Cinta Untuk Suamiku

Cinta Untuk Suamiku
57. KEMBALI BANGKIT.


__ADS_3

Revan dan Raihan saat ini sudah tiba di TaVa cafe, tempat yang sudah disepakati untuk membicarakan tentang kerjasama yang akan segera terjalin.


Mereka berjalan dengan cepat setelah melihat dua orang yang akan mereka temui sedang duduk di salah satu meja cafe.


" Maafkan kami tuan, kami terlambat" ucap Revan penuh sesal.


" Tidak masalah tuan, duduklah"


" Perkenalkan saya Revan dan ini sekertaris saya Raihan" ucap Revan mengulurkan tangannya begitu pula dengan Raihan.


Dengan sopan kedua orang itu juga menyambut uluran tangan mereka.


" Saya Vito dan ini sekertaris saya Dimas"


Usai bersalaman mereka duduk, tak lupa pria yang bernama Dimas itu memanggil pelayan untuk mencatat menu yang akan mereka pilih.


" Anda mau minum apa tuan Revan?" Ucap pria bernama Dimas.


" Jus jeruk saja" sahut Revan.


Dimas mengalihkan pandangannya pada Raihan, seakan mengerti apa yang pria itu lakukan, Raihan mengatakan minuman apa yang ia inginkan.


" Jus sirsak tuan" sahut Raihan.


" Baiklah, jus jeruk, jus sirsak dan dua cappucino" ucap Dimas pada pelayan yang sedang mencatat pesanan mereka.


Pelayan itu kembali dengan nampan yang berisikan minuman yang sudah mereka pesan.


" Silahkan diminum tuan" ucap Dimas.


Revan dan Raihan menurut karna keduanya memang sangat haus setelah hampir satu jam terjebak macet.


" Maaf jika saya lancang, apa benar Anda mau bekerjasama dengan perusahaan kami?" ucap Revan gugup, bagaimana tidak dihadapannya adalah salah satu pengusaha yang banyak di perbincangkan media.


" Iya tuan Revan" sahut Vito, pria itu sejak tadi lebih banyak diam dan hanya Dimas yang berbasa-basi dengan mereka.


Revan yakin pria sukses seperti Vito memang tidak banyak bicara namun sepak terjangnya dalam dunia bisnis tidak perlu diragukan lagi, siapa yang tak kenal dengan pria itu.


" Kami sudah menyelidiki tentang semua hal yang terjadi pada perusahaan anda, dapat kami simpulkan jika ada seseorang yang ingin menjatuhkan anda" ucap Dimas.


" Anda benar tuan" sahut Revan.


" Anda tahu siapa pelakunya?" Tanya Vito.


" Saya tahu semuanya tuan, namun saya tidak bisa berbuat apa-apa karna dia orang yang cukup berkuasa" jelas Revan.


" Baiklah, kita langsung membahas intinya saja" ucap Dimas, sebagai sekertaris ia pasti tahu jadwal atasannya yang cukup padat.


" Baik tuan" sahut Revan.


Mereka melanjutkan pembicaraan mengenai kerjasama yang akan mereka jalin hingga tanpa sadar menghabiskan waktu hampir satu jam.


" Terimakasih atas kepercayaan anda tuan, kami tidak akan mengecewakan anda" ucap Revan menjabat tangan Vito dan Dimas bergantian.


" Baik, saya tunggu kabar baiknya" ucap Vito ramah, dibalik wajah datar yang sejak tadi ia tampilkan ternyata dia menghormati kliennya .

__ADS_1


Revan kagum dengan kepribadian yang dimiliki Vito dalam pertemuan pertama pria itu menyambutnya dengan hangat walaupun hanya dengan raut wajah datarnya, tidak ada kata-kata Vito yang merendahkannya.


...


Revan pulang ke rumah dengan wajah bersinar, panas yang ia rasakan saat berada dalam kendaraan yang ditumpanginya kini tak lagi ia rasakan.


Hembusan angin menyambut kedatangannya, halaman rumahnya sangat asri sehingga bisa membuat Revan lebih segar.


Dengan senyum yang tak pudar di wajahnya, Revan memasuki rumahnya usai menyapa pak Ratno yang sedang mencuci mobil.


" Assalamualaikum" ucap Revan.


" Waalaikum salam" sahut Nadhifa yang baru saja akan turun ke bawah, ia sedikit berlari untuk menyambut kedatangan suaminya.


" Pelan-pelan sayang" ucap Revan yang khawatir.


" Iya, maaf" sahut Nadhifa.


" Mas Re pasti capek" wanita itu mencium punggung tangan suaminya yang dibalas dengan kecupan yang Revan berikan di keningnya.


" Sedikit" sahut Revan yang tak berhenti tersenyum.


