CINTA UNTUK HILYA

CINTA UNTUK HILYA
BARBEQUE-AN YANG GAGAL


__ADS_3

"Sudah dong jangan nangis lagi, nanti kalau bunda lihat ayah yang kena" ucap ayah yang tersenyum.


"Iya nih Hil, kalau bunda lihat kamu nangis, terus nangisnya di pelukan ayah yang ada ayah bakal tidur di luar" ucap Syifa.


"Iya bener kata anak ayah yang satu ini" ucap ayah yang mengusap kepala Syifa.


"Oh ya ayah mau ambil kecap dulu, nanti bunda kamu merepet" ucap ayah sambil bercanda membuat Hilya dan Syifa tersenyum.


Malam pun tiba, di rumah sudah ada geng Orthtros, Fia, Kia, papa Dika, Julian, dan mama Rena.



"Nando mana? " tanya Zidan pada Fajar.


"Katanya lagi jalan ke sini" sahut Fajar.


Setelah menanyakan hal tersebut, Zidan pergi menghampiri Hilya yang sedang membantu, bunda dan mama.


"Sayang,,, cupppss" ucap Zidan yang mencium pipi Hilya di depan bunda dan mama.


"Kak Zidan ihh" ucap Hilya yang terkejut.


"Ada bunda dan mama" sambungnya lagi.


"Hai ma, bun, anggap aja ya tadi kalian gak lihat apa-apa" ucap Zdan bercanda yang membuat mama dan bunda tersenyum.


"Jelas-jelas bunda melihatnya, bagaimana bunda harus berpura-pura gak tau" sahut bunda.


"Kak Zidan gak malu ya" ucap Julian dengan wajah datarnya.


"Dih bocah sok iya" sahut Zidan.


"Zidan gak boleh kecup-kecup Hilya sembarang, belum muhrim" ucap mama yang tersenyum.


"Kapan mama dan bunda bakal menikahkan jamu berdua? " tanya Zidan yang langsung di pukul oleh Hilya dengan sikutnya di perut Zidan.


"Awwww sayang sakit" rengek Zidan sambil memegang perutnya.


"Habisnya sih, ada-ada aja pertanyaannya" ucap Hilya kesal.


"Kan aku nanyanya serius sayang" ucap Zidan lagi.


"Malu tau" ucap Hilya yang pergi dan meninggalkan bunda dan mama yang tersenyum melihat tingkah keduanya.


Hilya berkumpul dengan Syifa, Fia dan Kia yang sedang menyiapkan bumbu dan saos.


"Udah selesai? " tanya Hilya.


"Dikit lagi Hil" ucap Syifa yang membuat Hilya hanya mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Eh Hil kamu udah gak apa-apa kan? " tanya Fia


"Iya aku udah gak apa-apa kok" ucap Hilya yang tersenyum.


"Syifa perlu bantuan? " tanya Alan yang menghampiri Syifa.


"Kak Alan modus" celetuk Julian


"Hahahaa" tawa Fajar pecah


"Engga kak, ini udah selesai kok" ucap Syifa yang tersenyum


"Dihhh modus bet, ya gak Julian" ucap Fajar.


"Iya" sahut Julian


"Sirik amat lo" ucap Alan judes.


Tak lama kemudian mereka mulai membakar daging dan jagung. Yang melakukan semuanya tentu saja mama, papa, ayah dan bunda, sedangkan geng Orthtros, Julian, Hilya, Syifa, Fia dan Kia sedang mengobrol dan saling bercanda.


"Yah, bunda senang deh melihat Hilya bisa tersenyum seperti itu" ucap bunda yang melihat Hilya sedang tersenyum.

__ADS_1


"Ayah juga senang bun, kita bakal selalu menjaga senyum anak-anak kita" ucap ayah sambil mengipas-ngipaskan daging.


"Aku harap Hilya selalu bahagia bersama kalian ya La" ucap mama Rena.


"Kami akan membantu kalian untuk mempertahankan Hilya" sambung ayah Dika.


"Makasih Rena, Dika" ucap bunda Lola.


"Manja banget lo" ucap Alan pada Zidan.


"Biarin, suka-suka gue lah. Orang gue manjanya sama calon istri gue" ucap Zidan.


"Bikin iri aja" ucap Fia.


"Makanya jangan jomblo lo" ucap Rifi yang duduk di samping Fia


"Dih kayak kak Rifi punya pacar aja" ucap Fia yang kesal.


"Sok tau lo" ucap Rifi.


"Kok pada debat sih" ucap Hilya yang sudah kesal dengan taman-temannya.


"Tau tuh sayang ribut banget mereka" ucap Zidan.


"Kak Zidan juga" ucap Hilya.


"Gue pacar lo bukan kaka lo" ucap Zidan yang kesal.


"Sayang... sayang" teriak Zidan.


"Aelah bos kan nama ku Zidan" ucap Fajar.


