Cinta Untuk Suamiku

Cinta Untuk Suamiku
35. KLIEN BARU


__ADS_3

Usai sarapan pagi, Revan dan Nadhifa memutuskan untuk kembali ke kamar, keduanya merasa sangat mengantuk.


Disinilah mereka sekarang, berbaring di atas ranjang dengan posisi saling memeluk, tak membutuhkan waktu lama keduanya langsung terlelap.


Nadhifa membuka matanya perlahan, melirik jam kecil yang terletak di atas meja yang kini menunjukkan pukul 12 siang, dilihatnya sosok pria yang masih tertidur pulas di sampingnya.


Menyentuh rahang kokoh suaminya, dapat ia rasakan bulu-bulu halus yang mulai tumbuh di sana, menaikkan tangannya pada kening dan mulai mengusapnya pelan.


Merasa terganggu, pria itu membuka mata dan melihat wajah istrinya yang begitu dekat, wajah itu masih tetap terlihat sangat cantik, dapat ia lihat bulu mata lentik yang menghiasi mata indah itu.


"Kenapa sudah bangun?" ucap Revan serak seraya menyentuh wajah cantik istrinya.


"Sudah mau dhuhur mas" sahut Nadhifa membuat pria itu mengalihkan pandangan pada jam yang ada di atas mej.


"Iya, ayo kita sholat dulu"


...


Nadhifa sedang membersihkan kamarnya, merapikan kasur dan menata bantal ke tempat semula, usai dengan pekerjaannya ia turun ke bawah untuk menyiapkan makan siang.


"Mama kemana bik?" ucap Nadhifa di sela-sela kesibukannya dan menata piring di atas meja makan.


"Tadi nyonya bilang sama saya mau antar si kembar ke rumah temannya" sahut bik Minah yang juga ikut membantu Nadhifa.


"Oh begitu"


Menyelesaikan tugasnya, Nadhifa mencari suaminya di ruang tamu, mungkin saja ia ada di sana.


"Mas Re kemana?" ucap Nadhifa saat tak melihat suaminya di sana, tak mungkin juga di kamar.


"Apa bik Minah lihat mas Revan?" ucap Nadhifa dan mendekati bik Minah yang sedang mencuci bekas peralatan masak yang baru saja di gunakan.


"Mungkin den Revan ada di tempat gym, soalnya tadi bibi lihat den Revan pergi ke arah sana" sahut bik Minah menunjukkan ruangan kecil yang ada di salah satu sudut rumah itu.


"Baiklah, kalau gitu aku mau kesana, terima kasih bik" ucap Nadhifa dan meninggalkan wanita paruh baya itu di dapur.


Berjalan pelan, Nadhifa memasuki tempat gym yang biasa suaminya tempati untuk berolahraga, ternyata benar jika suaminya itu memang ada di sana.


Wajah tampan suaminya terlihat semakin menawan dengan bulir keringat yang menetes di keningnya, apalagi otot di lengannya terlihat begitu menonjol karena saat ini suaminya menggunakan baju olahraga tanpa lengan.


Berjalan pelan di atas treadmill, Revan tak sadar jika istrinya sudah menyusulnya, wanita itu duduk di sofa yang terletak cukup jauh dari tempat Revan berolahraga.


Ia hanya mengamati suaminya dari jauh hingga pria itu usai dengan kegiatannya, dapat ia lihat jika suaminya mengambil handuk kecil dan mengusap keringat yang membasahi wajahnya, ia berjalan pelan dengan botol air mineral di tangannya.


"Di minum dulu mas" ucap Nadhifa yang mengagetkan Revan yang saat itu masih mengusap keringat di pipinya.


"Kamu ada disini?" tak perlu waktu lama Revan meneguk air mineral yang dibawakan istrinya, membasahi tenggorokan yang terasa begitu kering.

__ADS_1


"Iya mas" sahut Nadhifa dan mengambil alih handuk itu dan mengusap keringat yang masih tersisa di wajah suaminya.


"Mas Re olahraga terus, gak capek ya?" ucap Nadhifa.


"Nggak, aku udah biasa" sahut Revan.


"Lagi pula aku juga butuh olahraga" imbuhnya.


"Aku tahu, biar sehat kan?" sambung Nadhifa dan kembali duduk di sofa.


"Ada yang lebih penting dari itu" ucap Revan dan mendudukkan diri di samping istrinya.


"Apa?" dengan kening berkerut, Nadhifa memandang wajah tampan suaminya.


