
Mereka pun sampai ke area yang akan mereka jadikan tempat camping.
"oke semuanya silakan bangun tenda kalian terlebih dahulu" teriak Alan
"baik kak"ucap semua maba
mereka pun mulai mendirikan tenda, Hilya, Syifa, Kia dan Fia akan tinggal di satu tenda yang sama. Sedangkan Disa satu tenda dengan kating yaitu Tamara, Vina dan Rosa.
"aduh ini gimana sih bangunin" ucap Hilya yang kesel dari tadi gak bisa membangunkan tenda
"Disa kayaknya kamu beruntung deh satu tenda sama kita, dari pada sama orang-orang tolol kayak mereka, bangunin tenda aja gak bisa" ucap Tamara yang tendanya tidak jauh dari tenda Hilya
"iya kak aku beruntung banget, gak merasa di bebankan oleh mereka" ucap Disa
"yuk-yuk bangunin tenda aja yuk, gak usah ladenin si paling butuh cinta" ucap Kia
"iya gak usah di ladenin, cocok mereka mah satu circle hobinya ngehancurin kebahagiaan orang" sahut Fia.
"lo ngomong apa?" tanya Tamara yang kesel
"berani lo sama gue" ucap Tamara yang menghampiri Fia.
"heh, kalian pikir kami takut sama kalian, dan kamu Disa bangga banget ya bisa jadi budak mereka" ucap Syifa
"udah-udah kita buat ini aja yuk, yang lain udah pada selesai tinggal kita yang belum" ucap Hilya
"awas lo..." ucap Tamara yang ingin melempar kayu ke arah Hilya namun tidak jadi
"kalau mau ribut jangan di hutan, mau lo hewan buat di sini pada makan lo" ucap Fajar pada Tamara.
"kalian kok belum bangunin tendanya" tanya Alan
"kita gak tau caranya" ucap Syifa singkat
"kamu gak mau minta tolong sama aku sayang" ucap Zidan yang merangkul Hilya
"gak" sahut Hilya
"ya udah kalian tidur di luar aja, paling nanti di temani sama binatang buas" ucap Zidan yang sedikit berbisik
"palingan lagi besoknya kalian bangun tetap gelap karena udah di perut binatang buas" sabung Alan yang juga sedikit berbisik
"bantuin dong" rengek Hilya pada Zidan
"hehehe mau banget aku bantuin?" tanya Zidan sambil nyengir
"bantuin ihh" ucap Hilya yang kesal.
Zidan tersenyum gemas melihat Hilya dan geng Orthtros pun membantu membangunkan tenda Hilya, Syifa, Kia dam Fia.
setelah tenda mereka sudah berdiri kokoh mereka langsung berkumpul dengan teman-teman maba lainnya.
Disa yang melihat keempat orang yang pernah menjadi sahabatnya dulu ngobrol sambil tertawa dengan maba lainnya. Rasa iri kembali menguasai Disa, apalagi saat dia melihat banyak maba yang akrab dengan Hilya.
"Kalau lo kesel sama dia kenapa gak ko jebak aja dia" ucap Vina
"jebak gimana maksudnya kak?" tanya Disa
"lo ambil aja barang-barang berharga maba lain, terus lo masukin ke tasnya dia" ucap Vina
Disa sempat berpikir sejenak, setelah akhirnya dia memutuskan untuk melakukan hal yang di katakan oleh Vina.
Disa masuk ke dalam salah satu tenda maba kemudian mengambil dompet maba lain dan memasukkannya ke dalam tas Hilya.
__ADS_1
malam pun tiba, maba yang dompetnya di ambil oleh Disa pun mulai panik saat melihat tak ada lagi dompetnya di tas.
"dompet gue hilang" ucap maba tersebut
"hah, hilang?, kok bisa, coba lo lihat dulu" ucap maba lainnya yang juga merupakan teman satu tenda dengan maba yang dompetnya di ambil
"udah Ras mending kita ke kating aja yuk lapor" ucap temannya.
nama maba tersebut Laras, dia pun langsung keluar tenda dengan panik, dan bertemu dengan para kating yang sedang merencanakan permainan untuk para maba.
"permisi kak maaf sebelumnya menganggu kalian" ucap Laras panik
"ada apa ya" tanya Zidan
"kak dompet saya hilang" ucap Laras
"apa?, kamu udah nyari yang bener belum?" tanya Alan
"sudah kak, tapi gak ada" ucap Laras lagi.
