gak kok bun, sebaiknya kita ke sana aja dulu" ucap Hilya.


Tak lama kemudian Zidan turun dan membawa sesuatu di tangannya yaitu sebuah flashdisk. Sesampainya di rumah tengah Zidan yang melihat semuanya sudah berada di sana langsung memasukan flashdisk itu ke dalam dvd.


"Kemaren Zidan dan mereka ke menyelidiki sesuatu yang berhubungan dengan om Irwanto, berkat bantuan Haris dalam sehari kami berhasil mendapatkan pengakuan yang harus di dengan oleh Hilya, bunda dan ayah" ucap Zidan sambil memasang flashdisk di dvd.


"Ada apa Zidan? " tanya mama Rena.


"Maaf om, tante, sebaiknya Fajar di luar aja dulu, Fajar gak bisa lihat ini" ucap Fajar yang kemudian pergi.


"Ada apa ini? " tanya papa Dika.


POV ON ISI VIDEO REKAMAN


"Nama lo siapa? " tanya Haris yang mencoba menanyakan


"Tamara Putri Wijaya" ucap Tamara.


"Eum oke, Lu kenal sama yang namanya Irwanto dan Abian? " tanya Haris lagi


"Irwanto papa tiri sekaligus sugar daddy gue" ucap Tamara yang membuat semuanya terkejut.


"Sedangkan Abian, teman ranjang gue" ucap Tamara lagi.


"Gila ni cewek" ucap Fajar pelan.


"Ssstttt" ucap Rifi.


"Bisa gak lo ceritain dari pertama pertemuan lo dengan Irwanto" ucap Haris lagi.


"Gue pertama kali bertemu dengan papa saat di Bar, gue suka lihat papa dan begitu juga dengan papa, akhirnya gue dan papa berhubungan dan hubungan kami masuk ke lebih dalam lagi" ucap Tamara.


"Gue sempat Hamil anaknya papa, tapi gue menggugurkannya karena Gue gak mau malu" ucap Tamara lagi.


"Karena gue gak mau jauh dari papa, gue memperkenalkan mama pada papa sehingga keduanya memilih untuk menikah setelah membuat rencana membunuh istri dari papa" ucap Tamara lagi.


"Setelah sehari seminggu istri pertama papa meninggal, dia kembali ke jakarta untuk menikah dengan mama, walaupun dia bilang pada anak kandungnya dia menikah setelah 3 bukan lebih istri pertamanya meninggal, itu semua bohong" ucap Tamara.


"Papa tau betul bahwa anaknya tak akan mau ikut dengannya ke Jakarta, apalagi datang untuk menghadiri pernikahan papa dan mama gue, jadi dia bilang pada anaknya yang ternyata Hilya, kalau dia menikah ketika tiga bulan istri pertamanya meninggal" ucap Tamara lagi yang membuat Zidan menahan emosi.


"Lo masih berhubungan dengan Irwanto saat dia udah jadi papa lo? " tanya Haris yang kerasa jijik dengan Tamara.


"Bahkan jika mama sudah tidur, papa akan datang ke kamar gue" ucap Tamara yang sukses membuat Zidan, Alan, Rifi, Fajar maupun Haris terkejut.

__ADS_1


"Sampai sekarang? " tanya Haris dan mendapatkan anggukan dari Tamara.


"Terus hubungan lo dan Abian? " tanya Haris.


"Dia sempat mergokin gue dan papa di hotel, terus di situ Abian juga ikut bersama kami melakukan hal itu, dan hati itu gue, papa dan Abian melakukannya bersama" ucap Tamara yang sukses membuat Fajar mual.


"uuweeekkk,," Fajar yang ingin muntah,


"Sumpah gue udah gak kuat dengannya, gue tunggu di luar" ucap Fajar yang pergi ke luar.


"Gue juga ikut" sahut Rifi.


"Cepat lanjutin Har" ucap Zidan.


"Setelah kejadian itu" tanya Haris.


"Abian merekam kejadian malam itu, lalu dia menjadikan rekaman itu sebagai senjatanya dan mengancam kami" ucap Tamara.


"Dia meminta papa untuk menjodohkan dia dengan Hilya apapun caranya, karena papa tak berhasil menjodohkan Abian dam Hilya, akhirnya papa membuat rencana untuk menjebak Zidan dan Disa, gunanya untuk membuat Hilya benci dengan Zidan" ucap Tamara yang membuat Zidan marah.


"Brengsek" ucap Zidan yang ingin menghampiri Tamara.


"Sabar Dan, dikit lagi" ucap Alan.


"Abian setuju dengan itu dan dia mulai menculik Disa, dan melakukan rencana itu. gue harus terus melayani Abian sampai rencananya berhasil, karena gue juga ingin Zidan dan Hilya saling membenci sampai akhirnya Zidan menjadi milik gue" ucap Tamara yang sukses membuat wajah Zidan merah karena emosi.


"Bukannya lo suka sama papa Tiri lo? " tanya Tamara.


"Cuma buat untuk saling memuaskan nafsu, gue cinta sama Zidan, gua bakal ngelakuin apapun untuk mendapatkan Zidan" ucap Tamara.


"Sialan" ucap Zidan.


"Tahan dulu" ucap Alan yang menahan Tamara.


"Har sebaiknya udah cukup, kita akhiri di sini aja" ucap Alan yang melihat Zidan semakin emosi.


POV OFF


Hilya, Fia, Syifa, Disa dan Kia terkejut saat melihat Haris dan Tamara yang ada di dalam rekaman itu. Rekaman itu kemudian di putar Hilya terkejut saat mendengar pengakuan dari Tamara.


Air matanya tak terbendung lagi, bunda Lola, ayah Dion langsung memeluk Hilya untuk memenangkan Hilya, sedangkan Zidan menggenggam tangan Hilya.


Setiap pengakuan dari Tamara membuat hari Hilya seakan-akan teriris pisau, air matanya terus mengalir begitu deras. Bahkan bukan Hanya Hilya, Disa pun ikut sakit hati saat mendengar pengakuan dari Tamara tentang kejadian yang menimpanya. Selama 12 menit video itu di putar semua mengeluarkan air mata mendengar hal menyedihkan yang harus di terima oleh Hilya.


"Hah.. hah.. jadi selama ini.. " ucap Hilya yang tak sanggup mengatakan apapun lagi.


"Nak" ucap ayah Dion yang memanggil Hilya


Tak menjawab panggilan dari ayah Dion, Hilya malah pergi dari ruang tengah.....


...****************...


...****************...


...****************...


Hai guys dukung terus author ya


jangan lupa follow, like,comment, dan tambahkan ke daftar favorit kalian, supaya kalian mendapatkan notifikasi saat author update.


maaf jika ada kata-kata yang typo


byebye....


...****************...


...****************...

__ADS_1


__ADS_2