Cinta Untuk Suamiku

Cinta Untuk Suamiku
11. ADA-ADA SAJA


__ADS_3

Setelah kepulangan keluarga Bu Rahma, Nadhifa dan yang lain terlihat sibuk, mereka merapikan rumah di bantu oleh adik-adik panti.


Mereka membagi tugas supaya pekerjaan cepat selesai, ayah Rahman mengatur anak-anak laki-laki untuk membersihkan karpet dan melipatnya.


Bunda Naya sedang mencuci peralatan makan yang kotor yang belum sempat dibersihkan para tetangga dibantu beberapa gadis kecil, sedangkan bunda Lastri sedang membagikan makanan berupa kue dan roti yang dibawa oleh keluarga Bu Rahma untuk tetangga yang sudah bersedia membantu.


Nadhifa sedang mengangkat barang hantaran dari Revan ditemani oleh Zahra yang sudah kembali datang ke panti, memang tadi Zahra pulang terlebih dahulu karena ada keperluan.


Di sela kesibukan mereka berdua, Zahra tak henti hentinya menggoda Nadhifa.


"Yang bentar lagi mau jadi pengantin, wajahnya bahagia banget" ucap zahra sambil tertawa kecil.


"Udah dong Zahra, dari tadi kamu goda aku terus" ucap Nadhifa dengan pipi yang sudah merona.


"Hahaha... Dhifa gimana rasanya udah punya calon suami?" Zahra semakin semangat menggoda Nadhifa.


Nadhifa hanya membalas ucapan zahra dengan senyuman lebar.


"Apa kamu penasaran ?"tanya Nadhifa usil


"Iya ... Aku penasaran banget" jawab Zahra antusias.


Nadhifa diam tak berniat menjawab ucapan zahra, Nadhifa tidak mampu mengatakan apapun karena Nadhifa merasakan hatinya begitu bahagia.


Zahra mengerucutkan bibirnya merasa kesal karna Nadhifa tak kunjung menjawab pertanyaannya, tapi Zahra Mengerti apa yang dirasakan oleh sahabatnya, terlihat dari wajah Nadhifa yang terlihat berseri-seri dengan senyuman yang tak pudar dari bibirnya.


Setelah menata barang barang, Nadhifa membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur disusul Zahra yang melakukan hal yang sama.


Nadhifa memejamkan matanya sejenak karena merasa tubuhnya sangat lelah, begitu pula dengan Zahra.


"Dhifa ..."ucap Zahra memecahkan keheningan dikamar itu.


"Ada apa Zahra?" sahut Nadhifa dengan mata yang masih terpejam.


"Kalau kamu sudah nikah, kamu akan sering kesini kan ?"tanya Zahra.


Nadhifa membuka mata, menoleh pada Zahra yang juga sedang menatapnya.


"Tentu saja, kenapa kamu bertanya seperti itu ?"


" Aku hanya takut kamu akan jarang kesini" jawab Zahra dengan sedih,


"Kamu tenang saja, aku tidak akan meninggalkan kamu sendiri,aku juga akan sering main ke rumahmu seperti biasa" ujar Nadhifa menenangkan Zahra dengan mengusap lembut pundaknya.


Nadhifa tahu perasaan Zahra, memang sahabatnya itu tidak mempunyai banyak teman karena Zahra anak yang tertutup jadi hanya mempunyai sedikit teman, dan hanya Nadhifa yang menjadi teman dekatnya selama ini.


Nadhifa mendekat, meraih Zahra dalam pelukannya, membuat mereka berpelukan sambil tersenyum.


"Makanya cepat cari pasangan, biar gak galau kalau aku tinggal" goda Nadhifa sambil tertawa kecil.

__ADS_1


" Iya Dhifa sayang, tenang saja, nanti aku cari yang tampan seperti calon suamimu" sahut Zahra membuat mereka tertawa.


...


Airin yang sejak tadi duduk dipangkuan Revan, ingin meminjam ponsel pada mamanya, dia ingin melihat hasil jepretan fotonya bersama Nadhifa.


"Ma... Airin mau pinjam Hp" ucap Airin dengan memelas.


"Nanti di rumah saja ya" ucap Ranti.


Ranti memang tidak memperbolehkan Airin terlalu sering menggunakan ponsel, karna tidak baik untuk kesehatan.


Airin hanya mengerutkan bibir mendengar ucapan mamanya, Revan tersenyum melihat ekspresi lucu keponakannya.


Revan mengelus lembut rambut Airin.


"Nanti saja di rumah ya, biar nanti bisa puas lihat fotonya" ujar Revan menenangkan hati keponakannya itu.


" Iya om" jawab Airin singkat.


Di kursi paling belakang si kembar Windi dan Winda sedang berbisik-bisik, mereka berencana mengirim foto Airin yang sudah mereka potong, sehingga di foto itu hanya terlihat wajah Nadhifa saja.


Tak lama terdengar bunyi dari ponsel Revan, dia hanya membiarkan, tak berniat membuka ponselnya karna merasa sangat mengantuk.


Si kembar cekikikan membuat Bu Rahma dan Ranti yang ada didepannya menoleh ke belakang.


