Cinta Untuk Suamiku

Cinta Untuk Suamiku
48. BELUM REJEKI


__ADS_3

Revan membalas pelukan istrinya itu seraya mengelus kepala yang terbalut hijab berwarna merah itu.


ia semakin mempererat pelukannya saat mendengar isakan yang terdengar dari mulut istrinya.


hiks...hiks...


mendengar tangisan istrinya Revan menjadi sedih seakan merasakan apa yang dirasakan istrinya.


" menangis lah sayang" ucap Revan pelan seraya mencium puncak kepala istrinya.


ia membiarkan Istrinya menangis sampai beberapa waktu hingga wanita itu lebih tenang.


dengan sabar Revan menuntun wanita itu duduk di tepi ranjang.


" duduklah dulu" ucapnya.


" Sekarang katakan padaku, ada apa? kenapa kamu tiba-tiba menangis?" tanya Revan penasaran.


Nadhifa terdiam, ia mengambil sesuatu yang ia sembunyikan di saku gamisnya.


Revan mengernyitkan dahi saat melihat benda berbentuk panjang yang disodorkan istrinya.


" maksudnya apa sayang?" ucap Revan.


" aku belum hamil mas" ucap Nadhifa lirih, ia sangat sedih saat hasil testpack tidak sesuai harapan karna ia sangat tahu jika Revan menyukai anak-anak, apalagi Revan selalu berkata tidak sabar menunggu kehadiran seorang bayi yang akan melengkapi kebahagiaan mereka.


" jangan terlalu dipikirkan sayang, aku tidak menuntut apapun darimu, kita nikmati hidup kita sekarang anggap saja saat ini kita masih pacaran, oke" sahut Revan menenangkan wanita di hadapannya itu.


" padahal aku sudah telat mas, aku kira aku sudah hamil" ucap Nadhifa sedih.


" tidak apa-apa sayang kamu sabar ya, mungkin belum rejeki kita" ucap Revan penuh pengertian.


Nadhifa mengangguk dan kembali membenamkan wajahnya di dada bidang suaminya dan dibalas Revan dengan mengelus kepalanya dan ciuman di puncak kepalanya.


Revan melepaskan pelukannya, menghapus sisa-sisa air mata yang berada di wajah istrinya dengan penuh kelembutan.


" sekarang berikan senyuman paling cantik untuk suamimu ini sayang, biar kerjanya jadi semangat" ucapnya.


Nadhifa tersenyum mendengar ucapan pria dihadapannya itu.


" nah gitu dong, aku kan jadi semangat kerjanya, ayo berikan hadiah pada suamimu yang tampan ini" ucap Revan.


" hadiah apa mas?" tanya Nadhifa polos.


Revan menyodorkan pipinya untuk dicium Nadhifa dengan senang hati Nadhifa mencium kedua pipi itu.


" sekarang aku yang akan memberikan hadiah untuk istri cantikku ini" ucap Revan.


mengabaikan wajah istrinya yang kebingungan, Revan menarik tengkuk istrinya dan mencium bibir merah merekah yang sejak tadi menggodanya.


" jangan sedih lagi oke, sekarang ayo antar aku ke depan" ucap Revan setelah melepas ciumannya.


wajah Nadhifa selalu merona saat mendapat perlakuan seperti itu dari Revan, dengan senang hati ia menggandeng tangan Revan sampai depan rumah.


tak lupa Revan mengecup keningnya setelah ia mencium punggung tangan Revan.


" aku berangkat ya" ucap Revan.

__ADS_1


" hati-hati mas" sahut Nadhifa dengan senyuman manis yang membingkai wajahnya.


Revan mengangguk dan mulai menjalankan kendaraannya menuju kantor.


...


Revan masih teringat wajah sedih istrinya, ia sampai tidak sadar saat Rey sudah berada di ruangannya.


" maaf pak" ucap Rey sopan.


" pak, pak Revan" ucap Rey dengan nada yang lebih tinggi karna sepertinya Revan tidak mendengarnya.


" ada apa Rey?" ucap Revan setengah kaget.


" maaf pak, dari tadi saya sudah mengetuk pintu tiga kali tapi tidak ada jawaban" jelas Rey.


" tidak apa Rey, saya sedang melamun"


" ada apa?" imbuhnya.


" Bu Nina ada di depan pak" ucap Rey.


" ada apa? bukankah perusahaan kita baik-baik saja?" sahut Revan agak malas, sejujurnya ia sangat tidak suka pada Nina wanita itu selalu saja menggodanya.


