CINTA UNTUK HILYA

CINTA UNTUK HILYA
RIFI DAN FIA


__ADS_3

"Iya, kami gak akan membiarkan masalah ini semakin membesar" sahut daddy Leon.


"Oh ya pa, kenapa dari tadi Rifi belum ke sini ya? " tanya mama Sarah tak ang membuat orang sadar bahwa Dia dan Rifi sudah pergi lama.


"Oh ya, kenapa mereka belum kembali? " tanya papa Arthur sambil melihat tangannya.


"Kemana mereka? " tanya Zidan


"Rifi menemani Fia, tapi kami tidak tau mereka kemana" ucap mama Rena.


"Perasaan ku menjadi tak enak" ucap Kia.


"Aku akan menghubungi Rifi" ucap Alan.


"Biar akau yang menghubungi Fia" sahut Kia lagi.


"Ada apa lagi ini, di mana mereka" ucap bunda Lola yang panik.


"Kenapa belakangan ini seolah-olah masalah terus mengelilingi kita" sambung bunda Lola.


"Lola, kita harus tenang. Kita percayakan semua ini pada mereka, mereka pasti akan kembali" ucap mama Rena yang menenangkan bunda Lola.


"Mereka gak bisa di hubungi" ucap Alan.


"Hah, Pa kemana Rifi? " tanya mama Sarah.


"Papa juga gak tau mah, tapi papa bakal cari Rifi sekarang" ucap papa Arthur yang ingin menenangkan istrinya.


"Sebaiknya begini saja, kalian perempuan semuanya istirahat saja, biar kami para laki-laki yang mencari Rifi dan Dia" ucap papa Niko.


"Gak-gak, aku mau ikut, mana mungkin aku bisa istirahat, jika pikiran ku terus dihantui dengan kekhawatiran" ucap mama Sarah.


"Ma percaya pada kami, kami bakal mencari Rifi dan Fia" ucap papa Arthur lagi.


"Tapi pa, mama gak bisa, mama khawatir sama Rifi. Bagaimana jika hal yang menimpa Zidan dan Nando juga menimpa Rifi" ucap mama Sarah yang panik dan juga khawatir.


"Sarah, kamu gak boleh ngomong begitu" ucap mommy Maira.


"Sebaiknya kalian semua istirahat" ucap daddy Leon.


"Biar kami yang akan mencari Fia dan Rifi" sambung daddy Leon.


Di sisi lain Rifi dan Fia masih di kejar oleh Abian dan anak buahnya sehingga mereka menyetir ke jalan sempit sehingga tak bisa masuk mobil ke sana.


"Kak gimana ini? " tanya Fia yang panik.


"Ambil tas kamu, ayo pergi" ucap Rifi yang menarik Fia dan mengunci mobilnya.


"Ayo cepat" ucap Rifi yang langsung menarik Fia masuk ke jalan sempit di sana.


Tak la setelah mereka masuk ke jalan sempit tadi, Tamara, Abian dan anak buahnya datang.


"Mobilnya di kunci bos" ucap salah satu anak buah Abian.


"Hancurkan mobil ini" perintah Abian.


"Sebaiknya kita tidak melakukan itu bos, alarm mobil ini akan membuat orang sekitar mencurigai kita" ucap anak buah Abian.


"Pakai cara lain kek biar gak ribut" ucap Tamara yang kesal.


"Gak bisa bos" sahut anak buah Abian.

__ADS_1


"Ya sudah kalau begitu kejar mereka" ucap Abian yang mulai kesal.


"Baik bos" ucapan anak buah Abian yang langsung masuk ke jalan sempit.


"Aghh repot banget sih" teriak Tamara.


"Bacot lo" sahut Abian yang ikut mengejar orang yang merekam aksinya dengan Tamara yang tak lain ialah Rifi dan Fia.


"Kak kenapa jalannya makin menuju ke hutan sih" ucap Fia yang tangannya masih terikat dengan tangan Rifi.


"Gue juga gak tau, sebaiknya kita cari tempat aman aja dulu" ucap Rifi.


"Woy berhenti" teriak anak buah Abian yang melihat Rifi dan Fia.


"Kak gimana ini? " tanya Fia.


"Cepat" ucap Rifi yang semakin menarik Fia untuk lari dengan cepat.


Saat sedang berlari Fia tidak melihat ke bawah sehingga kakinya tersandung dengan batu dan membuat dia jatuh ke jurang.


