CINTA UNTUK HILYA

CINTA UNTUK HILYA
MENJODOHKAN


__ADS_3

"Syifa pun sangat yakin kalau itu semuanya hanay jebakan" ucap Ayah.


"Dimana Syifa dan yang lainnya? " tanya Zidan yang baru menyadari mereka tak ada.


"Mereka... " ucap bunda yang terhenti.


"Kami di sini" ucap Alan yang baru sampai.


"Dari mana kalian? " tanya Zidan


"Ketemu Disa" ucap Alan.


"Ketemu Disa? " tanya Zidan dan mendapatkan anggukan dari Alan, Fajar dan Rifi.


"Bawa gue, bawa gue buat ketemu sama cewek adalah itu sekarang juga, gue mau dia jelasin sama Hilya kalau semuanya hanay salah paham" ucap Zidan yang emosi mendengar nama Disa.


"Sabar dulu" ucap Alan


"Gimana gue bisa sabar, Hilya gak mau ketemu lagi sama gue" ucap Zidan yang marah.


"Terus lo mau ngapain ketemu Disa? " tanya Fajar


"Gue mau dia jelasin sama Hilya" ucap Zidan.


"Percuma kak, dia udah ngejelasin sama Hilya" ucap Syifa.


"Aghhh sialan, ini semua gara-gara cewek sialan itu" ucap Zidan yang marah.


"Dia korbannya" bentak Rifi yang membuat Zidan terdiam.


"Lo terus nyalahin dia, padahal dia korbannya juga, dia yang menjadi korban utama dalam masalah ini. Dia dilecehkan sampai dia hamil, dia di usir dari rumahnya, dia sendiri sekarang, hidup dia hancur, masa muda dia hilang" bentak Rifi yang sudah marah dengan wajahnya yang memerah.


"Lo ngapain belain dia hah" bentak Zidan yang memegang kerah baju Rifi.


"Bro udah lepasin Rifi" ucap Alan.


"Zidan udah, jangan buat keributan di sini" ucap mama Rena.


"Dia malah belain wanita yang udah buat hubungan gue dan Hilya hancur" ucap Zidan yang masih memegang kerah baju Rifi.


"Disaat gue lihat Disa sekarang gue keingat adik gue dulu Dan, dia masih kelas 9 dilecehkan sama bajingan yang gak bertanggung jawab, adik gue sampai milih bunuh diri karena gak sanggup membayangkan bahwa dia sudah dilecehkan" Ucap Rifi dengan mata yang berkaca.


"Walaupun adek gue mendapatkan banyak support dari keluarga gue, bahkan keluarga gue mencari pelakunya untuk menghukumnya, Tapi dia tetap gak sanggup untuk hidup lagi dia memilih untuk mengakhiri hidupnya" Ucap Rifi dengan air mata sudah mengumpul di matanya.


"Sedangkan Disa, dia sendiri sekarang, dia di jauhi semua orang, gan ada orang disamping dia yang merangkul dia untuk terus semangat hidup. Lo bisa bayangin berada di posisi dia sekarang hah" ucap Rifi yang membuat Zidan terdiam dan melepas kerah baju Rifi.


"Adik gue, adik gue dulu di penuhi dengan support dan kasih sayang dari keluarga tapi dia tetap memilih bunuh diri karena tidak sanggup dengan kenyataan bahwa dia sudah dilecehkan. Lalu lu bisa bayangin kehidupan Disa sekarang, seharusnya kita cari pelakunya, kita hukum pelakunya, bukan malah nyalahin si korban utamanya "ucap Rifi yang akhirnya air matanya lolos dari mata.


"Kita ke tempat lo di jebak, kita cari tau ke sana" ucap Alan.


"Tapi Hilya udah benci sama gue" ucap Zidan yang terduduk di kursi tunggu.


"Zidan benar kata nak Alan, sebaiknya kalian selidiki semuanya" ucap Bunda.


"Kalau begitu Bunda pulang dulu ya" ucap Bunda lagi.


"Ren, jangan terlalu ditekan Zidan nya, biar mereka menyelidiki semuanya dulu" ucap Bunda.


"Terimakasih ya La" ucap mama Rena dan dianggukin oleh Bunda.

__ADS_1


Bunda, Ayah, dan Syifa pun pulang ke rumah.


Malam pun tiba Bunda, Ayah, Syifa dan juga Hilya sedang berada di meja makan. Syifa terus menatap Hilya yang hanya makan makanannya, sampai akhirnya Syifa angkat bicara.


"Hil, aku mau ngomong bentar boleh? " tanya Syifa.


"Kalau kamu mau bahas masalah kak Zidan dan Disa maaf aku gak bisa" ucap Hilya.


"Hilya... " ucap Bunda


"Maaf bun, Hilya udah terlanjur benci dan kecewa sama mereka" ucap Hilya.


"Hil, boleh gak sih kamu dengerin aku dulu" ucap Syifa yang kesal.


"Dengerin apa lagi sih Syif semuanya udah jelas" ucap Hilya.


