CINTA UNTUK HILYA

CINTA UNTUK HILYA
FAJAR MARAH


__ADS_3

"Oh ya Disa nanti kita mau ke rumah sakit kamu mau ikut? " tanya Hilya


"Siapa yang sakit? " tanya Disa


"Nando, semalam ada yang keroyokin dia" ucap Dia


"Ya ampun?, terus keadaan dia gimana? " tanya Dita yang khawatir.


"Dia koma dan kritis" sahut Syifa.


"Aku boleh gak ikut kalian jenguk dia? " tanya Disa dengan sendu.


"Tentu saja boleh" sahut Hilya yang tersenyum.


Setelah dari kantin, Hilya dan yang lainnya sudah masuk ke kelas, mata kuliah berikutnya langsung dimulai sehingga dia jam kemudian dosen pun keluar.


"Hilya aku minta maaf" ucap Abian yang menghampiri Hilya


"Yok Hil kita pulang" ucap Syifa.


"Hilya tunggu dulu" ucap Abian yang memegang tangan Hilya yang lebam tadi.


"Awww lepasin" ucap Hilya yang meringis kesakitan.


"Aku minta maaf" ucap Abian yang melepaskan tangan Hilya.


"Aku udah maafin kamu puas? " tanya Hilya


"Ya udah kamu pulang sama aku ya" ucap Abian yang tersenyum.


"Gak" ucap Hilya yang kemudian pergi.


"Hilya tunggu dulu" ucapan Abian lagi.


"Kamu apa-apaan sih" ucap Syifa yang sudah jengkel.


"Kamu gak usah ikut campur" ucap Abian yang menunjuk kearah Syifa.


"Apaan sih" ucap Hilya yang menepis tangan Abian yang menunjuk kearah Syifa.


"Aku bilang sekali lagi ya sama kamu, jangan pernah ganggu aku" ucap Hilya yang kemudian menarik Syifa pergi.


"Dengerin tuh" ucap Fia.


"Telinga di pasang ya bener biar gak budek" ucap Kia.


Disa sudah menunggu Hilya dan yang lainnya di depan gerbang kampus.


"Maaf kita telat" ucap Hilya pada Disa.


"Gak apa-apa kok" ucap Disa.


"Ya udah yok, mang Firman udah nungguin tuh" ucap Syifa.


"Ayok" ucap mereka semua.


Hilya dan yang lainnya langsung menuju ke rumah sakit.


"Hil tangan kamu benar-benar gak apa-apa? " tanya Syifa.


"Ya ampun Hil tangan kamu kenapa? " tanya Disa yang baru melihat tangan Hilya yang lebam.


"Gara-gara si Abian" ucap Fia yang kesal.


"Udah gak usah bahas itu lagi" ucap Hilya yang mencairkan suasana.


"Si Abian makin hari makin menjadi-jadi tau gak sih" ucap Kia.


"Udah biarin aja" ucap Hilya lagi.


Tak lama kemudian mereka pun sampai ke rumah sakit.


"Kang makasih ya" ucap Hilya

__ADS_1


"Iya neng, kan sudah tugas saya" ucap kang Firman.


"Kalau gitu kami masuk dulu ya" ucap Hilya lagi.


"Iya neng, nanti kalau mau pulang telpon saya aja" ucap mang Firman


"Siap mang" sahut Hilya dan Syifa.


Mereka pun masuk ke rumah sakit.


"Ngapain lo ke sini? " tanya Fajar yang melihat Disa.


"Aku.. aku mau jenguk Nando" ucap Disa yang menundukkan kepalanya.


"Nando gak butuh di jenguk sama lo" ucap Fajar sinis.


"Fajar gak boleh gitu" ucap Hilya yang membela Disa.


"Gue hilang respect sama cewek kayak dia. Nando selalu belain dia tapi dia malah ngatain dan ngusir Nando kayak kemaren" ucap Fajar lagi.


"Aku minta maaf" ucap Disa


"Gue gak butuh maaf lo" ucap Fajar.


"Jar udah" ucap Zidan.


"Gue kesel sama ni cewek satu" ucap Fajar lagi


"Disa kamu kalau mau jenguk Nando pakai baju steril aja dulu, habis itu masuk aja" ucap Hilya.


"Gak apa-apa Hil. Lagian apa yang dibilangin sama kak Fajar benar, Nando gak butuh aku jenguk" ucap Disa.


"Aku minta maaf ya udah buat keributan" ucap Disa lagi.


"Aku pergi dulu" ucap Disa yang ingin pergi.


