Cinta Untuk Suamiku

Cinta Untuk Suamiku
4.DI KAFE SAHABAT


__ADS_3

Seorang laki-laki tampan dan selalu terlihat rapi itu mulai melajukan mobilnya menuju tempat biasa untuk nongkrong bersama sahabatnya.


Jika ada waktu luang dia pasti menyempatkan diri untuk berkumpul bersama sahabatnya.


Ya...


Sahabat yang tak pernah meninggalkannya dan selalu membantunya.


Persahabatan yang telah terjalin sejak duduk di bangku kuliah itu tetap terjaga dengan baik karna mereka sudah saling mengetahui sifat masing-masing.


Setelah memarkirkan mobilnya, dia mulai masuk ke dalam kafe, melihat kanan dan kiri untuk mencari keberadaan para sahabatnya itu.


Senyumnya mengembang saat melihat para sahabatnya yang sedang menunggunya sedang asyik bercanda, dia melangkahkan kakinya menuju tempat para sahabatnya berkumpul.


"Hai bro..." sapa laki-laki itu.


Semua yang ada menoleh pada asal suara, mereka berdiri dan memeluk laki-laki yang ada didepannya satu persatu dan kembali duduk ke tempatnya masing-masing.


"Gimana kabarnya bro?" sapa salah satu sahabatnya itu.


"Seperti yang kau lihat, aku baik-baik saja" dengan tersenyum laki-laki itu menjawab.


"Ada apa Van? tumben kamu mengajak kami berkumpul?apa ada masalah?"

__ADS_1


laki-laki yang memakai kaos hitam bertanya.


"Gak ada apa-apa, hanya ingin berkumpul dengan kalian saja". laki-laki itu hanya menyandarkan diri di kursi dan memejamkan matanya.


Para sahabatnya saling pandang karna tidak biasanya dia seperti ini, mereka yakin ada masalah yang coba di sembunyikan.


"Ayolah Revan ... kita itu sudah bersahabat sangat lama, kita tau ada sesuatu yang mengganggu pikiran kamu"


lelaki yang duduk disamping kanan Revan memberanikan diri bertanya setelah cukup lama mereka diam.


lelaki yang bernama Revan itu membuka matanya dan melihat para sahabatnya yang sedang memperhatikannya.


"Kenapa kalian melihatku seperti itu?" Revan menatap wajah sahabatnya satu persatu.


"Apa ada yang salah dengan penampilanku?"Revan bertanya lagi.


Mengalihkan pandangan pada semua sahabatnya, Revan tahu jika dia tidak bisa menyembunyikan sesuatu dari mereka.


Menghela nafas, Revan menceritakan bagaimana usaha mamanya untuk mencarikan istri untuknya.


Berkali-kali mamanya mencoba memperkenalkan anak dari teman-temannya, tapi Revan tetap saja menolak, sampai akhirnya ia setuju saat mamanya mencoba memperkenalkannya dengan seorang gadis yang baik menurut mamanya.


Mereka semua terdiam mendengarkan cerita Revan.

__ADS_1


"Kenapa kamu akhirnya setuju?"ucap Rio laki-laki yang duduk disamping kanan Revan kembali bertanya.


Diantara mereka berempat, Rio lah yang paling banyak bicara, karna memang rasa ingin tahu Rio lebih besar daripada yang lain.


"Aku kasihan saja sama mama, mungkin memang waktunya aku memulai hidup baru" ungkap Revan jujur.


"Bro... mungkin ini yang terbaik buat kamu, Tante Rahma pasti sudah memilihkan gadis yang terbaik untuk kamu" ucap Dion serius.


"Menurutku kamu harus mencoba membuka hati kamu untuk gadis itu van, dia pasti gadis yang baik" ucap Danu yang dari hanya diam saja.


"Iya, aku tahu, aku akan mencoba membuka hati untuk dia" ucap Revan tak kalah serius.


"Mungkin akan cukup sulit " ucap Danu tiba-tiba.


"Kenapa?" ucap Rio dan Dion bersamaan.


"Kalian kan tahu kalau Revan itu sudah lama bersikap dingin pada perempuan" jelas Danu.


"Yaaa... itu benar". ucap Revan menimpali.


"Tapi kamu tetap harus semangat bro, kamu harus bisa seperti yang lain, hidup dengan damai bersama istri dan anak" Rio menepuk pundak sahabatnya itu.


"Terima kasih atas nasehat kalian semua" ucap Revan tulus.

__ADS_1


"Yo'i Broo" ucap mereka bertiga.


Mereka melanjutkan acara kumpul-kumpu sambil sesekali bercanda mengingat kelakuan mereka waktu di kampus.


__ADS_2