" semuanya baik pak, tapi saya tidak tahu alasan Bu Nina ada disini" jelas Rey.


" baiklah, suruh dia masuk" ucap Revan.


tak lama seorang wanita berpakaian agak seksi memasuki ruangan Revan setelah Rey keluar.


" halo Van" ucap wanita itu dengan manja.


pria itu pura-pura sibuk membaca berkas yang sebenarnya sudah ia pelajari karna terlalu malas mendengar ucapan tidak penting dari wanita di hadapannya.


" aku ingin ngajak kamu makan siang di luar mumpung aku ada disini" ucap wanita itu antusias.


" maafkan saya Bu Nina, saya tidak bisa" sahut Revan dengan wajah yang masih terlihat datar.


" kamu kenapa Revan? aku hanya ngajak kamu makan siang saja" ucap wanita yang bernama Nina itu.


" maaf, tapi saya memang tidak bisa" ucap Revan.


wanita bernama Nina itu keluar begitu saja karna Revan yang selalu mengacuhkannya.


Revan dapat bernafas lega, ia kembali menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi.


meraih ponselnya, ia menghubungi wanita yang sejak tadi ia pikirkan.


" assalamualaikum sayang" ucap Revan saat panggilan sudah terhubung.


" waalaikum salam mas" sahut Nadhifa yang sudah terlihat rapi.


" kamu mau kemana?" ucap Revan.


" aku mau ke kantor, aku sudah siapin makan siang buat mas Revan" sahut Nadhifa ceria.


Revan tersenyum lega saat melihat Nadhifa kembali ceria.

__ADS_1


" baiklah sayang, aku tunggu disini, hati-hati" ucap Revan.


usai mengucapkan salam, Revan mengambil dua botol air mineral dan meletakkannya di atas meja sambil menunggu istrinya yang akan mengunjunginya.


waktu makan siang sudah tiba semua karyawan satu persatu keluar menuju kantin yang terletak tidak jauh dari kantor.


usai menyapa resepsionis, dengan wajah cerianya Nadhifa melangkahkan kakinya menuju ruangan Revan.


" assalamualaikum mas" ucap Nadhifa setelah membuka pintu.


" waalaikum salam" sahut Revan, ia mendekati Nadhifa mengajaknya duduk di sofa.


" kamu bawa apa sayang?" ucap Revan.


" aku bawa ayam goreng dan sayur capcay, semoga mas Re suka" sahut Nadhifa disela-sela kesibukannya membuka rantang yang ia bawa.


" masakan mu selalu enak sayang" puji Revan.


tak butuh waktu lama keduanya melahap menu makan siang yang Nadhifa bawa.


" kak Raihan belum cuti mas?" ucap Nadhifa keheranan.


pasalnya akhir bulan ini pria itu akan menikah dengan sahabatnya,Zahra.


pertunangan mereka sudah dilaksanakan bulan lalu dan pastinya dihadiri oleh Revan dan Nadhifa.


" belum, besok terakhir dia kerja" sahut Revan.


" padahal udah tinggal dua Minggu lagi" ucap Nadhifa.


" tidak apa sayang, mungkin dia bosan ada di rumah" sahut Revan.


" bagaimana kalau sekarang kita cari hadiah buat Zahra dan Raihan?" ucap Revan.


" memangnya mas Re sudah tidak ada kerjaan?" tanya Nadhifa.


" sudah semua sayang" sahut Revan.


keduanya sepakat membeli kado usai melaksanakan sholat berjamaah di ruangan Revan.


...


Revan dan Nadhifa sudah berada di dalam mobil Revan, pak Ratno sudah pulang terlebih dahulu usai mendapatkan pesan dari Revan.


" kira-kira hadiah apa yang cocok untuk Zahra mas?" ucap Nadhifa.


" entahlah sayang, aku tidak tahu" sahut Revan jujur karna memang pada dasarnya ia tidak tahu.


" apa ya?" ucap Nadhifa.


" kita beri hadiah yang pasti mereka butuhkan sayang" ucap Revan.


" aku tahu, tapi apa?" ucap Nadhifa.


Revan tersenyum penuh arti, ia menghentikan mobilnya dan membisikkan sesuatu hingga membuat pipi Nadhifa memerah.


" mas Revan, mesum" ucap Nadhifa menepuk lengan suaminya.

__ADS_1


Revan terkekeh mendengar ucapan istrinya, ia yakin jika pengantin baru itu akan menyukai hadiah yang ia bisikkan pada istrinya itu.


__ADS_2