"Zidan ngizinin lo buat jenguk Nando" ucap Alan tang menatap Zidan.


"Iya lo boleh masuk" ucap Zidan yang melihat Hilya.


"Makasih ya" ucap Disa yang tersenyum.


"Sini tas kamu akau yang pegang" ucap Syifa yang tersenyum.


"Ini, makasih ya Syif" ucap Disa yang tersenyum.


Disa langsung memakai baju steril lalu dia langsung masuk ke ruang ICU untuk melihat Nando. Di saat Disa masuk ke sana ia terkejut melihat kondisi Nando.



"Nando" ucap Disa yang menghampiri kasur Nando dan mengeluarkan air mata.


"Nando kamu kenapa? " tanya Disa lagi.


"Kok kamu bisa sampai begini? " tanya Disa lagi yang sudah menangis.


"Nan aku minta maaf ya, kemaren aku gak bermaksud ngatain dan ngusir kamu, aku terpaksa hikss.... " ucap Disa yang sudah menangis.


"Aku gak mau kamu terlibat dalam masalah aku Nan, aku bukan perempuan baik-baik lagi aku udah kotor hikssss" ucap Disa yang terus bercerita pada Nando sambil menangis.


Di luar ruang ICU.


"Sayang" ucap Zidan yang memeluk Hilya.


"Gimana hari ini? " tanya Zidan.


"Semuanya aman" sahut Hilya yang tersenyum.


"Kalau mau bucin jangan disini dong" ucap Kia yang menyindir Hilya dan Zidan.


"Tau nih, kita yang jomblo kan iri" ucap Fia.


"Makanya punya cowok lo, biar gak iri kalau lihat orang pacaran" ucap Rifi judes

__ADS_1


"Nungguin kak Rifi nembak" ucap Fia yang membuat semuanya tersenyum kecuali Rifi yang salah tingkah dan malu.


"Bacot lo" ucap Rifi.


"Sayang temenin aku makan yok, aku laper" ucap Zidan yang menarik tangan Hilya yang lebam itu.


"Awwww" ucap Hilya yang kesakitan.


"Sayang kamu kenapa tanya Zidan yang khawatir.


"Aku narik tangan kamu terlalu kencang ya? " tanya Zidan.


"Engga kok" ucap Hilya.


Zidan menarik lengan baju Hilya dan melihat lebam di pergelangan tangan Hilya.



"Sayang kamu kenapa? " tanya Zidan yang kaget melihat lebam di tangan Hilya.


"Ga... " ucap Hilya hang langsung di sela oleh Fia.


"Gara-gara si Abian kak" ucap Fia dengan cepat.


"Iya kak, tadi di kampus......." ucap Kia yang menceritakan kejadian di kampus tadi.


"Tapi kak aku gak apa-apa kok" ucap Hilya yang menenangkan Zidan yang sudah terlihat emosi.


"Bajingan itu emang harus dikasih pelajaran" ucap Zidan yang marah.


"Kak... jangan. Aku gak mau kakak bertengkar dengan orang yang gak penting kayak dia" ucap Hilya yang terus menenangkan Zidan.


"Hilya benar, gak usah buang-buang waktu kamu hanya untuk bertengkar dengan orang yang gak penting kayak gitu"ucap Alan yang memegang bahu Zidan dan menatap Zidan.


"Serahin ini semua sama gue, biar gue yang hajar tuh bocah"bisik Alan pada Zidan dan tersenyum sinis.


"Mending lo makan gih, lo butuh tenaga buat bergadang jagain Nando" ucap Alan lagi dengan suara normal.


"Ayok kak ke depan, kakak makan dulu" ucap Hilya yang merengek pada Zidan.


"Fi gue pinjem motor lo" ucap Zidan


"Kok motor mau kemana?" tanya Hilya


"Aku gak jadi makan di depan, males ada cowok aneh" ucap Zidan yang membuat semuanya tersenyum.


"Posesif" ucap Alan yang mengejek.


"Diam" ucap Zidan.


"Ayo sayang" ucap Zidan.


"Aku jalan bentar ya" ucap Hilya sama Syifa, Fia dan Kia.


"Iya hati-hati ya" ucap Syifa Fia dan Kia sambil tersenyum.


...****************...


...****************...


...****************...


Hai guys dukung terus author ya


jangan lupa follow, like,comment, dan tambahkan ke daftar favorit kalian, supaya kalian mendapatkan notifikasi saat author update.


maaf jika ada kata-kata yang typo


byebye....


...****************...


...****************...

__ADS_1


...****************...


__ADS_2