
"Ma boleh gak mama bawa Julian ke sini, Zidan kangen sama Julian" ucap Zidan.
"Tentu saja, mama akan bawa Julian besok ke sini" ucap mama Rena.
Rifi melihat Zidan yang memberikan kode padanya dan ia pun langsung paham.
"Tante, om, ini kan sudah malam, sebaiknya tante dan om pulang saja biar kami yang menjaga Zidan dan Nando di sini" ucap Rifi tiba-tiba.
"Gak tante mau di sini saja, tante mau jagain Zidan dan juga Nando. Tante gak mau mereka kenapa-napa lagi" ucap mama Rena dengan cepat.
"Mah, mama sebaiknya istirahat di rumah. Kalau mama ikutan sakit nanti siapa yang jagain aku sama Nando" ucap Zidan yang membujuk mamanya.
"Engga Zidan mama gagak pernah lelah dalam menjaga kamu dan Nando, mama gak mau kalian sampai terluka lagi" ucap mama Rena.
"Tante percaya sama kami, sama seperti kami menjaga Nando sebelumnya, kamu juga akan menjaga Zidan sekarang" ucap Rifi.
Papa Arthur yang mengetahui anaknya sedang merencanakan sesuatu dengan Zidan langsung membantu mereka membujuk mama Rena.
"Ren, sebaiknya kamu istirahat ke rumah. Tadi kamu sudah capek juga kan, kamu di serang oleh media dengan pertanyaan memojokkan, kamu yadi bolak balik ke sama ke sini. Kamu lemah, kamu harus istirahat" ucap papa Arthur yang membuat papa Niko juga ikut nimbrung.
"Arthur benar, hari ini bukan hanya fisik kamu yang lelah, tapi juga batin kamu. Pulanglah untuk istirahat, besok kamu ke sini lagi, anak-anak akan menjaga Zidan dan Nando" ujar papa Niko yang membujuk mama Rena.
"Tadi wartawan ke sini? " tanya Zidan yang membuat Hilya pun kebingungan karena dia juga tak tau.
"Kapan ma? " tanya Hilya juga.
"Tadi, mereka mengetahui berita Zidan dan Disa" ucap mama Rena.
"Tapi kamu percaya sama mama, mama janji mama akan bebaskan kamu dari masalah ini, kamu tentang aja" ucap mama Rena pada Zidan.
"Zidan percaya kok sama mama, sekarang mama pulang ya" ucap Zidan lagi.
"Ma, yang di bilang Zidan benar, mama harus istirahat" ucap papa Dika yang membujuk mama Rena.
"Rena, kami juga akan menjaga Zidan di sini" sahut daddy Leon.
"Semua orang di sini akan menjaga Zidan dan Nando" ucap papa Dika lagi.
"Rena jika kamu merasa kesepian di rumah, kamu boleh tinggal di tempat ku dulu" ucap ayah Dion.
"Lola akan menemani kamu selalu" sambung ayah Dion lagi.
"Kalau begitu aku pulang ke rumah Dion aja dulu pa" ucap mama Rena yang membuat Zidan dan Rifi tersenyum.
"Iya sementara waktu memang harusnya seperti ini dulu"ucap papa Dika.
"Hilya ayo kita pulang" ucap ayah Dion.
"Hilya sama teman-teman boleh gak di sini aja? " tanya Hilya.
"Sayang kamu juga harus istirahat" ucap ayah Dion.
"Ayah, ada Syifa, Fia dan Kia kok yang akan menjaga Hilya" sahut Syifa.
__ADS_1
"Iya om, kami bakal jagain Hilya juga" ucap Fia dan diangukin oleh Kia.
"Baiklah, nanti ayah akan ke sini lagi, ayah dan papa Dika akan mengantarkan mama Rena dulu" ucap ayah Dion.
"Aku juga akan ikut, aku akan minta istri ku untuk menginap di rumah kamu dulu" ucap daddy Leon pada ayah Dion.
"Baiklah" sahut ayah Dion.
"Aku juga, biarkan istriku juga ikut menjadi Disa di rumah mu Dion" ujar papa Arthur.
"Baiklah, ayo kita pergi" sahut papa Dika.
"Ayo mari" sahut ayah Dion.
"Sementara mereka pergi, saya akan membelikan kalian makan malam" ucap papa Niko.
"Terimakasih om" sahut Zidan dan yang lainnya.
Tak lama kemudian setelah kepergian para orang tuan, Alan dan Fajar datang membawa Nando di kursi Roda.
"Kemana yang lain? " tanya Alan.
"Mereka mau ke rumah ayah dulu, mau nganterin tante Rena, sedangkan om Niko mau beli makan malam" ucap Syifa.
"Bang gimana kondisi lo? " tanya Nando
"Gue udah membaik kok" sahut Zidan.
"Lo sendiri gimana? " tanya Zidan balik.
