Cinta Untuk Suamiku

Cinta Untuk Suamiku
13. BERDEBAR


__ADS_3

Revan masih sibuk membaca berkas yang di serahkan Rey sesekali dia meminum kopi yang tersedia di mejanya.


Terdengar dering ponsel membuat Revan mengalihkan fokusnya pada benda persegi panjang yang ada dia atas meja.


Revan melihat layar ponselnya dan melihat ada panggilan dari Bu Rahma, langsung saja Revan mengangkatnya.


"Assalamualaikum ma..." Ucap Revan memulai percakapan.


"Waalaikum salam nak,apa hari ini kamu sibuk?" Tanya Bu Rahma.


"Tidak ada pekerjaan yang terlalu penting ma, Revan hanya memeriksa berkas saja" tutur Revan lembut.


"Ada apa ma...?" Tanya Revan karna merasa heran tidak biasanya mamanya menelpon di waktu seperti ini.


"Tidak ada apa-apa nak,Kamu bisa datang ke butik Tante Wina ?" Ucap Bu Rahma.


"Butik Tante Wina yang biasa mama kunjungi?" Tanya Revan memastikan.


"Iya, Sayang. Jaraknya tidak jauh dari kantor kamu" jawab Bu Rahma.


"Baiklah ma, Revan segera berangkat" sahut Revan.


"Perbaiki penampilan kamu ya, karna di sini ada Nadhifa juga" ujar Bu Rahma sambil terkekeh pelan membuat Nadhifa yang ada di sampingnya tersipu malu.


Revan tersenyum mendengar ucapan Bu Rahma, Revan tahu jika hari ini dia akan memilih baju pengantin yang akan digunakan saat akad nikah nanti.


"Iya ma, mama tenang saja, anak mama ini memang sudah tampan sejak lahir" ucap Revan dengan tertawa kecil.


"Baiklah nak, hati-hati ya" pesan Bu Rahma.


"Iya ma, assalamualaikum"


"Waalaikum salam"


...


Revan membereskan berkas yang sudah di pelajari, dan menatanya dengan rapi, Revan merapikan penampilannya, di depan kaca dalam ruangan kecil yang biasa Revan gunakan untuk istirahat, setelah memastikan penampilannya sudah rapi Revan bergegas keluar dari ruangannya.


"Rey, hari ini saya akan keluar, jika ada sesuatu yang penting, kamu bisa menghubungi saya" ucap Revan saat berada di dekat meja Reyhan


"Baik pak" tutur Rey sopan.


Revan berjalan menuju lift yang akan membawanya ke lobby kantor, mengabaikan pandangan karyawan yang berpapasan dengannya.


Sesekali Revan mengangguk kepala, saat mendengar sapaan dari karyawan yang tidak sengaja berpapasan dengannya.


Revan sangat dihormati semua karyawan, meskipun Revan jarang berbicara dengan mereka, tapi Revan memberikan gaji yang pantas dengan kerja keras mereka.


Revan menyediakan mushola yang bisa digunakan oleh karyawan untuk sholat, mushola itu di lengkapi dengan alat sholat lengkap dan ada pula Al-Qur'an yang tersusun rapi di tempatnya.


Revan juga memberikan peraturan tegas jika di kantornya harus menggunakan pakaian yang sopan.


Revan berjalan dengan wajah yang sama, dingin tanpa ekspresi, tapi tetap tak mengurangi aura ketampanan yang dimilikinya.


Setelah sampai di parkiran, Revan membuka mobil dan melajukan dengan kecepatan sedang, melewati jalanan yang terlihat tak terlalu ramai.


...


Sementara itu, Bu Rahma dan yang lain sedang melihat koleksi gaun yang ada di dalam butik itu, sambil menunggu Tante Wina yang masih dalam perjalanan kesana.

__ADS_1


Winda dan Windi menemani Nadhifa untuk melihat-lihat gaun di sana, sesekali mereka berbincang ringan.


Sedangkan Bu Rahma sedang berbicara dengan orang kepercayaan Tante Wina, Tante Wina adalah sahabat baik bu Rahma, mereka sudah bersahabat sejak kecil.


Tak lama pintu terbuka menampilkan sosok wanita paruh baya yang tersenyum anggun, berjalan menghampiri Bu Rahma yang sedang berbincang dengan orang kepercayaannya.


"Assalamualaikum, Rahma" ucap Tante Wina.


"Waalaikum salam, Wina" ucap Bu Rahma tersenyum dan memeluk sahabat baiknya itu.


"Sudah lama menunggu?" tanya Tante Wina yang merasa tidak enak hati pada sahabatnya.


"Tidak, aku baru saja sampai" jawab Bu Rahma.


Lalu Bu Rahma mengajak Tante Wina untuk menghampiri Nadhifa dan kedua anak kembarnya.


"Wah, ini pasti calon istri Revan ya?" tanya Tante Wina membuat Nadhifa dan si kembar menoleh kearah mereka berdua.


Nadhifa tersenyum dan menyalami punggung tangan Tante Wina.


"Assalamualaikum Tante..." Sapa Nadhifa.


"Waalaikum salam, Sayang. Kamu cantik banget" Jawab Tante Wina.


"Terima kasih Tante" ucap Nadhifa dengan tersenyum kecil.


"Kenalin Nadhifa ini sahabat mama, namanya Tante Wina, beliau yang punya butik ini" jelas Bu Rahma.


