Cinta Untuk Suamiku

Cinta Untuk Suamiku
42. ADA APA DENGANMU MAS?


__ADS_3

Revan dan Nadhifa sudah sampai di tujuan, keduanya berjalan untuk menemui supir yang akan membawa mereka ke penginapan yang sudah Revan pesan.


tak butuh waktu lama akhirnya mereka telah sampai, semilir angin yang berhembus menyambut kedatangan mereka.


penginapan yang Revan pilih memang cukup dekat dengan pantai, ia sengaja memilih pantai untuk menghabiskan waktu berdua dengan istrinya, apalagi Nadhifa juga menyukai pantai.


usai memberikan ongkos pada sang supir, keduanya memasuki penginapan dan disambut oleh pengelola tempat itu.


" selamat datang di penginapan kami" ucap seorang pria yang Revan tahu sebagai pengelola tempat itu.


" terima kasih" sahut Revan.


" perkenalkan saya Bima, jika ada yang di perlukan anda bisa menghubungi saya" ucap pria itu.


" baik Bima"


Bima mempersilahkan mereka untuk masuk, usai memastikan semuanya sudah siap pria itu bergegas meninggalkan tempat itu, ada banyak pekerjaan yang sedang menunggunya.


...


Revan membaringkan tubuhnya di ranjang usai membantu Nadhifa menata pakaian mereka.


" mas Re, biaya sewa di sini mahal ?" ucap Nadhifa setelah duduk di samping suaminya.


Revan tak menjawab, ia mendekat dan meletakkan kepala di atas paha istrinya, rasa nyaman ia rasa saat Nadhifa mengelus rambutnya.


" tak apa, sekali-kali" sahutnya.


" sebenarnya aku ingin punya penginapan sendiri, tapi aku tak sekaya itu" imbuhnya dengan sedikit tertawa.


Nadhifa terkekeh mendengar jawaban suaminya, ia tak membutuhkan apapun, hidup berdua dengan suaminya sudah lebih dari cukup untuknya.


" mas Re gak punya apapun aku gak masalah" ucap Nadhifa lirih membuat Revan mengalihkan pandangan pada wajah polos istrinya.


" terima kasih" sahut Revan, ia mengelus pipi istrinya dengan sayang.


Nadhifa mengangguk, ia membiarkan saat Revan menyentuh tubuhnya lebih jauh lagi.


usai membersihkan diri, Revan menarik istrinya untuk tidur dalam pelukannya, tubuh keduanya hanya tertutupi selimut putih yang ada di ranjang itu.


ia pandangi wajah cantik istrinya yang terlihat kelelahan usai melayaninya, baru kali ini Revan melakukannya lebih dari dua kali.


" capek?" ucap Revan.


" sedikit" sahut Nadhifa.


" maaf membuatmu lelah"


" sudah kewajibanku mas" ucap Nadhifa mengelus pipi suaminya membuat Revan tersenyum.

__ADS_1


" semoga cepat ada Revan junior disini" ucap Revan mengelus perut istrinya yang rata.


" amin" sahut Nadhifa tersenyum, wanita itu juga ingin segera mempunyai bayi.


" tidurlah" Revan mengelus rambut istrinya, ia juga memberikan ciuman di puncak kepala istrinya.


...


pada sore hari Revan dan Nadhifa berjalan di pinggir pantai dengan tangan yang saling bertautan, tak lupa mereka melepaskan alas kaki yang dipakai.


suasana pantai yang tak terlalu ramai membuat mereka betah berlama-lama ada di sana, apalagi hembusan angin membuat udara semakin sejuk.


" mau minum air kelapa?" ucap Revan saat keduanya memutuskan untuk duduk di pinggir pantai.


" boleh" sahut Nadhifa.


" baiklah, aku beli dulu, kamu tunggu disini saja" ucap Revan dan hanya di balas anggukan Nadhifa.


Nadhifa menanti kedatangan Revan, ia merasa sangat senang bisa menghabiskan waktu berdua dengan suaminya.


" ayo minum" ucap Revan setelah duduk di samping istrinya, ia menyodorkan sebuah kelapa yang sudah ia pesan.


Nadhifa mengangguk, ia mengambil kelapa yang di beri Revan dan langsung meneguknya.


" pelan-pelan sayang" ucap Revan.


" aku haus banget mas" sahut Nadhifa.


" terimakasih" ucap Nadhifa.


" untuk?" sahut Revan.


" sudah mengajakku ke sini, aku senang sekali" ungkap Nadhifa jujur.


" apapun untukmu sayang" sahut Revan membuat Nadhifa tertawa kecil.


" mas Re belajar gombal dari mana?" ucap Nadhifa.


