CINTA UNTUK HILYA

CINTA UNTUK HILYA
KHAWATIR


__ADS_3

Rifi membiarkan dokter Sena menutup pintunya.


"Kia" teriak Hilya yang berlari menuju kearah Kia.


"Rif, gimana Fia? " tanya Alan.


"Dokter sedang menangani dia" ucap Rifi yang panik.


"Rif lo tenang dulu" ucap Zidan.


"Gue gak bisa Dan, gue takut-gue takut Fia kenapa-kenapa" ucap Rifi yang mengeluarkan air matanya.


"Kita berdoa aja supaya Fia baik-baik saja" ucap Hilya.


Mereka semua menunggu Fia sambil berdoa. Zidan juga sudah memberitahukan pada pak Arga dan Haris tentang kondisi Fia dan mereka juga sedang menuju ke rumah sakit. Tak lama kemudian dokter pun keluar.


"Dok gimana kondisi Fia, dia baik-baik saja kan?" tanya Rifi yang panik.


"Rif Tenang dulu, biar dokter jelasin dulu" ucap Zidan.


"Dokter gimana kondisi Fia? " tanya Rifi lagi.


"Kondisinya sudah membaik, dia sepertinya lupa minum obat, sehingga membuat data tubuhnya lemah" ucap Dokter Sena


"Dia akan di pindahkan ke ruang rawat, nanti kalian bisa menjenguk Fia" ucap Dokter Sena yang membuat Rifi merasa lega.


"Harus rawat inap ya dok? " tanya Syifa.


"Kalau nanti sudah baik-naik saja, Fia boleh pulang kok" ucap dokter sena lagi.


"Baik dok, terimakasih dok" ucap Hilya.


"Oh ya tolong ingatkan Fia untuk minum obatnya dengan teratur, kalau tidak itu akan berbahaya bagiannya" ucap Dokter Sena.


"Oh ya dok, apa ada kemungkinan untuk Fia sembuh? " tanya Rifi


"Tentu saja ada, saya dan dokter Fandy sudah membicarakan ini, Fia aka melakukan beberapa pengobatan untuk membersihkan kanker dari darahnya" ucap dokter Sena.


"Terimakasih dok" ucap Rifi.


Fia di bawa menuju ke ruang rawat.


Di ruang rawat Rifi menunggu Fia sadar, begitu pun dengan yang lainnya.


"Fi, bangun yok, jangan lama-lama pingsan" ucap Rifi.


"Rif" ucap Zidan yang memegang bahu Rifi.


Gue baru pertama kali jatuh cinta, gue benar-benar jatuh cinta pada Fia, gue takut kehilangan dia hikss... "ucap Rif yang membuat semua orang ikut sedih.


"Kak Rifi benar cinta sama Fia? " tanya Kia dan mendapat anggukan dari Rifi.


"Bangun.. hiks... hiks... " ucap Rifi yang kemudian menundukkan kepalanya.


"Gue baru ini lihat emot batu nangis" ucap Fajar yang berbicara pelan pada Alan.


"Lo gak ngerti situasi ya?, ini lagi sedih-sedihnya goblok" ucap Alan.


"Iya gue tau, cuma kan gue aneh aja gitu" ucap Fajar.


"Lo gak ingat saat adik dia meninggal? " tanya Alan.


"Itukan keluarganya tolol, kalau ini beda" ucap Fajar lagi.


Tak lama kemudian tangan Fia bergerak.


"Fia" ucap Rifi.


"eunghhh" lenguhan Fia.


"Fia klau udah sadar" ucap Hilya yang senang.


"Aku dimana? " tanya Fia yang masih pusing.

__ADS_1


"Kamu di rumah sakit" ucap Hilya.


"Minum dulu" ucap Rifi yang memberikan segelas air untuk Fia.


Fia langsung meminum air yang di berikan oleh Rifi.


"Udah" ucap Fia yang membaringkan tubuhnya lagi.


"Sorry ya udah ngerepotin kalian" ucap Fia.


"Lo kenapa gak minum obat sih?, lo tau gak udah bikin mereka semua panik dan khawatir" ucap Rifi yang mengomeli Fia


"Tadi nangesss, giliran udah sadar di marahin" sindir Fajar.


"Apaan sih lo berisik bet" ucap Rifi pada Fajar.


"Tuh kan emot batu balik lagi" ucap Fajar.


"Berisik lo Jar" ucap Zidan.


"Teh dengerin" ucap Rifi.


"Kak Rifi juga, orang baru sadar jangan dimarahi" ucap Hilya.


"Ya ampun rejeki anak sholeh dibelain sama bu bos" ucap Fajar sambil nyengir.


