CINTA UNTUK HILYA

CINTA UNTUK HILYA
MASALAH BARU


__ADS_3

"Ayo sayang" ucap Zidan.


"Aku jalan bentar ya" ucap Hilya sama Syifa, Fia dan Kia.


"Iya hati-hati ya" ucap Syifa Fia dan Kia sambil tersenyum.


Zidan menggenggam tangan Hilya dan berjalan menuju ke luar rumah sakit. Dillon langsung mengambil motor Rifi.


"Sini aku pakein helm nya" ucap Zidan yang memakaikan helm ke kepala Hilya.


"Aku bisa sendiri kakak" ucap Hilya yang melirik ke kanan dan ke kiri.


"Sayang bukan kakak" ucap Zidan yang gemes ke Hilya.


"Iya sayang" ucap Hilya.




"Sudah selesai, ayo" ucap Zidan yang memegang kepala Hilya yang sudah memakai helm.


"Ayo" sahut Hilya yang tersenyum.


"Emang kita mau kemana? " tanya Hilya sambil naik ke motor.


"Aku laper belum makan siang" ucap Zidan yang menyalakan motornya.


"Pegangan sayang" ucap Zidan yang membuat Hilya langsung memeluknya.


Zidan membawa motor tidak terlalu kencang- karena dia gak mau Hilya ketakutan. Hanya sepuluh menit mereka sampai di rumah makan padang.


Zidan langsung mengajak Hilya untuk masuk ke dalam rumah makan tersebut.


"Sayang kamu duduk di sana dulu, aku mau pesan" ucap Zidan yang langsung diangukin oleh Hilya.


Hilya pergi ke meja yang ditunjuk oleh Zidan, sedangkan Zidan pergi memesan makanan. Setelah memesan makan Zidan langsung menghampiri Hilya.


"Lama? " tanya Zidan.


"Gak kok" ucap Hilya yang tersenyum.


"Kenapa makan di sini? " tanya Hilya.


"Di sini nasi pandangnya enak" sahut Zidan.


"Owhhh" sahut Hilya.


"Oh ya gimana? keadaan Nando? " tanya Hilya yang seketika membuat wajah Zidan berubah.


"Belum ada perubahan, tadi mama, papa, bunda dan ayah juga datang, cuma mereka harus ke kantor" ucap Zidan dengan wajah sedih.


"Mama dan papa juga udah hubungi dokter terbaik untuk nolongin Nando" ucap Zidan lagi.


"Kita berdoa saja ya, semoga Nando bisa sembuh dan bisa kembali seperti dulu lagi" ucap Hilya dan mendapatkan anggukkan dari Zidan.


"Aku masih gak habis pikir, kenapa Nando dikeroyok sampai segitunya dan siapa pelakunya, siapa yang udah ngeroyokin Nando" ucap Zidan yang penuh dengan pertanyaan.


"Semalam Fajar dan Rifi punya info apa? " tanya Hilya.


"Katanya Nando dikeroyok karena nolongin satu cewek, cuma mereka gak lihat jelas wajah cewek itu karena tertutup dengan rambut" ucap Zidan.


"Cewek?, siapa cewek itu? " tanya Hilya yang kebingungan.


"Aku sendiri juga belum tau" ucap Zidan yang sedih.


"Udah jangan sedih, aku yakin pasti kita bakal nemuin pelakunya" ucap Hilya.

__ADS_1


"Tapi kak udah laporin ke polisi masalah ini? " tanya Hilya lagi.


"Mama dan papa udah, mereka juga udah bawa saksinya" ucap Zidan.


"Syukurlah" ucap Hilya.


Disaat keduanya sedang berbicara, makanan yang Zidan pesan pun datang.


"Kenapa pesan banyak banget? " tanya Hilya yang melihat makanan di atas meja mereka.


"Kan buat kamu lagi" sahut Zidan.


"Sayang aku udah makan tadi di kampus" ucap Hilya.


"Ya udah makan lagi" sahut Zidan sambil tersenyum.


Merekapun makan siang bersama setelah makan Zidan langsung membayar makanan tersebut dan mereka langsung kembali ke rumah sakit.


Waktu terus berjalan, Hilya dan Syifa selalu menjenguk Nando di rumah sakit, bahkan Dia, Kia dan Disa juga ikut menjenguk Nando. Keadaan Nando belum ada perubahan sama sekali. Sudah dua minggu lebih, polisi juga belum memberikan kabar terhadap kasus Nando, hal tersebut membuat Zidan emosi karena Nando juga masib belum sadar dan juga masih kritis.


Malam itu Zidan dan Hilya duduk di taman rumah sakit, Hilya tau betul bahwa sang pacar sekaligus calon suaminya sedang marah dan juga sedih.


"Sayang" ucap Hilya yang memegang tangan Zidan.