"Sayang" ucap Zidan yang memegang tangan Hilya yang sedari tadi banyak Diam.
"Kamu beneran gak kenapa-napa kan? " tanya Zidan.
"Iya" sahut Hilya singkat.
"Kamu masih marah sama aku? " tanya Zidan
"Kamu masih belum percaya sama aku? " tanya Zidan lagi.
"Sayang, aku gak.... " ucap Zidan yang kemudian terhenti saat Hilya langsung memeluknya.
"Aku udah gak marah, aku percaya sama kak Zidan, maafin aku karena telat percaya sama kakak, sehingga membuat kaka Zidan begini" ucap Hilya yang menangis dipeluk kan Zidan.
"Aku takut, aku takut kak Zidan kenapa-napa, aku takut... hiksss" ucap Hilya yang memeluk Zidan dengan erat dan juga gemetar.
Zidan menatap kearah teman-temannya dengan penuh kebingungan dengan kondisi Hilya seperti orang takut.
"Hilya mengalami syok traumatis setelah melihat lo di hajar habis-habisan di depan dia" sahut Rifi yang tau jika Zidan menanyakan perihal kondisi Hilya.
Mendengar hal itu Zidan terkejut dan langsung memeluk Hilya dengan erat.
"Sayang, aku gak kenapa-napa sekarang, aku udah baik-baik aja kok" ucap Zidan yang panik melihat Hilya yang gemetar.
__ADS_1
"Kamu jangan takut ya" ucap Zidan yang terus memeluk Hilya dan mengusap kepala Hilya yang menangis.
"Hey, jangan pernah kamu memikirkan ataupun membayangkan kejadian itu lagi, sekarang aku duduk di depan kamu, aku lagi bicara sama kamu dan itu tandanya aku baik-baik saja" ucap Zidan yang melepaskan pelukan dan memegang kedua pipi Hilya.
"Kamu gak boleh nangis, air mata kamu sangat berharga, jadi gak boleh air mata ini keluar dari pipi kamu" ucap Zidan lagi yang diangukin oleh Hilya.
"Aku gak mau nikah sama Abian" ucap Hilya yang masih menangis.
"Aku hanya mau nikah sama kak Zidan, aku gak mau sama Abian" ucap Hilya lagi.
"Gak akan ada yang bisa nikahin kamu selain aku, meskipun Abian sekalipun, dia tak akan ada kesempatan untuk mendekati kamu lagi sekarang" ucap Zidan.
"Oh ya, gue curiga sama Abian sebagai dalang di belakang ini semua" ucap Zidan yang menarik Hilya untuk duduk di atas kasur rumah sakitnya dan berbicara dengan teman-temannya.
"Fia juga bilang Abian pelakunya" ucap Rifi yang membuat Zidan dan Hilya terkejut.
"Lo tau dari mana? " tanya Zidan pada Fia.
"Aku tadi tanya sama Disa kapan aja dia di lecehkan, dan walaupun berat Disa ngasih tau sama kita semua dan di situlah aku yakin Abian pelakunya, Abian merupakan ayah dari anak yang di kandung oleh Disa" ucap Fia dengan yakin.
"Gimana lo bisa yakin? " tanya Zidan lagi.
"Gini, aku udah cocokin setiap tanggal kejadian pelecehan Disa dengan absen di kampus, yang ternyata malam Disa di lecehkan besoknya Abian tidak masuk kuliah, dan hal itu terus terjadi berturut-turut" ucap Fia.
"Di tambah lagi Disa mengatakan bahwa dia pernah dalam keadaan setengah sadar memberontak dan tanpa sengaja melukai pelaku yang melecehkan dia tepat dileher pelaku" ucap Fia.
"Dan aku pernah lihat luka di leher Abian waktu di mini market. Ini gak mungkin kebetulan, aku yakin dia pelakunya" ucap Fia dengan yakin.
"Apa yang di bilang Fia bener deh" sahut Nando yang membuat pandangan teralih padanya.
"Malam itu saat gue ngelawan para preman itu dari belakang ada yang mukul gue sampai gue terjatuh dan hampir pingsan. Saat yang mukul gue dari belakang ngomong sama para preman gue yakin banget itu suatu Abian, dan dalam setengah sadar dan mata gue mulai buram, gue juga melihat orang itu dan postur tubuhnya sama seperti Abian"ucap Nando yang mengingat kejadian malam itu.
"Kita harus selidiki semuanya" ucap Zidan.
"Dan jika benar dia pelakunya, maka gue bakal kasih perhitungan pada dia" ucap Zidan dengan marah.
"Saya sudah selidiki semuanya.......
...****************...
...****************...
...****************...
Hai guys dukung terus author ya
jangan lupa follow, like,comment, dan tambahkan ke daftar favorit kalian, supaya kalian mendapatkan notifikasi saat author update.
maaf jika ada kata-kata yang typo
byebye....
...****************...
__ADS_1
...****************...
...****************...