
Zidan pun pergi ke lapangan dan mengumpulkan semua maba lagi.
"semuanya kembali kumpul di lapangan" teriak Zidan
semua maba pun berkumpul di lapangan.
"untuk hari ini kegiatannya kita selesaikan, kalian boleh pulang dan istirahat, untuk besok kita bakal ada tugas meminta tanda tangan seluruh kating yang ikut dalam bimbingan ospek, dan hari terakhir kita bakal mengadakan camping di salah satu tempat yang sudah di tentukan, jadi siapkan diri kalian terutama minta izin ke orang tua kalian" ucap Zidan yang membuat semua maba senang.
"untuk hari ini selesai dulu, silahkan bubar" ucap Zidan lagi.
semua maba pun bubar termasuk Hilya dan Syifa.
"Hilya, Syifa tunggu" ucap Kia
"ada apa Kia?" tanya Hilya
"jalan yok, ngumpul" ucap Fia
Hilya melihat kearah Disa dan Abian.
"sorry kita gak bisa" ucap Syifa cepat
"kenapa?" tanya Fia
"kita harus pulang cepat" ucap Hilya
"Hilya kamu kenapa sih?, masalah lama jangan di ungkit di sini lagi dong" ucap Disa tiba-tiba
"masalah lama apaan ya?" tanya Hilya
"gak usah pura-pura bego deh Hil, kamu masih suka kan sama Abian makanya kamu selalu menghindar dari kita" ucap Disa
"Disa apa-apaan sih" ucap Syifa
"tanya sama sahabat kamu, dia apa-apaan, masalah dulu sampai sekarang masih aja di bahas" ucap Disa yang membuat Hilya hanya menatap Disa.
"ngapain lihat aku gitu?, mau pindah kuliah lagi?, kayak dulu pindah sekolah?" tanya Disa dengan nada mengejek.
"jujur deh Hil, kamu masih suka kan sama Abian. makanya kamu ambil jurusan aja sama kayak Bian" ucap Disa lagi
"Disa apa-apaan sih, udah deh" ucap Fia
"tau nih, Hilya gak usah dengerin dia" ucap Kia
"lagian aku ngomongin fakta" sahut Disa lagi
"udah ngerocosnya?, dengar ya Disa aku gak punya perasaan apa-apa lagi sama Abian, dan aku ngambil jurusan ini karena aku sendiri yang suka, bukan ngikutin cowok kamu" ucap Hilya
"jadi gak usah nuduh deh, lagian aku udah punya cowok kok, kita emang LDRAN aja dulu tapi sekarang udah satu kampus kok" ucap Hilya yang membuat Syifa kebingungan, Fia, Kia, dan Disa terkejut, sedangkan Abian mendengar ucapan Hilya jadi murung.
"gak usah bohong deh kamu" ucap Disa lagi
"kamu gak percaya?, itu, itu pacar aku" ucap Hilya yang menunjuk kearah Zidan yang lewat di depan mereka.
"hah?, kak Zidan?, jadi tukang halu kamu sekarang?" ejek Disa
"kamu gak percaya" ucap Hilya yang kesal
"sayang" Hilya memanggil Abian dan berlari kearah Abian
"kak please bantu aku sebentar aja, pokoknya iyain aja semuanya, nanti aku bayar deh pake apa aja" ucap Hilya yang menarik tangan Zidan
__ADS_1
Zidan, Alan, Fajar dan Rifi kebingungan dan sedikit tersenyum saat melihat tingkah laku Hilya.
"Nih cowok aku, kita udah pacaran semenjak aku di semarang, makanya aku kuliah di sini karena ada dia" ucap Hilya yang membuat Zidan sedikit tersenyum.
"kalian ketemu di mana?" tanya Fia yang kaget
"itu..." ucap Hilya yang di sela oleh Zidan
"waktu di sekolah mereka ada acara, jadi gue sebagai BEM di kampus ini dapat undangan, jadi di situlah kita kenal, ya kan sayang" ucap Zidan yang merangkul Hilya
"hehehe iya" ucap Hilya yang tersenyum paksa
"ngapain lo natap cewek gue segitunya" ucap Zidan pada Abian yang dari tadi menatap Hilya
"maaf ya kak, jangan salah paham. cowok saya natap dia, karena dulu dia suka sama cowok saya, mungkin cowok saya merasa aneh aja kenapa dia bisa pacaran sama kakak" ucap Disa yang membela Abian
"heh mulut kamu tuh ya Disa" ucap Syifa yang sudah emosi
"yok Hil, mending kita pergi aja, dari pada ngurus anak yang sok paling kekurangan cinta" ucap Syifa yang menarik Hilya.
