
"Fia emang gitu, dia gak mau membebankan hidup orang" ucap Haris.
"Lo suka sama Fia? " tanya Haris pada Rifi.
"Jagain dia ya, jangan buat dia kelelahan" ucap Haris.
"Eum" sahut Rifi.
"Lo tenang aja ya, Fia bakal sembuh gue yakin" ucap Zidan yang menepuk bahu Rifi.
"Gue bakal minta mama dan papa untuk cari pengobatan terbaik untuk Fia" sahut Rifi.
Setelah hampir setengah jam mereka menunggu, akhirnya Fia dan Hilya pun keluar dari ruangan dokter Sena. Mata Hilya dan Fia sangat sembab.
"Fia" ucap Rifi yang berdiri dari duduknya.
"Bagaimana? "tanya Haris.
"Sayang, kenapa mata kamu sembab?, apa yang terjadi? " tanya Zidan.
"Gak, kenapa-kenapa" ucap Hilya sambil menatap Fia.
"Fi, semuanya baik-baik saja kan?"tanya Haris.
" Iya, baik-baik saja kok"ucap Fia yang tersenyum.
"Terus lo kenapa nangis? " tanya Haris.
"Terharu aja, soalnya hari ini ada sahabat aku yang nemani aku" ucap Fia yang tersenyum lagi.
"Fia, ingat jangan terlalu lelah" ucap dokter Sena yang keluar dari ruangannya.
"Hehe baik dok" ucap Fia sambil nyengir.
"Kalau begitu saya permisi dulu" ucap dokter Sena.
"Iya dok" sahut Fia.
"Lo beneran gak apa-apa? " tanya Haris.
"Eummm, aku pergi dulu ya" ucap Fia.
"Jangan capek-capek" ucap Haris.
"Iya" sahut Fia.
Di mobil Fia yang duduk disebelah Rifi namun pada pandangan keluar jendela mobil. Begitupun dengan Hilya yang hanya menatap keluar dengan tatapan sedih.
"Kalian berdua kenapa sih? " tanya Zidan yang melihat Hilya dan Fia.
"Fia, apa kata dokter? " tanya Rifi.
"Aku bakal baik-baik aja kok" ucap Fia yang menghapus air matanya.
"Kamu nangis? " tanya Rifi yang melihat kearah Fia.
"Gak kok" ucap Fia dengan cepat dan tersenyum simpul.
"Sebenarnya apa yang terjadi" tanya Zidan lagi.
"Gak, gak ada" ucap Hilya yang juga menghapus air matanya.
"Aku yakin kita pasti bakal bareng-bareng terus" ucap Hilya sambil melihat kebelakang dan menggenggam tangan Fia.
"Ya aku mau kita bareng-bareng terus" ucap Fia.
__ADS_1
"Selamanya" sahut Hilya.
"Iya selamanya" ucap Fia lagi sambil tersenyum.
Sesampainya di rumah bunda Lola mereka berempat langsung masuk dan melihat semuanya sedang berkumpul di ruang tengah.
"Kalian sudah kembali? " tanya ayah Dion.
"Sudah, bagaimana perkembangan kasus ini?"tanya Zidan.
"Polisi sedang mencari Abian" ucap Papa Dika.
"Mencari Abian? " tanya Zidan.
"Dia kabur, sebaiknya kalian jangan keluar dulu kemana-mana, daddy takut jika dia akan melakukan sesuatu pada kalian" ucap daddy Leon.
"Iya ayah juga setuju sama pendapat Leon, sebaiknya kalian di sini saja dulu" ucap ayah Dion.
"Gimana kalau misalnya kalian semua menginap di rumah ku?, saya takut Abian itu akan ke sini untuk menganggu Hilya maupun Disa" ucap papa Arthur.
"Iya mama juga setuju" ucap mama Maira.
"Baiklah kalau begitu" ucap papa Niko.
"Emmm, aku akan pulang ke rumah om ku saja, nanti aku juga akan sering ke tempat kalian" ucap Fia.
"Tidak, kamu juga harus sembunyikan, bagaimana kalau Abian tau jika kamu yang merekam aksi dia dan Tamara? "tanya Rifi.
"Nak, ikutlah dengan kami" ucap mama Maira pada Fia.
"Eum baiklah, aku akan minta izin terlebih dahulu pada om Arga" ucap Fia.