" Baiklah, mas Re duduk dulu, aku buatin minuman ya" ucap Nadhifa.


" Ambil air dingin saja" ucap Revan setengah berteriak karna Nadhifa sudah berjalan menjauhinya.


Nadhifa datang dengan sebotol air dingin di tangannya, ia menyerahkannya pada Revan setelah duduk di samping suaminya.


" Mas Re dari senyum-senyum terus, pasti ada kabar baik?" Tanya Nadhifa.


" Iya sayang, hari ini aku bertemu dengan pengusaha sukses dia memberikan aku kesempatan untuk bekerjasama dengannya" sahut Revan.


" Iya sayang, terimakasih selalu memberikan aku semangat"


" Iya mas, sama-sama"


" Mama mana?" Tanya Revan.


" Ada di belakang, nyiram bunga" sahut Nadhifa.


" aku ke sana dulu ya" ucap Revan.


Tanpa membuang waktu Revan menghampiri Bu Rahma yang memang menghabiskan waktu sore di kebun belakang rumah.


" Mama" ucap Revan lembut.


Bu Rahma menoleh dan ia dapat melihat wajah putranya tersenyum lebar, wanita paruh baya itu mematikan selang dan mendekati Revan.


" Ada apa ini? Kenapa putra mama tersenyum lebar sekali?" Sahut Bu Rahma.


" Ada kabar baik ma, Revan mendapatkan klien baru ma"


" Alhamdulillah, selamat ya, mama bahagia sekali, mama yakin kamu pasti bisa" ucap Bu Rahma.


" Iya ma, ini semua juga karna doa mama" ucap Revan yang memeluk Bu Rahma.

__ADS_1


...


Si kembar ikut bahagia setelah mendengar kabar baik itu dari Bu Rahma, saat ini mereka semua sudah berada di meja makan.


usai makan, mereka berkumpul di ruang keluarga, mereka berbicara ringan mengenai beberapa hal.


" assalamualaikum " ucap Ranti dan Reno bersamaan.


" waalaikum salam" sahut mereka.


" assalamualaikum Oma, Airin yang cantik sudah datang" ucap Airin menghampiri Bu Rahma.


" waalaikum salam cucu Oma yang cantik" sahut Bu Rahma tersenyum.


" sepertinya ada kabar bahagia?" ucap Ranti yang duduk di sofa yang masih kosong.


" Alhamdulillah, Revan sudah mendapatkan klien baru" sahut Bu Rahma.


" Alhamdulillah, aku senang sekali" ucap Ranti, begitu pula Reno yang ikut senang mendengar kabar baik itu.


" iya, semuanya karena doa kalian semua" ucap Revan.


" Airin yang cantik, ayo kemari" ucap Revan memanggil Airin yang duduk disamping Bu Rahma.


gadis kecil itu menurut, ia beranjak dan duduk di pangkuan Revan.


" ada apa? apa om Revan kangen sama Airin?" ucap gadis kecil itu dengan polosnya.


" iya, om kangen banget" sahut Revan.


" Tante cantik gak kangen Airin?" ucap Airin yang duduk disamping Revan.


" kangen banget sayang, ayo duduk sama Tante saja" sahut Nadhifa tersenyum saat Airin menuruti keinginannya.


" Airin belum ngantuk ?" tanya Nadhifa.


" tidak Tante, Airin mau main" jawab gadis kecil itu.


Nadhifa yang mengerti maksud Airin tersenyum, ia meminta izin untuk naik ke kamarnya menemani Airin bermain.


Jika Airin datang ke sana pasti dia mengajak main di kamar Revan, beberapa buku gambar dan pensil warna milik Airin tertata rapi di ruangan kerja Revan.


" sekarang Airin mau gambar apa?" tanya Nadhifa yang sudah mengeluarkan beberapa buku mewarnai milik Airin.


" aku mau mewarnai buah-buahan Tante" ucap Nadhifa.


" baiklah," sahut Nadhifa.


Dengan sabar Nadhifa menemani Airin mewarnai hingga tanpa sadar gadis kecil itu sudah terlelap.


" Airin sudah tidur?" tanya Revan yang baru membuka pintu.


" iya mas" sahut Nadhifa yang membereskan pensil warna Airin.


Nadhifa menyiapkan bantal untuk mereka tidur bertiga, saat semua sudah siap Revan membenarkan posisi tidur Airin.

__ADS_1


" tidurlah, sudah malam" ucap Revan setelah mendaratkan ciuman di kening Nadhifa.


Nadhifa mengangguk, wanita itu merebahkan tubuhnya disamping Airin dan memeluk Airin dari belakang, Revan juga merebahkan tubuhnya yang sudah terasa sangat lelah, tak butuh waktu lama mereka berdua tertidur lelap.


__ADS_2