CINTA UNTUK HILYA

CINTA UNTUK HILYA
MENGADOPSI JULIAN


__ADS_3

Setelah melalui perjalanan, Akhirnya mereka pun sampai ke rumah ibu Minah yang menampung anak yatim piatu tersebut. Zidan langsung membawa mama dan papanya bertemu dengan bu Minah, sedangkan Naya pergi mencari Julian.


Di ruang tamu, mama Rena mulai bicara dengan bu Minah mengenai rencananya.


"Ibu Minah kenalkan ini mama dan papa saya" ucap Zidan.


"Hai saya Rena, mamanya Zidan" ucap mama Rena.


"Saya Minah" ucap bu Minah.


"Jadi begini bu, Zidan sudah menceritakan semuanya tentang rumah asuh ibu ini, dan saya dan suami saya mau menjadi donatur tetap untuk rumah asuh ini" ucap mama Rena.


"Mashaallah nyonya, saya sangat berterimakasih dengan niat baik anda, semoga Allah membalas semua kebaikan nyonya, tuan beserta nak Zidan" ucap bu Minah yang tersenyum senang.


"Bu Minah, saya juga mau mengadopsi salah satu anak di sini" ucap mama Rena yang kembali membuat bu Minah tersenyum.


"Jika nyonya dan tuan bersedia menjadikan mereka anak nyonya dan tuan, maka dengan senang hati saya akan memberikan izinnya" ucap bu Minah.


"Anak-anak di sini merupakan anak-anak yang di buang oleh orang tua mereka. Mereka akan sangat mengharapkan kasih sayang dari orang tua yang akan mengadopsi mereka" Ucap bu Minah.


"Bu Minah saya dari dulu sangat menginginkan seorang anak lagi untuk menjadi adiknya Zidan, tapi Allah berkehendak lain, setelah saya keguguran saya tak dapat hamil lagi. Makanya itu saat Zidan meminta saat untuk mengadopsi anak di sini, saya sangat senang" ucap mama Rena.


"Kami akan menjaga dan mendidik anak itu nanti seperti kami menjaga dan mendidik anak kami sendiri" ucap papa Dika.


"Baiklah nyonya, tuan, saya akan mengambil data-data anak di sini dan anda dapat melihat anak yang mana yang ingin anda adopsi" ucap bu Minah yang ingin berdiri namun langsung di tahan oleh Zidan.


"Bu, kami mau menjadikan Julian sebagai anggota keluarga kami" ucap Zidan cepat


"Julian?" tanya bu Minah


"Iya bu, saya sudah mengatakan pada orang tua saya untuk mengadopsi Julian" ucap Zidan lagi.


"Iya bu Minah kami ingin mengadopsi Julian" ucap mama Rena.


"Baiklah ibu, saya akan menyiapkan berkasnya dan saya akan memanggilkan Julian kesini" ucap bu Minah.


Dilain sisi Hilya mencari Julian, dan Ia menemukan Julian yang sedang duduk sendirian di halaman belakang.


"Hai Julian" ucap Hilya sambil duduk di samping Julian


"Kak Hilya, kakak datang lagi" ucap Julian yang sedikit tersenyum.


"Iya dong, kakak kesini mau kasih tau kamu sesuatu" ucap Hilya


"Apa kak?" tanya Julian.


"Kamu bakal diadopsi oleh keluarga kak Zidan" bisik Hilya sambil tersenyum dan membuat Julian terkejut.


"Hah?, kak Hilya pasti bohong" ucap Julian yang membuang pandangannya.

__ADS_1


"Hei, aku tidak bohong. Kamu bakal jadi adik angkatnya kak Zidan" ucap Hilya.


"Alah kak palingan juga nanti yang diadopsi juga anak-anak lainnya" ucap Julian lagi


"Julian, aku kan sudah janji sama kamu. Aku bakal buat kamu memiliki keluarga yang sangat mencintai kamu, dan keluarga kak Zidan lah yang akan menyanyangi kamu" ucap Hilya sambil mengelus kepada Julian.


"Apakah mereka benar-benar akan mengadopsi aku?" tanya Julian yang melihat kearah Julian dan mendapat anggukan dari Hilya.


Di saat Hilya dan Julian sedang berbicara Zidan pun datang.


"Sayang" ucap Zidan sambil duduk do samping Hilya dan merangkul bahu Hilya


"Hai Julian" ucap Zidan yang melambaikan tangan ke Julian.