Singkat cerita mereka menggosongkan rumah bunda Lola termasuk bik Murni dan mang Firman. Berita mengenai Abian yang menjadi buronan pun mulai di sorot oleh media. Banyak netizen yang bersimpati terhadap Disa, bahkan nama Disa menjadi trending di mana-mana. #KeadialanUntukDisa #KamiBersamaDisa #StayStrongDisa #Disaperempuankuat dan banyak lagi hastag yang sedang trending.
"Kemana anak itu lari" ucap daddy Leon.
"Aku akan menyuruh beberapa pengawal untuk mencari dia" ucap papa Dika.
"Pa, apa perlu kami mencari dia juga? " tanya Zidan.
"Sebaiknya kalian jangan dulu, ayahnya memiliki banyak uang untuk menyewa pembunuh untuk mu sekarang" ucap papa Niko.
"Kita tunggu saja informasi selanjutnya" ucap ayah Dion.
"Ayah, Hilya mau pembunuh bunda Ayu juga di hukum" ucap Hilya.
"Kamu yakin? " tanya Ayah Dion.
"Sayang, jangan memaksakan diri mu"ucap bunda Lola.
" Hilya yakin Yah dan Hilya yang maksain diri Hilya kol Bun. Seperti kata bunda Ayu, bunda Ayu ini ayah mendapatkan balasan"ucap Hilya.
"Baiklah sayang, ayah juga akan menyerahkan bukti itu ke polisi besok" ucap ayah Dion.
"Aku mau ambil... " ucap Fia yang berdiri, namun langsung berhenti karena Fia tiba-tiba merasa pusing.
"Ada apa? " tanya Rifi yang panik.
"E-enggak kok" ucap Fia bohong.
"Kamu beneran gak apa-apa? " tanya Hilya yang berdiri menghampiri Fia.
"Y-ya" ucap Fia.
"Fi, wajah kamu pucat banget" ucap Syifa.
__ADS_1
"A-aku mau ambil minum dulu" ucap Fia yang berjalan satu langkah dan kembali berhenti.
"Kamu oke? " tanya Rifi.
"Y-ya... " ucap Fia yang kemudian pingsan dan langsung di sambut oleh Rifi.
"Fia" teriak semua orang.
"Heyy... hey... Fia bangun" ucap Rifi yang panik.
"Pa, tolong telpon dokter untuk ke sini" ucap Rifi yang langsung mengangkat tubuh Fia menuju kamar yang ia tempati.
Papa Arthur langsung menelpon dokter pribadi keluarganya. Tak sampai 15 menit dokter yang dihubungi oleh papa Arthur pun sampai.
"Tuan Arthur, siapa yang sakit? " tanya dokter tersebut yang bernama Fandy.
"Temannya Rifi, cepat periksa dia" ucap papa Arthur yang membawa dokter Fandy menuju ke kamar.
"Dokter Fandy, cepat periksa dia sekarang juga" ucap Rifi panik.
"Sabar dulu, saya akan coba periksa" ucap dokter Fandy yang langsung memeriksa Fia.
Dokter Fandy langsung memeriksa kondisi Fia. Setelah memeriksa Fia wajah dokter Fandy terlihat terkejut dan seketika dokter Fandy terdiam.
"Apa dok?, dia baik-baik saja kan? " tanya Rifi yang khawatir.
"Dia memiliki penyakit? " tanya Dokter Fandy.
"Ia, kanker darah stadium 3" ucap Rifi.
"Stadium 3? " tanya dokter Fandy.
"Iya, hari ini dia sudah ke rumah sakit" ucap Zidan lagi.
"Heu... euh" dokter Fandy menarik nafas beratnya.
"Ada apa? " tanya daddy Leon.
Hilya yang berdiri di belakang memperhatikan Fia mulai mengeluarkan air matanya, dia kembali membayangkan kejadian tadi saat di dalam ruangan dokter Sena.
"Hilya, kamu kenapa nangis? " tanya Syifa.
"Sayang kamu gak apa-apa? " tanya Zidan sambil mengusap kepala Hilya, namun Hilya tak bisa menjawab apa-apa.
"Dokter apa yang terjadi pada sahabat saya? " tanya Kia.
"Sebenarnya....
...****************...
...****************...
...****************...
Hai guys dukung terus author ya
jangan lupa follow, like,comment, dan tambahkan ke daftar favorit kalian, supaya kalian mendapatkan notifikasi saat author update.
maaf jika ada kata-kata yang typo
byebye....
...****************...
...****************...
__ADS_1