Cinta Untuk Suamiku

Cinta Untuk Suamiku
21. BELANJA


__ADS_3

Di ruang makan, semua telah duduk di tempat masing-masing, makanan juga terhidang di atas meja makan, Nadhifa merasa tidak enak hati karna tidak membantu menyiapkan sarapan.


"Maaf ma, Dhifa gak bantuin masak" sesal Nadhifa.


"Gak apa sayang, ayo duduklah" ajak Bu Rahma.


Nadhifa dan Revan menempati tempat duduk mereka, tak lama Airin datang dengan berlari kecil diiringi Ranti dan suaminya.


"Selamat pagi semua" ucap Airin ceria.


"Selamat pagi Airin sayang" jawab Bu Rahma


Airin duduk diapit kedua orangtuanya, kemudian kedua matanya melihat Nadhifa yang sedang menyiapkan makanan untuk Revan.


"Tante cantik, apa Airin boleh duduk bareng Tante ?" tanya Airin pada Nadhifa.


Nadhifa mengangguk membiarkan Airin duduk di pangkuannya.


"Airin sayang, kamu duduk di kursi saja ya" ucap Ranti.


"Emangnya Airin berat ya?" tanya Airin polos pada Nadhifa.


"Tidak berat sayang, kamu mau makan sama Tante ya?" ucap Nadhifa.


Airin mengangguk antusias, dan mulai mengatakan makanan apa saja yang ingin dia makan.


Nadhifa dengan senang hati menyuapi Airin, Revan memperhatikan interaksi antara Nadhifa dan Airin keponakannya yang terlihat begitu dekat.


Selesai makan, Ranti dan suaminya berpamitan untuk pulang, membuat Airin menunduk sedih.


"Kenapa sayang?" tanya Nadhifa yang masih memangku Airin.


"Airin gak mau pulang Tante, Airin ingin main sama Tante cantik dulu" jawab Airin dengan mata berkaca-kaca.


"Kalau begitu bilang dulu sama mama ya" tutur Nadhifa.


Airin mengangguk, berjalan menuju tempat kedua orangtuanya dan mengutarakan keinginannya, membuat Ranti tidak enak hati karna takut mengganggu pengantin baru itu.


"Tidak apa dek, nanti Abang antar anak kamu pulang " ucap Revan yang tidak tega melihat Airin yang akan menangis.


"Baiklah, maaf ya kalau Airin mengganggu waktu kalian berdua" sesal Ranti.


"Tidak apa kak" ucap Nadhifa tersenyum.


Setelah berpamitan pada Airin akhirnya Ranti dan Reno pulang terlebih dahulu, membiarkan Airin yang ingin bermain dengan Nadhifa.


...

__ADS_1


Airin sedang tertidur pulas di ranjang, Revan dan Nadhifa hanya tersenyum melihat tingkahnya, padahal baru saja anak itu berceloteh ria.


Gadis kecil yang belum genap berumur 5 tahun itu mungkin terlalu lelah, seharian berjalan kesana kemari mengajak Nadhifa berkeliling rumah itu.


"Ayo kita sholat dulu " ajak Revan.


"Iya mas " sahut Nadhifa.


Mereka berdua sholat berjamaah di kamar, karna Bu Rahma dan si kembar sedang pergi keluar.


Setelah sholat, Revan mengajak Nadhifa untuk makan siang bersama.


Saat kembali ke kamar ternyata si kecil Airin sudah bangun dan mengatakan jika dirinya sudah lapar, dengan senang hati Nadhifa menyuapinya, sedangkan Revan mengambil pakaian Airin yang terletak di kamar Ranti.


Seusai makan, Nadhifa mengajak Airin mandi, dan memakaikan baju Airin yang sudah disiapkan oleh Revan.


"Tante cantik, ayo kita pulang" ucap Airin dengan semangat.


"Baiklah, ayo om Revan sudah menunggu di bawah " sahut Nadhifa.


Mereka bergegas menemui Revan yang sedang menikmati pemandangan di teras rumah.


...


Selama perjalanan Airin tak henti bicara membuat Nadhifa tersenyum, sesekali menimpali ucapannya.


"Oh ya, rumah kamu bagus ya" jawab Nadhifa membuat Airin tersenyum lebar.


Setelah memarkirkan mobil, mereka bertiga berjalan beriringan dengan Airin yang berada di tengah-tengah mereka.


"Assalamualaikum mama" ucap Airin dengan suara yang cukup lantang.


