CINTA UNTUK HILYA

CINTA UNTUK HILYA
TERSEBAR


__ADS_3

Mendengar masukan dari Hilya, Disa menjadi lebih tenang, Kemudian Disa melepaskan pelakunya dari Hilya.


"Aku minta maaf ya, kak Zidan gak salah percaya sama aku" ucap Disa yang membuat Hilya terdiam.


"Aku mau kok di periksa, aku gak pernah berhubungan intim dengan kak Zidan, bukan kak Zidan pelakunya" ucap Disa lagi.


"Aku percaya kok sama kamu, aku juga minta maaf udah sempat marah sama kamu" ucap Hilya.


"Hubungan kamu sama kak Zidan baik-baik saja kan? " tanya Disa yang membuat Hilya kembali terdiam.


"I.. iya kita baik-baik aja kok" ucap Hilya yang tentunya berbohong.


"Baguslah, setidaknya aku bisa sedikit senang karena tidak merebut kebahagiaan kamu" ucap Disa.


"Sa, sekarang kamu makan dulu ya" ucap Syifa yang melihat Disa tak menyentuh makanannya.


"Kamu harus makan, biar kamu kuat untuk menjalankan semuanya" ucap Syifa lagi.


"Bagaimana aku bisa kuat, aku saja sudah kehilangan rasa semangat untuk hidup" ucap Disa dengan tatapan kosong.


"Sa kamu gak boleh ngomong begitu" ucap Kia.


"Aku minta maaf ya sempat nuduh kamu" ucap Kia lagi.


"Iya Disa, kamu harus kuat, kita bakal ada buat kamu kok" ucap Fia


"Makasih ya,, disaat ibu aku membuang aku tapi kalian malah selalu mendukung ku" ucap Disa.


"Iya sekarang kamu makan ya" ucap Syifa dan mendapatkan anggukan dari Disa.


Syifa menyuapi Disa makan dengan hati-hati, air mata Syifa mengalir di pipi saat melihat kondisi Disa yang benar dalam keadaan berantakan. Selesai menyuapi Disa makan, mereka semua keluar dari kamar Disa kecuali Disa yang masih bersama di kamar itu.


"Kalian kalau mau pulang, pulang aja, aku mau tinggal di sini aja dulu, buat nemani Disa" ucap Syifa.


"Hil, tolong bilang sama ayah dan bunda ya, aku nginap di sini" ucap Syifa pada Hilya.


"Gak aku gak mau" ucap Hilya yang membuat mereka semua kaget.


"Aku gak mau kamu tinggal di sini sama Disa" ucap Hilya lagi.


"Hilya" ucap Syifa.


"Kita bawa Disa ke rumah" ucap Hilya yang membuat Syifa tersenyum.


"Jadi... " ucap Syifa.


"Disa tinggal di rumah kita aja, biar dia gak kesepian" ucap Hilya yang membuat semuanya tersenyum.


"Jadi Hilya kamu udah percaya sama Disa? " tanya Syifa dengan senang.


"Maaf ya aku baru bisa percaya sekarang" ucap Hilya.


"Aku senang banget" ucap Syifa yang memeluk Hilya.


"Kak fajar, bilang sama tante Meli ya Disa bakal pindah ke rumah kita aja" ucap Syifa.


"Oke gue telpon tante gue sekarang" ucap Fajar.


"Ayo kita ajak Disa sekarang" ucap Hilya yang kembali masuk ke kamar Disa.


Terlihat Disa masih menatap keluar dengan tatapan kosong.


"Sa... " panggil Hilya pelan


"Sa, kamu tinggal di rumah kita aja ya" ucap Hilya lagi yang membuat Disa langsung menatap Hilya.


"Iya Sa biar kita bareng terus" ucap Syifa.


"Aku.. aku malu sama ayah dan bunda kamu" ucap Disa yang air matanya kembali lolos dari matanya.


"Bunda dan ayah percaya kok sama kamu, aku udah ceritain semuanya" ucap Syifa

__ADS_1


"Iya Sa, ayah dan bunda gak marah kok sama kamu" ucap Hilya lagi.


"Iya Sa kamu tinggal di rumah Hilya dan Syifa aja dulu, itu akan membuat kamu aman" ucap Fia.