"Aku bakal selidiki masalah ini sendiri" ucap Zidan dengan tatapan tajam.


"Udah cukup kemarin-kemarin aku dengerin saran polisi untuk tidak terlalu mencolok dalam menyelidiki kasus ini, tapai hasilnya tidak ada sama sekali" ucap Zidan yang menahan marah.


Hilya terus menenangkan Zidan, saat Hilya pulang pun ia menitipkan Zidan pada Alan. Hilya tau betul Zidan kalau sudah marah sulit di kendalikan.


Keesokan harinya Hilya dan Syifa mulai siap-siap untuk ke kampus.


"Hilya ayo" ucap Syifa di luar kamar Hilya.


"Iya ayo" sahut Hilya yang keluar dari kamar.


"Iya bun" sahut Syifa.


"Nanti pulang kampus kami langsung ke sana" sahut Hilya lagi sambil tersenyum.


"Ya udah sekarang sarapan" ucap bunda Lola yang tersenyum.


"Bunda bik murni mana? " tanya Hilya.


"Ada tuh di belakang" sahut bunda Lola dan Hilya hanya menganggukkan kepalanya.


"Gimana kuliah kalian? " tanya ayah Dion


"Aman kok yah"sahut Hilya dan Syifa.


"Baguslah, ayah mau kalian berdua tetap fokus pada kuliah kalian" ucap ayah Dion.


"Siap yah" sahut Hilya dan Syifa sambil tersenyum.


Setelah sarapan keduanya pun pamit untuk langsung berangkat di kampus.


"Aku hari ini kayak males banget kuliah" ucap Hilya di mobil.


"Kenapa? " tanya Syifa.


"Gak tau juga, kaya males aja gitu" ucap Hilya lagi.


"Kamu mau izin aja gak? " tanya Syifa.


"Gak deh" sahut Hilya.


Sesampainya di kampus Hilya dan Syifa kebingungan saat melihat banyak mahasiswa dan mahasiswi yang berlarian ke arah mading kampus.

__ADS_1


"Ada apa sih? " tanya Syifa yang kebingungan


"Gak tau" sahut Hilya yang juga ikut kebingungan.


"Kita lihat yok" ajak Syifa


"Yaudah ayok" sahut Hilya.


"Hilya, Syifa" teriak Fia dan Kia yang berlari kearah mereka.


"Ada apa kok di sana rame-rame? " tanya Hilya.


"Gak ada apa-apa, mending kita bolos aja yok" ucap Kia yang sudah melihat isi mading tersebut.


"Bolos?, gak ah" ucap Hilya.


"Udah sehari aja Hilya" paksa Fia.


"Kalian kenapa sih" ucap Hilya yang merasa aneh dengan kedua sahabatnya.


"Tau nih aneh banget" celetuk Syifa.


"Kita pengen bolos aja" ucap Kia.


"Gak ah aku mau lihat itu dulu" ucap Hilya yang ingin pergi namun ditahan oleh Fia dan Kia.


"Ehhh tunggu dulu, udah mending kita bolos aja hari ini" ucap Kia lagi.


"Aneh ih" ucap Hilya yang meninggalkan mereka dan pergi ke mading yang sudah rame dikerumuni oleh mahasiswa dan mahasiswi.


"Kalian berdua kenapa sih? " tanya Syifa yang kebingungan.


"Udah kejar Hilya dulu, jangan sampai dia lihat mading" ucap Kia pada Syifa.


"Kenapa? " tanya Syifa yang semakin kebingungan.


"Alahhh ayok cepetan" ucap Fia yang langsung menarik Syifa.


Hilya sedang masuk kedalam kerumunan mahasiswa dan mahasiswi tersebut, dia melihat kearah mading seketika tubuhnya gemetaran dan juga air matanya seketika jatuh membasahi pipinya.


Dia melihat foto Zidan dan Disa berada di satu keranjang yang sama yang sama-sama tertidur dalam keadaan telanjang dibawah selimut. Di samping foto itu dia juga melihat hasil kehamilan Disa yang masuk usia tiga minggu.


"Hilya" teriak Kia yang sudah melihat tubuh Hilya gemetaran dan juga menangis.


"Kita pergi dari sini" ucap Kia yang menarik Hilya dengan tatapan kosong.


Syifa yang melihat foto tersebut sangat syok, lalu dia sempat memotret foto dan hasil kehamilan tersebut. Kia membawa Hilya menjauh dari mading.


"Hilya" teriak Disa yang berlari kearahnya.


...****************...


...****************...


...****************...


Hai guys dukung terus author ya


jangan lupa follow, like,comment, dan tambahkan ke daftar favorit kalian, supaya kalian mendapatkan notifikasi saat author update.


maaf jika ada kata-kata yang typo


byebye....


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2