
Semua yang di sana terkejut mendengar pengakuan dari ayah kandung Hilya, air mata tak kuasa mereka tahan, bunda Lola sampai terduduk lemas karena kesedihan.
Klekkkkk... suara pintu yang di buka dan membuat semua orang terkejut.
"Hilya kita akan tunangan hari ini, ayah kamu dan papa aku sudah mempersiapkan semuanya" ucap Abian yang saat melihat Hilya yang membukakan pintunya.
"Lo bilang apa?, siapa yang akan tunangan hari ini" bentak Zidan.
"Dia pacar gue, calon istri gue" bentak Zidan
"Eh perlu lo tau ayah kandung Hilya lebih memilih gue sebagai calon suami Hilya, sedangakan lo cuma didukung oleh keluarga angkatnya doang" ucap Abian yang tersenyum sinis.
"Jaga omongan lo bangsat" ucap Alan yang mendorong Abian.
"Apa lo" ucap Abian yang juga mendorong Zidan.
"Zidan udah, tahan emosi lo" ucap Alan.
"Lo gak perlu kotorin tangan lo buat nyentuh sampah ini" ucap Rifi.
"Sudah hentikan, saya gak mau mendengar ocehan kalian. Ayok kita pergi dari sini" ucap Irwanto yang menarik tangan Hilya untuk pergi namun tak bergerak sama sekali.
"Hilya, aku ini ayah mu, ayah kandung mu jadi dengarkan aku hari ini" bentak Irwanto namun Hilya hanya menatap Irwanto dengan mata yang berkaca-kaca.
"Jadilah anak yang berbakti dan dengerin ayah kali ini, ayo pergi acara pertunangan kamu dan Abian akan segera dilaksanakan" ucap Irwanto yang menarik Hilya lagi.
"Lepaskan aku" bentak Hilya sambil menepis tangan Irwanto.
"Hilya jangan kurang aja, aku ini ayah mu, ayah kandung mu, jangan jadi anak durhaka kamu" ucap Irwanto.
"Ayah kandung?, ayah kandung mana yang rela membuat anaknya kehilangan ibunya?, lalu apa tidak ada yang namanya ayah yang durhaka pada anak dan istrinya?"tanya yang sudah mengeluarkan air matanya dan membuat semua orang terkejut.
"Hilya, apa yang kamu bicarakan nak" ucap ayah Dion yang menghampiri Hilya.
"Hilya sebaiknya kita pulang nak" ucap bunda Lola.
"Ayah dan bunda jangan menutupi ini semua lagi sama Hilya" ucap Hilya smabil menangis.
"Aku sudah tau semuanya, aku sudah dengerin semuanya. Saat mau pulang aku ngeliat mereka datang, karena aku takut mereka berulah aku pun kembali dan aku sudah mendengar semuanya" ucap Hilya sambil menangis.
"Aku mendengar semuanya, bagaimana dia merencanakan pembunuhan untuk bunda Ayu, bagaimana di berselingkuh demi harta dan kekayaan" teriak Hilya.
"Ayah dan bunda tidak perlu menutupi kejahatan dan keburukan dia lagi" sambung Hilya lagi.
"Almarhumah bunda Ayu ingin membongkar semuanya, tapi kenapa ayah dan bunda menutupi kejahatan dia dari aku"ucap Hilya pada ayah Dion dam bunda Lola.
"Nak sudah, jangan begini bunda gak bisa lihat kamu begini" sahut bunda yang menghampiri Hilya.
__ADS_1
"Dia jahat bunda, dia gak pantas disebut sebagai seorang ayah, dia gak pantas menjadi seorang suami, dia manusia tamak yang gila akan kekayaan" teriak Hilya sambil menangis.
"Jangan kurang aja kamu" bentak Irwanto pada Hilya.
"Jangan membentak putri ku" teriak ayah Dion.
"Dia putriku, pria mandul seperti mu tak akan bisa memiliki seorang anak" ucap Irwanto.
"Aku bukan putri mu, ayah aku Dion Syarif. Meskipun tidak ada hubungan darah diantara aku dan ayah Dion, tapi aku lebih bahagia bersama ayah Dion dari pada sama kamu" ucap Hilya.
"Dan kamu, pembunuh seperti kamu tidak pantas menghina ayah ku" ucap Hilya.
"Kamu gak tau bagaimana aku merawat bunda siang dan malam, bunda yang semakin hari semakin lemas, tapi aku terus merawatnya dan berharap bunda bisa sembuh seperti dulu lagi" ucap Hilya sambil menangis.
"Dan kamu tau apa yang aku rasakan saat bunda meninggal?, aku merasa hancur, aku,..aku merasa bahwa dunia ku telah hancur saat bunda meninggal" ucap Hilya.
