
"Beneran Kay nggak mau bareng sama Gue atau Kintan aja? dari pada nunggu disini sendirian? atau mau kita temenin aja dulu sampe Pak Min Dateng?" kata Syahnaz.
"Beneran deh nggak apa-apa. Kasian pak Min bilang tadi dia lagi ijalan. Nggak lama lagi juga sampe.udah nggak apa-apa kalian balik duluan aja. kasian supir-supir kalian nunggu." kata Kayla.
"Serius?" tanya Kintan memastikan.
"Iya beneran. bye see you soon. be careful honey." kata Kayla.
"oke. don't forget. Call me oke?!" kata Kintan
Syahnaz dan Kintan pun mengahampiri mobil jemputan mereka. satu persatu murid pelita insani mulai keluar dan meninggalkan sekolah. keadaan sekolah pun mulai sepi. Lagi-lagi Kayla melihat dua orang yang selalu mengintai sudah seminggu ini. perasaan Kayla menjadi tidak enak.
"Tuh orang kok mencurigakan ya?. dia sering banget ada di sekolah dan beberapa kali dia ada di Deket komplek perumahan Gue. sebenernya siapa sih yang lagi diincer?" kata Kayla ngomong sendiri.
Kayla terus menunggu Pak Min. namun sudah hampir setengah jam Pak min tidak kunjung datang. Kayla memutuskan untuk menelpon pak min.
"yah pak. kenapa nggak bilang dari tadi sih kalau mobilnya mogok. kan Kayla bisa ikut sama temen Kayla tadi. yaudah nggak usah dijemput nanti Kayla minta tolong sama temen Kay aja." kata Kayla yang sednag menelpon Pak Min.
dengan perasaan kesal Kayla pun memilih berjalan ke jalan yang lebih ramai. entah kenapa perasaan ya tidak enak jika menunggu di depan sekolah dalam keadaan sepi.
Kayla berjalan tergesa-gesah. sesekali Kayla menengok ke belakang. terlihat kedua orang misterius itu ikut berjalan mengikutinya. perasaan Kayla menjadi tidak tenang. dia merasa terancam. Kayla berjalan semakin cepat. dengan jantung yang dak dik Duk tengang bercampur takut. namun Kayla berusaha untuk tidak lari karena takut jika dia lari mereka ikut lari dan menangkapnya. dia berusaha untuk tidka terlihat panik. Kayla berjalan dengan sangat buru-buru.
Kayla berbelok. Kayla sendiri bingung harus kemana dia berlindung. Kayla tidak tau daerah ini. namun Kayla sendiri merasa takut untuk meminta tolong pada orang sekitar yang tidak dia kenal. Kayla terus berjalan cepat. dan kedua ornag Misterius itu tidak terlihat dibelakangnya mungkin mereka tertinggal. tiba-tiba ada seseorang yang menarik nya.
__ADS_1
Mulut Kayla dibekap oleh tangan seseorang. Kayla meronta-ronta.
"emmme.emm.." kata Kayla yang berusaha meminta tolong.
"Husssttttt... diem ini Gue Al." kata laki-laki itu yang ternyata adalah Al.
. Albizar melepaskan tangannya.
"Loe ngapain Narik sama bekap Gue segala?" kata Kayla kesal.
Suara Kayla yang besar membuat Albizar kalang kabut. terlebih dia melihat kedua orang yang mengikuti Kayla sedang berhenti dan mencari Kayla. Albizar pun meletakkan telunjuknya dibibir Kayla. jantung Kayla berdebar. tatapan mata mereka bertemu dan mereka sali bertatapan untu beberapa saat. jantung keduanya berdebar. namun tak lama Albizar tersadar.
"Husssttttt.. Jangan berisik. Pelanin suara Loe. mereka ada disana. masih nyari Loe. Loe mau ketangkep sama mereka?" kata Albizar dengan suara yang sangat pelan.
"Sial. hampir aja kita dapet tuh cewek. Padahal kalau kita dapet tuh cewek sekarang bisa jadi nanti malem kita pesta dan bisa cicipin tuh cewek." kata Laki-laki itu kesal.
"Iya padahal ya Gue juga udah nggak sabar pengen rasain tubuh tuh cewek pasti bakal bikin kita puas." kata mereka
Mendengar perkataan mereka membuat Kayla merasa takut dan hampir menangis. dia nggak bisa ngebayangin apa yang bakal mereka lakuin jika sampe Dirinya tertangkap.
"Dah lah. kita balik aja ke markas. kita pikirin lagi gimana caranya" kata laki-laki misterius itu
Mereka pergi. membuat Albizar merasa lebih tenang. Namun Kayla masih terlihat ketakutan. Kayla pun meneteskan air mata.
__ADS_1
"Mereka udah pergi. Setidaknya sekarang Loe aman. Loe jangan Nangis lagi". kata Albizar.
"Gue takut. kenapa Mereka ngincer Gue? salah Gue apa? Gue nggak pernah ngusik siapapun. Gue nggak pernah punya masalah sama siapapun. kenapa harus Gue?" kata Kayla masih menangis.
"Udah Loe tenang dulu. mending Loe pulang aja buat tenangin diri dulu. loe bisa cerita ke keluarga Loe. gue yakin mereka pasti bakal jagain Loe. kalau perlu pake jasa bodyguard" kata Albizar.
"Tapi orang tua gue lagi keluar kota. Kak Ken juga dia lagi hiking. gue nggak mau pulang dulu. nggak ad orang dirumah gue takut nanti mereka masuk kerumah Gue dan ngapa-ngapain Gue. Gue takut Al. takut" kata Kayla sesegukan. dan langsung menghambur kepelukan Albizar
Albizar bingung harus giaman. terlebih dengan posisi seperti ini dia merasa tidak nyaman. namun dia kasihan pada Kayla saat ini dia merasa ketakutan. Kayla masih sesegukan dipelukan Albizar. namun jika terus seperti ini dan dilihat oleh tetangga bisa salah paham. Albizar memegang bahu Kayla agar tidka lagi memeluknya.
"Kay, Gue harus kerja. kalau Loe disini aja itu bahaya juga buat Loe. Loe coba buat telpon sahabat Loe Kintan atau Syahnaz buat minta tolong sama mereka. bisa kan? Gue nggak bisa lama-lama nemenin loe. Gue harus kerja. sorry." kata Albizar berusaha menjelaskan.
Kayla terkesima. untuk kedua kalinya Albizar membantunya. dan berbicara lembut padanya. dan Kayla pun menuruti saran Albizar. tapi sayanganya Handphonenya lowbet. dia tidak bisa menghubungi teman-temannya.
"Hp Gue lowbet." kata Kayla sedih.
"terus gimana?" tanya Albizar.
"Gue takut sendiri. Boleh ya Gue ikut lie kerja. Gue janji nggak akan ganggu Loe. setidaknya kalau Gue ikut Loe gua bakal lebih aman" kata Kayla dengan wajah melas.
Albizar tidak yakin membawa Kayla ikut berkerja.
"selain keluarga sama temen-temen gue. Gue ngerasa aman deke Loe. beberapa kali loe nolongin Gue. boleh ya Gue ikut sama Loe." kata Kayla.
__ADS_1
merasa kasihan melihat Kayla yang ketakutan. Albizar juga takut jika mereka kembali dan justru menculik Kayla. Albizar pun mengizinkan Kayla ikut bersamanya.