CINTA UNTUK HILYA

CINTA UNTUK HILYA
FIA SAMPAI SYOK


__ADS_3

"Tuan, Nyonya saya mendapatkan... " ucap bik Murni yang terpotong karena Fia yang memanggil Disa.


"Disa" ucap Fia yang melihat Disa keluar dari ruang rawat Nando.


"Sa, sebelumnya aku minta maaf, tapi ada yang mau gue tanyain sama kamu" ucap Fia yang menghampiri Disa dan membuat semuanya kebingungan.


"Ada apa Fia? " tanya Disa yang juga kebingungan


"Maaf sebelumnya bukan maksud mau membuat kamu mengingat masa kelam kamu, cuma aku mau tanya kamu ingat gak kapan aja kamu di.. le.. cehkan" ucap Fia secara hati-hati namun membuat tangan Disa gemetar dan air matanya kembali jatuh.


"Disa kamu gak apa-apa kan?" tanya Syifa yang langsung menghampiri Disa.


"Maaf Sa, aku gak bermaksud" ucap Fia.


"Fi, Disa gak mau mengingat itu lagi, kok kamu malah nanya waktu kejadian itu sih" ucap Kia yang juga tidak mengerti dengan pertanyaan dari Fia.


"Ma.. maaf" sahut Fia yang merasa bersalah.


Fia berbalik badan dan pergi, dia tak ingin memaksa Disa, namun langkahnya terhenti karena suara Disa.


"Aku di lecehkan dalam seminggu 3 kali. Semenjak hari pertama saat kita pulang dari pantai dan mereka melakukan hal yang sama dan sehari waktu silang" ucap Disa yang gemetar dan membuat Fia terkejut mendengar ucapan dari Disa.


"Sa udah kamu gak perlu mengingat itu lagi" ucap Syifa yang menenangkan Disa.


"Aku selalu keluar dari rumah secara diam-diam, aku ke kampus pun secara sembunyi-sembunyi namun orang-orang itu selalu bisa menangkap ku dan malamnya melecehkan aku, kemudian meninggalkan aku di kamar yang sama. Mereka seolah-olah memberikan waktu sehari untuk aku beristirahat" ucap Disa yang sudah menangis.


"Disa sudah" ucap Syifa yang memeluk Disa.


Fia yang mendengar hal tersebut terkejut dan membayangkan sesuatu yang telah ia curigai.


"Dan hari terakhir dia melecehkan aku, aku sedikit sadar dan melihat orang itu namun tak jelas, tapi aku sempat memberontak. Aku yakin kalau aku sempat membuat orang itu terluka di bagian lehernya dengan gelang ku" ucap Disa lagi yang terus menangis di pelukan Syifa.


Fia kembali terkejut saat mendengar kelanjutan cerita dari Disa. Kemudian dia mengambil ponselnya dan membuat semua orang kebingungan dengan tingkah Fia. Fia mengambil ponselnya dan mengirim pesan ke seseorang, lalu dia membuka galeri dan melihat foto mereka saat di pantai di beberapa bulan lalu.


Rifi bingung melihat tingkah Fia, dia melihat Fia membuka kalender di ponselnya sampai notifikasi chat masuk di ponsel Fia. Setelah melihat kalender Fia membuka chat tersebut dan dia memastikan sesuatu, namun seketika Fia gemetar hingga ponselnya terjatuh membuat semua orang terkejut.


"Fia" ucap Syifa dan Kia.


"Lo kenapa? " tanya Rifi yang memegang Fia dari belakang.


"Gak.. a.. aku gak apa-apa" ucap Fia yang jelas saja berbohong.

__ADS_1


"Eummm Sa mending kamu istirahat deh, kamu pasti lelah banget hari ini" ucap Fia yang menghampiri Disa dan menghapus air mata Disa.


"Kamu percaya ya, kami janji pasti bakal selalu menjaga kamu" ucap Fia lagi dengan matanya yang berkaca-kaca.


"Makasih ya Fi, kalian semua masih peduli sama orang jahat seperti aku" ucap Disa dengan raut malu.


"Engga, kamu bukan orang jahat. Disa yang jadi sahabat kami dari dulu adalah orang yang baik dan penyayang, dulu dia sempat berubah hanya karena terpengaruh oleh sesuatu dan sekarang dia telah kembali menjadi Disa yang baik dan penyayang seperti dulu dan tak akan ada yang bisa mempengaruhinya lagi"ucap Fia yang merapikan rambut Disa yang berantakan.


