Cinta Untuk Suamiku

Cinta Untuk Suamiku
9.ACARA PERTUNANGAN


__ADS_3

Mobil yang dikendarai oleh Revan dan seluruh keluarga besarnya telah melaju menuju panti.


Ada lima mobil pribadi yang berisikan anggota keluarga, dan ada satu mobil pickup yang mengangkut barang hantaran mereka.


Didalam mobil itu, Revan terlihat memejamkan matanya dan mengatur helaan nafasnya, tak bisa dipungkiri bahwa rasa gugup melanda dirinya.


Sedangkan mama dan adik-adiknya asyik berbincang mengenai calon kakak ipar mereka, rasa penasaran tentang siapa wanita yang dipilihkan oleh sang mama.


Adik-adik Revan belum pernah bertemu langsung dengan Nadhifa, karna masih sibuk dengan urusannya masing-masing.


Si kembar yang akhir-akhir ini harus fokus belajar karna tidak lama lagi harus menghadapi ujian nasional.


Sedangkan Ranti belum sempat ikut mengunjungi panti karna sibuk memantau perkembangan usaha kuliner yang digelutinya.


"Oma... apa Tante Nadhifa cantik?" ucap Airin dengan polosnya.


"Cantik banget sayang, Tante Nadhifa orangnya penyayang apalagi sama anak kecil kayak kamu" Bu Rahma menjawab dengan tersenyum karna mengingat cara Nadhifa berinteraksi dengan anak kecil yang ada di sana.


"Pasti Tante Nadhifa suka sama Airin kan Oma? kan Airin cantik dan lucu".


Semua orang tertawa mendengar ucapan Airin, begitu pula Revan yang sesekali mendengarkan percakapan mereka.


"Iya... Airin memang cantik dan lucu pasti Tante Nadhifa suka sama Airin" ucap Ranti sambil mencium pipi gembul anaknya.


"Gak usah gugup bang, santai saja" ucap Reno setelah melihat kakak iparnya yang terlihat gugup


Bu Rahma dan yang lainnya tersenyum.


semoga pilihan mama adalah yang terbaik untukmu sayang, mama ingin kamu juga merasakan kebahagiaan dalam sebuah keluarga, seperti Ratih yang terlihat sangat bahagia dengan pernikahannya. ucap Bu Rahma dalam hati.


Oerjalanan menuju panti tidak terlalu lama, hanya setengah jam saja.


...

__ADS_1


Bunda Lastri dan yang lainnya sudah selesai menyiapkan jamuan untuk tamu yang akan datang.


Menu utama sudah terhidang di meja prasmanan, sedangkan makanan ringan dan kue-kue sudah tertata rapi di atas karpet.


Anak-anak juga terlihat puas dengan pekerjaan mereka, setelah selesai mereka duduk di pinggiran mushola sambil menunggu rombongan yang akan datang.


Tak lama terdengar suara deru Kendaraan yang tiba, salah satu diantara mereka memberitahu bahwa rombongan yang ditunggu telah sampai.


Terlihat Revan dan keluarganya turun dari dalam mobil, begitu pula sanak saudara yang ikut menghadiri acara tersebut.


Masing-masing mereka membawa barang hantaran, dan barang-barang yang ada di mobil pickup sudah diturunkan oleh bapak-bapak tetangga yang ikut membantu.


Mobil-mobil itu terparkir rapi di depan jalan menuju panti, karna ayah Rahman sudah meminta izin dari kepala desa.


Dengan perlahan tapi pasti rombongan Bu Rahma sudah sampai didepan rumah panti yang telah di sambut bunda Naya dan bunda Lastri untuk tamu perempuan, sedangkan untuk tamu laki-laki telah di sambut oleh ayah Rahman dan juga beberapa temannya.


Barang bawaan mereka telah diletakkan dengan rapi pada tempatnya oleh anak-anak panti. keluarga besar Bu Rahma terlihat ikut bahagia melihat kekompakan mereka yang tak sungkan untuk membantu.


Tamu-tamu perempuan dipersilahkan untuk duduk di atas karpet yang telah disediakan, untuk tamu laki-laki ditempatkan di mushola,tak lupa pula mereka dipersilahkan untuk menyantap hidangan pembuka yang sudah disajikan.


Tak lama terlihat Nadhifa yang ditemani oleh Zahra keluar dari kamarnya untuk menemui tamu yang sudah datang.


