CINTA UNTUK HILYA

CINTA UNTUK HILYA
DISA


__ADS_3

Mereka bertiga pun langsung berangkat ke rumah sakit, sedangkan Hilya memilih untuk mematikan ponselnya dan tidur sejenak. Ayah, Bunda dan Syifa pun sampai ke rumah sakit.


"Eh La, Hilya mana?" tanya mama Rena yang melihat Bunda, Ayah dan Syifa datang.


"Hilya... " ucap Bunda yang melihat kearah Ayah.


"Hilya mana bun, Aku nelpon dia dari tadi gak diangkat, terus sekarang malah gak bisa dihubungi lagi" ucap Zidan yang membuat Bunda dan Ayah bingung.


"Kak lihat ini" ucap Syifa yang menunjukkan foto yang diambil di mading melalui ponselnya.


"Tadi di kampus heboh sama foto ini, dan sekarang Hilya... " ucap Syifa yang terputus.


"Zidan apa yang kamu lakukan" bentak mama Rena saat melihat foto tersebut.


"Ini gak benar ma" ucap Zidan.


"Zidan sejak kapan kau seperti itu" bentak papa Dika.


"Aku gak... i..ini tidak seperti ini" ucap Zidan lagi.


"Hilya sekarang di mana? " tanya Zidan.


"Dia di rumah, dia gak... " ucap Syifa yang terputus dan karena Zidan langsung pergi.


"Zidan mau kemana kamu, jelasin ini apa" teriak mama Rena.


"Tante" ucap Syifa.


"Tante jangan percaya sama foto ini dulu" ucap Syifa lagi.


"Tapi Syifa ini jelas-jelas Zidan tidur sama seorang perempuan" ucap mama Rena.


"Tan, Zidan gak mungkin lakuin itu" ucap Alan


"Iya, ini pasti ada yang salah" sahut Rifi.


"Ini cewek emang gak bener" ucap Fajar yang kesal.


"Kak Fajar jangan salahin Disa dulu" ucap Syifa.


"Alasan aku ke sini, aku mau ngajak kalian buat bantuin aku untuk selidiki foto ini. Entah kenapa tadi pagi saat melihat Disa, aku tidak melihat kebohongan di mata dia, bahkan bukan kah Disa juga korban disini" ucap Syifa.


"Disa bilang dia memang hamil, tapi dia tidak melakukan hal itu dengan kak Zidan" ucap Syifa lagi.


"Pa, gimana ini, mama malu sama Lola dan Dion" ucap mama Rena sedih.


"Ren kamu gak perlu merasa malu sama kami, jika anak aku ini yakin kalau Disa yakin foto itu tidak benar, maka kami tidak akan ikut campur dulu" ucap Bunda Lola.


"Biarkan mereka sama-sama menyelesaikan masalah ini dan biarkan mereka mengambil keputusan bersama nanti kedepannya" ucap Ayah Dion.


"Syif, sekarang gimana? " tanya Alan


"Kita ke rumah Disa sekarang, kita cari tau dulu apa yang sebenarnya terjadi" ucap Syifa


"Gue setuju" ucap Rifi.


"Kita juga gak boleh nyalahin dia terus, sebaiknya kita kesana sekarang" ucap Rifi.

__ADS_1


"Bunda, tante kami pergi dulu ya" ucap Syifa


"Iya hati-hati sayang" sahut bunda dan mama.


Mereka berempat pun langsung pergi menuju ke rumah Disa.


Zidan yang pergi ke rumah Hilya membawa mobil dengan kecepatan tinggi, pikiran dia benar-benar kacau, dia hanya memikirkan kondisi Hilya sekarang.


Setelah sampai ke rumah Hilya, Zidan langsung masuk ke dalam.


"Bik Hilya dimana? " tanya Zidan cepat.


"Di... di ka.... " ucap bik Murni yang belum selesai bicara namun Zidan sudah pergi ke kamarnya.


Tok.... tok... tok.... tok.... Zidan terus mengetuk pintu kamar Hilya. Hilya yang mendengar ketukan pintu tersebut langsung menghapus air matanya dan membukakan pintu. Dia terkejut saat melihat Zidan yang mengetuk pintu kamarnya, saat ingin menutupnya kembali Zidan langsung menahan pintu tersebut.


"Sayang... sayang dengerin aku dulu, jangan percaya sama foto itu" ucap Zidan cepat sambil menahan pintu supaya tidak di tutup.


"Engga, kamu pergi dari rumah aku pergi" ucap Hilya yang air matanya sudah kembali mengalir.


"Kamu dengerin aku dulu" ucap Zidan.


"Engga" bentak Hilya yang melepaskan pintunya sehingga terbuka.


"Itu foto gak bener, pasti ada yang mau ngejebak aku" ucap Zidan yang berusaha menjelaskan semuanya pada Hilya.


