CINTA UNTUK HILYA

CINTA UNTUK HILYA
KEMBALI KE KAMPUS


__ADS_3

"Aduhh cantik banget sih calon istri aku" ucap Zidan sambil mengusap kepala Hilya.


"Tapi aku masih khawatir sama Fia" ucap Hilya yang berubah rait wajahnya.


"Sayang, kita percaya aja kalau Fia bakal sembuh" ucap Zidan.


"Bagaimana kalau engga? " tanya Hilya yang melihat kearah Zidan yang sedang menyetir.


"Gak boleh ngomong gitu sayang" ucap Zidan.


Sesampainya di kampus semuanya sedang menunggu kedatangan Hilya, Zidan, Akan dan Syifa.


"Eh itu Hilya dan kak Zidan " ucap Kia yang melihat Hilya dan Zidan.


"Heyyy selamat pagiii" ucap Hilya yang tersenyum bahagia.


"Pagi...." ucap Kia dan Fia.


"Eh Syifa mana? " tanya Disa.


"Bentar lagi nyampe mungkin" ucap Hilya.


"Oh ya Fia, tadi kamu gak lupa minum obat kan? " tanya Hilya dengan nada menilik.


"Engga lah, tenang aja, aku bakal minum obat teratur" ucap Fia sambil tersenyum.


"Disa, gimana perasaan kamu? " tanya Hilya.


"Masih kurang nyaman sih, aku masih sedikit malu" ucap Disa.


"Ada aku kok" ucap Nando.


"Iya ada kamu" sahut Disa sambil tersenyum


"Wihhh udah aku-kamu aja nih" ucap Fia yang menggoda Disa.


"Bau-bau eheummm, jadian nih" sambung Fia lagi.


"Apaan sih" ucap Disa yang malu dan salah tingkah.


"Eheummm salting nih" ucap Kia.


"Bener banget wajahnya udah kayak kepiting rebus" ucap Fia lagi.


"Berisik banget sih" ucap Rifi yang kesal sedari tadi di cuekin oleh Fia.


"Napa lo?, pms? " tanya Fajar.


"Gak apa-apa gue" ucap Rifi nyolot.


"Dih napa sih kak? " tanya Fia.


"Biasa" sahut Zidan sambil tersenyum jail kearah Rifi.


"Sayang kamu tau gak kenapa semalam nomor aku sibuk? " tanya Zidan sambil merangkul bahu Hilya.


"Katanya kak Rifi nelpon" ucap Hilya.


"Benar sayang, kata Rifi dia kesal dicuekin" ucap Zidan sambil tersenyum.


"Apaan sih lo" ucap Rifi yang malu.


"Hahhaha lo suka curhat sekarang? " tanya Fajar sambil tertawa.


"Diam lo bacot" ucap Rifi yang semakin kesal.


"Lagian siapa sih yang cuekin kak Rifi? " tanya Fia yang kurang peka.


"Nih ditanyai" ucap Zidan sambil mengejek Rifi.


"Seorang Rifi Adityawarman yang merupakan anak geng Orthtros di cuekin, wah gak beres tu orang" ucap Fia dan membuat semua tersenyum kecuali Rifi yang kesal.

__ADS_1


"Ya emang gak beres lo" ucap Rifi yang pergi.


"Hah?, aku?, kok aku sih? " ucap Fia yang bertanya-tanya.


"Eh mau kemana" teriak Fia saat Rifi pergi.


"Nah itu Syifa dan kak Alan" ucap Disa.


"Wihh dah pada ngumpul nih" ucap Alan.


"Lama lu" ucap Zidan dan membawa Hilya pergi.


"Ayo masuk kelas, keburu dosen masuk" ucap Fia yang menggandeng Syifa.


"Yok Sa" ucap Nando.


"Ayo" sahut Disa sambil tersenyum.


"Lo mau masuk? " tanya Fajar.


"Terus anda pikir saya mau pulang? " tanya Kia lagi dan pergi.


"dih nape lu" teriak Fajar.


"Kena virus mu wleeekkk" ucap Kia sambil mengejek Fajar.


"Aku ke kelas dulu ya" ucap Disa yang memang masih stay di jurusan sastra.


"Sa, kamu yakin gak mau pindah jurusan aja?" tanya Hilya.


"Iya Sa biar kita bisa bareng" ucap Syifa.


"Benar, nanti omnya Fia bisa bantuin kayak aku dan Fia" ucap Kia.


"Gimana Sa? " tanya Fia.


"Aku tetap di satra aja deh, itu impian aku soalnya" ucap Disa.


"Oke, aku pergi dulu ya" ucap Disa dan pergi.


