Cinta Untuk Suamiku

Cinta Untuk Suamiku
6.PERTEMUAN


__ADS_3

Bu Rahma sedang menyiapkan diri untuk pergi ke panti "KASIH BUNDA"


Cukup lama Bu Rahma menjadi donatur di panti tersebut, akan tetapi baru kurang lebih 5 tahun Bu Rahma menjadi donatur tetap, semenjak perusahaan anaknya mengalami kemajuan yang pesat.


Setelah siap Bu Rahma duduk di sofa ruang tamu menunggu putra sulungnya untuk pergi kesana,


Tujuan utamanya untuk mengetahui Jawaban dari gadis cantik yang sudah dipinang untuk putranya itu.


Sedangkan di kamar Revan sudah siap dengan baju kemeja berwarna abu-abu muda dan celana jeans yang membalut tubuhnya, tidak lupa dengan tatanan rambutnya yang rapi, saat dirasa cukup Revan keluar dari kamarnya dan menghampiri mamanya yang sudah menunggu.


Bu Rahma memuji penampilan putra sulungnya yang terlihat sangat tampan, terlebih Revan jarang memakai baju seperti itu ,Revan hanya tersenyum mendengar pujian dari sang mama.


Revan melajukan mobilnya menuju ke panti dengan hati-hati, memperhatikan lalu lintas yang menjadi pemandangan sehari-hari, menolehkan kepala melihat Bu Rahma yang tengah melamun.


"Ada apa ma?" Revan memulai percakapan.


"Gak ada apa-apa Van, mama cuma penasaran dengan jawaban Nadhifa " Bu Rahma melihat putranya dengan senyuman.

__ADS_1


'jadi nama gadis itu Nadhifa, nama yang indah' ucap Revan dalam hati.


Revan kembali diam dan memfokuskan diri untuk mengemudikan mobil sambil berfikir seperti apa rupa gadis yang akan di jodohkan dengannya.


Bu Rahma melihat anaknya sekilas, dan melanjutkan kata-katanya.


"Mama sih sangat berharap kalau Nadhifa mau menerima pinangan mama"


Revan menoleh melihat mamanya yang sangat berharap, dia terdiam.


"Iya sayang,kamu tenang saja, mama tidak akan memaksakan kehendak mama" ucap Bu Rahma tersenyum.


Setelah itu tidak ada percakapan diantara mereka berdua, Revan lebih fokus untuk mengemudi sedangkan Bu Rahma hanya mengingat kebersamaan dengan Nadhifa, gadis cantik yang sangat sopan dan penyayang.


Nadhifa dibantu Bunda Lastri dan bunda Naya mempersiapkan makanan yang akan disuguhkan untuk tamu yang akan datang.


Di meja sudah tersedia beberapa makanan ringan dan kue kering yang dibuat sendiri oleh mereka, sudah beberapa bulan ini bunda Lastri dan Nadhifa menerima pesanan kue dan makanan ringan dari tetangga sekitar panti.

__ADS_1


Terkadang juga ada beberapa pesanan dari teman Bu Rahma, Bu Rahma banyak membantu mereka untuk mempromosikan dagangan mereka, walaupun pesanan tidak terlalu banyak tetapi mereka selalu bersyukur dan berharap semoga usaha mereka bisa lebih maju lagi.


Setelah siap mereka duduk di kursi dan menunggu Bu Rahma datang, terlihat bahwa Nadhifa sangat gelisah.


Bunda Lastri yang melihat hal tersebut langsung mengelus pundak Nadhifa, berusaha menenangkan gadis disampingnya itu.


Tak lama setelah itu terdengar suara mobil, mereka bertiga keluar untuk menyambut tamu mereka.


Mobil Revan sudah terparkir di tempat biasa, tak ada anak-anak yang bermain di halaman karena hari ini mereka masuk sekolah, panti terlihat sangat sepi.


Revan dan Bu Rahma keluar dari mobil kemudian melangkahkan kakinya menuju Nadhifa dan lainnya yang sudah menunggu di depan pintu.


Bunda Lastri dan bunda Naya terlebih dahulu bersalaman dan berpelukan dengan Bu Rahma, kemudian Nadhifa menyalami Bu Rahma, wanita paruh baya itu tersenyum melihat perlakuan gadis yang sangat diharapkan menjadi menantunya.


Nadhifa hanya menunduk menyembunyikan wajah cantiknya itu, dia tidak berani mengangkat wajahnya, karna dia tahu ada anak Bu Rahma yang dari tadi memperhatikannya.


Mereka semua berjalan menuju ruang tamu untuk melanjutkan pembicaraan mereka.

__ADS_1


__ADS_2