Cinta Untuk Suamiku

Cinta Untuk Suamiku
73. PULANG KE RUMAH


__ADS_3

Wajah Nadhifa tak henti tersenyum memandangi wajah baby boy yang terlelap dalam dekapannya, sedangkan bayi perempuannya sudah diletakkan dalam box bayi.


" baby boy sudah tidur?" tanya Revan yang baru saja datang membeli makanan untuk Nadhifa.


" sudah mas" sahut Nadhifa tersenyum.


" kamu makan dulu ya, pasti lapar"


Nadhifa mengangguk, ia menyerahkan baby boy pada Revan supaya dibaringkan dalam box bayi.


" aku suapin ya" ucap Revan.


Nadhifa tersenyum, dibantu suaminya ia membenarkan posisinya menjadi duduk.


" ayo buka mulutmu"


Nadhifa menuruti ucapan suaminya karna perutnya terasa sangat lapar hingga ia tak sadar jika dua porsi ayam goreng yang Revan bawa sudah ia habiskan.


" mas, nasinya sudah habis, mas Re kan belum makan"


" tidak masalah sayang, yang penting kamu makan, sekarang ada dua bayi yang harus meminum ASI darimu" sahut Revan, ia menyerahkan segelas air mineral pada Nadhifa.


" terimakasih mas"


" mama sama si kembar mana?" tanya Revan.


" mereka pamit pulang dulu" sahut Nadhifa.


Revan tersenyum, ia mendudukkan dirinya di samping Nadhifa dan merengkuh tubuh Nadhifa dalam pelukannya.


" terimakasih kasih sudah melahirkan baby twins dengan sehat"


" iya mas sama-sama"


" kamu tahu tadi aku takut sekali" ucap Revan.


" kenapa?"


" kamu tadi tiba-tiba pingsan, aku takut terjadi apa-apa denganmu sayang" sahut Revan dengan suara bergetar.


Nadhifa melepaskan pelukannya, ia menatap wajah Revan yang sedang tersenyum, namun mata teduh itu terlihat berkaca-kaca.


" aku tidak apa-apa mas, selama ada kamu aku pasti kuat" ucap Nadhifa mengelus pipi Revan.


mendengar penuturan istrinya, Revan kembali merengkuh Nadhifa dalam pelukannya dan menghadiahkan kecupan bertubi-tubi di puncak kepala Nadhifa.


" Assalamualaikum"


pintu ruangan terbuka hingga terlihat sepasang suami istri yang mendekati mereka.


" waalaikum salam" sahut Revan dan Nadhifa, pelukan keduanya terlepas seketika.


" selamat ya Dhifa, kamu sudah resmi jadi seorang ibu" ucap Zahra yang langsung memeluk Nadhifa.


" iya Zahra, Alhamdulillah, Akbar gak dibawa?" sahut Nadhifa.


" Akbar ada di rumah sama bibi, nanti kalau kamu sudah pulang ke rumah nanti aku ajak kesana" ucap Zahra.


" wah baby boy tampan sekali" ucap Zahra saat melihat suaminya menggendong bayi Nadhifa kemudian ia mengambil alih bayi itu dalam dekapannya.


" selamat Dhifa, kamu sekarang sudah jadi ibu" ucap Raihan.


" iya kak, terimakasih" sahut Nadhifa.


tak lama baby boy menangis dengan kencang, Zahra segera memberikan bayi itu pada Nadhifa, kemudian Raihan dan Revan memilih untuk keluar.

__ADS_1


" baby boy, minum ASI nya kuat banget ya?" ucap Zahra.


" iya padahal baru saja dia minum ASI, aku sekarang jadi suka lapar" sahut Nadhifa tertawa.


" tidak masalah, itu normal bagi ibu menyusui" ucap Zahra.


tak lama bayi perempuan yang tertidur di box bayi terbangun namun tidak menangis, ia hanya menggeliatkan tubuhnya.


" Dhifa, baby girl juga bangun" ucap Zahra pelan.


Nadhifa memberikan baby boy yang sudah tidur pada Zahra, dan meminta bantuan Zahra untuk mengangkat putri cantiknya.


" apa anak mama lapar juga ya?" ucap Nadhifa.


" sepertinya iya Dhifa, lihatlah mulutnya bergerak-gerak, lucu sekali" sahut Zahra tertawa.


...


Keesokan harinya Nadhifa sudah diperbolehkan pulang, ia berjalan diapit oleh si kembar, sedangkan baby twins digendong Bu Rahma dan Revan yang berada di belakangnya.


Saat ini mereka sudah berada di depan rumah, setelah menempuh perjalanan hampir satu jam.


Winda membuka pintu rumahnya dan kembali menuntun kakak iparnya masuk kedalam.


" selamat datang baby twins" ucapan serentak itu terdengar sangat nyaring membuat Nadhifa membelalakkan matanya saat melihat ada banyak orang disana,


Di sana sudah Ada bunda Lastri, bunda Naya, bunda Sari, ayah Rahman, seluruh sahabat Revan serta istri dan anak mereka, Zahra, Akbar dan Raihan bahkan kak Arman serta istri dan anaknya.