Nadhifa terlihat sangat cantik dan elegan dengan gaun indah berwarna abu-abu, dipadukan dengan hijab berwarna navy yang menutupi Dadanya namun tetap tak memperlihatkan lekuk tubuhnya senada dengan kemeja yang digunakan oleh Revan.


Keluarga besar Bu Rahma terlihat sangat senang melihat calon keluarga baru mereka, apalagi saudara-saudara Revan yang tak henti memuji penampilan cantik calon kakak iparnya itu.


Tak bisa dipungkiri meskipun Nadhifa hanya menggunakan makeup tipis tapi terlihat sangat cantik.


Nadhifa berjalan dengan pelan sambil meremas kedua tangannya, dia merasa gugup karna untuk pertama kalinya menjadi pusat perhatian.


Nadhifa duduk menunduk di samping bunda Lastri, bunda Lastri mengusap lembut punggung tangan Nadhifa yang terasa dingin,


membuat Nadhifa mengangkat pandangannya dan tersenyum.

__ADS_1


"Tenang sayang" ucap bunda Lastri.


"Iya bunda" sahut Nadhifa menampilkan senyum manisnya.


Terdengar suara dari paman Revan yang meminta izin untuk melamar Nadhifa secara resmi, ayah Rahman menerima lamaran mereka dengan senang hati.


Para hadirin mendengarkan untaian kata yang diucapkan oleh perwakilan kedua belah pihak dengan khidmat.


Airin yang sejak tadi melihat Nadhifa terlihat sangat senang, dia tak henti-hentinya berbisik pada mamanya memuji calon tantenya itu, Ranti hanya tersenyum mengiyakan ucapan putri kesayangannya.


Setelah ayah Rahman menerima lamaran tersebut, Nadhifa dan Revan diminta untuk maju ke depan, kemudian Bu Rahma mendekati calon menantunya untuk memakaikan cincin sebagai tanda bahwa mulai hari ini Nadhifa sudah resmi menjadi tunangan Revan.


Cincin untuk Revan dipasangkan oleh ayah rahman karna mereka belum resmi suami istri.


Beberapa keluarga menginginkan untuk mengabadikan momen tersebut, jadi Bu Rahma berdiri di tengah-tengah mereka berdua dengan senyuman yang sangat tulus mewakili ungkapan hati bahwa Bu Rahma begitu bahagia.


Revan dan Nadhifa diminta untuk memperlihatkan cincin pertunangan mereka, dengan malu-malu Revan dan Nadhifa memperlihatkan jari manis mereka.


Mereka berdua terlihat sangat gugup namun berusaha menutupinya dengan senyuman, tak sedikit dari mereka yang mengabadikan momen tersebut.


Zahra terlihat sangat bahagia menyaksikan acara pertunangan sahabatnya itu, bahkan dia mengabadikan momen tersebut berkali-kali untuk mendapatkan foto yang bagus.


Setelah selesai Revan izin pamit untuk kembali duduk ke tempat semula diiringi dengan godaan dari keluarga besarnya, Revan tersenyum malu begitu pula dengan Nadhifa.


Nadhifa diminta untuk bersalaman pada tamu-tamu yang hadir, karna mereka ingin berkenalan secara langsung dengan calon istri Revan.


Nadhifa mulai berjalan menunduk dan bersalaman dengan mereka, keluarga besar Revan terlihat sangat menyukai calon anggota baru keluarga mereka.


Karena acara sudah selesai mereka diminta untuk menyantap menu makanan utama yang sudah disiapkan.


Nadhifa duduk di samping bunda Lastri yang tersenyum bahagia, tak lama Zahra datang menghampirinya dan meminta untuk foto bersama.


Airin yang tak sabar ingin berkenalan dengan Nadhifa, mengajak sang mama untuk menemui calon Tante barunya tapi sang mama melarangnya karna masih banyak orang, membuat anak kecil itu cemberut dan memilih duduk memakan kue-kue.

__ADS_1


Ranti tersenyum melihat wajah anaknya yang ditekuk,Ranti mencubit pipi gembul anaknya membuat Airin semakin cemberut,Ranti menyuruh Airin duduk dengan tenang sedangkan Ranti menghampiri Bu Rahma dan adik kembarnya yang sedang memilih makanan di meja prasmanan.


__ADS_2