
Seorang laki - laki sedang duduk di kursi kerja, laptop yang terbuka didepannya tak lagi diperhatikan, pikirannya teringat kata-kata wanita yang sudah melahirkannya.
"Ayolah nak, mama ini sudah semakin tua, tidak selamanya mama bisa merawat mu,
kamu membutuhkan seorang wanita yang bisa merawat dan menjagamu dengan sepenuh hati" ucap wanita yang tak lagi muda itu seraya mengelus sayang kepala putra sulungnya.
Wanita itu menghela napas panjang saat anak lelaki satu-satunya itu tidak menjawab.
Hening.
Tak ada yang bersuara setelah itu, tak lama laki-laki tampan itu akhirnya buka suara.
"Ma .... mama kan tau alasanku gak mau mengikuti keinginan mama" ucap lelaki yang sedang memijit pelipisnya.
Pria itu tengah bingung memilih kata yang tepat karena takut menyakiti hati wanita yang sangat disayanginya.
Sudah beberapa kali mamanya mencoba memperkenalkannya dengan anak dari teman-temannya, namun dia masih belum mau untuk membuka hati pada wanita manapun.
"Sayang ..." tangannya terulur mengelus pipi anak laki-laki itu dengan penuh kelembutan.
Seorang ibu pasti tau apa yang dirasakan oleh anaknya walaupun sang anak tak pernah mengatakan isi hatinya tapi dia merasakan jika anaknya pasti sangat kalut.
"Mama bisa menjamin kalau gadis yang akan mama jodohkan dengan kamu adalah gadis yang baik " wanita yang menggunakan hijab warna biru tua mencoba menjelaskan pada putranya itu.
"Baiklah ma...kalau mama ingin seperti itu,aku akan berusaha mencoba menerima keinginan mama" laki-laki tersenyum berusaha menyembunyikan apa yang ada dalam hatinya.
Mata sang mama berbinar mendengar jawaban putranya, dia langsung memeluk putranya itu dengan sangat erat bahkan tak terasa air matanya mulai menetes membasahi wajah yang tak lagi muda.
__ADS_1
"Terima kasih sayang" akhirnya kata itulah yang terucap mewakili perasaan bahagia dan lega yang ada dalam hatinya
"Iya ma .. "
Sejak saat itu ia mencoba membuka hatinya untuk seorang gadis yang sama sekali belum dikenalnya.
tok ... tok ...
ketukan pintu menyadarkan dirinya dari ucapan sang mama beberapa hari lalu.
"Maaf pak , ini berkas yang bapak minta" terlihat pemuda mendekatinya dengan membawa berkas ditangannya.
"Baik Rey, terima kasih " menerima berkas itu dengan anggukan kecil untuk dipelajari.
"Apakah ada jadwal siang ini ?" sambil membuka berkas berkas di tangannya.
"Oke Rey, terima kasih. Sekarang kamu boleh kembali ke tempatmu" titahnya.
"Baik pak "
Sambil menganggukkan kepala Rey keluar dari ruangan atasannya.
...
"Rey..." ucap seseorang membuat Rey langsung mengalihkan pandangannya dari komputer yang ada di hadapannya.
"Iya pak ? apa ada yang bapak butuhkan ?" sahut Rey dengan sopan, tak lupa ia berdiri untuk menghormati atasannya.
__ADS_1
" Tidak ada masalah Rey, saya akan pulang sekarang, kalau ada urusan pekerjaan yang mendadak kamu bisa kirim ke email saya" ucap lelaki itu sambil menepuk pundak bawahannya itu sambil tersenyum kecil,
Pemuda di hadapannya itu tak pernah berubah, sejak awal bekerja Rey memang anak yang rajin, karna itu dia memilih Rey untuk menjadi sekretarisnya menggantikan sekertaris sebelumnya yang bernama rudi yang memilih resign.
Rudi harus fokus untuk meneruskan usaha kuliner orang tuanya, memilih untuk berhenti bekerja karna takut mengganggu kinerjanya.
"Siap pak" Rey menjawab dengan penuh semangat , pria berusia dua puluh lima tahun itu merasa senang karna atasannya itu selalu memperlakukannya dengan sangat baik.
Meskipun bosnya terlihat sangat dingin, tapi Rey sadar jika sikap dingin itu hanya ditujukan pada wanita saja.
Sebenarnya bosnya itu baik, buktinya saat Rey tak sengaja melakukan kesalahan, bosnya itu tak pernah membentaknya, hanya teguran yang ia berikan, meminta Rey untuk bekerja lebih teliti lagi.
"Baiklah , saya permisi dulu " pamit pria itu dan mulai meninggalkan Rey di ruangannya.
"Iya pak " sahut Rey yang kembali fokus dengan komputer.
...
Karyawan wanita yang ada di kantor yang semula riuh karna semangat akan makan siang mendadak diam saat melihat bos nya menuju lobi kantor dan mulai menghilang di balik pintu.
"Selamat siang pak"
Banyak karyawan yang menyapa atasannya itu dan hanya dibalas anggukan saja,tak ada senyuman di bibirnya itu.
Laki-laki melangkahkan kaki menuju parkiran dan langsung membuka pintu mobilnya, mendudukkan diri di balik kursi kemudi kemudian menjalankan mobil perlahan meninggalkan kantor .
Sedangkan para karyawan sedikit kecewa karna atasannya tak pernah membalas sapaan mereka, tapi banyak juga yang memuji wajah tampan dari bos nya itu .
__ADS_1
meskipun bos mereka tak pernah tersenyum kepada mereka.