
Selama tiga hari Revan benar-benar menggunakan waktu istirahat di rumahnya dengan sebaik mungkin, Nadhifa juga tidak keberatan dengan sifat manja Revan yang terlihat saat sakit, dengan sabar wanita itu menuruti kemauan Revan.
Kini Revan sudah berada di kantornya, ada banyak pekerjaan yang harus dia selesaikan, untung saja Raihan selalu mendampingi dan membantu pekerjaannya.
Terhitung sudah hampir tiga bulan Revan kembali bekerja, hari ini wajah tampan itu terlihat begitu ceria saat Raihan mengatakan semua pekerjaannya sudah selesai.
" Alhamdulillah, semuanya sudah selesai Rey"
ucap Revan merenggangkan kedua tangannya.
" iya pak" sahut Raihan, dengan perlahan ia menyusun berkas-berkas yang sudah mereka selesaikan.
" terimakasih sudah membantuku Rey" ucap Revan tulus.
" sama-sama pak, sudah tugas saya" sahut Raihan.
" data yang saya minta sudah dapat?"
" sudah pak, sudah saya kirimkan ke email bapak"
" baik, terimakasih" ucap Revan tersenyum.
usai Raihan keluar dari ruangannya, Revan membuka laptopnya untuk melihat email yang Raihan kirimkan, terlihat beberapa foto dan informasi mengenai destinasi wisata yang akan ia dan Nadhifa kunjungi.
Revan sangat senang, ia akan meminta pendapat Nadhifa untuk memilih tempat mereka berlibur, Revan sudah merencanakan liburan untuk mereka berdua.
suara getar ponsel terdengar cukup keras di telinganya, dengan segera Revan meraih ponselnya yang ia letakkan di meja kerjanya, Revan tersenyum saat melihat pesan yang baru istrinya kirimkan.
My Wife
mas Re, jangan lupa sholat
makan siang juga yaaa
jaga diri baik-baik
jangan terlalu lelah
Miss you 😘😘😘
Me
Iya sayang
jangan terlalu khawatir
Miss you too 😘😘😘
Semenjak Revan sakit, Nadhifa semakin perhatian bahkan istrinya itu akan mengirimkan pesan untuk memperingati Revan supaya tidak terlalu lelah.
__ADS_1
Revan tidak masalah dengan pesan yang Nadhifa kirimkan, bahkan ia sangat senang karna istrinya sangat mencintainya, Revan sudah tak sabar untuk mengajak Nadhifa pergi berlibur.
...
matahari hampir terbenam, kini Revan sudah berada di halaman rumahnya, baru saja ia pulang rapat dengan klien di restoran dekat rumahnya, Raihan juga sudah pulang menggunakan mobil yang baru saja ia beli, walaupun cuma mobil bekas Raihan sudah sangat bersyukur.
Revan melepas jas yang membalut tubuhnya dan menyampirkan di salah satu pundaknya, dasi yang melingkar di lehernya sudah terlihat berantakan, cuaca panas membuatnya tak betah menggunakan pakaian kerja.
Rumahnya terlihat sepi, mungkin semua orang sedang berada di kamar masing-masing, Revan membuka lemari es dan mengambil sebotol air dingin untuk ia minum.
tak lama ia naik ke atas untuk membersihkan tubuhnya, saat pintu terbuka ia melihat Nadhifa yang sedang membuka lemari, rupanya wanita itu sedang mengambil baju gamis yang akan ia kenakan.
Revan berjalan pelan, ia meletakkan tas dan jas di atas ranjang dan memeluk Nadhifa dari belakang membuat Nadhifa tersentak kaget.
" mas Re, aku kira siapa" ucap Nadhifa menyentuh dadanya yang berdetak kencang.
" maaf sayang, mas merindukanmu" sahut Revan sembari meletakkan kepalanya di tengkuk Nadhifa untuk menghirup aroma tubuh Nadhifa yang selalu ia suka.
" Dhifa mau mandi dulu mas, badan Dhifa bau" sahut Nadhifa malu.
" tapi aku sangat suka aroma tubuhmu sayang, biarkan seperti ini dulu ya" ucap Revan manja.
Nadhifa mengangguk malu, dan membiarkan Revan mencium tengkuknya untuk beberapa waktu, tak lupa pria itu memberikan ciuman di kedua pipi Nadhifa.
" mas Re mau mandi sekarang?"tanya Nadhifa usai Revan melepaskan pelukannya.