"Semua ini belum jelas" ucap Syifa.


"Syifa, Hilya sudah" ucap Ayah.


"Bunda, Ayah, Hilya izin keluar sebentar" ucap Hilya yang lansung meninggalkan meja makan.


"Hilya" teriak Bunda.


"Maafin Syifa bun" ucap Syifa yang menundukkan kepalanya.


"Tidak sayang ini bukan salah kamu" ucap Bunda.


Hilya pergi keluar karena tadi siang ayah kandungnya menelpon Hilya untuk mengobrol sebentar. Walaupun sebenarnya Hilya gak mau, karena paksa dari ayah kandungnya, Hilya terpaksa mau.


Hilya pun sampai ke tempat perjanjian dia dengan ayah kandungnya.



"Kamu mau pesan apa? " tanya Irwanto pada putrinya yang duduk di depannya.


"Aku sudah makan dengan ayah dan bunda ku" ucap Hilya cuek.


"Ada apa menyuruh ku ke sini? " tanya Hilya.


"Oke ayah mau ke intinya saja" ucap Irwanto pada Hilya.


"Ayah mau menjodohkan kamu dengan anak rekan bisnis ayah" ucap Irwanto yang membuat Hilya terkejut.


"Aku tidak mau" ucap Hilya cepat.


"Hilya kali ini tolong berbaktilah pada ayah, ini untuk kelancaran bisnis ayah" ucap Irwanto tanpa memikirkan perasaan Hilya.


"Jangan menjual saya untuk bisnis anda" ucap Hilya yang marah pada ayahnya.


"Kamu tidak mau berbakti pada ayah mu, pokoknya kamu harus mau menikah dengan anak rekan bisnis ayah" ucap Irwanto yang memarahi Hilya.


"Nah itu orangnya sudah datang" ucap Irwanto yang menunjukkan kearah seorang laki-laki.


"Hai Hilya" ucap laki-laki itu sambil tersenyum penuh kemenangan.


"Kamu"ucap Hilya yang kenal betul dengan laki-laki tersebut.


"Kamu dan Abian satu kampus dan satu jurusan juga jadi kalian pasti sudah saling kenal" ucap Irwanto.

__ADS_1


"Gak, aku gak mau" ucap Hilya cepat.


"Aku gak mau dijodohkan dengan cowok kayak dia" ucap Hilya lagi.


"Hil, gak baik tau ngelawan ayah kandung kamu sendiri" ucap Abian yang merasa menang dari Hilya.


"Masa iya kamu lebih baik sama orang tua angkat kamu sih dari pada sama ayah kamu sendiri, gak baik loh gitu" ucap Abian lagi.


"Kamu gak tau apa-apa mendingan diam" ucap Hilya yang marah.


"Aku udah punya pacar, dan aku sangat mencintai pacar aku" ucap Hilya.


"Zidan?, dia udah hamilin teman kamu sendiri kan, Abian udah cerita semuanya sama ayah" ucap Irwanto.


"Anda gak tau apa-apa tentang masalah ini, jadi anda tidak perlu bicara. Dan aku gak mau di jodohkan dengan orang seperti dia" ucap Hilya yang berdiri kemudian pergi.


"Hilya" panggil Abian.


"Om gimana nih? " tanya Abian.


"Kamu tenang aja, Hilya bakal tetap jadi milik kamu" ucap Irwanto yang meyakinkan Abian.


Mendengar hal tersebut Abian tersenyum penuh kemenangan. Sedangkan Hilya langsung memanggil taksi dan pulang ke rumahnya sambil menahan sakit hati dan menahan tangis.


Sesampainya di rumah, Hilya melihat ayah, bunda dan Syifa menunggunya di depan rumah.


"Hilya kamu dari mana aja, bunda cemas nungguin kamu" ucap Bunda yang langsung memeluk Hilya.


"Hilya minta maaf karena tadi pergi dan tidak sopan sama ayah dan bunda" ucap Hilya.


"Gak apa-apa sayang, tadi kamu dari mana? " tanya ayah yang mengusap kepala Hilya.


"Bunda dan Syifa khawatir sama kamu" sambung ayah lagi.


"Tadi siang ayah Irwan nelpon Hilya dan minta ketemu, awalnya Hilya gak mau, tapi ayah Irwan memaksa hingga akhirnya Hilya mau" ucap Hilya yang air matanya mengalir dipipi Hilya.


"Lalu dia apain kamu?, dia memarahi kamu?, dia membentak kamu lagi? " tanya ayah.


"Menjodohkan aku dengan anak rekan bisnisnya yaitu Abian, dan ayah Irwanto bilang ini demi bisnisnya" ucap Hilya dengan tatapan kosong dan air matanya terus mengalir.


"Apa???


...****************...


...****************...


...****************...


Hai guys dukung terus author ya


jangan lupa follow, like,comment, dan tambahkan ke daftar favorit kalian, supaya kalian mendapatkan notifikasi saat author update.


maaf jika ada kata-kata yang typo


byebye....


...****************...


...****************...

__ADS_1


...****************...


__ADS_2