" mereka semua ada disini?" ucap Nadhifa lirih.


kemudian bunda Lastri mendekati Nadhifa dan memeluknya.


" selamat anak bunda sekarang sudah jadi seorang ibu"


" iya bunda, terimakasih"


kini giliran kakak angkat Nadhifa yang memeluk Nadhifa.


" selamat ya, adik kakak sudah jadi seorang ibu"


" terimakasih kak"


mereka semua bergantian memberikan ucapan selamat pada Nadhifa dan Revan, mereka melanjutkan pembicaraan ringan usai melihat baby twins.


" Dhifa, sebaiknya kamu istirahat saja" ucap Bu Rahma.


" iya sayang, kamu harus banyak istirahat" timpal bunda Lastri.


" iya bunda"


Nadhifa kemudian pamit masuk ke dalam kamar bersama Revan dan kedua bayinya.


Revan membantu Nadhifa untuk berbaring di ranjang, kedua bayi mereka sudah tertidur pulas usai meminum ASI.


" kamu mau makan?" tawar Revan.


" Dhifa cuma ngantuk mas" sahut Nadhifa.


" kamu istirahat saja ya, aku mau ke sana dulu" ucap Revan usai mengecup kening Nadhifa.


" iya mas"


Revan menutup pintu usai memastikan keadaan Nadhifa baik-baik saja, ia segera kembali ke ruang tamu untuk menemui tamu-tamunya.


...

__ADS_1


Semua tamu sudah pulang, di rumah itu hanya ada keluarga kecil Bu Rahma, Nadhifa sedang duduk di ranjangnya memberikan ASI pada baby boy yang sepertinya tidak pernah kenyang.


" Tante, adik bayi sudah tidur semua?" ucap Airin yang baru masuk.


Siang hari Ranti dan keluarga kecilnya baru saja tiba, karna Airin harus melaksanakan ujian tengah semester terlebih dahulu.


" iya sayang, adik bayinya udah tidur" sahut Nadhifa pelan.


" yah, Airin kan mau main lagi" ucap Airin cemberut.


" nanti lagi ya, sekarang sebaiknya Airin tidur siang dulu" ucap Nadhifa lembut.


" kalau begitu Airin keluar dulu ya"


Nadhifa mengangguk, ia membiarkan keponakan suaminya itu keluar bertepatan dengan Revan yang baru memasuki kamar.


" baby boy sudah tidur?" ucap Revan usai duduk disamping Nadhifa.


" sudah mas" sahut Nadhifa.


Revan membawa baby boy untuk tidur dalam box bayi, dan kembali duduk disamping Nadhifa.


" sekarang kamu harus makan"


" iya mas"


Nadhifa mengambil piring yang Revan sodorkan, perutnya sudah sangat keroncongan, apalagi baby twins meminum ASI nya dengan kuat.


Nadhifa meminum air putih yang tersedia di atas nakas, ia membersihkan mulutnya dengan tisu.


" apa kita butuh baby sitter?" tanya Revan membuat Nadhifa seketika menoleh.


" tidak mas, biarkan Dhifa merawat anak kita, ada mama dan si kembar yang pasti bantu Dhifa" sahut Nadhifa berharap jika suaminya itu setuju dengan ucapannya.


" baiklah jika itu yang kamu inginkan" ucap Revan pasrah, sebenarnya ia hanya takut Istrinya kelelahan.


" mas Re jangan khawatir, aku tidak apa-apa" ucap Nadhifa seakan mengerti ketakutan suaminya.


" iya, aku percaya kamu pasti bisa jadi ibu yang baik untuk anak-anak kita" sahut Revan.


Nadhifa mengangguk senang dan memeluk tubuh Revan dengan erat.


" terimakasih papa"


Revan tersenyum mendengar ucapan istrinya.


" sama-sama, mama"


Nadhifa melepaskan pelukannya dan menatap wajah Revan serius.


" mulai hari ini mas Re harus puasa"


Revan mengerti, ia harus menahan diri selama beberapa hari sampai masa nifas istrinya selesai.


" iya sayang, kamu tenang saja, aku akan melakukannya jika kamu sudah siap"


" papa pintar" ucap Nadhifa membuat Revan gemas.


Revan menarik dagu Nadhifa dengan lembut membuat Nadhifa gugup.


" mas Re mau a..."


ucapan Nadhifa terhenti saat Revan mencium bibirnya dengan lembut.


" kalau ini masih boleh kan?" tanya Revan seraya mengelus bibir Nadhifa dengan ibu jarinya.

__ADS_1


Nadhifa mengangguk malu, dan membenamkan kepalanya dalam dekapan hangat Revan.


" dasar papa mesum" ucapan Nadhifa membuat Revan terkekeh.


__ADS_2