Hilya yang di tarik oleh Syifa terhenti karena tarikan dari Zidan. Zidan menarik tangan Hilya sehingga Hilya jatuh ke dalam pelukan Zidan.
"Guys kenalin maba ini cewek gue, kalau ada yang berani menganggu dia, bakal berurusan sama gue" teriak Zidan yang membuat Hilya dan Syifa terkejut.
Alan, Fajar dan Rifi tersenyum mendengar ucapan langka dari sang ketua sekaligus sahabat mereka. Abian mengepal tangannya menahan marah sedangkan semuanya mahasiswa yang mendengarnya mulai berbisik-bisik.
"sumpah kak Zidan udah punya pacar, sama maba lagi" ucap salah satu Mahasiswa
"tapi cocok sih mereka, ganteng dan cantik" ucap mahasiswa lainnya lagi
"iya bener" sahut mahasiswa lain lagi
Hilya masih mencerna ucapan dari Zidan tadi. sesampainya di parkiran mobil, Zidan langsung memaksa Hilya masuk ke dalam mobilnya.
"antar dia ke rumahnya" ucap Zidan yang masuk ke dalam mobilnya
"eh gak-gak, kita satu rumah tau" ucap Syifa yang langsung di tarik oleh Alan
"lo ikut gue" ucap Alan
"eh lepasin.. Hilya" ucap Syifa.
"aaaaaa tidakkk" teriak Hilya di mobil Zidan
"gak jelas banget sih lo jadi cewek" ucap Zidan
"kakak ngapain ngaku-ngaku jadi pacar aku?" tanya Hilya
"dih waras lo?, yang ngaku jadi cewek gue siapa?" ucap Zidan
"ya kan aku ngakunya ke lima orang aja, kakak ngapain ngumumin ke semua orang?" tanya Hilya yang kesal.
"lo taukan siapa gue di kampus, dengan lo kasih tau sama temen-temen lo, berita gue sebagai cowok lo juga bakal ke sebar" ucap Zidan santai.
"dih PD banget, aku gak mau ah di kenal sebagai pacar olaf" ucap Hilya
"bilang aja lo senang kan, kelihatan tuh dari wajah lo" ucap Zidan yang fokus menyetir.
di dalam mobil pun menjadi hening, Hilya tak lagi banyak bicara.
"lo mau di mobil gue terus?" tanya Zidan
__ADS_1
"dih ya gak lah" ucap Hilya
"turunin aku di sana aja" ucap Hilya
"gak lah, gue harus anterin cewek gue ke rumahnya" ucap Zidan
"udah berhenti di situ aja, rumah aku udah dekat" ucap Hilya
"lo tuh batu banget sih" ucap Zidan
"udah berhenti gak" ucap Hilya
Zidan pun menghentikan mobilnya, dan Hilya langsung keluar dari mobil Zidan.
"Hilya" teriak Syifa yang juga keluar dari mobil Alan
"udah sana pergi" ucap Zidan
"besok gue jemput ya SAYANG" ucap Zidan yang menekan kata sayang dan langsung menancap gas mobilnya
"heh bocah taat gue cabut dulu ya" ucap Alan yang juga menancapkan gas mobilnya juga.
"aduh Hilya kamu kenapa sih pake bilang kak Zidan cowok kamu" ucap Syifa
"aku bingung tau, lagian tadi Disa mojokin aku terus" ucap Hilya.
"pake bilang aku masih suka sama Abian lagi" ucap Hilya
"tapi emang udah engga kan?" tanya Syifa bercanda
"ya engga lah Syifa,,, makanya aku milih menghindar dari dia, karena aku gak mau terlihat dalam masalah dua orang itu lagi" ucap Hilya
"iya aku percaya Hilya, ya udah yok kita pulang" ucap Syifa yang merangkul Hilya.
"ya udah ayok, aku laper banget tau" ucap Hilya yang jalan memelas.
"sok-sokan gak makan sih tadi" sahut Syifa yang merangkul Hilya
"haaaa aku sampe rumah langsung makan" ucap Hilya
5 menit jalan kaki Hilya dan Syifa pun sampai ke rumah, karena rumah mereka memang sudah dekat dari jalan yang tadi mereka berhenti.
"eh non, kok pulang jalan kaki" tanya mang Firman supir antar jemput Hilya
...****************...
...****************...
Hai guys dukung terus author ya
jangan lupa follow, like,comment, dan tambahkan ke daftar favorit kalian, supaya kalian mendapatkan notifikasi saat author update.
maaf jika ada kata-kata yang typo
byebye....
...----------------...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1