
Hilya langsung mengambil ponselnya dan menelpon Zidan, dan beberapa kali dia menelpon Zidan namun nomor Zidan tidak dapat di hubungi.
"Cowok itu sama aja tau gak" ucap Hilya yang kesel dan marah.
"Hil" ucap Syifa.
"Udahlah aku capek, mau dia pergi sama Tamara kemanapun bukan urusan aku lagi" ucap Hilya yang pergi masuk ke kamarnya.
"Aduh gimana ni? " tanya Syifa
"Coba telpon kak Alan" ucap Disa.
"Oke aku coba ya" ucap Syifa yang menelpon Alan.
"Halo kak" ucap Syifa saat Alan menerima panggilan dari Syifa.
("Ya Syif, ada apa? "tanya Alan).
"Kakak lagi sama kak Zidan gak? "tanya Syifa.
("Ada nih, Zidan sama kita" ucap Alan yang kebingungan).
"Serius?, gak bohong kan? " tanya Syifa.
("Gak lah, ngapain gue bohong "ucap Alan).
("Lagian, ngapain lo nanya Zidan? " tanya Alan yang sedikit jeles. )
"Mode video sekarang, aku mau buktiin kak Zidan beneran sama kakak atau engga" ucap Syifa lagi.
("Aelah ngapain sih, lagian Zidan tuh cowoknya Hilya, bahkan calonnya Hilya, ngapain lo nanya-nanya dia"ucap Alan yang cemburu dan membuat Zidan, Rifi, Fajar dan Haris yang berada satu mobil menahan tawa melihat Alan yang jeles).
"Aku tau" ucap Syifa.
("Lah udah tau ngapain nelpon gue nanya Zidan "ucap Alan yang semakin kesal).
"Ih bukan gitu kakak" ucap Syifa yang kesal.
"Tadi si Tamara nelpon Disa, dia minta nomor Hilya tapi gak di kasih sama Disa. Terus Hilya nanya buat apa, lalu si Tamara bilang sama Hilya kalau kak Zidan ngajak dia ke puncak" ucap Syifa uang menjelaskan pada Alan dan membuat Alan terkejut.
("Apa"ucap akan yang terkejut dan membuat Zidan, Rifi, Fajar dan Haris kebingungan).
("Kamu serius?, terus sekarang gimana? " tanya Alan).
"Hilya marah, sekarang malah masuk ke kamar, makanya aku mau pastiin kak Zidan benar-benar di situ atau engga" ucap Syifa lagi.
("Oke sekarang kita mode video"ucap Alan yang mengubah panggil biasa menjadi panggilan video.
("Nih Zidan "ucap Alan yang memberikan ponselnya pada Zidan).
(" Apaan sih? "tanya Zidan yang kebingungan).
" Kak Zidan beneran ngajak Tamara ke puncak? "tanya Syifa yang membuat Zidan terkejut.
(" H-hah siapa bilang? "tanya Zidan yang berpura-pura gak tau apa-apa).
" Tamara yang bilang langsung ke Hilya kak"ucap Syifa.
("Sekarang dia mana?, kasih ponselnya ke dia bentar"ucap Zidan).
"Oke aku coba, bentar ya" ucap Syifa yang pergi menuju ke kamar Hilya.
"Tok... tok.... Hilya... " teriak Syifa yang mengetuk pintu kamar Hilya.
"Hilya.. keluar dulu" ucap Disa.
("Gila Hilya benar-benar marah nih"ucap Fajar).
("Bisa diam gak sih lo"ucap Zidan yang kesal).
"Hilya... " teriak Syifa dan Disa lagi
__ADS_1
"Kleeekkkk" Hilya membuka pintu kamarnya dengan mata sembab.
"Ada apa sih berisik banget? " tanya Hilya yang menghapus air matanya.
"Hilya, kamu nangis? " tanya Syifa.
"Gak" sahut Hilya.
"Mata kamu sembab gitu" ucap Disa.
"Engga" sahut Hilya lagi.
("Kasih ponselnya sama Hilya "teriak Zidan yang membuat Hilya terkejut).
"Nih kak Zidan "ucap Syifa yang memperlihatkan Zidan melalui ponselnya.
(" Sayang "ucap Zidan).
" Gak penting banget sih, ngapain gangguin orang yang mau ke PUNCAK "ucap Hilya dengan nada kesal
(" Eh aku gak ke puncak sayang"ucap Zidan yang terpaksa bohong).
("Lihat aku lagi sama mereka, ada Haris juga"ucap Zidan yang menunjukkan teman-temannya).
("Gak usah dengerin kata Tamara, kamu gak ingat dia ingin kita pisah"ucap Zidan yang membuat Hilya terdiam).
"Terus kenapa ponselnya gak aktif?, pasti biar aku gak ganggu kan" ucap Hilya yang kesal.
("Engga sayang, ponselnya aku lowbat, mau aku casa lupa bawa charger "ucap Zidan yang harus berbohong lagi).