"Agar aku lebih kuat saat memanjakan mu" bisik Revan tepat di telinga istrinya.


"Sayang, kenapa dicubit?" ucap Revan meringis saat tangan istrinya mencubit perut kotak-kotaknya.


"Habis mas Re, bilang kayak gitu" sahut Nadhifa cemberut hingga mengundang tawa di mulut suaminya.


Nadhifa berdiri meninggalkan suaminya, tak lama Revan merangkul istrinya dengan mesra.


"Kamu juga suka kan?" bisik Revan dan langsung meninggalkan istrinya.


"Ish,,, mas Revan" ucap Nadhifa dan langsung berlari mengejar suaminya


Pemandangan itu tak luput dari perhatian bik Minah yang masih mengupas beberapa buah yang diminta majikannya.


Wanita paruh baya itu hanya geleng-geleng kepala, ia ikut senang karna anak majikannya mendapatkan istri yang baik seperti Nadhifa.


Menyelesaikan tugasnya, bik Minah meninggalkan pengantin baru, wanita yang tak lagi muda itu memutuskan untuk melanjutkan pekerjaan yang lain.


"Udah sayang, aku capek" ucap Revan dengan nafas terengah-engah.


"Aku juga, ayo makan" ucap Nadhifa dan menarik pelan tangan suaminya untuk menuju ruang makan.


...


Usai makan, Revan dan Nadhifa duduk di bawah pohon rindang yang ada di taman depan rumah Revan.


"Dhifa" ucap Revan.


"Ada apa mas?" sahut Nadhifa dan mengalihkan pandangan pada pria di hadapannya.


"Kamu yakin gak mau bikin resepsi pernikahan kita?" ucap Revan serius.


Pria itu merasa heran karna istrinya tidak minta resepsi pernikahan seperti wanita pada umumnya.

__ADS_1


"Gak perlu mas, yang penting hubungan kita sah di mata hukum dan agama" sahut Nadhifa meyakinkan suaminya karna sudah beberapa kali pria itu menanyakan hal yang sama.


"Aku gak butuh itu mas, aku sudah cukup bahagia menjadi istrimu mas" imbuhnya membuat senyuman terbit pada wajah pria tampan di hadapannya.


Meraih istrinya dalam pelukan, dalam hati Revan bersyukur karna mendapatkan istri yang begitu istimewa, kesederhanaannya membuat Revan kagum.


...


Revan berjalan bersama Rey, mereka akan melakukan meeting bersama klien di salah satu restoran ternama kota itu.


Usai memastikan tempat yang akan mereka gunakan, Revan dan Rey memasuki tempat yang sudah di reservasi sebelumnya.


Mereka duduk dan mulai meneguk minuman yang sudah di pesan, tak lupa Revan membuka kembali berkas itu dan kembali mempelajarinya, ia tak ingin mengecewakan klien baru itu.


Menurut keterangan yang Rey dapatkan, klien mereka kali ini adalah salah satu pengusaha sukses yang sudah lama bergelut dalam dunia bisnis, dapat dipastikan jika ia mempunyai banyak pengalaman.


Pria itu ingin mendapatkan kepercayaan klien itu, menurut Revan perusahaannya akan semakin berkembang jika dapat bekerjasama dengan pengusaha yang sukses dan sudah mempunyai cabang di mana-mana.


Meraih ponselnya yang bergetar, Revan tersenyum saat melihat pesan yang baru saja ia dapatkan.


My wife


Semangat mas💪 aku tunggu di rumah ya


Pulanglah dengan selamat.


Me


Terima kasih sayang


Aku tak sabar ingin segera pulang 😍


Jangan lupa hadiah untukku yaaa


Love you 😘


My wife


Me too 😘


Mendapat pesan dari istrinya membuat Revan semakin bersemangat untuk mendapatkan kerjasama ini.


"Aku harus berusaha dengan sekuat tenaga untuk mendapatkan kerjasama ini" ucap Revan pelan.


"Saya yakin, anda akan mendapatkan kerjasama ini pak" ucap Rey.


Revan mengangguk mantap, ia merasa yakin akan mendapat kepercayaan kliennya kali ini karna ia sudah mempersiapkan semuanya dengan sangat baik.

__ADS_1


Tak lama derap langkah kaki terdengar mendekati mereka, dengan sopan Revan dan Rey berdiri untuk menyambut orang yang sudah ia tunggu kedatangannya, namun Revan terpaku saat melihat siapa yang ada di hadapannya.


__ADS_2