Tak lama pintu terbuka seiring jawaban salam yang terdengar, menampilkan Ranti yang membuka pintu diiringi Reno dibelakangnya.


"Wah, anak mama yang cantik udah datang ya" ucap Ranti.


"Iya ma, Airin kangen mama" ucap Airin sambil memeluk tubuh Ranti dengan erat.


"Oh jadi cuma kangen sama mama, sama papa gak kangen nih?"goda Reno.


"Kangen papa juga" ucap Airin yang melepaskan pelukan Ranti dan beralih memeluk Reno.


Nadhifa dan Revan hanya tersenyum melihat tingkah lucu Airin yang selalu ceria.


Ranti mengajak mereka untuk mampir terlebih dahulu,tak lupa menyiapkan es teh untuk mereka karna cuaca di siang hari sangat panas, Ranti juga meminta Revan dan Nadhifa sesekali bermain kesana, dan diiyakan oleh mereka berdua.


Revan dan Nadhifa berniat untuk pulang, tapi Ranti meminta mereka menunggu dirinya yang masih masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


"Ini buat kamu Dhifa, anggap saja ini kado pernikahan dari kami" ucap Ranti sambil menyerahkan bungkusan kotak yang sudah terhias rapi.


"Terima kasih kak" ucap Nadhifa.


Setelah berpamitan pada Airin, Revan mengajak Nadhifa untuk mampir ke suatu tempat.


"Kita mau beli apa, mas ?" tanya Nadhifa setelah mobil berhenti di parkiran salah satu pusat perbelanjaan.


"Ayo turun" ucap Revan tanpa menjawab pertanyaan Nadhifa.


"Baiklah" ucap Nadhifa yang terlihat pasrah mengikuti kemanapun langkah kaki suaminya.


Revan menggandeng tangan Nadhifa dengan erat seakan takut istrinya akan hilang membuat jantung Nadhifa berdegup kencang.


langkah kaki mereka terhenti saat memasuki toko pakaian.


Revan mengajak Nadhifa untuk memilih piyama tidur, karna melihat Nadhifa yang selalu tertidur menggunakan gamis mungkin membuat istrinya itu tidak nyaman.


"Ayo, pilihlah yang kamu suka" titah Revan.


"Tapi mas..." bantah Nadhifa.


"Kamu mungkin tak nyaman tidur menggunakan gamis Dhifa, jadi pilihlah beberapa piyama ini" ucap Revan memotong perkataan Nadhifa.


"Maaf mas" ucap Nadhifa karna merasa bersalah karna membantah suaminya.


"Tak apa, ayo pilih saja yang kamu suka" ucap Revan sambil mengelus kepala istrinya yang berbalut hijab.


Nadhifa tersenyum dan memilih beberapa piyama lengan panjang, mereka berdua berjalan menuju kasir setelah dirasa cukup, tak lupa Nadhifa juga memilihkan beberapa piyama untuk Revan atas perintah suaminya itu.


keluar dari toko pakaian, Revan mengajak Nadhifa untuk memasuki toko gamis plus hijab yang cukup besar di tempat itu, Nadhifa mengangguk karna tak ingin mengecewakan suaminya.


"Ayo, pilihlah gamis yang kamu suka" ucap Revan.


"Baik mas" sahut Nadhifa yang langsung mencari gamis model terbaru, tak lupa hijab yang berwarna senada.


Ditemani Revan, Nadhifa berkeliling mencari pakaian yang bagus, sebenarnya semuanya bagus hanya saja Nadhifa meletakkan gamis itu karna harganya yang cukup mahal, membuat Revan keheranan, pasalnya dari semua yang ada disini tidak ada yang sesuai dengan keinginan istrinya.


"Kenapa tidak ada yang kamu ambil? apa gamisnya kurang bagus?" tanya Revan.


"Gamisnya bagus mas, hanya saja harganya mahal mas" jawab Nadhifa pelan.


"Tak apa, ambillah karena tidak setiap waktu aku membelikan pakaian untukmu, ini juga kewajibanku sebagai seorang suami yang harus memberikan yang terbaik untuk istrinya" tutur Revan lembut.


Nadhifa mengangguk dan memilih beberapa gamis yang sudah dia pilih sebelumnya, membuat Revan tersenyum senang.


Setelah membayar belanjaan mereka, Revan membawa paper bag di tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya menggenggam tangan kiri Nadhifa.

__ADS_1


Nadhifa yang merasa tidak enak hati menawarkan bantuan pada Revan tapi Revan menolaknya.


__ADS_2