CINTA UNTUK HILYA

CINTA UNTUK HILYA
HILYA VS TAMARA


__ADS_3

Di luar ruangan di depan ICU, Zidan dan Alan sedang membahas tentang Nando, Tiba-tiba Fajar dan Rifi berlari kearah mereka.


"Jangan lari-lari lah" ucap Alan.


"Lo mau di usir dari sini" sambung Alan lagi.


"Sorry" ucap Fajar.


"Gimana? " tanya Zidan


"Apa kalian menemukan sesuatu? " tanya Zidan lagi.


"Itu yang mau gue kasih tau sama kalian berdua" ucap Fajar.


"Gue sama Fajar nemu info penting, dari warga yang bawa Nando ke sini" ucap Fajar yang membuat Zidan langsung berdiri dari duduknya dan diikuti oleh Alan.


"Apa? " tanya Zidan


"Gue nemuin orang yang bawa Nando ke sini" ucap Rifi.


"Terus mereka bilang apa? " tanya Alan.


"Mereka bilang Nando di keroyok karena nolongin satu cewek, tapi cewek itu dalam keadaan pingsan. Terus saat Nando di keroyok mereka berhasil bawa cewek itu" ucap Fajar yang menceritakan setiap informasi yang ia dapatkan.


"Nolongin cewek?, siapa cewek itu" tanya Zidan


"Warga juga gak tau, wajah cewek itu tertutup dengan rambutnya" sahut Rifi.


"Berarti untuk saat ini kita cuma bisa tunggu Nando sadar terlebih dahulu" ucap Alan.


"Sebaiknya lo istirahat aja dulu, tenangin diri lo" ucap Fajar.


Semalaman itu Zidan benar-benar tidak tidur dia terus memikirkan keadaan sepupunya.


Keesokan harinya Hilya dan Syifa harus pulang karena masuk kuliah pagi. Mereka diantar oleh Fajar mengunakan mobil Zidan.


Setelah pulang mereka langsung siap-siap untuk kampus.


"Bunda Hilya ke berangkat dulu ya" ucap Hilya.


"Gak sarapan? " tanya bunda


"Di kampus aja" sahut Hilya.


"Bunda Syifa juga berangkat ya" ucap Syifa.


"Kamu juga gak sarapan? " tanya bunda.


"Di kampus bun" ucap Syifa.


"Ayahhh byeee" ucap Hilya dan Syifa.


"Hati-hati" ucap ayah.


"Bunda pulang kuliah kami jenguk Nando ya" teriak Hilya dan langsung naik ke mobil.


"Anak dua ini" ucap bunda yang menggeleng-gelengkan kepalanya.


Hilya dan Syifa sampai ke kampus sudah telat, dosen sudah masuk ke ruang kelas mereka.


"Permisi pak, maaf kami telat" ucap Hilya di pintu kelas.


"Iya silahkan masuk" ucap dosen tersebut.


"Sekarang kita mulai lagi ke pembahasan tadi" ucap Dosen


"Kami pikir kalian gak masuk kuliah" ucap Dia dengan suara pelan.


"Rencananya gitu, cuma gak jadi" sahut Hilya


"Kenapa? " tanya Kia

__ADS_1


"Nanti kita ceritain, dengerin itu dulu" sahut Syifa.


Proses pembelajaran berlangsung selama tiga jam penuh, dan akhirnya mereka sudah boleh istirahat sampai masuk satu lagi mata kuliah yang hanya dua jam pembelajaran.


"Aku laper banget" ucap Hilya.


"Aku juga" sahut Syifa.


"Hilya ke kantin yok" ajak Abian.


"Guys ke kantin yok" ucap Hilya pada teman-temanya.


"Ayok" teriak Syifa, Fia dan Kia.


"Hilya kan aku ngajak kamu"ucap Abian yang menahan tangan Hilya.


"Aku gak mau" ucap Hilya yang menepis tangan Zidan.


"Kamu kenapa sih gini terus sama aku" ucap Abian yang menggenggam pergelangan tangan Hilya dengan keras.


"Awww sakit, Abian lepasin" ucap Hilya.


"Heh lepasin Hilya" ucap Syifa.


"Aku suka sama kamu, tapi kamu selalu jauhin aku" bentak Abian.


"Sakit" ucap Hilya yang meringis kesakitan.


"Kamu gila ya" ucap Kia yang mendorong Abian dengan keras.


"Hilya kamu gak apa-apa kan? " tanya Syifa.


