
Nadhifa sedang mencoba beberapa gaun yang akan digunakan untuk menghadiri acara pernikahan Rudi dan Nina, namun semua gaun yang ia punya tidak lagi muat di tubuhnya, apalagi saat ini kandungannya sudah memasuki usia tujuh bulan.
terdengar suara pintu terbuka, Nadhifa mengalihkan pandangannya pada suaminya yang saat ini sedang membawakan segelas susu hamil untuknya.
" kenapa sayang?" tanya Revan saat melihat wajah Nadhifa muram.
" bajunya gak ada yang muat mas" keluh Nadhifa lirih.
Revan tersenyum dan menarik istrinya untuk duduk di pangkuannya.
" jangan sedih, aku sudah pesankan baju yang bagus untukmu"
" benarkah?" sahut Nadhifa dengan mata berbinar.
" iya sayang, sekarang kamu minum susunya dulu ya, besok aku antar kamu kesana" bujuk Revan.
Keesokan harinya, Revan mengantarkan Nadhifa ke butik Tante Mira, tempat yang sama saat Nadhifa memilih baju pengantinnya.
" gaun rancangan Tante Mira memang bagus-bagus mas" ucap Nadhifa saat melihat patung manekin yang berjejer rapi terbalut gaun rancangan Tante Mira.
" wah bumil sudah datang, maaf ya Tante tadi masih ke kamar mandi" ucap Tante Mira.
" tidak apa-apa Tante, kami juga baru datang" ucap Revan.
Tante Mira meminta mereka untuk duduk di sofa yang ada, ia segera mengambil baju yang ia rancang untuk Nadhifa.
" ini gaunnya, semoga kamu suka ya" ucap Tante Mira, ia menyerahkan gaun berwarna navy kombinasi silver yang merupakan warna favorit Nadhifa.
" wah, bagus banget Tante, terimakasih" sahut Nadhifa ceria, ia sudah tak sabar ingin mencoba gaun itu.
" ayo Tante bantu"
Nadhifa mengangguk, ia mengarahkan pandangannya pada Revan yang mendapatkan persetujuan dari Revan.
" hati-hati sayang"
Setelah sampai di ruang ganti, dengan hati-hati Tante Mira membantu Nadhifa menggunakan gaunnya, wanita hamil itu tersenyum saat melihat pantulan dirinya di depan cermin.
" gaun rancangan Tante Mira selalu cantik" puji Nadhifa membuat Tante Mira tersenyum.
" terimakasih, Tante senang jika kamu suka" sahut Tante Mira.
" kalau begitu, Sekarang kamu keluar, kasih tau suamimu" imbuhnya.
" iya Tante"
Nadhifa keluar dari ruangan itu dengan berjalan pelan, ia menemukan Revan menggunakan baju warna senada sedang duduk di sofa menunggunya.
" istriku cantik sekali" ucap Revan setelah melihat Nadhifa mendekatinya.
wajah Nadhifa memerah mendengar ucapan suaminya, ia sungguh malu karna di ruangan itu juga ada Tante Mira.
" mas Re, juga tampan" sahut Nadhifa pelan.
" benarkah? kamu baru sadar jika suamimu tampan sayang?" goda Revan.
" udah jangan godain Dhifa disini" ucap Nadhifa membuat Revan terkekeh.
" baiklah, gimana kamu suka?"
" gaunnya bagus sekali, Dhifa suka" sahut Nadhifa senang.
...
Saat ini Revan dan Nadhifa sudah berada di dalam mobil, usai membawa baju yang Revan pesan, kini keduanya memutuskan untuk mampir di warung yang terletak di pinggir jalan, tak jauh dari butik Tante Mira.
" mau pesan apa?"
" menu utama di tempat ini aja mas"
Revan mengangguk dan memanggil pelayan, hingga tak butuh waktu lama dua porsi ayam bakar terhidang di hadapan mereka.
__ADS_1
" mau aku suapin?" tawar Revan.
Nadhifa mengangguk antusias, ia segera membasuh kedua tangannya.
" Dhifa mau suapin mas Re, boleh?"
" tentu saja" sahut Revan senang.
akhirnya makan siang mereka terjadi dengan nuansa romantis, banyak pengunjung yang melihat ke arah mereka seakan ingin melakukan hal yang sama dengan pasangannya, apalagi saat melihat Revan dengan sabarnya membersihkan sisa-sisa makanan yang ada di bibir istrinya.
" mau nambah?" ucap Revan.
" sudah cukup mas" sahut Nadhifa.
Revan memanggil pelayan untuk membayar hidangan yang sudah mereka nikmati, setelah itu ia membantu Nadhifa berdiri.
" mau mampir lagi?" tanya Revan.
Nadhifa menggeleng, ia meletakkan kepalanya di bahu Revan.
" Dhifa mau pulang, mau manja-manja sama ma Re" ucapan Nadhifa membuat Revan tersenyum, ia mengelus kepala Nadhifa dengan salah satu tangannya.
" baiklah, kamu tidur saja jika lelah" sahut Revan.
Nadhifa mengangguk, tak butuh waktu bagi ibu hamil itu untuk terlelap.
Sampai di rumah Nadhifa masih belum juga terbangun, wanita itu tertidur sangat pulas, Revan menepuk pipi istrinya dengan lembut, sesekali ia mengecup bibir Nadhifa yang merekah berharap apa yang ia lakukan bisa membangunkan istrinya.
" mas Re, sudah sampai ya?" ucap Nadhifa serak.
" iya sayang, ayo turun" ajak Revan.