"kumpulin semua maba di luar tenda" ucap Zidan tegas
"semua maba di minta untuk berkumpul di sini" teriak Rifi
semua maba pun keluar dan berkumpul.
"teman kalian kehilangan dompetnya, apa kalian melihatnya?" tanya Zidan dengan tatapan tegas
semua maba pun saling berbisik dan bertatap-tatapan.
"jawab" bentak Zidan lagi
"tenda kamu di mana?" tanya Disa yang mengangkat tangannya
"apa?" sahut Disa yang pura-pura terkejut dan menatap Hilya
"ada apa?, apa lo melihat seseorang masuk ke sana selain penghuni tendanya" ucap Fajar
"saya lihat seseorang dari tenda lain yang masuk ke situ kak, saya sempat curiga sih soalnya pas dia masuk diam-diam gitu" ucap Disa yang tentunya hanya sebuah karangan dari dia.
"siapa?" tanya Vina
"iya siapa yang lo lihat?" tanya Tamara
"dia kak, saya lihat dia masuk ke tenda itu tadi sore saat para maba lagi pada ngumpul" ucap Disa yang menunjuk kearah Hilya.
melihat dirinya yang tunjuk oleh Disa, tentunya Hilya dan ketiga sahabatnya terkejut.
"eh kamu jangan fitnah ya" ucap Fia
"segitu bencinya kamu sama Hilya, sampai mau fitnah dia segala" ucap Kia
"heh kalian gak perlu membela teman kalian ya" bentak Tamara
"saya gak masuk ke tenda itu kok" ucap Hilya
"mana ada maling yang ngaku" sahut Vina
"periksa aja tenda dia kak" sahut Disa yang membuat Abian terus menatap Disa.
"benar, periksa aja, bahaya tau kalau ada maling di sini" ucap Tamara
"biar gue yang periksa" ucap Rifi
__ADS_1
"silakan kak, saya gak takut" ucap Hilya
Rifi dan Fajar pun masuk ke dalam tenda Hilya dan memeriksanya. betapa terkejutnya Hilya saat melihat ada dompet Laras di dalam tas ranselnya.
"gue nemuin ini" ucap Rifi
"itu dompet saya kak" sahut Laras
"dasar maling lo ya" ucap Tamara
"saya gak mengambilnya" ucap Hilya yang panik dan ketakutan
"mana ada maling yang mau ngaku" teriak Vina
Zidan menatap Hilya yang ketakutan dan panik
"saya berani bersumpah saya tidak melakukan hal itu" ucap Hilya yang mencoba membela dirinya
"mana ada sih maling yang mau ngaku" ucap Disa
"kamu gak di kasih jajan ya sama ayah kamu?, sehingga kamu nyuri" ucap Disa
"ups aku lupa kan ayah kamu udah punya keluarga baru, jadi mana sempat ngirim uang untuk kamu, jadi wajar sih kalau kamu nyolong" ucap Disa yang membuat mata Hilya memerah.
"tapi bukannya kamu udah tinggal sama om dan tante kamu ya, atau mereka yang nyuruh kamu nyuri karena gak sanggup lagi buat ngebiayain kamu" ucap Disa terus menerus
"jangan bawa-bawa keluarga aku" teriak Hilya
"kenapa, kan aku ngomong secara fakta" sahut Disa
"Eh kamu diam ya, Jangan-jangan kamu yang jebak Hilya" ucap Fia
"apa untungnya buat aku" sahut Disa
"banyak untungnya buat kamu, kamu kan gak suka kalau Hilya lebih bahagia dari kamu" ucap Syifa
"diam" bentak Zidan
"kita mau dia di pulangkan malam ini juga, karena kita gak mau ada pencuri di sini" sahut Rosa
"setuju" teriak Laras dan beberapa maba lainnya
"aku gak ambil dompetnya" ucap Hilya yang sudah menangis
"lo pikir kita percaya maling" sahut Tamara.
"ya, sebaiknya dia di pulangkan malam ini.....
...****************...
...****************...
Hai guys dukung terus author ya
jangan lupa follow, like,comment, dan tambahkan ke daftar favorit kalian, supaya kalian mendapatkan notifikasi saat author update.
maaf jika ada kata-kata yang typo
byebye....
...----------------...
...----------------...
__ADS_1