Cinta Untuk Suamiku

Cinta Untuk Suamiku
12. PERGI BERSAMA


__ADS_3

Pagi hari Revan sudah siap untuk berangkat ke kantor, dengan penampilan yang sudah rapi Revan berjalan menuju ruang makan, di sana telah ada kedua adik kembarnya dan mama tersayang yang sudah menunggu kedatangannya.


Di atas meja makan sudah tersedia menu kesukaan Revan yakni opor ayam,bu Rahma memang sengaja membuatnya karna ketiga anaknya menyukai makanan itu.


Mereka makan dengan khidmat tanpa ada yang berbicara, hanya terdengar dentingan sendok, Revan juga menambahkan nasi ke piring, membuat Bu Rahma tersenyum senang.


"Makanlah yang banyak nak" tutur Bu Rahma.


"Iya ma...Revan suka banget opor ayam buatan mama" ucap Revan.


Winda dan Windi hanya mendengarkan percakapan antara dua orang di hadapannya.


Setelah selesai mereka bergegas meninggalkan ruang makan.


Winda dan Windi beranjak menuju kamarnya, mereka akan menghabiskan waktu untuk bersantai karna sudah menyelesaikan ujian akhir Nasional.


"Winda Windi" ucap Revan.


Ucapan Revan mengentikan langkah kaki si kembar, mereka berdua menoleh pada sang Abang.


"Iya bang... Ada apa ?" Jawab Winda.


"Pengumuman kelulusan kalian belum keluar ?" Tanya Revan.


"Belum bang masih dua Minggu lagi" kali ini Windi yang menjawab.


"Oh, baiklah... Sekarang kalian berdua cari informasi tentang universitas yang akan kalian pilih, Abang tidak memaksa apapun, tapi pilihlah yang sesuai dengan keinginan supaya kalian lebih semangat belajar" tutur Revan panjang lebar.


"Oke bang , siap " ujar Winda dan Windi dengan semangat.


Revan tersenyum melihat tingkah kedua adik kembarnya.


"Baiklah, kalau begitu Abang pergi ke kantor dulu ya" pamit Revan.


"Baik bang, hati-hati" sahut Winda Windi.

__ADS_1


Revan berlalu meninggalkan kamar adik kembarnya, dan berjalan menuju dapur, di sana ada sang ibu yang sedang membantu membereskan tempat makan, sesekali berbincang-bincang ringan dengan bik Minah.


Revan menghampiri sang ibu dengan mengecup pipinya membuat Bu Rahma tersenyum kecil.


"Ma... Revan berangkat kerja dulu ya" tutur Revan dengan mencium punggung tangan Bu Rahma.


"Iya nak, berangkatlah... Hati-hati di jalan" ucap Bu Rahma dengan mengelus rambut anaknya.


Revan berlalu keluar rumah setelah mengucapkan salam.


Setelah memanaskan mobil, Revan melajukan kendaraannya menuju kantor.


Revan memarkirkan mobil di tempat biasa, dan melangkahkan kaki menuju lobi kantor dengan memasang wajah dinginnya kembali.


Revan tetaplah Revan, yang hanya akan bersifat hangat pada orang yang memang sangat dekat dengannya.


Di lobi banyak karyawan yang menyapa, hanya saja Revan menjawab dengan menganggukkan kepala.


Melangkahkan kaki, Revan menaiki lift yang akan membawa dirinya ke ruangan kerja.


"Selamat pagi, Rey" sapa Revan mengagetkannya.


"Selamat pagi, Pak. Maaf saya tidak tahu kalau bapak sudah sampai" ucap Rey dengan menunduk.


" ya, tidak apa. Saya tahu kalau kamu sedang sibuk" sahut Revan tersenyum.


Revan membuka pintu dan mendudukkan dirinya di kursi kerjanya, mulai sibuk berkutat dengan berkas yang harus di tandatangani.


...


Bu Rahma sedang duduk di sofa di temani oleh kedua anak kembarnya, sesekali mereka berbincang ringan.


"Kalian sudah memilih universitas yang akan kalian tempuh? " Tanya Bu Rahma dengan wajah serius.


"Belum ma, kami masih memilih universitas yang bagus" jawab Winda.

__ADS_1


"Ya sudah, pilihlah yang menurut kalian bagus, dan belajarlah yang tekun" saran Bu Rahma.


"Iya mama sayang" sahut Winda dan Windi bersamaan membuat Bu Rahma tertawa kecil.


Bu Rahma mengajak kedua anaknya untuk ke panti, setelah bersiap mereka meminta pak Ratno untuk mengantar.


Di dalam mobil, Bu Rahma menjelaskan bahwa dia akan mengajak Nadhifa ke butik untuk memilih kebaya yang akan dipakai saat akad nikah, membuat si kembar semangat untuk ikut.


Mobil sudah di parkir di tempat biasa, Bu Rahma dan anak kembarnya berjalan menuju panti, di lihatnya Nadhifa sedang duduk di teras rumah bersama Zahra sesekali mereka bercanda.


Bunda Naya dan bunda Lastri seperti biasa pergi ke pasar untuk membeli kebutuhan dapur, dan beberapa benda yang dibutuhkan.


"Assalamualaikum..."ucap Bu Rahma, Winda dan Windi bersamaan.


"Waalaikum salam" jawab Nadhifa dan Zahra.


Nadhifa sedikit kaget melihat calon mertuanya ada di sana, karna jadwal kunjungan Bu Rahma biasanya masih beberapa hari lagi.


Nadhifa dan Zahra mendekat dan menyalami punggung tangan Bu Rahma, kemudian bersalaman dengan kedua calon adik ipar kembarnya.


"Apa Nadhifa sekarang sedang sibuk?" Tanya Bu Rahma sesaat setelah duduk di ruang tamu.


"Tidak Bu, maaf memangnya ada apa ?" Jawab Nadhifa bingung.


"Saya mau mengajakmu untuk memilih baju yang akan di gunakan untuk akad nikah nanti" jelas Bu Rahma dengan tersenyum.


"Baiklah Bu, tunggu sebentar Nadhifa akan mengambil tas dan menghubungi bunda Lastri dan bunda Naya takutnya nanti mereka cari Nadhifa" tutur Nadhifa lembut.


Bu Rahma menjawab dengan menganggukkan kepala, Nadhifa pergi ke kamarnya, Bu Rahma juga mengajak Zahra untuk ikut tapi Zahra mengatakan jika masih ada urusan penting.


Seusai menelpon bunda Lastri, Nadhifa yang sudah siap menghampiri mereka lalu Zahra berpamitan pulang karna masih ada urusan yang harus diselesaikan.


Setelah mengunci pintu dan menaruh di tempat rahasia, Nadhifa dan yang lain berjalan menuju tempat parkir mobil dan mulai pergi menuju butik tempat langganan Bu Rahma membeli baju, di butik milik sahabat baiknya.


Selama perjalanan mereka asyik bercengkrama, setelah menempuh perjalanan selama satu jam mereka akhirnya sampai di butik milik Sabahat Bu Rahma.

__ADS_1


__ADS_2