CINTA UNTUK HILYA

CINTA UNTUK HILYA
KASIH SAYANG AYAH DION


__ADS_3

Mereka pun pergi menuju ke rumah sakit dan tak lama kemudian mereka pun sampai ke rumah sakit dan langsung menuju ke ruangan Zidan dan Nando.


"Kak Hilya" teriak Julian yang berlari kearah Hilya dan memeluk Hilya.


"Julian apa kabar? " tanya Hilya


"Julian baik kak, Julian kangennn banget sama kakak" ucap Julian.


"Kakak juga kangen" ucap Hilya yang mencubit pipi Julian.


"Eheummmm, yang nyuruh lo ke sini gue" ucap Zidan yang terbaring di atas ranjang rumah sakit.


"Kak Zidan baik-baik saja kan? " tanya Julian.


"Iya gue baik-baik aja. Lo selama ini di mana aja cil? " tanya Zidan


"Aku di rumah tante Sony, tante Sony baik bangat, dia mau jagain aku dengan baik" ucap Zidan.


"Lo gak ngerepotin tante Sony kan" tanya Zidan.


"Engga lah, kan aku anak baik" ucap Julian dengan tangan di dagunya.


"Bener banget, Julian kan anak baik" sahut Hilya yang memegang kepala Julian.


"Gimana kabar kalian berdua? " tanya mama Rena pada Zidan dan Nando.


"Nando udah baik tan" ucap Nando.


"Zidan juga mah" sahut Zidan.


Ayah Dion menatap Hilya sedari tadi, sehingga akhirnya dia menghampiri Hilya dan memeluknya.


"Ayah kenapa? " tanya Hilya yang sudah berada dalam pelukan ayahnya.


"Ayah tidak apa-apa, ayah hanya ingin sekali memeluk putri ayah" ucap Ayah Dion.


"Syifa sini" ucap ayah Dion yang merentang satu tangannya untuk memeluk Syifa.


"Apa ayah dalam masalah? "tanya Syifa yang sudah memeluk ayah Dion


"Tidak" ucap ayah Dion yang matanya sudah berkaca-kaca.


"Ayah sayang pada kalian berdua" ucap ayah Dion.


"Kami juga ayah" sahut Hilya dan Syifa.


Zidan merasa curiga dengan sikap ayah Dion, cuma dia tak mau menghancurkan momen terharu itu.


"Sa gimana keadaan kamu? " tanya Nando.


"Aku baik kok" sahut Disa.


"Kak Zidan, aku minta maaf karena aku kak Zidan sampai masuk ke rumah sakit" ucap Disa yang menundukkan kepalanya.


"Bukan karena lo kok" ucap Zidan.


"Oh ya, kita mulai lagi hari ini. Kita akan mencari bukti lagi" ucap daddy Leon.


"Ada apa lagi ini? " tanya papa Niko yang juga curiga dengan situasi tadi.


"Nik, ayo ikut dengan ku sebentar, ada yang ingin ku bahas" ucap Papa Artur yang menarik papa Niko.


"Ada apa ini? " tanya Alan.


"Mereka ingin membahas masalah pelaku kasus ini" ucap daddy Leon.


"Oh ya ma, Zidan udah boleh pulang loh" ucap Zidan yang sudah membayar Dokter untuk mengizinkan dia pulang.


"Hah, masa sih? " tanya mama Rena yang gak percaya.


"Beneran mah, aku udah boleh pulang" ucap Zidan lagi.


"Zidan jangan membohongi kami" ucap papa Dika.

__ADS_1


"Tuh tanya dokternya langsung" ucap Zidan yang melihat dokter masuk ke ruangan mereka.


"Dok, apa benar anak saya sudah boleh pulang? " tanya mama Rena


"Benar pak, kondisi anak anda sudah sudah pulih jadi dia sudah bisa pulang" ucap Dokter itu.


"Kalau begitu para perawat akan melepaskan infus di tangan nak Zidan" ucap dokter.


"Baiklah, silakan dok" ucap papa Dika.


Para perawat pun melepaskan infus dari tangan Zidan dan Zidan pun merasa lega karena rencananya tak dicurigai oleh orang tuanya.


"Akhirnya" ucap Zidan yang langsung bangun dari tempat tidur itu.


"Hati-hati kamu" ucap mama Rena.


"Tenang ma, semuanya aman" ucap Zidan.


"Aku senang kakak sudah sembuh" ucap Hilya.


"Ini karena kamu yang nemani aku di sini" ucap Zidan.


"Alay lu" sahut Fajar.


