
"Yok mending kita pergi aja" ucap Alan yang menarik tangan Syifa
"Aku baru kali ini lihat kak Alan marah sampai segitu" ucap Kia
"Sama" ucap Fia
"Tutup tuh mulut, ilernya keluar" ucap Rifi pada Fia yang membuat Fia ngelap mulutnya.
"Gak ada" ucap Fia
"Lo bego, ngapain percaya " ucap Rifi
"Apaan sih gak jelas banget" ucap Fia yang pergi menyusul sahabatnya.
Mereka pun pergi menuju ke ruangan geng Orthtros, di sana ada Zidan dan Hilya yang sedang berdebat, namun perdebatan keduanya berhenti saat sahabat Hilya, sahabat Zidan beserta Nando masuk.
"Kenapa wajah lo? " tanya Zidan yang melihat lebam di wajah Nando
"Berantem sama cowok yang ngejar Hilya" ucap Fajar
"Kenapa Do?" tanya Zidan
"Gue gak suka aja dia nginjek harga diri Disa bang" ucap Nando
"Syifa, kamu kenapa?, kok kayak mau nangis gitu? " tanya Hilya yang melihat Syifa dengan matanya yang merah.
"Aku gak... " ucap Syifa yang di sela oleh Kia
"Abian ngehina Syifa tadi" ucap Kia
"Ngehina Syifa?, ngehina gimana? " tanya Hilya
"Udahlah biarin aja" ucap Syifa
"Di hina gimana? " tanya Hilya lagi
"Abian bilang Syifa cuma cewek miskin yang numpang hidup sama orang, terus dia juga bilang kak Alan belain dia kerena Syifa bayarin kak Alan dengan tubuhnya" ucap Fia
"Apa?, keterlaluan banget sih dia" ucap Hilya
"Udah hil, biarin aja" ucap Syifa.
"Gak bisa gitu dong, tuh orang benar-benar cari ribut tau gak, cowok tapi mulutnya kayak cewek" ucap Hilya.
__ADS_1
"Aku teh kudu kasih peringatan sama dia" ucap Hilya yang pergi.
"Eee Hilya kamu mau kemana" teriak Syifa yang melihat Hilya pergi.
"Tuh kan, harusnya gak usah kasih tau Hilya atuh" ucap Syifa
"Bro gue ikut" ucap Fajar yang melihat Zidan juga pergi.
"Aduh bakal ribut lagi ini" ucap Syifa
"Mending kita ikutin aja" ucap Alan
Hilya berjalan dengan tatapan tajam dan marah, dia menyusuri setiap lorong kampus untuk mencari Abian. Hilya pun menemukan Abian di ruang kelas mereka.
"Hai Hil" ucap Abian yang melihat Hilya masuk
"Maksud kamu teh apa ngomong Syifa cuma numpang hidup?, kamu juga nuduh dia ngasih tubuhnya buat kak Alan, maksud kamu apa ngomong gitu? " tanya Hilya yang marah
"Mereka ngadu sama kamu? " tanya Abian
"Hilya kamu sadar deh, mereka ingin membuat kita saling membenci" ucap Abian
"Kamu teh keterlaluan ya Abian, dulu teh aku kira kamu cowok baik tapi ternyata salah" ucap Hilya
"Berhenti menganggu kami semua, anggap aja kita gak pernah ketemu" ucap Hil
"Hilya, aku tuh cinta sama kamu, kamu sadar dong" ucap Abian
"Ngapain lo bilang cinta sama calon istri gue" ucap Zidan yang baru datang
"Hah, calon istri, gue tau lo itu kating di sini, tapi masalah kayak gini mending lo gak usah ikut campur" ucap Abian.
"Jelas ini masalah gue karena lo selalu gangguin Hilya" ucap Zidan dengan tatapan dingin.
"Gue kasih tau sama lo, jangan gangguin Hilya maupun sahabat-sahabatnya lagi" sambung Zidan.
"Sekarang lo minta maaf sama Syifa" ucap Zidan lagi
"Gak, ngapain gue harus minta maaf sama dia" ucap Abian
brughhhh Zidan menarik Zidan sampai dia berlutut di depan Syifa.
"Minta maaf" ucap Zidan yang berdiri di belakang Abian yang berlutut.
__ADS_1
"Lepasin" ucap Abian
"Minta maaf" bentak Zidan yang membuat semua mahasiswa yang ada di sana ketakutan.
"Gu... gue minta maaf" ucap Abian terpaksa
"Gue gak mau lagi lihat lo berulah, ngerti" ucap Zidan yang membiarkan Abian berdiri.
"Kita pulang" ucap Zidan yang merangkul Hilya
"Makanya jangan jahat" ucap Fia
"Jalan" ucap Rifi pada Fia
"Zidan mau kemana nih? " tanya Alan saat udah di parkiran
"Gak tau gue" sahut Zidan
"Pantai yuk" ajak Fajar
"Jam segini? " tanya Alan
"Aelah gak apa-apa kali, lagian juga cuacanya gini gak ada panas-panasnya" ucap Fajar.
"Ayok" ucap Zidan yang membukakan pintu mobil untuk Hilya.
"Masuk" ucap Zidan
"Kita ketemu di pantai....
...****************...
...****************...
Hai guys dukung terus author ya
jangan lupa follow, like,comment, dan tambahkan ke daftar favorit kalian, supaya kalian mendapatkan notifikasi saat author update.
maaf jika ada kata-kata yang typo
byebye....
...----------------...
__ADS_1
...----------------...
...----------------...