"Itu jelas-jelas kamu tidur sama Disa dalam kondisi telanjang" ucap Hilya yang sudah menangis.


"Jika kamu tidak mencintai aku, kenapa kamu memberikan aku keyakinan dan harapan dari kamu" bentak Hilya yang terus menangis.


"Aku capek terus menerima harapan dari orang seperti kalian" ucap Hilya lagi.


"Disa hamil anak kamu" benar Hilya.


"Bukan anak aku" ucap Zidan yang masih lembut.


"Terus anak siapa hah, jelas-jelas kalian melakukan hal kotor itu" ucap Hilya.


"Aku gak tau, aku tidak melakukan hal kotor itu dengan dia maupun dengan wanita manapun" bentak Zidan yang kesabarannya sudah habis dan membuat Hilya terdiam.


"Sayang please lah, aku lagi stress mikirin masalah Nando jadi jangan tambah lagi masalah yang harus aku pikirkan kek gini" ucap Zidan yang menjabat rambutnya sendiri.


"Lalu aku harus diam aja melihat cowok aku, cowok yang dijodohkan dengan aku tidur dengan wanita lain" ucap Hilya.


"Itu gak seperti yang kamu lihat di foto itu" ucap Zidan.


"Oke, kamu dengerin aku dulu, oke please" ucap Zidan.


"Kamu ingat saat aku janji bakal jemput kamu malam itu, kamu ingat itu? " tanya Zidan yang membuat Hilya mengingatnya.


"Aku gak jadi jemput kamu malam itu, karena ada yang mukul kepala aku dari belakang dan aku pingsan. Saat aku bangun pagi tiba-tiba aku berada di sebuah kamar ditempat clubbing. Dan aku yakin foto itu di ambil saat aku pingsan, ada yang mau jebak aku sayang, kamu harus percaya sama aku"ucap Zidan yang membuat Hilya terdiam.


"Dan besoknya kamu marah sama aku, dan jujur hari itu aku memeng bohongin kamu, aku gak mau kamu tau kejadian yang menimpa akau malam itu, aku gak mau kalau khawatir" ucap Zidan lagi.


"Besok aku bakal bilang sama keluarga kamu, kalau aku gak mau di jodohkan dengan orang seperti mu" ucap Hilya yang kemudian menutup pintu kamarnya.


"Hilya... Hilya bukan pintunya, kamu harus percaya sama aku sayang, aku gak bohong" ucap Zidan.

__ADS_1


"Sayang please aku butuh kamu sekarang, tolong jangan tinggalin aku atas kesalahan yang tak aku lakukan" ucap Zidan yang menangis.


"Aku janji, aku janji bakal buktiin bahwa aku tidak pernah menyentuh Disa sama sekali" ucap Zidan lagi yang kemudian pergi.


Disisi lain Syifa, Akan, Fajar dan Rifi sudah sampai di rumah Disa.


"ting.. tong... Syifa memencet bel rumah Disa.


"Maaf siapa ya? " tanya seorang wanita paruh baya.


"Kami temannya Disa, Disa nya ada? " tanya Syifa ramah.


"Non Disa sudah pergi dari rumah ini, tadi nyonya ngusir neng Disa karena neng Disa ketahuan hamil diluar nikah" ucap wanita tadi yang ternyata pembantu di rumah Disa.


Syifa terkejut mendengar Disa di usir dari rumahnya.


"Sekarang Disa di mana? " tanya Syifa yang terkejut.


"Saya juga tidak tau Non" ucap pembantu di rumah Disa.


"Kita cari Disa sekarang" ucap Syifa yang langsung pergi dan naik ke mobil.


Alan, Fajar dan Rifi langsung mengikuti Syifa.


"Kita cari Disa kemana? " tanya Alan yang menyetir.


"Aku juga gak tau kak" sahut Syifa yang khawatir.


"Coba bawa lihat-lihat di sekitar ini aja, siapa tau dia masih dekat sini" ucap Rifi.


Mereka sudah menyusuri jalan mencari Disa namun belum juga ketemu, bahakan mereka sudah berada di jalan raya. Namun saat melewati jembatan Syifa melihat Disa yang berdiri di pinggir jembatan.



"Itu Disa kak, berhenti" ucap Syifa yang membuat Alan langsung menghentikan mobilnya.


Syifa langsung turun dari mobilnya dan memanggil Disa.


"Disa.... " teriak Syifa.


...****************...


...****************...


...****************...


...****************...


Hai guys dukung terus author ya


jangan lupa follow, like,comment, dan tambahkan ke daftar favorit kalian, supaya kalian mendapatkan notifikasi saat author update.


maaf jika ada kata-kata yang typo


byebye....


...****************...

__ADS_1


...****************...


...****************...


__ADS_2