" entah, tapi itu ungkapan dari hatiku" sahut Revan tenang, ia memejamkan mata menikmati rasa nyaman saat bersama istrinya.


...


" masak apa sayang?" ucap Revan, ia melingkarkan tangannya di perut istrinya yang saat ini sibuk memotong bahan makanan.


" mas Re, bikin kaget aja" sahut Nadhifa.


" mas Re duduk di sana dulu, aku mau lanjutin masaknya" ucap Nadhifa saat Revan mulai mencium pundak dan tengkuknya.


" gak mau, aku mau nemenin kamu disini" sahut Revan santai, ia kembali melakukan hal yang sangat ia sukai, mencium aroma tubuh istrinya yang sudah menjadi candu untuknya.

__ADS_1


" mas" ucap Nadhifa saat merasa tubuhnya semakin panas.


" lanjutkan saja sayang, aku udah lama ingin meluk kamu saat masak, tapi gak pernah jadi soalnya pasti ada mama, kalau bukan mama pasti ada bik Minah" keluh Revan membuat Nadhifa terkekeh geli.


" baiklah" sahut Nadhifa, ia mulai kembali fokus memasak membiarkan Revan memeluknya, sudah beberapa kali Revan ingin melakukan hal ini namun tak pernah jadi karna di dapur pasti ada Bu Rahma dan bik Minah.


" ayo makan dulu" ucap Nadhifa membuat Revan melepaskan pelukannya.


pria itu tak sungkan membantu istrinya membawa makanan untuk di hidangkan di meja makan.


" opor ayamnya enak sekali" ucap Revan.


Nadhifa mengangguk, ia membawa piring kotor untuk ia bersihkan di wastafel, Revan juga tak lupa meletakkan sisa makanan mereka di lemari pendingin.


" aku tunggu di kamar, aku gak sabar lihat kamu pakai lingerie lagi" bisik Revan saat Nadhifa sibuk membilas piring.


wajah Nadhifa memerah mendengar ucapan suaminya, menyelesaikan pekerjaannya, ia bergegas mengejar suaminya yang sudah lebih dahulu berlari.


...


saat ini Revan dan Nadhifa sudah berada di dalam pesawat yang akan membawa mereka kembali ke rumah, masa bulan madu yang hanya tiga hari dimanfaatkan mereka dengan sangat baik.


koper mereka sudah di penuhi dengan oleh-oleh untuk keluarga Bu Rahma, tak lupa mereka juga menyiapkan oleh-oleh untuk dibawa ke panti saat berkunjung.


kedatangan mereka disambut hangat oleh keluarga Revan, tak ketinggalan si kecil Airin juga ikut menjemput mereka.


sampai di rumah, Revan membuka kopernya dan memberikan oleh-oleh pada semua penghuni rumah, tak terkecuali bik Minah juga mendapatkan buah tangan.


" Airin mau main sama Tante cantik" ucap Airin saat Revan dan Nadhifa hendak menaiki tangga.


" nanti saja sayang, kasihan om sama Tante masih cepek" ucap Reno.


mendengar ucapan polos Airin, Nadhifa mendekati gadis kecil itu.


" ayo ikut Tante ke atas, tapi Airin gak boleh nangis ya" ucap Nadhifa saat melihat wajah sedih Airin.


Airin mengangguk semangat, ia bahkan menarik tangan Nadhifa.


sesuai dengan kesepakatan, hari Minggu pagi Revan dan Nadhifa sudah berada di panti, tak lupa membawa oleh-oleh yang sudah mereka siapkan, anak-anak panti menyambut kedatangan mereka dengan riang.


...


beberapa bulan berlalu, namun belum ada tanda-tanda kehamilan membuat Nadhifa sedih, sebagai seorang wanita pasti ia menginginkan untuk segera mempunyai keturunan, tapi ia mencoba tegar.


seperti biasa Nadhifa menyiapkan minuman hangat untuk menyambut kedatangan suaminya, tak lama suara deru kendaraan membuat Nadhifa bergegas membuka pintu rumah.


dapat Nadhifa lihat wajah kelelahan suaminya, ia mendekat untuk mengecup punggung tangan suaminya tak lupa senyuman manis ia tampilkan.


namun senyuman itu mendadak sirna saat Revan mengabaikannya, melewati Nadhifa yang berdiri menyambutnya begitu saja bahkan minuman hangat yang Nadhifa siapkan tidak di sentuh.

__ADS_1


pria itu bergegas memasuki kamar meninggalkan Nadhifa yang sedang termangu melihat kepergiannya.


" ada apa denganmu mas?" ucap Nadhifa lirih.


__ADS_2