Cinta Untuk Suamiku

Cinta Untuk Suamiku
8.BERSIAP


__ADS_3

Suasana di panti terlihat sangat ramai, wajah anak-anak panti sangat bahagia, karena hari ini akan diadakan acara pertunangan Nadhifa.


Mereka sangat antusias membantu bunda Lastri menata makanan yang akan disuguhkan kepada keluarga bu Rahma, ada beberapa anak yang membantu ayah Rahman untuk menggelar karpet di depan rumah.


Acara pertunangan ini diadakan secara sederhana, hanya mengundang beberapa tetangga dekat panti.


Para tetangga begitu senang saat mendengar kabar bahwa Nadhifa, gadis yang mereka kenal akan segera menikah.


Mereka juga tahu jika Nadhifa adalah gadis yang cantik dan juga lemah lembut,terlihat dari caranya mengurus anak-anak panti.


Para tetangga tidak keberatan saat diminta untuk membantu kelangsungan acara.


Bunda Naya sedang berada di kamar Nadhifa, dia menemani Nadhifa yang sedang dirias oleh salah satu anak tetangga depan panti yang juga merupakan teman dekat Nadhifa, mereka berdua sudah berteman sejak lama.


"Duuuuh... Dhifa kamu cantik banget" ucap Zahra tersenyum mengagumi wajah cantik Nadhifa.


Zahra sudah selesai merias Nadhifa, dia hanya merias sedikit wajah Nadhifa karna pada dasarnya Nadhifa memang sudah cantik.


Nadhifa tersenyum menanggapi ucapan sahabatnya itu.


"Iyaaa sayang, kamu cantik banget" tambah bunda Naya membuat Nadhifa tersenyum semakin lebar.


"Terima kasih, Zahra. Kamu sudah merias wajahku" ucap Nadhifa menyentuh kedua tangan Zahra.


Bunda Naya tersenyum melihat mereka berdua, persahabatan mereka memang sudah terjalin sejak lama.


"Kalau begitu, bunda keluar dulu ya, mau melihat keadaan diluar takutnya masih belum ada yang selesai"ucap bunda Naya.


"Iya bunda..." ucap Nadhifa dan Zahra bersamaan.


Bunda Naya bergegas keluar dari kamar dan meninggalkan mereka berdua.

__ADS_1


Didalam kamar itu Zahra tidak henti-hentinya menggoda Nadhifa Hingga membuat pipi Nadhifa semakin merona.


"Udah Zahra, jangan menggodaku terus kalau nanti aku terbang gimana ?" ucap Nadhifa sambil tersenyum malu.


"Kalau kamu terbang yaaa tinggal aku tangkap saja...hahahaha..." zahra tertawa melihat sahabatnya yang semakin salah tingkah.


Sementara itu di kediaman keluarga Bu Rahma terlihat banyak barang yang akan dibawa menuju panti.


ada pula beberapa roti dan juga kue yang akan mereka bagikan pada mereka.


Bu Rahma tersenyum melihat barang yang akan dibawa.Setelah itu dia duduk di sofa menunggu anak-anaknya keluar.


"Omaaaa"


terdengar suara anak kecil memanggil namanya.


"Airin, sayangnya Oma udah cantik bnget sih " ucap Bu Rahma sambil meletakkan tubuh sang cucu di pangkuannya.


anak kecil itu terkekeh mendengar ucapannya sendiri.


"Iya...iya cucu Oma yang satu ini emang sangat cantik" Bu Rahma tersenyum melihat tingkah lucu cucunya itu.


"Gimana ma...apa semua sudah siap?" ucap Ranti yang telah mendudukkan dirinya di samping Bu Rahma.


"Iya sayang udah siap... tinggal menunggu adik-adik kembar mu dan Kakak kamu yang tampan itu" jawab Bu Rahma seraya mengelus rambut halus Airin yang hanya dihias dengan bando pita.


"Kemana suami kamu ?" tanya Bu Rahma


"Masih ada di kamar mandi, ma" jawab Ranti.


Tak lama terlihat laki laki menghampiri Ranti dan duduk disampingnya.

__ADS_1


"Papa..." ucap Airin langsung bangun dari pangkuan sang nenek kemudian berjalan menuju tempat sang papa yang sedang duduk.


Mereka terlihat berbincang-bincang sambil menunggu yang lain turun.


Suara sepatu terdengar menuruni tangga terlihat Revan yang sudah rapi memakai kemeja garis-garis lengan panjang berwarna navy dipadukan dengan celana jeans hitam.


Rambut Revan juga sudah terlihat rapi. Tak hanya itu, tubuh Revan yang gagah menambah kesempurnaan wajah tampannya.


Bu Rahma tersenyum melihat putra sulungnya yang terlihat sangat tampan.


"Apa semuanya sudah siap ma ?" ucap Revan yang duduk di sofa depan mamanya.


"Sudah semua,hanya menunggu adik-adik kembarmu saja"jawab Bu Rahma.


Revan hanya menganggukkan kepalanya.


terlihat beberapa kali dia menghela nafas berusaha menetralkan suasana hatinya.


Tak lama adik-adik kembar yang ditunggu akhirnya datang juga.


"Winda...Windi... kenapa kalian lama sekali?"tegur Bu Rahma.


"Ini ma, si Windi susah banget kalau mau di make up in " Winda menjawab pertanyaan sang mama.


"Kan kamu tau kalau aku gak suka make up" ucap Windi sambil melipat kedua tangannya di depan dadanya tak lupa dengan bibir yang sudah menyerupai mulut bebek.


Mereka semua tersenyum melihat wajah Windi yang cemberut.


Winda dan Windi mempunya kepribadian yang berbeda walaupun mereka kembar .


Winda sifatnya lebih feminim sedangkan Windi sifatnya sedikit tomboi.

__ADS_1


Tak lama beberapa kerabat dekat yang diundang Bu Rahma sudah datang, mereka mempersilahkan tamu-tamu masuk dan mulai memasukkan barang bawaan menuju mobil-mobil bersiap menuju ke panti.


__ADS_2