
Di sisi lain Abian memilih untuk kembali karena tak kunjung menemukan orang yang ia kejar.
"Pokoknya kalian telusuri terus hutannya, saya mau kalian temui mereka" ucap Abian di ponselnya sambil marah.
"Aghhhhh punya anak buah goblok semua" teriak Abian yang frustasi.
"Kita ngapain berhenti di jalan sepi kek gini? " tanya Tamara.
"Puasin gue sekarang, gue lagi emosi" ucap Abian.
"Lo gila ya?, mana mungkin gue muasin lo di saat kayak gini" ucap Tamara.
"Gak usah banyak bacot, cepetan" ucapan Abiam yang menarik Tamara keluar dari mobil dan membawanya masuk.
Di hutan anak buah Abian terus mencari Fia dan Rifi, sedangkan Rifi terus menghindar dari anak buah Abian.
"Kamu capek? " tanya Rifi yang trus dipapah oleh Fia.
"Ya capeklah kak, lagian kok kaka berat banget sih" ucap Fia yang kelelahan memapah Rifi.
"Hah, tadi sok-sokan mau gendong, gini aja udah capek" ucap Rifi.
"Kan aku pikir gak berat-berat banget" ucap Fia.
"Yaudah mending kita istirahat di sini aja dulu" ucap Rifi.
"Jangan di sini kak ah, aku takut. Mana di bawah pohon besar lagi" ucap Fia.
"Mending kita cari pertolongan aja" sambung Fia.
"Kita mau cari pertolongan sama siapa di hutan gini?, sama setan? " tanya Rifi.
"Hushhh kakak, jangan ngomong gitu" ucap Fia yang ketakutan.
"Udah jalan aja dulu ya, kakak masih kuat kan? " tanya Fia.
"Iya aku kuat kok" ucap Rifi.
Diam terus memapah Rifi untuk mencari bantuan ataupun jalan keluar, sampai akhirnya Fia benar-benar gak kuat lagi untuk jalan.
"Kak kita istirahat di sini dulu, aku benar-benar capek, aku udah gak sanggup jalan" ucap Fia yang membantu Rifi duduk di bawah pohon untuk istirahat.
Fia duduk di samping Rifi sambil menghapus keringat yang ada di wajah dan lehernya, sedangkan Rifi terus memperhatikan Fia.
"Maaf udah ngerepotin" ucap Rifi
"Ngerepotin? " tanya Fia.
"Iya, kalau gue gak terluka gini, gak mungkinkah lo bakal capek kayak gini" ucap Rifi yang melihat kearah.
"Ya kan kak Rifi terluka juga karena aku, kalau aja aku gak jatuh di atas kakak tadi, kakak gak akan terluka kayak gini" ucap Fia yang menatap Rifi dan membuat Rifi salah tingkah.
"Y-ya maksud gue sadar diri juga lo" ucap Rifi yang salah tingkah.
"Hah?, maksud? " tanya Fia.
"Ya lo sadar diri juga gitu, lo yang buat gue gini" ucap Rifi yang membuang wajahnya.
"Bughhhh, balik lagi deh ke setelan pabrik" ucap Fia yang memeluk lengan Rifi.
"Awwww sakit" ucap Rifi.
"Nyebelin sih" ucap Fia cemberut dan membuat Rifi tersenyum.
"Aduhhh gak ada sinyalnya kok" ucap Fia yang mengangkat ponselnya mencari sinyal.
"Ini di hutan bukan di kota" ucap Rifi.
"Terus kita gimana? " tanya Fia
__ADS_1
"Kita istirahat aja dulu" ucap Rifi.sambil sedikit merebahkan badannya untuk bersandar di pohon.
Tanpa sadar Fia dan Rifi ketiduran karena kelelahan, namun tak lama kemudian Rifi terbangun, dia melihat bahwa dirinya tertidur diatas paha Fia, sedangkan Fia tertidur sambil sambil duduk dengan bersandar di pohon. Rifi bangun mengusap pipi Fia.
"Pasti capek banget ya" ucap Rifi sambil mengusap pipi Fia.
Kemudian Rifi membuka jaketnya dan menutupi tubuh Fia supaya Fia tak kedinginan. Setelah itu Rifi melihat jam di ponselnya.
"Jam 2:27, hampir setengah tiga" ucap Rifi.
"Gue harus cari sinyal dulu, supaya bisa minta bantuan" sambung Rifi sambil berdiri dan menahan kakinya yang kesakitan.
"Awwww" ucap Rifi sambil berdiri.
"Kok ada jaringan sedikitpun sih" ucap Rifi sambil mengangkat ponselnya dan terus berjalan ke depan.
"Hah, ada jaringan" ucap Rifi yanga melihat jaringan di ponselnya muncul.
"Gue harus nelpon,,, Zidan, ya Zidan" ucap Rifi dengan cepat menekankan nomor Zidan untuk di telpon.