"Biarin" ucap Zidan yang membuat semua orang tertawa.


"Oh ya bunda, Hilya pulang dulu ya, Hilya mau mandi dulu nanti ke sini lagi" ucap Hilya.


"Mau pulang bareng bunda? " tanya bunda Lola.


"Bunda mau pulang? " tanya Hilya.


"Engga, bunda cuma mau temani kamu nanti kita kesini lagi" ucap bunda Lola.


"Kalau gitu gak usah bunda, biar Hilya naik taksi sendiri aja" ucap Hilya.


"Gak ayah gak mau kamu pulang naik taksi" ucap ayah Dion.


"Ayah akan antar kamu" sambung ayah Dion lagi.


"Hilya sama aku aja Yah, aku bakal anterin Hilya" ucap Zidan.


"Gak boleh, kamu baru aja di lepasin ingusnya" ucap mama Rena.


"Mah please lah, yang ada Zidan bisa gila di sini terus" ucap Zidan.


"Tapi kondisi kamu" ucap mama Rena.


"Kak Zidan di bilang ngeyel banget sih" ucap Julian.


"Diem bocah" ucap Zidan.


"Kak mendingan gak usah" ucap Hilya.


"Gak aku mau temani kamu" ucap Zidan yang masih ngeyel.


"Pah, bantuin jelasin sama mama" ucap Zidan pada papa Dika.


"Ma, Zidan akan pergi bersama Alan" ucap Papa Dika.


"Tapi pah" ucap mama Rena.


"Ada aku tante, tenang aja" ucap Alan.


"Iya, lagi Syifa juga bakal ikut" sahut Syifa.


Melihat anak yang terus memaksa akhirnya mama Rena pun mengizinkan mereka semua.


"Baiklah, tapi langsung kemabli ke rumah sakit karena media pasti lagi ngejar-ngejar kamu" ucap mama Rena.


"Emang Zidan artis di kejar-kejar media" ucap Zidan.


"Zidan dengerin mama kamu" ucap mama Sarah angkat bicara.

__ADS_1


"Jangan keras kepala dulu" ucap mommy Maira.


"Baik tante-tante cantik" sahut Zidan.


"Ayok sayang" sahut Zidan yang merangkul Hilya.


"Dasar anak muda, gak bisa jauh sedikitpun dari pasangannya" ucap mama Sarah.


"Kita mungkin juga seperti itu dulu" ucap mommy Maira.


"Bahkan mommy juga seperti itu sampai sekarang" sahut Fajar yang membuat semua orang tertawa.


"Jajan kamu mommy potong" ucap mommy Maira.


"Card kamu daddy bekukan" ucap daddy Leon.


"Ihhh mommy gak seru, daddy pun ikut-ikutan" ucap Fajar yang membuat semua orang bahagia.


"Tante, Nando juga mau keluar dari sini" ucap Nando.


"Setelah kamu sembuh kita langsung pulang sayang" ucap mama Rena yang menghampiri Nando.


"Nando makan dulu, kalian juga. Ini bunda bawa sarapan pagi untuk kalian semua" ucap bunda Lola.


"Hilya, Zidan, Syifa dan Alan biar makan di rumah aja karena udah pulang" ucap bunda Lola.


"Ini nih yang buat perut bahagia" ucap Fajar.


"Wihhh anak banget ini pasti" sambung Fajar lagi.


"Tante Maira, boleh gak kalau Fajar mulutnya di bungkam aja" ucap Rifi.


"Boleh, tante setuju sama kamu" ucap mommy Maira.


"Perlu om bantu? " tanya daddy Leon.


"Mommy sama daddy kenapa gak bantuin anaknya sih" ucap Fajar.


"Anaknya kebanyakan ngomong" ucap Kia.


"Bener" sahut mommy Maira.


"Sudah cepat makan, nanti keburu dingin" ucap bunda Lola.


"Lo gak makan? " tanya Rifi yang berdiri di samping Fia.


"Kenapa?, mau nyuapin? " tanya Fia balik.


"Dih percaya diri banget lo" ucap Rifi.


"Biarin" sahut Fia.


Saat mereka sedang asik mencicipi makan yang dibawa oleh bunda Lola, tamu tak diundang pun datang dan masuk ke ruang rawat Nando.


"Kleekkkkk,,, dimana Hilya?.....


...****************...


...****************...


...****************...


...****************...


Hai guys dukung terus author ya


jangan lupa follow, like,comment, dan tambahkan ke daftar favorit kalian, supaya kalian mendapatkan notifikasi saat author update.


maaf jika ada kata-kata yang typo


byebye....


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2