Di kelas Hilya proses pembelajaran berjalan dengan lancar dan seru begitupun dengan Disa, Disa sedang memasukkan bukunya ke tas namun Tamara geng datang untuk mem-bully Disa.


Tamara memang belum di tahan oleh polisi karena Hilya dan yang lainnya belum menyerahkan video tak senonoh Tamara dengan Abian. Hilya dan yang lainnya melakukan itu karena mereka masih penasaran terhadap hubungan Tamara dan Abian.


"Ehhh ada siapa ni? " tanya Tamara sambil tersenyum mengejek namun Disa tidak perduli.


"Hahahha masih berani aja nih datang ke kampus" ejek Rosa.


"Kalau boleh tau punya muka berapa sih? " tanya Vina lagi.


"Permisi" ucap Disa yang ingin pergi dan tak menghiraukan Tamara geng.


"Mau kemana sih, kok buru-buru" ucap Tamara namun masih tak dihiraukan oleh Disa yang langsung pergi.


Disa pergi menuju ke fakultas Hilya dan Sahabat-sahabatnya yang lain, sesampainya Disa di sana dia melihat Hilya dan yang lainnya yang sudah keluar dari kelas mereka.


"Disa" teriak Hilya.


"Ke kantin yok" ajak Nando yang langsung menarik Disa.


"E-ehh" ucap Disa yang belum sempat menyapa Hilya dan yang lainnya.


"Nandoooo, aku yang manggil Disa kamu yang narik dia" teriak Hilya.


"Cempreng banget sih suara saudara kamu Syif" ucap Fia yang menutup kupingnya.


"Kayak kamu engga aja" ucap Hilya.


"Eh kalian berdua teh sama, Sama-sama cempreng" ucap Kia.


"Udah ayo ke kantin, aku udah laper" ucap Syifa.

__ADS_1


Mereka semua punya menuju ke kantin, namun di perjalanan menuju ke kantin Fia tiba-tiba berhenti karena merasa pusing.


"Fia, kamu kenapa? " tanya Hilya yang melihat Fia berhenti berjalan.


"gak apa-apa kok" ucap Fia yang tentu saja berbohong.


"Ya udah ayo ke kantin" ucap Fia yang mengalihkan obrolan.


Sesampainya di kantor mereka melihat para cogan dari geng Orthtros yang sudah duduk di salah satu meja yang cukup luas.


"Sayang sini" teriak Zidan yang membuat Hilya malu sedang pada mahasiswi lain merasa iri.


"Aduhh kak... kenapa teriak gitu sih" ucap Hilya yang langsung duduk.


"Emang kenapa" ucap Zidan santai.


"Aku malu tau" sahut Hilya.


"Ngapain malu coba" ucap Zidan.


"Ya wajar bos lo gak malu, soalnya urat malu lo udah putus" ucap Fajar.


"Gue hajar juga lu ya" ucap Zidan.


"Di kantin tahan" sahut Alan santai.


"Wajah lo kenapa pucat gitu? " tanya Rifi yang melihat kearah Fia.


"Hah?, E-enggak kok" ucap Fia sambil meraba wajahnya.


"Engga gimana?, wajah lo pucet banget, Li sakit? " tanya Rifi khawatir.


"Iya Fi, wajah kamu pucat banget" ucap Hilya yang ikut khawatir.


"Kita ke ruang kesehatan sekarang" ucap Rifi.


"Aku gak kenapa-kenapa" ucap Fia kekeh.


"Ayo pesan makanan, aku laperrrr" ucap Fia.


"Kamu serius gak kenapa-kenapa? " tanya Disa.


"Eummmm, aku serius" ucap Fia yang tersenyum nyengir sambil mengangkat tangan menunjukkan dia jarinya.


"Fia nanti kalau lamu merasa gak enakan, langsung kasih tau sama kita oke" ucap Syifa


"Siap ibu komandan" ucap Fia yang membuat tangan hormat.


Rifi terus melihat kearah Fia dengan khawatir, lalu tangan Rifi menggenggam tangan Fia.


"Kalau kamu sakit ataupun merasa gak nyaman, kasih tau sama aku ya" ucap Rifi lembut membuat wajah Fia memerah.


"Eu-eumm oke" ucap Fia yang salah tingkah.


"Eheummmm...


...****************...


...****************...


...****************...


Hai guys dukung terus author ya


jangan lupa follow, like,comment, dan tambahkan ke daftar favorit kalian, supaya kalian mendapatkan notifikasi saat author update.


maaf jika ada kata-kata yang typo


byebye....


...****************...

__ADS_1


...****************...


__ADS_2