"Kita bakal sering-sering ke sana kok" ucap Kia lagi.


"Sebaiknya lo ikut sama Hilya dan Syifa, kayaknya di sana aman buat lo" ucap Fajar.


Mendengar bujukan dari semuanya Disa pun menganggukkan kepalanya sehingga membuat Syifa, Hilya, Kia dan Fia langsung memeluknya.


"Aku janji sama kamu, hidup kamu bakal kembali normal lagi" ucap Hilya.


"Itu gak mungkin Hil, aku sekarang udah hamil, dan aku gak tau ayah dari anak ini" ucap Disa.


"Kita bakal cari ayah dari anak ini, bukan untuk meminta dia untuk tanggung jawab, tapi kita akan menghukum dia dengan hukuman terberat dan untuk bayi ini kita bakal mengurusnya sama-sama" ucap Syifa yang membuat Alan tersenyum saat mendengarnya.


"Sebaiknya kita lang bawa Disa aja, untuk kasus ini kita gak bisa nunggu lama lagi, mending lo berdua langsung ke tempat clubbing itu deh, nanti gue susul" ucap Alan yang kemudian berbicara pada Fajar dan Rifi.


"Gue setuju, gue sama Fajar bakal ke sana sekarang" ucap Rifi dan mendapatkan anggukan dari Fajar.


"Aku ikut kalian ya" ucap Hilya.


"Kayaknya gak usah deh Hil, mending lo bawa Disa aja" ucap Fajar pada Hilya.


"Iya Hilya, biar anak laki-laki aja yang pergi, kita tunggu kabar aja" ucap Syifa yang khawatir.


"Hilya, jangan bahayain diri kamu hanya untuk membantu orang gak berguna seperti aku" ucap Disa.


"Gak, kamu gak boleh ngomong gitu Sa" ucap Hilya yang memegang Disa.


"Aku ke sana untuk menembus semua kesalahan aku sama kamu dan kak Zidan juga, aku mau cari tau masalah ini juga" ucap Hilya.


"Kamu sama kak Zidan... " ucap Disa yang langsung di sela oleh Hilya.


"Udah sekarang kalian pulang gih" ucap Hilya yang menatap Syifa dengan memohon.


"Ya udah deh kita pulang dulu ya Hil, jaga diri kamu" ucap Syifa.


"Oke" sahut mereka.


Mereka pun langsung berangkat, Akan mengantar Syifa, Disa, Fia dan Kia sedang Hilya, Fajar dan Rifi pergi ke tempat clubbing yang Disa bilang.


Saat sudah sampai di rumah Syifa langsung mengajak Disa untuk masuk ke rumah. Disa sebenarnya sangat ragu, dia takut untuk masuk ke rumah Hilya. Bunda dan Ayah yang sudah mengetahui Disa akan tinggal bersama mereka langsung menyambut kedatangan Syifa dan Disa.


"Bunda, Ayah" ucap Syifa yang melihat Bunda dan Ayahnya di teras.


"Kalian sudah sampai" ucap Bunda yang memeluk Syifa.


"Disa" ucap Bunda yang melihat Disa menundukkan kepalanya dan memeluk Disa.


"Kamu pasti melewati waktu yang sulit" ucap Bunda yang memeluk Disa dengan tulus.


"Ayo nak kita masuk" ucap Bunda


"Te.. terimakasih" ucap Disa dengan gugup.


"Gak perlu sungkan sayang, anggap ini rumah kamu sendiri" ucap Bunda yang mulai mengeluarkan air mata.


Saat Alan sedang melihat kebaikan Bunda Lola pada Disa, tiba-tiba ponselnya berbunyi.


"Apa apa tan? " tanya Alan di ponselnya


("Alan, apa Zidan bareng kamu?"tanya mama Rena).


"Engga tan, tadi dia sempat bareng Alan dan anak-anak cuma di pergi, Alan pikir dia ke rumah sakit" ucap Alan.


("Engga Alan, dia gak di rumah sakit. Tante khawatir sama dia, berita dia menghamili anak orang sudah tersebar di publik, sekarang perusahaan tante dan om sedang bermasalah dan pihak kampus pun meminta kami mengeluarkan Zidan dari kampus atau semua dosen akan mengundurkan diri"cerita mama Rena yang panik).