"Udah.. kalian berisik tau" ucap Hilya lagi.


"Fi, gimana kondisi kamu? " tanya Hilya.


"Aku masih pusing" ucap Fia.


"Kamu kenapa gak minum obat? " tanya Disa.


"Aku lupa" ucap Fia.


"Ya udah besok jangan lupa lagi ya" ucap Disa dan mendapat anggukan dari Fia.


"Klekkk...Fia kamu gak apa-apa nak? " tahya pak Arga yang baru sampai.


"Kok lo bisa pingsan sih? " tanya Haris.


"Dia lupa minum obatnya" ucap Rifi.


"Ya ampun nak, kok bisa?" tanya Pak Arga.


"Tadi buru-buru ke kampus" ucap Fia.


"Ya ampun nak, besok-besok jangan lupa lagi ya" ucap Pak Arga.


"Iya om" ucap Fia.


"Oh ya terimakasih sudah membawa Fia ke sini, mungkin jika tidak ada kalian saya gak tau nasib keponakan saya ini" ucap Pak Arga.


"Iya Pak, itu udah gak kami juga untuk nolongin sahabat kami sendiri" ucap Hilya.


"Fia kamu mau pindahke rumah om aja? " tanya Pak Arga.


"Iya mending lo di rumah gue aja" ucap Haris.


"Gak usah om, Fia mau tinggal di kosan aja, apalagi Fia mau pindah satu kos sama Kia" ucap Fia.


"Kamu serius? " tanya Pak Arga.


"Serius om" ucap Fia.


"Om, ibu gimana om? " tanya Fia.


"Kamu jangan pikirkan masalah ibu mu dulu, kesehatan kamu harus yang utama kamu pikirkan" ucap pak Arga.


"Ya udah kamu istirahat dulu, om mau ketemu dokter dulu, sekalian mau bayar pengobatannya dulu" ucap Pak Arga.


"Makasih om" ucap Fia.

__ADS_1


"Gak perlu berterimakasih nak, ini kewajiban om" ucap Pak Arga dan kemudian pergi.


Pak Arga pun keluar dari raung rawat Fia untuk menemui dokter Sena, sedangkan Haris melihat kearah Hilya yang membuat Zidan kesal.


"Oh ya, lo Hilya kan? " tanya Haris pada Hilya dan mendapatkan tatapan tajam dari Zidan.


"Iya" sahut Hilya.


"Ceweknya Zidan ya? " tanya Haris lagi.


"Eumm I-iya" ucap Hilya lagi.


"Gue pinjam cowok lo bentar ya, Dan ikut gue bentar" ucap Haris.


"Untuk apa? " tanya Zidan singkat.


"Gue gak mungkin bicara di sini" Ucap Haris.


"Dan mau gue temani? " tanya Alan.


"Gue gak bakal bunuh ketua kalian, jadi gak perlu ditemani" ucap Haris yang kemudian keluar dari ruangan Fia.


"Kenapa bro? " tanya Fajar pada Zidan.


"Gue juga gak tau" ucap Zidan.


"Kak" ucap Hilya yang khawatir.


"Gak usah khawatir, aku bakal baik-baik aja kok" ucap Zidan sambil mengelus rambut panjang Hilya.


"Kaku kenal Haris? " tanya Hilya.


"Engga terlalu kenal sih" ucap Zidan.


"Ya udah aku ke sana dulu ya" ucap Zidan lagi.


"Kamu jaga Fia dulu ya" ucap Zidan dan mendapat anggukan dari Hilya.


"Kabarin kita kalau ada masalah" ucap Alan.


"Ada apa ya? " tanya Fajar.


"Kita tunggu Zidan aja dulu" ucap Alan.


"Gak biasanya Haris kaya gini" ucap Fia.


"Afal banget lo tentang Haris" ucap Rifi yang cemburu tanpa alasan.


"Wajarlah, kan sepupu" ucap Fia.


"Gus lah sepupu" ucap Rifi.


"Cemburu lo" ucap Fajar sambil nyengir.


"Diam lo" ucap Rifi yang membuat semuanya tersenyum.


Zidan menemui Haris di lobi rumah sakit yang sedikit jauh dari ruang Fia.


"Ada apa? " tanya Zidan


...****************...


...****************...


...****************...


Hai guys dukung terus author ya


jangan lupa follow, like,comment, dan tambahkan ke daftar favorit kalian, supaya kalian mendapatkan notifikasi saat author update.


maaf jika ada kata-kata yang typo


byebye....

__ADS_1


...****************...


...****************...


__ADS_2