
"Malam itu saat gue ngelawan para preman itu dari belakang ada yang mukul gue sampai gue terjatuh dan hampir pingsan. Saat yang mukul gue dari belakang ngomong sama para preman gue yakin banget itu suara Abian, dan dalam setengah sadar dan mata gue mulai buram, gue juga melihat orang itu dan postur tubuhnya sama seperti Abian"ucap Nando yang mengingat kejadian malam itu.
"Kita harus selidiki semuanya" ucap Zidan.
"Dan jika benar dia pelakunya, maka gue bakal kasih perhitungan pada dia" ucap Zidan dengan marah.
"Saya sudah selidiki semuanya" ucap papa Niko uang datang sambil membawa banyak bungkusan dan membuat semuanya menoleh kearah papa Niko.
"Maksud papa gimana? " tanya Alan.
"Anak buah papa udah menyelidiki semuanya" ucap papa Niko yang menghampiri mereka.
"Ada salah satu preman yang berhasil di tangkap dan preman itu bilang dia di suruh sama tiga orang" ucap papa Niko yang membuat mereka tambah terkejut.
"Tiga orang? " tanya Zidan.
"Iya, ada tiga orang yang menyuruh preman itu, tapi preman itu masih belum memberitahukan nama ketiga orang itu" ucap papa Niko lagi.
"Sekarang preman itu di mana om? " tanya Nando.
"Dia disekap oleh anak buat om" ucap papa Niko.
"Zidan mau ketemu sama preman itu om" ucap Zidan yang membuat Hilya terkejut.
"Engga ya, kakak gak usah aneh-aneh" ucap Hilya pada Zidan.
"Kakak masih sakit gara-gara preman itu, terus sekarang mau ketemu sama preman itu lagi dalam keadaan seperti ini? " tanya Hilya lagi.
"Sayang aku harus maksain orang itu untuk ngaku siapa yang udah nyuruh mereka" ucap Zidan pada Hilya.
"Tapi gak sekarang kak, lihat kondisi kakak kek gini" ucap Hilya dengan air matanya yang mengalir.
Mengetahui kondisi sang kekasih yang masih trauma, Zidan pun memeluk Hilya.
"Sayang" ucap Zidan yang memeluk Hilya.
"Oke, aku gak bakalan pergi kok, kamu jangan sedih lagi ya" ucap Zidan lagi.
"Tiga orang" ucap Alan.
"Tiga orang, pasti salah satunya Abian, kedua..." ucap Akan yang kebingungan.
"Tamara" ucap Kia cepat yang membuat semua orang melihat kerah Kia.
"Maksud lo? " tanya Fajar.
"Fia bilang sempat melihat Abian bareng Tamara bersama di gudang, bisa jadi Tamara juga terlibat dalam masalah ini" ucap Kia.
"Bisa jadi sih, soalnya gue juga pernah ketemu sama Tamara yang sedang bersama Abian" ucap Alan.
"Baiklah sudah cukup, sekarang kalian makan dulu, om gak mau nanti kalian sakit dan para orang tua memarahi om" ucap papa Niko yang memberikan makanan pada mereka semua.
"Om tau aja kalau saya lagi laper" ucap Fajar.
__ADS_1
"Makanya sekarang makan dulu, baru nanti kita pikirkan orangnya" ucap papa Niko.
Mereka pun langsung makan bersama di ruang rawat Zidan. Di sisi lain di rumah atau Dion.
Bunda Lola terlihat sedang syok, namun saat melihat ayah Dion pulang, bunda langsung berlari dan memeluk ayah Dion sambil menangis.
"Ada apa! " tanya ayah Dion yang kebingungan saat melihat bunda Lola menangis dan memeluk ayah Dion.
"Mas.. hikkssss" ucap bunda Lola dalam pelukan ayah Dion.
"Mom apa yang terjadi, apa Disa baik-baik saja? " tanya daddy Leon.
"Dia baik-baik saja dad, dia sudah tidur di kamarnya" ucap mommy Sarah
"Lalu kenapa dengan Lola? " tanya papa Artur
"Dia mengetahui fakta yang mengejutkan pa" ucap mama Sarah.
"Bik ada apa ini" tanya Ayah Dion
"Sebenarnya ibunya neng Hilya yaitu nyonya Ayu bukan meninggal karena penyakitnya" ucap bik Murni yang membuat Ayah Dion, papa Artur dan daddy Leon terkejut.
"Maksudnya? " tanya Ayah Dion.
"Ternyata selama ini kakak ku dibunuh haa.... " ucap bunda Lola sambung menangis.
"Sebenarnya saya ke Bandung kerena si penyewa rumah neng Hilya menghubungi saya dan mereka mengatakan telah menemukan kamera kecil di kamar depan yang ternyata kamar nyonya Ayu dan pak Irwan dulu.
"Kita lihat isi Vidio nya dulu" udah papa Artur.
Mereka pun duduk di sofa dan menonton vidio itu bersama.