"Emang itu mau kemana? " tanya Hilya.
("Gue pinjam mereka buat nyari motor bagus buat gue, mereka kan udah paham masalah itu"ucap Haris yang harus ikut berbohong).
("Kamu percayakan sekarang? "tanya Zidan).
" Gak bohongkan? "tanya Hilya lagi.
(" Kamu jangan pernah percaya sama Tamara, dia pasti akan selalu berusaha buat hubungan kita hancur. Percaya sama aku, aku hanya mencintai kamu, gak mungkin aku dekat dengan dia apalagi sampai ngajak dia ke puncak "ucap Zidan).
" Eumm"sahut Hilya
("Sayang kalau aku udah urusan aku udah selesai, nanti aku ke rumah kamu oke"ucap Zidan lagi).
"Nah udah kan, jangan main asal percaya sama mak Lampir" ucap Syifa pada Hilya.
"Udah cepat siap-siap, katanya mau ke kost Fia dan Kia" ucap Syifa.
"Aku udah siap" ucap Hilya.
"Oh ya udah dulu ya, soalnya kami juga mau pergi.
(" Oke, bye Syif"ucap Alan)
"Bye" sahut Syifa
"Yaudah yok kita pergi sekarang" ucap Disa.
"Bentar ambil tas dulu" ucap Hilya.
Di mobil Zidan mengusap dadanya karena merasa lega.
"Sumpah ya si Tamara benar-benar rusak tuh manusia" ucap Fajar.
"Untung aja Hilya percaya" sambung Haris.
"Udah cepat Jalan Har, biar semuanya cepat kelar" ucap Zidan yang membuat Haris langsung menambah kecepatan mobilnya.
Dilain sisi papa Dika dan ayah Dion berada di kantor polisi untuk bertemu dengan Abian setelah satu bulan lebih Abian di tahan.
"Sekarang kamu masih mau tutup mulut? " tanya papa Dika.
__ADS_1
"Sudah satu bukan lebih kamu mendekam di penjara, bahkan orang tua kamu tidak bisa berbuat apa-apa" ucap papa Dika lagi.
Abian hanya terdiam tak mau menjawab apapun.
"Kami bisa membebaskan kamu, asalkan kamu mau menjelaskan secara detail, alasan kamu melakukan ini semua" ucap ayah Dion.
"Apa kamu rela mendekam di penjara sendiri, sedangkan komplotan mu bebas di luar sana" ucap ayah Dion lagi.
"Saya begini karena Hilya, saya mencintai Hilya" ucap Abian.
"Lalu apa hubungan kamu dengan Tamara?, tanya ayah Dion yang membuat Abian terkejut.
" Tidak perlu terkejut seperti itu, kami sudah tau semuanya, sejauh apa hubungan kalian kami semua sudah tau"ucap papa Dika.
"Termasuk Hilya? " tanya Abian dengan cepat dan mendapatkan anggukan dari papa Dika dan ayah Dion.
"Aghhhh sial" teriak Abian.
"Gue ngelakuin ini semua buat dapetin Hilya tapi kenapa sekarang malah begini" ucap Abian yang marah.
"Kamu masih mau diam? " tanya papa Dika.
"Saya kasih tau sama kamu Abian, mau kamu ceritakan atau tidak tapi yang jelas kamu harus tau bahwa putri saya Hilya, tak akan pernah menjadi milik kamu" ucap ayah Dion.
"Dia bukan anak anda, ingat itu" ucap Abian.
"Sampai kapanpun Hilya adalah anak saya" ucap Ayah Dion.
"Sebaiknya kita pulang, biarkan dia dan pengacaranya mencari cara untuk dia keluar dari sini" ucap papa Dika.
"Sialan" teriak Abian.
"Jangan berisik" ucap polisi yang ada di sana.
"Bawa dia masuk ke tahanan" ucap polisi itu lagi.
"Ayok masuk" ucap polisi yang membawa Abian kembali masuk ke tahanan.
Satu jam lebih akhirnya Zidan dan lainnya sampai ke puncak, mereka sudah sampai di rumah yang di bilang oleh Haris.
"Oke sekarang kita setting kameranya dulu" ucap Zidan.
"Oke ayo" ucap Haris.
"Oh La, gue mau nanti lo yang interogasi Tamara" ucap Zidan.
"Lo takut Hilya cemburu? " tanya Alan.
"Eum,, gue gak mau ribut sama Hilya" ucap Zidan lagi.
"Oke aman" ucap Alan.
Tak lama setelah semuanya di setting, Tamara pun sampai ke tempat Zidan, karena memang mereka sudah mengirim lokasinya ke Tamara melalui ponsel Fajar.
"Zidan....
****************
****************
****************
Hai guys dukung terus author ya
jangan lupa follow, like,comment, dan tambahkan ke daftar favorit kalian, supaya kalian mendapatkan notifikasi saat author update.
maaf jika ada kata-kata yang typo
byebye....
****************
__ADS_1
****************