Coolboy Milik Gadis Manja

Coolboy Milik Gadis Manja
Kebetulan yang menyelamatkan.


__ADS_3

Bel pulang berbunyi.


seluruh murid satu persatu mulai meninggalkan kelas mereka masing-masing. begitu pula dengan Kayla , Syahnaz Dan Kintan. Namun tanpa sepengetahuan teman-temannya Kayla merasa gelisah. Dia bingung bagaimana cara menghadapi kedua sahabatnya ini. sementara sejak istirahat mereka berdua terus menanyakan pertanyaan yang sama pada Kayla. karena Kayla menolak ajakan Azka dengan alasan Dia ada urusan.


Kini Kayla sedang duduk di halte depan sekolah ditemani Kintan dan juga Syahnaz.


"Kay Loe yakin bakal dijemput? apa mau bareng sama kita aja" kata Syahnaz.


"emm.. jangan deh. biar Gue tunggu aja deh takutnya kan udah dijalan. kasian kan kalau Gue sama kalian tapi ternyata yang jemput udah dijalan." kata Kayla.


Kayla berusaha keras menutupi rasa gelisahnya. Kayla takut jika nanti mereka tau kalau sebenarnya Dia sudah ada janji dengan Albizar. sedari tadi Dia takut jika ternyata Albizar sudah menunggunya. sedangkan saat ini kedua sahabatnya bersikeras ingin menemaninya.


tak berapa lama supir yang menjemput Syahnaz sudah datang menjemput.


"Mari non." kata sang supir


"Bentar ya mang. kita tungguin supir yang jemput Kayla dulu." kata Syahnaz.


"udah nggak apa-apa. Loe pulang aja Naz. bentar lagi juga Dateng kok." kata Kayla berharap kali ini Syahnaz mendengarkan perkataannya.


"ya nggak bisa lah. mana tega Gue. yaudah mending Loe ikut aja deh bareng Gue. Loe mau kemana biar nanti kita anterin deh. dari pada Loe nunggu disini kan" kata Syahnaz.


"ia. kalau mau ikut sama Gue juga boleh kok. dari pada disini aja kan?" Kata Kintan ikut menimpali.


(aduh sebenernya Gue mau pergi sama Al. dan Al pasti udah nungguin gue. tapi karena kalian, Gue bingung) batin Kayla.


Tinn.. tin...


tiba-tiba suara motor berhenti tepat di depan Kayla dan Syahnaz. seketika Kayla mematung.


(duh.. Dia ngapain sih pake nyamperin) batin Kayla.


Albizar membuka kaca helm nya. dan ini membuat Syahnaz dan juga Kintan heran.


"Kay Loe masih disini?" kata Albizar

__ADS_1


Kayla bingung. alisnya mengkerut. sementara Kintan dan Syahnaz langsung menatap Kayla seakan meminta penjelasan. Albizar pun turun dan berdiri didepan Kayla.


"Loh emang Kayla mau kemana? Loe kok tau?" tanya Syahnaz.


"Apa jangan-jangan yang ngajak Kayla pergi itu Loe? iya? ngaku?" kata Kintan.


Kayla semakin deg-degan. Dia takut jika kedua temannya sampe tau. karena sebenarnya dugaan mereka memang benar. Kayla penasaran jawaba apa yang akan Albizar berikan. ia berharap Albizar tidak memberitahu hal sebenarnya. walau dia sendiri tidak yakin jika Albizar akan berbohong. tapi dia nggak sanggup kalau sampai Albizar mengakatakan ke jujurannya.


"Tadi dokter Kesya hubungin Gue. Dia tanya Kayla udah pulang belom? soalnya Kayla dihubungi nya nggak diangkat. coba liat hp Loe Kay. bener nggak Kakak Loe telpon Loe?" kata Albizar.


Kayla bingung. apa benar. apa ini cuman alasan Albizar saja. tapi kalau sekedar alasan kenapa Albizar memintanya untuk membuka hp nya. Kayla memeriksa hp nya. dan bener saja ada 3 panggilan tidak terjawab dari sang kakak.