POV ON ISI VIDEO
Terlihat bunda Ayu yang duduk di depan kamera yang merekamnya. Dalam keadaan wajah yang pucat bunda Ayu duduk dan berbicara di depan kamera.
"*Hai Hilya putri kesayangan bunda, hari ini dengan keputusan yang berat bunda mulai mengikuti hati nurani bunda yang telah mencurigai ayah kamu selama ini. Bunda minta maaf sayang, bunda tak bermaksud mencurigai ayah kamu, namun firasat bunda mulai gak enak"ucap bunda Ayu. *
*"Jujur bunda merasa curiga setelah melihat isi pesan di ponsel ayah mu, dan bunda menjadi curiga saat ayah kamu pulang dari jakarta, dia yang memberikan obat pada bunda namun bunda bukan merasakan sembuh tapi malah menjadi lebih sakit" ucap bunda Ayu lagi. *
*"Hari ini tepat tanggal 11 Januari 2022 bunda mengambil keputusan untuk merekam aksi ayah mu" ucap bunda Ayu. *
"Bunda akan memasang kameranya di sini, bunda harap kamu dapat menemukan kamera ini nanti" ucap bunda Ayu yang berjalan secara perlahan untuk menyembunyikan kamera.
Kamera itu terus merekam kegiatan bunda Ayu dan Hilya saat ayahnya tak ada, Namun dalam seminggu selang Irwanto pulang hal itu membuat Hilya kembali tidur di kamarnya.
Hal mengejutkan terekam saat Irwanto memberikan makanan dan minuman untuk bunda Ayu, terlihat Irwanto yang memasukan sesuatu ke dalam minuman dan makanan bunda Ayu.
Makin hati saya kepulangan Irwanto, bunda Ayu menjadi semakin lemah, bunda Ayu lumpuh dan semakin lemah.
kegiatan terus terekam di kamera tersebut, tanggal menunjukkan pada 22 Februari 2022 Irwanto sudah kembali ke jakarta lagi seminggu berada di rumah. Saat itu bunda Ayu meminta bik murni untuk membantunya duduk di kursi roda dan membawanya ke depan meja rias di kamar bunda Ayu.
"*Terimakasih bik, bibi boleh keluar" ucap bunda Ayu yang lemah. *
__ADS_1
"Baik nyonya, panggil saya jika perlu sesuatu" ucap bik murni dan pergi.
Saat buk murni sudah keluar, bunda Ayu melihat kearah kamera yang tak bisa ia gapai sehingga dia harus melihat sedikit keatas.
"*Hari ini tanggal 11 februari 2022, Hilya bunda sudah mengetahui semua kelakuan busuk ayah mu. Buna mendengar ayah mu menelpon wanita selingkuhannya. *
*Ayah mu selama ini selingkuh nak, dia ingin membunuh bunda supaya mereka bisa menikah. Hilya jika kamu sudah menemukan kamera ini, segera pergi jauh dari ayah mu, ayah mu jahat dia bisa melakukan apapun demi kekayaan. *
Hilya pergilah ke rumah tante Lola dan om Dion mereka pasti akan merawat kamu dengan baik dan berikan kamera ini pada tante Lola dan om Dion. Bunda merasa bersalah karena tak mau mendengarkan kata tante mu dulu yang melarang bunda menikah dengan ayah, tapi bunda senang Tuhan menghadiahkan kamu untuk bunda."ucap bunda Ayu.
"Hilya bunda sayang banget sama kamu, kamu harus bahagia sayang, kamu bisa menentang semua perlakuan ayah mu, pergilah menjauh darinya mak" 7cao bunda Ayu yang semakin lemah.
Tak seberapa lama setelah itu bunda Ayu merasa sesak dan akhirnya bunda Ayu pun meninggal di atas kursi roda. Kemudian Hilya yang baru pulang sekolah pun masuk dan melihat bunda nya yang sudah meninggal.
"Bunda... bunda.. bunda kenapa. bunda bangun" ucap Hilya yang menghampiri bunda Ayu di kursi roda.
"Bik... bibik... " teriak Hilya sambil menangis.
"Bunda..." ucap Hilya lagi.
"Neng ada apa?, tanya bik murni.
" Bik bunda"ucap Hilya
"Innalillahi wa innalillahi rojiun" ucap bik murni yang mengecek pernafasan bunda Ayu.
"Ha... haaaaaa... bundaaaaaa" teriak Hilya yang menangis dan memeluk bunda Ayu.
"Neng... " ucap bik murni.
"Haaaa... bunda jangan tinggalin Bik,,, bunda,,,,,, haaaa bundaaaaa" ucap Hilya yang menangis dengan histeris.
POV OFF
...****************...
...****************...
...****************...
Hai guys dukung terus author ya
jangan lupa follow, like,comment, dan tambahkan ke daftar favorit kalian, supaya kalian mendapatkan notifikasi saat author update.
maaf jika ada kata-kata yang typo
byebye....
...****************...
...****************...
...****************...
__ADS_1