"Dan kamu ingat saat aku menelpon mu dan mengatakan bunda meninggal, dan kamu masih ingat dengan jawaban yang kamu berikan?,*Ayah masih meeting, kalau tidak sempat menunggu ayah maka kuburkan saja ibu mu*. Kamu ingat dengan jawaban itu, jawaban mu itu berhasil membuat aku kecewa dan pada saat itu hanya mereka, hanya mereka yang langsung datang memeluk aku pada saat bik Murni memberitahukan kabar duka sama mereka, mereka langsung datang"ucap Hilya yang sedikit berteriak.
"Namun aku melupakan semua kekecewaan ku pada mu karena kamu satu-satunya orang tua ku yang ada, kamu ayah ku, cinta pertama ku. Namun semuanya sia-sia, kau membuat kecewa bertubi-tubi, kau tak pernah menganggap sebagai anak, bahkan setelah kau menikah, kau juga sudah melupakan aku sebagai anak yang kau telantarkan"ucap Hilya dengan nada bicara sedikit menurun.
"Nak sudah" ucap ayah Dion yang memeluk Hilya.
"Ayah gak mau lihat anak ayah seperti ini, ayah tidak bisa nak" ucap ayah Dion yang memeluk Hilya.
"Meskipun kamu bukan anak kandung ayah, tapi anggaplah ayah sebagai cinta pertama kamu, bukan dia ataupun orang lain" ucap ayah Dion dengan tulus.
"Ayah gak boleh nutupin kejahatan dia lagi, dia pembunuh, dia yang udah bunuh bunda aku haaaa, aku gak terima haa... " ucap Hilya sambil menangis di pelukan ayahnya.
"Kenapa., kenapa kamu tega sekali? " tanya Hilya pada Irwanto sambil memukul-mukul Irwanto.
"Hilya sudah nak" ucap bunda Lola yang berusaha menghentikan Hilya.
"Gak mau, lepaskan Hilya bunda" ucap Hilya yang menangis histeris.
"Kenapa kamu membunuh bunda Ayu, apa salah bunda Ayu sama kamu, kamu tega sekali haaaa" ucap Hilya lagi yang terus memukul Irwanto.
"Hilya, kamu gak boleh nyakitin ayah kandung kamu seperti ini" ucap Abian.
"Plaakkkkk, kamu diam" ucap Hilya yang menampar Abian.
"Kamu, kamu orang luar gak perlu ikut campur" ucap Hilya pada Abian.
"Jangan pernah bermimpi kalau aku akan menjadi milik kamu Abian, aku tidak mencintai kamu, yang ada aku membenci pria brengsek seperti mu"ucap Hilya yang memperingati Abian.
"Aku hanya mencintai kak Zidan, ZIDAN MAHARDIKA, aku hanya mau menjadi pasangannya bukan sama kamu" ucap Hilya dengan penuh penekanan.
"Hilya, kamu hanya akan menikah dengan pilihan ayah" ucap Irwanto yang membentak Hilya.
__ADS_1
"Suruh anak sambung mu untuk menikah dengannya, jangan memaksa aku" sahut Hilya dengan tatapan marah.
"Jangan mengatur ku, aku ini ayah mu" bentak Irwanto lagi.
"Jangan membentak anak ku Irwan" ucap ayah Dion.
"Kau ikut aku" ucap papa Niko yang sudah tak tahan melihat Irwanto.
"Lepaskan aku, aku ingin membawa anak ku Hilya" ucap Irwanto yang memberontak.
"Kau tak pantas membawa Hilya" ucap papa Niko yang menyeret paksa Irwanto dan di ikuti oleh Abian.
"Eh lepaskan om Irwan" ucap Abian yang mengikuti mereka dari belakang.
Papa Niko menyeret Irwanto keluar dari ruang rawat Nando. Lutut Hilya lemas sehingga iya terduduk di lantai.
"Hilya" ucap bunda Lola, Syifa dan ayah Dion yang menghampiri Hilya yang terkulai di lantai.
"Hilya" ucap Syifa yang ikut sedih.
"Bunda haaaaaaaaaa.... haaaaaa.. hikssss... ha... ha... " tangisan Hilya pecah dalam pelukan bunda Lola dan Syifa.
Semua orang sedih melihat tangis pedih Hilya, semuanya mengeluarkan air mata. Fia, Kia dan Disa pun ikut mendekati Hilya dan memeluknya.
Namun saat mereka sedang memeluk Hilya, Hilya mendorong mereka semua dan berlari keluar.
"Hilya" teriak mereka semua.
"Sayang kamu mau kemana? " tanya Zidan yang juga mengejar Hilya.
Entah bagaimana mereka tak berhasil menemukan Hilya di Koridor rumah sakit, di halaman rumah sakit tak juga mereka temukan, mereka pun kembali menuju ke rumah rawat Nando.
...****************...
...****************...
...****************...
Hai guys dukung terus author ya
jangan lupa follow, like,comment, dan tambahkan ke daftar favorit kalian, supaya kalian mendapatkan notifikasi saat author update.
maaf jika ada kata-kata yang typo
byebye....
...****************...
__ADS_1
...****************...
...****************...