"Akhhhh... teriak Fia yang jatuh ke jurang.


Fia jatuh ke jurang begitupun dengan Rifi yang ikut terseret ke jurang karena tangannya mereka yang terikat. Rifi langsung memeluk tubuh Fia.


"Mereka jatuh ke jurang" ucap anak buah Abian.


"Kemana mereka? " tanya Abian yang baru sampai.


"Mereka jatuh ke jurang bos" ucap anak buahnya.


"Cari mereka, pastikan mereka mati dan temui ponsel mereka, jangan sampai ada yang menemui ponsel mereka dan menyebar video ku" perintah Abian yang tambah kesal.


"Udahlah, palingan mereka udah mati" ucao Tamara.


"Ya gak lah, gila lo" ucap Tamara.


"Makanya diam" bentak Abian


"Aghhhhh sialan, siapa mereka" teriak Abian yang kesal.


"Tunggu apa lagi, ayo cari jalan turun ke sana" bentak Abian.


"Baik bos" ucap mereka yang langsung pergi.


Di lain sisi, di bawah jurang Fia berada di atas tubuh Rifi.


"awwww" ucap Dia yang bangun dari tubuh Rifi.


"Kak Rifi" ucap Dia yang melihat salah satu kaki Rifi terluka.


"Aghhhh" lenguhan Rifi yang berusaha untuk duduk.


"Fia mending kamu bawa rekaman itu dan pergi dari sini, aku yakin mereka pasti bakal tetap kejar kita ke sini" ucap Rifi yang menahan sakit.


"Terus kakak gimana? " tanya Fia


"Tinggalin aja gue di sini, biar gu... " ucap Rifi yang langsung di sela oleh Fia.


"Gak aku gak mau, kita cari jalan keluar bareng-bareng oke" ucap Fia yang langsung menyela ucapan dari Rifi.


"Itu gak akan mungkin Fi, kamu gak lihat kaki aku terluka, aku gak akan bisa jalan jauh" ucap Rifi lagi.

__ADS_1


"engga mau, pokoknya kita bakal pergi bersama" ucap Fia sambil melepaskan kain yang mengikat tangannya dan tangan Rifi.


"Kak Rifi pikir aku berani di hutan sendiri, ini udah malam juga kan" ucap Fia lagi sambil membalut kaki Rifi dengan kain tadi.


"Aku gak bakal ninggalin kakak, apapun yang terjadi" ucap Fia lagi yang terus merepet.


"Ayo naik" ucap Fia yang berbalik badan dan meminta Rifi untuk naik ke punggungnya.


Rifi mengangkat alisnya melihat tawaran dari Fia.


"Kok malah bengong sih" ucap Fia.


"Ayo naik" ucap Fia lagi.


"Kamu yakin? " tanya Rifi sambil tersenyum.


"Tubuh kekar aku, naik ke tubuh kecil kamu? " tanya Rifi lagi.


"Aduhh kecil-kecil begini aku kuat tau" ucap Fia.


"Ayo cepat, nanti keburu kita di tangkap" ucap Fia lagi.


"Sini" ucap Rifi sambil mengangkat satu tangannya.


"Cepat sini" ucap Rifi lagi.


"Ada apa sih" ucap Fia yang kebingungan dan berdiri di depan Rifi.


"Bantu aku berdiri" ucap Rifi yang menarik tangan Fia.


"Gak mau aku gendong aja? " tanya Fia.


"Badan kecil gitu mau sok-sokan gendong orang" ucap Rifi yang sudah berdiri dipapah oleh Fia.


"Mending kita pergi dari sini" ucap Rifi dan mendapatkan anggukan dari Fia.


Di sisi lain Abian memilih untuk kembali karena tak kunjung menemukan orang yang ia kejar.


"Pokoknya kalian telusuri terus hutannya, saya mau kalian temui mereka" ucap Abian di ponselnya sambil marah.


"Aghhhhh punya anak buah goblok semua" teriak Abian yang frustasi.


"Kita ngapain berhenti di jalan sepi kek gini? " tanya Tamara.


"Puasin gue sekarang, gue lagi emosi" ucap Abian.


"Lo.....


...****************...


...****************...


...****************...


Hai guys dukung terus author ya


jangan lupa follow, like,comment, dan tambahkan ke daftar favorit kalian, supaya kalian mendapatkan notifikasi saat author update.


maaf jika ada kata-kata yang typo


byebye....

__ADS_1


...****************...


...****************...


__ADS_2