CINTA UNTUK HILYA

CINTA UNTUK HILYA
FIA


__ADS_3

"Disa, kamu sabar ya" ucap mama Maira yang memeluk Disa.


"Kenapa Abian begitu jahat" ucap Disa.


"Sialan, gue bakal habisin tu bocah" ucap Zidan yang emosi.


"Biar polisi yang urus" ucap Alan yang menangkap Zidan.


"Dia benar kak, biarkan polisi yang menghukum dia" ucap Hilya.


"Fia, ada yang mau kamu jelasin ke kita? " tanya Kia dengan matanya yang berkaca-kaca.


"Aku jelasin nanti ya, kita tunggu update kasus ini dulu" ucap Fia.


"Bisa jelaskan sekarang? " tanya Riri dengan tatapan tajam.


"Ka... " ucap Fia yang langsung di sela oleh Rifi.


"Sekarang" ucap Rifi.


"Nan... " ucap Fia yang terhenti karena ponselnya berbunyi.


Drrtttttt... suara ponsel Fia berbunyi, nama Haris yang menelpon Fia.


("Halo Fi, lo di mana sih. Kemarin jadwal kontrol lo"ucap Haris dengan cepat diseberang sana).


"Aku kemaren dalam masalah cuma ini udah kelar kok" ucap Fia.


("Fi, lo bisa gak fokus ke penyakit lo juga, dokter Sena nanyain kamu terus untuk kontrol"ucap Haris).


("Hari ini lo kontrol, gue dan papa nunggu di rumah sakit, jangan bikin ibu kamu kecewa, gimana kalau ibu kamu di bandung tau kalau kamu gak kontrol "ucap Haris yang kesal.).


" Besok ya, hari ini aku.... "ucap Fia yang langsung terhenti saat ponselnya di tarik oleh Rifi.


" Hari ini dia bakal datang, gue bakal bawa di sekarang juga"ucap Rifi yang memang bisa mendengar percakapan Fia dan Haris tadi.


Rifi langsung mematikan panggilannya dan menarik tangan Fia.


"Kita ke rumah sakit sekarang" ucap Rifi sambil menarik tangan Fia.


"Kak lepasin" ucap Fia yang menarik tangannya.


"Kita selesaikan kasus Disa dulu, baru nanti..." ucap Fia yang langsung disela oleh Rifi.


"Baru nanti apa?, nanti kalau penyakit lo semakin parah?"tanya Rifi yang marah.


"Lo mau bikin gue kehilangan cewek yang gue suka? "tanya Rifi lagi yang membuat Fia menatap kearah Rifi.


"Fia, aku mohon sebaik kamu ke rumah sakit ya"ucap Hilya.


"Tapi kasus ini? " tanya Fia yang merasa sedih.


"Makasih ya kamu udah minta sepupu kamu untuk cari bukti kalau aku tidak bersalah, tapi aku mohon kamu ke rumah sakit ya Fi, aku udah kehilangan masa depan aku dan aku tidak mau kehilangan sahabat baik aku" ucap Disa.


"Fia, kita gak mau kehilangan kamu" ucap Syifa.


"Nak, pergilah ke rumah sakit, percayakan kasus ini pada kami" ucap bunda Lola.


"Benar kata Lola, kamu harus sembuh untuk kami semua" ucap mama Maira yang membuat Fia terdiam.


"Kita ke rumah sakit sekarang ya" ucap Rifi lembut.


Mendapatkan bujukan dari semua orang, fia pun luluh.


"Baiklah" ucap Fia.


"Kita pergi sekarang" sahut Rifi.

__ADS_1


"Kami pergi dulu ya" ucap Rifi yang berpamitan.


"Aku bakal ikut Fia dan Rifi" ucap Hilya.


"Syif, kamu di sini jagain Disa. Kabarin aku kalau ada masalah lagi" ucap Hilya.


"Oke Hil, kabarin kami juga tentang kondisi Fia nanti" ucap Syifa.


"Biar gue yang nyetir" ucap Zidan.


Hilya, Zidan, dan Rifi pun menemani Fia ke rumah sakit.


"Fi, sejak kapan kamu sakit?" tanya Hilya di mobil.


"Aku taunya pas mau lulus sekolah, itu sebabnya aku kuliah di sini untuk menjalani pengobatan juga" ucap Fia.


"Kenapa kamu sembunyiin ini semua dari kami?" tanya Hilya lagi.


"Aku gak mau Kia khawatir, apalagi setelah bertemu kamu dan Syifa, kita menjadi seperti dulu lagi dan hal itu membuat aku susah untuk mengatakan semuanya" ucap Fia.


"Aku hanya mau di sisa hidup aku, kita bisa bareng-bareng lagi kayak dulu waktu di sekolah sebelum ada Abian" ucap Fia yang mengeluarkan air matanya.