"Apa?, siapa yang udah nyebarin itu semua, tante tenang aja ya, Alan bakal cari Zidan dulu" ucap Alan yang kemudian menutup panggilannya.


"Alan ada apa nak? " tanya Bunda yang juga ikut khawatir.

__ADS_1


"Apa yang terjadi? " tanya Ayah.


"Berita Zidan ngehamilin Disa sudah tersebar di publik, kantor tante Rena dan om Dika sedang bermasalah, pihak kampus pun meminta Zidan di keluarkan dari kampus atau semua dosen akan berhenti bekerja" ucap Alan yang membuat Bunda dan ayah terkejut


"Sekarang Alan mau cari Zidan dulu ya bun, yah" ucap Alan dan di anggukan oleh ayah.


"Haa.. haaa....haaaa......ini semua karena aku " Disa yang menangis dan menjambak rambutnya.


"Disa, Disa ini bukan salah kamu" ucap Bunda Lola yang memenangkan Disa.


"Kak Zidan gak bersalah, karena aku imbasnya ke keluarga kak Zidan" ucap Disa yang terus memukul kepalanya.


"Aaaaaa aku benci ini semua gara-gara ayah dari anak ini, aku benci dia telah menghancurkan hidup aku haaaaa" Disa yang menangis dan memeluk perutnya.


"Sa.. kamu gak salah" ucap Syifa dan Kia.


"Ini semua bukan salah kamu" ucap Fia.


"Aku udah buat hidup orang hancur, aku bego haaaaa harusnya aku mati, harusnya aku gak usah hidup, dari dulu seharusnya aku mendengarkan kata ibu ku yang meminta ku untuk mati, ibu yang melahirkan aku saja meminta ku untuk tiada di dunia ini, seharusnya aku mendengarnya dari dulu....haaaaa" ucap Disa yang menangis dan membuat Bunda Lola terkejut dan langsung memeluk Disa.


"Disa kamu harus tetap Hidup, kamu gak boleh ngomong seperti tadi. Ada Bunda nak, ada kita semua di sini untuk kamu, Bunda gak peduli dan gak pernah tau apa yang pernah ibu kamu katakan, apa yang terjadi diantara kamu dan ibu kamu, yang jelas kamu sekarang berada bersama Bunda dan kamu harus tetap hidup" ucap Bunda Lola yang memeluk Disa dengan erat.


"Syifa bawa masuk Disa dulu sayang, bersihin tubuh dia ya" ucap Bunda pada Syifa.


"Baik Bunda" sahut Syifa


"Kalian di sini dulu ya, temani Disa" ucap Bunda lagi pada Kia dan Fia.


"Baik Bunda" sahut Kia dan Fia.


"Bunda udah masak, kalian makan aja soalnya bik Murni ke Bandung bentar" ucap Bunda Lola.


"Baik bun" ucap Syifa


Syifa, Fia dan Kia membawa Disa masuk sedangkan ayah dan bunda masih di luar.


"Kasian anak itu yah" ucap Bunda.


"Iya bun, ibunya tega sekali" acap Ayah.


"Kita ke rumah sakit dulu yuk, mama khawatir sama Rena dan Dika" ucap Bunda.


"Ayok" sahut ayah.


Bunda dan Ayah pun pergi menuju ke rumah sakit. Di sisi lain Alan sibuk mencari keberadaan Zidan, bahkan dia sampai lupa mengabari pada Fajar dan Rifi tentang Zidan yang menghilang.


"Oh ya gue lupa ngasih kabar ke Fajar dan Rifi lagi" ucap Alan yang kemudian mengambil ponselnya.


Disaat dia ingin menelpon Fajar tiba-tiba ponselnya duluan yang berbunyi.


...****************...


...****************...


...****************...


...****************...


Hai guys dukung terus author ya


jangan lupa follow, like,comment, dan tambahkan ke daftar favorit kalian, supaya kalian mendapatkan notifikasi saat author update.


maaf jika ada kata-kata yang typo


byebye....


...****************...


...****************...


...****************...

__ADS_1


__ADS_2