Nadhifa mengangguk, ia membuka pintu dan mendapati Revan yang sudah berdiri di hadapannya dan membantunya berdiri.
" terimakasih mas"
" sama-sama, ayo" ucap Revan yang sudah meletakkan tangan Nadhifa di lengannya.
...
" kamu cantik banget sayang" puji Revan yang entah sejak kapan sudah memeluk tubuh Nadhifa dari belakang.
" mas Re juga tampan" sahut Nadhifa mengelus lengan Revan yang melingkar di perutnya.
" kita berangkat sekarang?" tanya Revan yang mendapat anggukan dari Nadhifa.
Usai berpamitan pada Bu Rahma keduanya segera meluncur menuju alamat yang terletak di undangan itu, yang ternyata bertempat pada suatu gedung yang cukup besar.
Revan membantu Nadhifa berjalan, perut Nadhifa yang semakin membesar membuatnya kesulitan.
" kalau kamu capek bilang saja ya, kita bisa langsung pulang" ucap Revan khawatir.
" iya mas, tenang saja" sahut Nadhifa tersenyum.
keduanya berjalan menuju sebuah aula yang terlihat sangat indah dengan dekorasi dan bunga yang menghiasi setiap sudut ruangan.
Revan membantu Nadhifa duduk, ia segera mengambil air minum untuk istrinya.
" ayo sayang, diminum dulu"
Nadhifa mengangguk, sebenarnya ia tidak haus namun ia menghormati Revan yang sudah bersedia mengambilnya minuman untuknya.
" terimakasih mas"
" kita langsung ke sana yuk" ajak Nadhifa menunjuk kedua mempelai yang sedang tersenyum lebar.
Revan berdiri dan meletakkan tangan Nadhifa di lengannya, kemudian mereka berdua berjalan beriringan menuju pelaminan.
" Selamat menempuh hidup baru, semoga kalian selalu bahagia" ucap Nadhifa tulus.
Nina dan Rudi tersenyum, Nina kemudian memeluk Nadhifa dengan erat.
__ADS_1
" terimakasih sudah bersedia hadir"
" iya sama-sama"
Revan memeluk Rudi dan menepuk pundak orang yang pernah menjadi sekertarisnya.
" semoga kalian bahagia, aku yakin kamu bisa menjadi suami yang bertanggung jawab"
" terimakasih, sudah meluangkan waktumu" sahut Rudi tersenyum lebar.
Revan dan Nadhifa memutuskan untuk segera turun karna ada banyak orang sudah berdiri dibelakang mereka.
" kami turun dulu ya"
" jangan lupa nikmati menu yang sudah kami siapkan" ucap Rudi.
Revan mengangguk dan membantu Nadhifa menuruni pelaminan dengan pelan.
" mau makan sekarang?"
" boleh"
" baiklah, tunggu disini dulu, aku akan mengambilkan makanan untuk kita" ucap Revan usai memastikan Nadhifa duduk dengan nyaman.
...
Setelah makan keduanya untuk segera pulang karna Nadhifa merasa tubuhnya sudah lelah, tak lupa mereka berpamitan pada Nina dan Rudi.
" aku bantu ya" ucap Revan saat keduanya sudah berada di dalam kamar.
Nadhifa mengangguk saat Revan membuka gaun yang melekat di tubuhnya.
" mau pakai baju tidur yang warna apa sayang?"
" warna biru mas" sahut Nadhifa tersenyum.
Revan mengambil baju yang Nadhifa maksud dan membantu memakaikannya di tubuh Nadhifa.
" mau ke kamar mandi?"
" iya mas, mas Re tunggu disini aja, Dhifa bisa sendiri" sahut Nadhifa lembut.
" baiklah sayang, hati-hati ya" ucap Revan mengelus puncak kepala istrinya.
Nadhifa tersenyum dan berjalan ke kamar mandi dengan pelan, ia segera membersihkan diri sebelum tidur seperti yang biasa ia lakukan.
" aku sudah selesai" ucap Nadhifa di hadapannya Revan yang sudah membuka bajunya.
" aku ke kamar mandi dulu, kamu tiduran saja"
Nadhifa menuruti permintaan suaminya, ia berbaring di salah satu sisi tempat tidurnya.
tak lama Revan sudah kembali dengan wajah yang sudah terlihat segar.
" kamu pasti capek, aku pijitin ya?" ucap Revan yang sudah duduk di samping Nadhifa, bahkan pria itu sudah menyentuh kaki Nadhifa dan memijitnya dengan pelan.
" tidak perlu mas" sahut Nadhifa sungkan, ia segera duduk dan menahan tangan revan namun pria di hadapannya itu tak mendengarkan ucapannya.
" jangan menolak sayang, ini tidak seberapa jika dibanding dengan lelah yang kau rasakan" ucap Revan.
" baiklah, kalau mas Re capek berhenti saja ya, Dhifa beneran tidak apa-apa"
" iya, kamu nikmati saja" ucap Revan yang kembali membenarkan posisi tidur Nadhifa.
" sudah mas, Sekarang mas Re tidur di samping Dhifa soalnya Dhifa udah ngantuk" ucap Nadhifa setelah cukup lama Revan memijit kakinya.
Revan tersenyum dan membaringkan tubuhnya di samping istrinya, tanpa diminta ia mengelus rambut Nadhifa usai Nadhifa memiringkan tubuhnya.
" sekarang kamu tidur ya" ucapan Revan tak mendapatkan jawaban karna Nadhifa sudah terlelap dalam pelukannya.
" aku lega sekali, setidaknya Nina tidak akan menggangu hubunganku dengan Nadhifa" ucap Revan dalam hati.
__ADS_1