"Nama saya Nadhifa Tante, senang bisa bertemu dengan Tante" tutur Nadhifa sopan.


Kemudian Tante Wina mengajak mereka masuk kedalam sebuah ruangan untuk melihat koleksi kebaya modern yang sangat indah.


"Ini adalah kebaya koleksi Tante, tapi khusus untuk calon istri nak Revan,Tante sudah menyiapkan kebaya modern yang paling bagus" tutur Tante Wina membuat semua mata memandangnya.


' Kebaya yang ada disini saja sangat cantik, apalagi yang dibuat khusus' ucap Nadhifa dalam hati.


Tante Wina Meninggalkan mereka untuk mengambil kebaya khusus yang dibuat khusus untuk Nadhifa.


Setelah itu Tante Wina membawa kebaya modern yang indah di tangannya dan menghampiri mereka.


Mereka melihat kebaya Modern warna putih yang sangat indah, terdapat beberapa hiasan di bagian dada, membuat kebaya itu semakin lebih menawan.


Nadhifa sangat menyukai kebaya yang ada dihadapannya, terlihat sangat elegan, tanpa kesan mewah yang berlebihan.


Tante Wina memberikan kebaya itu untuk Nadhifa, menyuruh Nadhifa untuk mencoba kebaya itu, takut ada sesuatu yang kurang sehingga bisa langsung diperbaiki oleh Tante Wina.


Nadhifa bergegas memasuki ruang ganti dan memulai memakai kebaya yang sudah disiapkan untuknya.


Tak lama terlihat pintu yang terbuka menampilkan sosok lelaki tampan yang berjalan menghampiri mereka.


Ya... Lelaki itu adalah Revan yang baru saja tiba.


"Assalamualaikum" ucap Revan.


"Waalaikum salam" jawab mereka bersamaan.


"Nah, kebetulan kamu sudah sampai, ayo di coba baju karya Tante ya" tutur Tante Wina.


Revan memandangi wajah mamanya, dan Bu Rahma mengangguk.

__ADS_1


Revan berjalan mengikuti Tante Wina, dan masuk dalam ruangan untuk mencoba baju karya sahabat mamanya.


Nadhifa yang sudah cantik dengan kebaya modern di tubuhnya, melangkahkan kaki untuk menghampiri Bu Rahma dan yang lain.


Bu Rahma dan yang lain, terpukau melihat Nadhifa yang sangat cantik menggunakan kebaya hasil karya Tante Wina, membuat Tante Wina sangat bahagia karna kebaya yang sudah disiapkan untuk menantu sahabatnya sangat pas di tubuh Nadhifa.


"Wah, kak Nadhifa cantik banget" puji Winda.


"Iya, padahal kak Nadhifa belum pakai makeup" tambah Windi.


"Terima kasih" ucap Nadhifa tulus.


Bu Rahma tersenyum melihat penampilan Nadhifa, yang memang benar terlihat sangat cantik.


"Gimana Nadhifa? Apa kamu suka kebaya karya Tante?" Tanya Tante Wina.


"Iya Tante, Nadhifa suka sekali"jawab Nadhifa dengan senyuman tulus.


"Oh ya, Tante senang sekali" ucap Tante Wina.


Tak lama terdengar suara sepatu mendekati mereka, membuat mereka menoleh bersamaan.


Terlihat Revan yang sudah memakai Baju warna putih di lapisi jas hitam, membuat tubuh Revan menjadi lebih gagah.


Revan melihat Nadhifa yang juga sedang menatapnya, tak lama saat pandangan mereka bertemu Nadhifa langsung menundukkan kepala.


Revan tersenyum melihat tingkah Nadhifa yang terlihat gugup.


"Gimana Revan? Apa kamu suka baju karya Tante?" Tanya Tante Wina.


"Iya Tante, Revan suka terima kasih" jawab Revan.


"Kalian terlihat sangat serasi, mama jadi gak sabar ingin melihat kalian segera menikah" ucap Bu Rahma dengan nada menggoda.


"Mama ini ada-ada saja" tutur Revan tersenyum.


Nadhifa masih menundukkan kepala, menghindari bertatapan dengan Revan.


"Kalau begitu, bajunya sudah bisa kalian bawa pulang" ucap Tante Wina.


" Iya Tante, Nadhifa mau ganti bajunya dulu" ujar Nadhifa dan langsung berpamitan untuk pergi ke ruang ganti.


Nadhifa bergegas masuk ke ruang ganti untuk menghindari bertatapan dengan Revan, Nadhifa menyentuh dadanya, dia merasa jika jantungnya berdetak lebih kencang saat melihat Revan tersenyum.


"Kok jantungku berdebar seperti ini?"ucap Nadhifa pelan.


Setelah Nadhifa berlalu, Revan juga pamit untuk mengganti baju.


"Mereka berdua sangat serasi ya?" Ucap Tante Wina.


"Iya win, aku berharap semoga mereka berdua bisa menjadi keluarga yang harmonis" tutur Bu Rahma.


"Walaupun pernikahan ini berawal dari perjodohan, tapi aku sangat yakin jika Nadhifa akan menjadi istri dan ibu yang baik" tambah Bu Rahma.


"Iya, Amin..." Ucap Tante Wina.


Didalam ruang ganti Revan tak henti tersenyum saat mengingat tingkah Nadhifa yang mendadak kaku saat bertatapan dengannya.


"Gadis yang lucu" ucap Revan pelan.

__ADS_1


__ADS_2