Winda membisikkan sesuatu di telinga Ranti membuat Ranti tersenyum melihat pada Bu Rahma, Bu Rahma mengernyitkan kening tidak mengerti maksud Ranti.


Ranti mendekati Bu Rahma membisikkan sesuatu membuat Bu Rahma tersenyum lebar.


Bu Rahma tahu jika Revan mulai tertarik pada Nadhifa, karena beberapa kali Bu Rahma melihat Revan kedapatan mencuri pandang pada Nadhifa,terlebih ketika Nadhifa sedang tersenyum.


...


Setelah hampir satu jam akhirnya mereka tiba di rumah, rumah terlihat sudah rapi karna sudah dibersihkan oleh pembantu.


Mereka turun satu persatu dari mobil, dan Reno memasukkan mobil kedalam garasi.


Mereka bergegas masuk ke kamar masing-masing, untuk membersihkan tubuh yang sudah terasa lengket.


Revan telah sampai didalam kamarnya, dia meletakkan ponselnya di atas meja kemudian mengambil baju dan handuk untuk mandi.


Revan sudah rapi dengan baju koko dan sarung, dia turun ke lantai bawah untuk melaksanakan sholat Maghrib bersama, di mushola rumah itu sudah terlihat keluarganya sudah berkumpul, tak ketinggalan asisten rumah tangga mereka ikut sholat berjamaah.


Seperti biasa Revan yang menjadi imam sholat, terkadang bergantian dengan Reno jika Ranti sekeluarga menginap di sana.


Setelah sholat mereka berbincang-bincang ringan sambil menunggu waktu sholat isya, ditemani suara Airin yang sedang belajar membaca iqro, dipandu oleh mamanya.


Waktu sholat isya telah tiba, mereka melaksanakan sholat isya dengan khusyuk, kali ini Reno yang menjadi imam.

__ADS_1


...


Suara dentingan sendok terdengar memenuhi ruang makan, tak ada yang bersuara, semua fokus menghabiskan makanan mereka masing-masing.


Saat sudah selesai, asisten rumah tangga langsung membersihkan meja makan, Bu Rahma berkali-kali mengajak bik Minah untuk makan bersama, tapi bik Minah selalu menolak karna merasa tidak pantas.


Mereka beranjak ke kamar masing-masing untuk mengistirahatkan tubuh yang sudah sangat lelah.


Saat tiba didalam kamar, Revan segera mengganti baju Koko dengan kaos berwarna abu-abu tua dan mengganti sarung dengan celana pendek,Revan merebahkan tubuhnya di atas kasur, memejamkan matanya mencoba untuk tidur, tapi bayangan wajah Nadhifa yang tersenyum menari-nari di kepalanya.


Revan memiringkan tubuh ke kanan, mencari posisi tidur yang nyaman tapi tetap saja dia tidak bisa tidur.


Kembali lagi menghadap ke kiri tapi sama saja, senyuman Nadhifa masih terus membayanginya.


^^^Karena sudah bosan, Revan mengambil ponselnya yang berada di atas meja.^^^


Revan mengernyitkan dahi melihat pemberitahuan di aplikasi pesannya.


Ada Wa dari adik-adiknya yang mengirimkan foto, karena penasaran Revan mengunduh foto itu, banyak sekali foto yang dikirim oleh kedua adik kembarnya.


Revan membelalakkan matanya melihat foto Nadhifa yang sedang tersenyum di layar ponselnya, senyuman tipis terukir di bibirnya.


Ada banyak foto Nadhifa, dengan berbagai ekspresi, Revan tahu jika foto itu telah dipotong oleh adik kembarnya, dan hanya menyisakan wajah Nadhifa saja.


Revan tersenyum memandangi wajah Nadhifa, gadis itu tetap cantik dengan ekspresi wajah apapun.


Ponsel Revan berbunyi, ada pesan dari winda.


" Aku kan baik hati, jadi aku kirimin foto kak Nadhifa, jangan dihapus bang"


Ponsel Revan kembali berbunyi kali ini pesan dari Windi.


"Kami tahu, pasti Abang gak bisa tidur kan?", jadi kami kirimin foto kak Nadhifa"


Revan tergelak melihat kelakuan kedua adik kembarnya itu, mereka berdua memang benar usil.


Revan tak membalas pesan mereka, dia masih memandangi wajah Nadhifa yang sedang tersenyum.


Karena merasa sudah mengantuk, Revan meletakkan ponselnya di atas meja, dan mencharge baterainya, Revan mulai memejamkan mata, kemudian terdengar bunyi dari ponselnya lagi.


Revan kembali duduk, membuka ponselnya ternyata ada pesan dari Ranti.


Ada beberapa foto di sana, Revan dapat menebak jika itu adalah foto Nadhifa.


"Aku kirimin juga ya bang, takutnya kurang banyak... hahaha .."


Revan tersenyum melihat adik-adiknya menyukai Nadhifa.


"Mereka ini, ada-ada saja"gumam Revan, meletakkan ponselnya di atas nakas dan kembali memejamkan matanya, tak lama dia tertidur dengan pulas.

__ADS_1


__ADS_2