"Kamu gak boleh ngomong gitu, aku yakin kamu bakal sembuh, aku yakin itu" ucap Hilya.


"Ya, semoga ada keajaiban" sahut Fia.


Tak lama kemudian mereka pun sampai ke rumah sakit. Fia turun dari mobil dengan perasaan gugup, Rifi yang mengetahui hal tersebut langsung menggenggam tangan Fia.


"Ayo masuk" ucap Rifi dan mendapat anggukan Fian.


Merekapun langsung masuk ke rumah sakit.


"Fia, nak kamu kemana saja?"tanya omnya Fia yang merupakan papanya Haris sekaligus dosen di universitas Lentera Bangsa.


"Kenapa kemaren kamu gak ketemu sama dokter Sena? " tanya omnya Fia lagi.


"Fia... " ucap Fia yang langsung disela oleh Rifi.


"Eh Rifi, Zidan, kenapa kalian di sini? " tanya omnya Fia yang dikenal sebagai pak Arga.


"Kami mau temani Fia pak" ucap Zidan.


"Oh terimakasih nak" ucap pak Arga.


"Fia tunggu di sini, om baka ketemu sama dokter Sena dulu" ucap om Arga.


"Baik om" sahut Fia.


"Fia, kamu kemana aja? " tanya Haris


"Bughhhh" fia memukul lengan Haris.


"Ngapain pakai bilang penyakit aku di audio itu" ucapan Fia yang kesal.


"Oh kalian udah tau setelah lihat itu? " tanya Haris.


"Iya" sahut Hilya


"Fi, lo gak bisa terlalu lelah lagi, lo gak kasian sama ibu yang pengen lo sembuh? " tanya Haris.


"Kemungkinannya kecil" ucap Fia yang sedih.


"Fia, kamu harus semangat, walaupun kecil yang penting kita punya harapan" ucap Hilya.


"Kami gak mau kehilangan kamu" ucap Hilya yang mengeluarkan air matanya.


"Oh ya jawab dulu pertanyaan gue, kemaren kemana aja lo gue telpon gak bisa" ucap Haris.

__ADS_1


Fia pun menceritakan semua kejadian yang dia alam bersama Rifi, mengetahui hal tersebut Haris merasa emosi.


"Kasih sama gue alamat tuh cowok" ucap Haris.


"Mau ngapain? " tanya Fia.


"Mau gue kasih pelajaran tu anak, biar pinter" ucap Haris.


"Polisi bakal nangkap dia kok" ucap Fia.


"Semoga deh, kalau gue masih lihat dia berkeliaran di luar penjara, bakal gue habisi tu anak" ucap Haris.


"Fia, cepat masuk sana" ucap pak Arga.


"Iya om" sahut Fia.


"Hilya, temani aku yok" ajak Fia.


"Ayo" sahut Hilya.


Fia dan Hilya pun masuk ke ruangan dokter Sena, sedangkan pak Arga, Zidan, Haris, dan Rifi menunggu di luar. Terlihat jelas wajah Rifi yang khawatir.


"Haris, papa titip Fia dulu, papa harus ke kampus" ucap pak Arga.


"Baik pa" ucap Haris.


"Zidan, Rifi, saya titip keponakan saya" ucap Pak Arga pada Zidan dan Rifi.


"Biak pak" sahut Rifi dan Zidan.


"Udah duduk dulu di sini" ucap Haris sambil duduk di kursi tunggu.


"Kenapa pas ketemu kemarin lo gak bilang sama gue tentang penyakit yang dialami Fia?"tanya Rifi.


"Gue, papa gue, dan ibunya Fia tau Fia sakit pas dia pingsan saat masih SMA" ucap Haris.


"Kami semua syok mendengar kabar dari dokter tentang penyakit yang dialami Fia" ucap Haris.


"Dan kalian tau, dia udah menyembunyikan penyakit itu selama dia duduk bangku SMA kelas 11" ucap Haris.


"Tapi dia bilang, dia tau pas mau lulus sekolah" ucap Zidan.


"Fia emang gitu, dia gak mau membebankan hidup orang" ucap Haris.


"Lo suka sama Fia? " tanya Haris pada Rifi.


"Jagain dia ya, jangan buat dia kelelahan" ucap Haris.


"Eum" sahut Rifi.


"Lo tenang aja ya, Fia bakal sembuh gue yakin" ucap Zidan yang menepuk bahu Rifi.


"Gue bakal minta mama dan papa untuk cari pengobatan terbaik untuk Fia" sahut Rifi.


...****************...


...****************...


...****************...


Hai guys dukung terus author ya


jangan lupa follow, like,comment, dan tambahkan ke daftar favorit kalian, supaya kalian mendapatkan notifikasi saat author update.


maaf jika ada kata-kata yang typo


byebye....

__ADS_1


...****************...


...****************...


__ADS_2