"Hai kak" ucap Julian pelan


"Ih apaan sih kak" ucap Hilya.


"Kenapa sih, kan gue cuma mau ikut gabung bareng calon istri dan calon adik gue, ya gak Julian" ucap Zidan


"Calon istri mulu tuh di otak" ucap Hilya


"Emang lo mau gue mikirin cewek lain?" tanya Zidan dan mendapatkan tatapan sinis dari Hilya


"Jadi kak Hilya calon istrinya kak Zidan?" tanya Julian


"Dan perlu kamu tau, kak Hilya yang pertama kali nembak kakak" ucap Zidan dengan PEDE nya dan langsung di pukul oleh Hilya.


"Ihhh bohong banget sih" ucap Hilya


"Kok bohong?, kan gue bener" ucap Zidan.


Julian tersenyum melihat Zidan yang menganggu Hilya. Saat mereka sedang mengobrol, Bu Minah pun memanggil Julian.


"Julian, sini dulu nak" ucap bu Minah sambil tersenyum.


Julian pun pergi dan di ikuti oleh Hilya dan Zidan. Bu Minah pun membawa Julian menemui mama Rena dan papa Dika, mereka pun saling berkenalan, dan mengobrol banyak.


Setelah semuanya selesai, Julian berpamitan pada teman-temannya dan juga pada bu Minah dan akhirnya mereka pun pergi untuk pulang.


Di mobil papa Dika dan mama Rena, Julian mengucapkan banyak terimakasih pada orang tua barunya.


"Bu, pak, Julian mau ngucapin terimakasih ya karena ibu dan bapak sudah mau mengangkat Julian menjadi anak kalian" ucap Julian yang duduk di belakang.


"Julian, kamu juga senang akhirnya kamu memiliki anak lagi, jujur dari dulu mama memang sudah ada niat untuk mengadopsi seorang anak untuk menjadi adik bang Zidan, dan mama senang akhirnya mama mendapatkan anak seperti kamu" ucap mama Rena tersenyum.


"Pokoknya apapun yang Julian mau, Julian kasih tau papa dan mama, oke sayang" ucap papa Dika yang fokus menyetir.


"Makasih yang pak, buk" ucap Julian yang tersenyum.

__ADS_1


"Kok pak, buk sih. Panggil mama dan papa sayang" ucap mama Rena yang memegang pipi Julian.


"Iya mama, papa" Sahut Julian.


Tak terasa malam pun tiba, Hilya sudah sampai ke rumahnya dari sore. Hilya, Syifa, beserta bunda Lola dan ayah Dion sedang berada di meja makan.


"Bunda, tante Rena udah punya anak baru loh" ucap Hilya yang membuat bunda Lola terkejut.


"Maksud kamu?, Rena hamil lagi?" tanya bunda Lola yang kaget


"Bukan gitu Bun. Jadi tante Rena tuh ngeadopsi seorang anak, nama dia Julian" ucap Hilya


"Akhirnya keinginan Rena dan Dika terwujud Mas" ucap Bunda Lola pada ayah Dion.


"Iya benar Sayang, Alhamdulillah banget" ucap Ayah Dion.


"Maksud tante dan om apa ya?" tanya Syifa yang dari tadi diam.


"Jadi itu tante Rena dan om Dika sudah lama punya keinginan untuk mengadopsi anak, cuma mereka belum bisa karena menghargai perasaan Zidan" ucap bunda Lola.


"Oh gitu" sahut Syifa dan di anggukin oleh bunda Lola.


"Mas besok kita ke rumah mereka ya, bunda mau ngucapin selamat buat mereka" ucap bunda Lola dan di anggukin oleh Ayah Dion.


Selesai makan malam, Hilya dan Syifa masuk ke kamar. Syifa duduk di kamar Hilya untuk ngobrol bersama.


"Jadi tadi kamu pergi sama kak Zidan mau ngurus masalah Julian?" tanya Syifa.


"Iya Syif, soalnya aku kasian sama Julian" Hilya.


"Kamu tau gak tadi di kampus Disa kembali di bully" ucap Syifa


...****************...


...****************...


...****************...


Hai guys dukung terus author ya


jangan lupa follow, like,comment, dan tambahkan ke daftar favorit kalian, supaya kalian mendapatkan notifikasi saat author update.


maaf jika ada kata-kata yang typo


byebye....


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2