"Ayo Dan pleaseee angkat" ucap Rifi yang penuh berharap.
"Halo Dan" ucap Rifi dengan cepat saat panggilannya sudah diangkat oleh Zidan.
("Fi lo kemana aja, semua orang panik nyariin lo dan Fia"ucap Zidan di sebaran sana).
"Ceritanya panjang, yang penting lo sekarang tolongin gue sama Fia dulu, gue sherlock tempatnya" ucap Rifi dengan cepat.
("oke-oke"sahut Zidan).
Rifi langsung mengirim lokasinya pada Zidan, lalu ia kembali ke tempat Fia yang tertidur. Disisi lain, Zidan, Alan, Fajar, dan Nando belum tidur mereka masih memikirkan keberadaan Rifi dan Fia.
"Sekarang kita harus giman" tanya Alan.
"Gue juga belum tau" sahut Zidan yang kebingungan.
"Zidan benar, mending lo tidur sekarang" ucap Fajar.
"Gue gak bisa bang, gue masih kepikiran bang Rifi" ucap Nando
Ponsel Zidan pun berbunyi.
"Hah, Rifi nelpon gue" ucap Zidan.
"Apa?, cepetan angkat" ucap Alan.
"Iya Dan cepetan" sambung Fajar.
("Halo Dan" ucap Rifi dengan cepat saat panggilannya sudah diangkat oleh Zidan. )
"Fi lo kemana aja, semua orang panik nyariin lo dan Fia"ucap Zidan di sebaran sana.
"Ceritanya panjang, yang penting lo sekarang tolongin gue sama Fia dulu, gue sherlock tempatnya" ucap Rifi dengan cepat.
"oke-oke"sahut Zidan.
"Hutan? " tanya Zidan saat melihat lokasi yang di kirim oleh Rifi.
"Kenapa Rifi dan Fia di hutan? " tanya Zidan.
"Sebaiknya kita langsung ke sana" ucap Alan.
"Gue ikut bang" ucap Nando.
"Nan dengan kondisi li gini, lo gak mungkin ke hutan" ucap Zidan.
"Lo istirahat, besok kabarin berita ini sama semuanya" ucap Zidan.
"oke bang, Hati-hati" ucap Nando.
__ADS_1
"Oke Nan" sahut Zidan, Fajar dan Alan.
Zidan, Alan dan Fajar langsung menuju ke lokasi yang di kirim oleh Rifi. Di hutan Rifi melihat Fia yang masih tertidur, lalu Rifi memotret wajah Fia yang sedang tertidur.
"Lucu" ucap Rifi sambil tersenyum.
"Gue foto sekali lagi deh" ucap Rifi yang kembali memfoto Fia.
"Eummm" lenguhan Fia yang terganggu karena kamera di ponsel Rifi mengeluarkan flash.
"Owuhhh kok gue nekan flash sih, goblok" ucap Rifi pelan sambil membuang wajahnya.
"Mau hujan ya? " tanya Fia sambil menetralkan matanya.
"Eumm,, Hu.. hujan..? " tanya Rifi yang salah tingkah.
"Tadi petirkan, mending kita cari tempat lain deh kak di sini kita pasti bakal kena hujan" ucap Fia.
"Oh ya tadi petir" ucap Rifi sambil nyengir.
"Ayo kak, kita cari tempat lain" ucap Fia yang berdiri.
"Eeeee... gak usah" ucap Rifi dengan cepat dan membuat Fia kebingungan.
"Kita di sini aja" sambung Rifi.
"Kenapa?" tanya Fia kebingungan sambil kembali duduk di samping Rifi
"Tadi tuh cuma petir mendadak, itu gak bakal bikin hujan" ucap Rifi ngarang.
"Hah, petir mendadak? gak pernah dengar deh" ucap Fia yang kebingungan.
"Eee bodoh sih lo, makanya belajar" ucap Rifi.
"Yeeee enak aja bilang aku bodoh" ucap Fia.
"Lah emang bodohkan, buktinya lo gak tau tuh petir mendadak" ucap Rifi.
"Udah ah males dekat sama kak Rifi, gak ada ujungnya" sahut Fia yang cemberut dan membuat Fiat tersenyum.
"Aduhhh jam berapa sih sekarang, kok lama banget sih terang" ucap Fia.
"Perut laper, badan sakit semua karena jatuh, aduhh" ucap Fia yang ngedumel sendiri
"Bersyukur lo jatuh ke atas gue" ucap Rifi.
"Iya iya" sahut Fia.
"Oh ya kak.....
...****************...
...****************...
...****************...
Hai guys dukung terus author ya
jangan lupa follow, like,comment, dan tambahkan ke daftar favorit kalian, supaya kalian mendapatkan notifikasi saat author update.
maaf jika ada kata-kata yang typo
byebye....
...****************...
...****************...
...****************...
__ADS_1