"Gak usah ikut campur urusan rumah tangga gue" ucap Zidan dengan tatapan tajam yang membuat Fajar terdiam.


"Baru ju... " ucap Alan yang terhenti karena suara ponsel Zidan.


"Halo" ucap Zidan yang menerima panggilannya.


"Apa?, sekarang dia dimana? " teriak Zidan yang terkejut dan membuat semuanya juga ikut terkejut.


"Oke saya ke sama sekarang" ucap zidan yang kemudian menutup ponselnya.


"Zidan ada apa? " tanya mama Rena yang panik.


"Mah kita harus ke rumah sakit sekarang" ucap Zidan.


"Kenapa? " tanya mama Rena yang panik.


"Nando masuk ke rumah sakit, katanya ada yang ngeroyok Nando sampai babak belur" ucap Zidan yang membuat mama Rena panik.


"Ya ampun" ucap mama Rena.


"Kita ke rumah sakit sekarang" ucap Papa Dika.


"Dika kami ikut" ucap ayah Dion.


"Baik ayolah" sahut papa Dika.


"Bik, mang, urus ini dulu ya, pindahin semua ke dalam. kami harus ke rumah sakit" ucap bunda Lola.


"Baik nyonya" sahut bik Murni.


Semuanya langsung berangkat menuju ke rumah sakit. Di mobil Zidan yang menyetir sambil menahan emosi dan panik terhadap sepupunya.



"Brukkkk Aggghhhh" teriak Zidan yang marah.


"Sayang" ucap Hilya yang panik.


"Kamu yang sabar ya, kita ke rumah sakit aja dulu. Aku yakin Nando bakal baik-baik aja" ucap Hilya yang berusaha menenangkan Zidan.

__ADS_1


"Aku takut gak bisa menjaga amanah dari almarhum papa dan almarhumah mamanya Nando sayang" ucap Zidan yang membuat Hilya terkejut.


"Jadi mama dan papa Nando... " ucap Hilya yang terhenti.


"Iya, keduanya meninggal saat mengalami kecelakaan tunggal di tol. aku masih ingat saat tante Elsa memegang pipi aku dan mengatakan tante titip Nando sama kamu dan keluarga kamu ya," ucap Zidan yang mengeluarkan air matanya.


"Lalu Nando tinggal di mana? " tanya Hilya lagi.


"Nando tinggal di rumahnya sendiri bersama beberapa pembantunya. Tiap pagi dan sore mama dan papa pasti bakal jenguk Nando" ucap Zidan.


Hilya memegang satu tangan Zidan dayang menggenggamnya dengan erat.


"Aku yakin Nando bakal baik-baik aja kok" ucap Hilya.


"Tapi dia di keroyok sama 11 orang Sayang" ucap Zidan.


"Kita ke rumah sakit aja dulu, kakak fokus nyetir oke" ucap Hilya.


Zidan menambah kecepatan mobilnya, dia mengemudi dengan satu tangannya menggenggam tangan Hilya.



Tak lama kemudian mereka pun sampai ke rumah sakit. Zidan langsung masuk ke rumah sakit dan menanyakan ruangan yang merawat Nando.


"Sus ada pasien yang baru masuk atas nama Nando" ucap Zidan.


"Pasien di ruang ICU" ucap perawat tersebut.


Zidan langsung menuju ke rumah ICU untuk melihat keadaan Nando. Saat sampai di depan ICU mereka berpapasan dengan dokter yang baru keluar dari sana.


"Keluarga pasien. " tanya Dokter.


"Iya dok" sahut mama Rena.


"Bagaimana keadaan keponakan saya? " tanya mama Rena.


"Pasien harus dirawat di ruang ICU dulu, karena pendarahan di kepala, leher, kaki yang patah dan beberapa luka lainnya" jelas Dokter.


"Pasien masih dalam kondisi kritis dan juga koma" ucap Dokter yang membuat mama Rena syok berat.


"Hah... Nando" ucap mama Rena yang jatuh dalam pelukan papa.


"Apa boleh saya menjenguk adik saya? " ucap Zidan dengan tatapan kosong.


"Boleh, tapi tidak boleh masuk dengan jumlah yang banyak" ucap Dokter.


"Dok saya akan mendampinginya untuk masuk, boleh" ucap Hilya yang khawatir dengan Zidan.


"Baiklah boleh" ucap Dokter tersebut.


Zidan dan Hilya langsung memakai gaun protektif pembesuk ICU yang diberikan oleh perawat, setelah itu keduanya langsung masuk ke ruangan ICU.


...****************...


...****************...


...****************...


Hai guys dukung terus author ya


jangan lupa follow, like,comment, dan tambahkan ke daftar favorit kalian, supaya kalian mendapatkan notifikasi saat author update.


maaf jika ada kata-kata yang typo


byebye....


...----------------...


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2