" gak sekalian kamu mandiin aku sayang?" goda Revan.
" udah sana, mas Re mandi sendiri saja" sahut Nadhifa dengan wajah merona, ia mendorong Revan untuk segera memasuki kamar mandi.
Revan terkekeh melihat respon Istrinya itu, sebelum menutup pintu ia mengecup bibir Nadhifa sekilas membuat Nadhifa semakin malu, bagi Revan menggoda Nadhifa adalah sesuatu yang bisa membuatnya bahagia.
...
usai makan malam semuanya masuk ke kamar masing-masing, kini Revan dan Nadhifa sudah duduk di atas ranjang, Revan membuka laptopnya dan meminta Nadhifa untuk melihat apa yang ia tunjukkan.
" kamu mau liburan kemana?"
" terserah mas Re saja, Dhifa ikut saja" sahut Nadhifa yang tak lepas memandangi tempat-tempat yang tersuguh di hadapannya.
" untuk sekarang kamu yang harus pilih sayang" ucap Revan.
" baiklah mas, ini saja Dhifa suka, pemandangannya bagus lagipula tempatnya tidak terlalu ramai" ucap Nadhifa menunjuk sebuah tempat wisata yang berada di pantai.
" bagus juga, baiklah persiapkan dirimu sayang, lusa kita berangkat"
" pekerjaan mas Re gimana?"
" jangan terlalu dipikirkan, aku sudah menyiapkan semuanya, pekerjaanku juga sudah selesai, aku juga butuh liburan sayang" sahut Revan yang membuat Nadhifa mengangguk.
__ADS_1
" baiklah, sekarang lakukan tugasmu dengan baik" ucap Revan saat mereka sudah berbaring.
" tugas apa?" sahut Nadhifa polos.
Revan tidak menjawab, namun ia menarik pinggang Nadhifa supaya lebih dekat dengannya dan membisikkan sesuatu yang membuat wajah Nadhifa memerah menahan malu.
" dasar suami mesum"
...
Seperti yang Revan katakan, mereka saat ini sudah berada di mobil yang akan mengantarkan mereka menuju tempat wisata yang sudah mereka pilih.
bukan tanpa alasan Nadhifa memilih tempat itu, bukan hanya pemandangannya yang indah namun letaknya yang berada di sekitar pantai membuat Nadhifa suka.
Butuh waktu tiga jam bagi keduanya untuk tiba di tempat tujuan karena itulah Revan menyewa jasa supir supaya ia tidak terlalu lelah.
" sayang, ayo bangun, kita sudah tiba" ucap Revan mengelus pipi Nadhifa dengan lembut, wanita itu sejak tadi tertidur pulas di bahunya.
Nadhifa mengerjapkan matanya berkali-kali membuat Revan gemas, tanpa sungkan pria itu menghadiahkan kecupan manis di bibir istrinya.
mata Nadhifa membulat sempurna saat Revan menciumnya, pasalnya di mobil itu tidak hanya mereka berdua, namun Nadhifa dapat bernafas lega saat sang supir ternyata sudah ada di luar.
Revan hanya terkekeh melihat tingkah lucu istrinya, ia kemudian membenarkan hijab yang dikenakan Nadhifa.
" ayo turun" ucap Revan.
Nadhifa menurut saja, ia terlihat sangat senang melihat pemandangan indah di hadapannya, tempat yang mereka sewa berada tepat di pinggir pantai.
" wah, indah sekali" ucap Nadhifa senang.
" kamu suka?" tanya Revan yang sejak tadi berada di samping Nadhifa.
" iya mas, terimakasih" sahut Nadhifa.
" baiklah, kita masuk ke dalam dulu ya" ajak Revan.
Nadhifa mengangguk patuh dan berjalan di samping Revan, sedangkan pak supir yang mengantarkan mereka sudah meletakkan barang yang mereka bawa di depan pintu.
" terimakasih pak" ucap Revan.
" sama-sama tuan, kalau begitu saya pamit dulu" sahut pak supir itu.
" ini tips dari saya" ucap Revan menyerahkan beberapa uang lembar seratus ribuan pada pria paruh baya itu.
" terimakasih tuan"
usai pria itu pergi Revan memasuki penginapan yang sudah ia pesan sebelumnya, kunci rumah itu sudah ia dapatkan semenjak tiba di lokasi.
" kita istirahat dulu, setelah sholat dhuhur baru kita jalan-jalan" ucap Revan.
__ADS_1