"Hil... Hilya aku minta maaf" ucap Abian yang merasa bersalah saat melihat pergelangan tangan Hilya sangat merah.



"Kamu gila ya"teriak Fia


"Hilya aku minta maaf" teriak Abian namun tak di gubris oleh Hilya


"Hil, kamu benar-beneran gak apa-apa? " tanya Syifa


"Iya aku gak apa-apa kok, lagian nanti juga hilang" ucap Hilya.


Merekapun langsung ke kantin, di kantin mereka melihat Disa yang duduk sendiri.


"Boleh duduk di sini? " tanya Hilya


"Boleh kok" ucap Disa.


Hilya dan yang lainnya langsung duduk di meja tersebut.


"Gimana keadaan kamu? " tanya Disa yang menundukkan kepalanya.


"Aku baik-baik aja kok, btw kemaren makasih ya udah bantu nenangin aku" ucap Hilya.


"Iya sama-sama" ucap Disa tersebut tipis.


"Oh ya aku minta maaf karena udah bentak kalian saat ke rumah aku" ucap Disa yang menundukkan kepalanya.


"Iya ki... " ucap Hilya yang langsung disela oleh Kia.


"Hari minta maaf, besok berulah lagi" ucap Kia tegas.


"Palingan besok-besok marah-marah lagi" sambung Kia yang mendapat senggolan dari Dia dan Syifa.


"Shuttt"ucap Fia.


"Aku aku ngomongnya fakta"sahut Kia.


"Kia udah dong" ucap Hilya.

__ADS_1


"Kia benar kok, aku minta maaf ya" ucap Disa lagi.


"Iya kita udah maafin kok" ucap Hilya cepat.


Brakkk.... Tamara geng datang dan memukul meja.


"Jangan harap gue bakal ngakuin lo sebagai saudara tiri gue" ucap Tamara.


"Papa udah bahagia sama keluarga gue, jadi lo gak usah ganggu papa gue lagi" ucap Tamara.


"Aku punya ayah yang sangat menyayangi aku, jadi buat apa aku gangguin papa kamu" sahut Hilya.


"Bilang sama papa kamu jangan ganggu keluarga aku lagi, karena aku udah bahagia bersama ayah dan bunda aku" ucap Hilya tegas.


"Jadi anak pungut aja bangga" ucap Tamara yang mengejek Lucia.


"Terus apa bedanya sama kamu, kamu dan papa kamu" ucap Kia dengan mulut pedasnya dan membela Hilya.


"Heh lo bisa diam gak" ucap Vina.


"Punya mulut buat ngomong" celetuk Fia.


"Kasian deh sama orang tua angkat lo, gak bisa punya anak sampai harus mungut dua anak kayak lo berdua "ejek Tamara.


"Heh gak usah ngehina bunda sama ayah kita ya, mereka berdua lebih baik dari pada ibu kamu gak bisa mendidik mulut jahat anaknya" bentak Syifa yang marah saat mendengar ayah dan bunda dihina.


"Udahlah Syifa duduk aja ngapain ngurus orang kayak dia" ucap Hilya yang tersenyum mengejek.


"Dan satu lagi aku juga kasian sama ibu kamu, gak bisa punya suami untuk jadi ayah kamu sampai harus mungut suami orang buat jadi ayah kamu" ejek Hilya balik.


"Lo.. " ucap Tamara yang ingin menampar Hilya namun dihentikan oleh Disa.


"Gak tau diri banget sih, udah ngambil bapak orang, sekarang mau ngebully anaknya juga" ucap Disa.


"Lo bisa diam gak" ucap Rosa.


"Bawa teman kamu yang tukang curi bapak pergi dari sini" ucap Disa dengan lantang yang membuat Hilya, Syifa, Fia dan Kia terkejut mendengarnya.


"Awas aja lo ya" ucap Tamara yang pergi.


"Eheumm karena kamu udah belain Hilya, aku maafin kamu" ucap Kia yang membuang wajahnya.


"Udah makan yok aku laper" ucao Syifa


"Ayok" sahut Fia.


"Oh ya Disa nanti kita mau ke rumah sakit kamu mau ikut? " tanya Hilya


"Siapa yang sakit? " tanya Disa


...****************...


...****************...


...****************...


...****************...


Hai guys dukung terus author ya


jangan lupa follow, like,comment, dan tambahkan ke daftar favorit kalian, supaya kalian mendapatkan notifikasi saat author update.


maaf jika ada kata-kata yang typo


byebye....


...****************...


...****************...


...****************...

__ADS_1


__ADS_2