"Disa janji ya sama kami, kamu gak akan pernah melakukan hal apapun yang buruk hanya untuk mengakhiri masalah kamu. Kamu harus berjanji untuk bertahan dengan kuat" ucap Fia yang sudah mengeluarkan air matanya dan menggenggam kedua tangan Disa dengan kuat.


"Disaat semua orang termasuk ibu kandung ku tak lagi percaya pada ku? " tanya Disa.


"Aku gak akan tau, apakah aku akan bisa Fi" ucap Disa yang juga mengeluarkan air matanya.


"Bahkan wartawan menyalahkan aku setelah mengetahui kejadian sebenarnya dari aku sendiri" ucap Disa lagi.


"Aku percaya sama kamu sekarang, Hilya, Syifa, Kia, kita semua percaya sama kamu. Aku berjanji bakal menjambak siapapun yang menghina dan menyalahkan mu" ucap Fia yang meyakinkan Disa.


"Kamu tau sahabat kamu ini kan, aku memang tak pandai dalam bertengkar tapi aku pandai dalam menjambak rambut orang. Dengarkan aku, sekarang kamu akan tinggal bersama tante Lola, Ayah Dion, Hilya dan Syifa, kami semua juga akan sering datang mengunjungi mu. Kamu hanya perlu bertahan dan kemudian tersenyum atas kebenaran yang akan kita ungkapan, dunia harus tau betapa hebatnya gadis ini, betapa beraninya gadis ini, dia bisa melawati masa gelapnya sampai dia bisa menemukan kembali masa terangnya "ucap Fia yang terus menyemangati Disa dan membuat semua orang yang ada di sana terharu.


Mendengar hal tersebut Disa langsung memeluk Fia, dia benar-benar mendapatkan semangat hidupnya kembali setelah mendengar ucapan dari sahabatnya.


"Disa, nak kamu tidak sendiri ingat itu, bunda ada sayang buat kamu" ucap bunda Lola yang menghampiri Disa dan mengusap rambut Disa.


"Sini Disa sama saya aja" ucap mama Sarah


"Iya biar saya juga bantuin jagain Disa ya" ucap mommy Maira


"Ini sudah malam, sebaiknya Disa pulang aja" ucap ayah Dion


"Benar kata Dion" sahut papa Dika.


"Bunda, Bik Murni sebaiknya kalian pulang duluan, nanti ayah, Syifa dan Hilya akan nyusul" ucap ayah Dion.


"Baik tuan" sahut bik Murni.


"Ayo nyonya, neng, di luar ada mang Firman" ucap bik Murni.


"Kami akan ikut ke rumah Lola" ucap mama Sarah.


"Iya kami juga ingin membantu Lola untuk menjaga Disa" ucap mommy Maira yang membuat Disa terharu mendengarnya.

__ADS_1


"Baiklah" sahut papa Dika.


Bunda Lola membawa Disa untuk pulang dan di ikuti oleh mama Sarah, mommy Maira dan bik Murni. Saat melihat Disa sudah dibawa oleh bunda Lola, lutut Fia menjadi lemas saat membayangkan fakta yang ia lihat tadi, seketika Fia jatuh terduduk di lantai.


Brukkkk, lutut Fia lemah dan terduduk di lantai sehingga air matanya tak bisa lagi ia tahan.


"Fia kamu kenapa? " tanya Syifa yang khawatir.


"Fi ada apa? " tanya Kia yang juga khawatir.


Melihat Fia yang seperti orang yang sedang syok mama Rena meminta Syifa dan Kia merapat tubuh Fia untuk duduk di kursi di depan ruangan Zidan.


"Syifa, Kia, bawa Fia duduk di sini nak, jangan biarkan dia duduk di lantai begitu" ucap mama Rena ramah.


"Baik tan"sahut Kia.


"Biar gue aja" sahut Rifi yang membantu Fia berdiri.


Rifi memapah Fia dan duduk di kursi, Fia masih enggan berbicara apapun sehingga membuat semua orang menjadi penasaran dengan sikap Fia.


"Lo kenapa? " tanya Rifi yang duduk di samping Fia.


Bukannya menjawab Fia malah mengeluarkan air matanya sehingga membuat semua orang benar-benar kebingungan.


"Apa yang kamu ketahui, sehingga membuat mu syok berat seperti ini? " tanya papa Niko.


"Fi.....


...****************...


...****************...


...****************...


Hai guys dukung terus author ya


jangan lupa follow, like,comment, dan tambahkan ke daftar favorit kalian, supaya kalian mendapatkan notifikasi saat author update.


maaf jika ada kata-kata yang typo


byebye....

__ADS_1


...****************...


...****************...


__ADS_2