"Bener kan?" tanya Albizar.


Kayla mengangguk. Seketika raut wajah Syahnaz dan Kintan pun yang tadinya curiga kini kembali biasa saja.


"Tadi dokter Kesya nanyain Loe. dan dia juga bilang kalau Loe disuruh ke RS buat nemuin Dia. entah ada urusan apa. tapi pas dijalan sopir yang jemput Loe ngalamin kendala. Ban mobil nya bocor. jadi nggak bisa jempu Loe. tapi Gue tadi udah bilang kok nanti Loe bareng sama guye ke RS nya. sekalian Gue mau cek up rutin kaki sama tangan Gue. dan kata Kakak Loe nggak apa-apa malah lebih bagus. jadi aman. soalnya kakak LOE bilang kalau loe nggak bisa kan naik kendaraan umum baik angkot ataupun taksi" kata Albizar.


Terdengar sangat logis alasan yang dikatakan Albizar. namun Kayla bingung apakah itu benar atau cuman sekedar siasat untuk menghilangkan kecurigaan kedua sahabatnya.


Albizar mengerutkan keua alisnya.


"silahkan Loe hubungin kakak Loe. kalao loe nggak percaya" kata Albizar pada kayla.


Kayla takut. kenapa Albizar memintanya menelpon kak Kesya. bagaimana kalau ternyata semua cuman alasan Albizar saja. tapi Kayla sempat melihat Albizar menganggukkan kepalanya untuk meyakinkan Kayla. dan Kayla pun menelpon sang kakak. setelah beberapa kali Nanda panggilan. akhirnya Kesya pun menjawab panggilan telpon Kayla.


"Assalamualaikum Kay. kamu udah dimana? masih disekolah?" kata Kesya.


"Waalaikum salam kak. iya kak ini masih nunggu Pak Min. tapi belom Dateng" kata Kayla.


"Iya tadi Kakak telpon kamu nggak diangkat. kakak mau ngabarin pak min nggak bisa jemput kamu karena lagi ganti ban mobil yang bocor. emang kamu nggak ketemu sama Al?" kata Kesya.


"Al?" kata Kayla.


" iya tadi kakak telpon Al, buat nanyai kamu udah pulang belom. kakak minta dia buat samperin ini. dan kakak juga minta Dia buat bilang ke kamu buat Dateng ke RS. kakak mau kasih vitamin sama beberapa obat buat kamu sekalian ngajakin kamu makan bareng. soalnya malam nanti kakak berangkat ke NTB jadi kakak mau nyempetin buat maken bareng kamu. tapi karena pak min nggak bisa jemput makanya kakak minta tolong sama Al buat bareng sama kamu ke RS. nya soalnya dia juga bilang tadi katanya dia ada jadwal Chek up kondisi kaki sama tangannya. Yaudah jadi kakak minta olingfrh sekalian ajakin kamu kesini. kamu bisa kan dek?" kata Kesya.

__ADS_1


mendengar penjelasan Kesya. kini mereka pun percaya. Syahnaz dan Kintan pun percaya dengan Albizar. mereka juga sempat malu karena sempat berpikir jelek kepada Albizar.


"Oh gitu iya kak. ini juga ada Al kok. dia juga yang kasih tau hal ini ke aku. yaudha aku tutup ya Ka. kita ketemu di sana. assalamualaikum " kata Kayla.


"waalaikum salam." jawab Kesya.


sambungan telpon pun terputus. kini Syahnaz dna Kinta tampak merasa malu. mereka menundukan kepalanya. mereka malu karena sempat berfikir jelek pada Albizar.


"Sorry Al. kita sempet berpikiran jelek dan nuduh Loe tadi" kata Syahnaz.


" iya nggak apa-apa. gimana Kay, Loe mau bareng sama Gue?" kata Albizar.


Kayla masih bingung.


"Gimana Kay?. Kalau menurut gue sih nggak apa-apa sih bareng sama Al. toh sekalian kan. dari pada Loe naek taksi kan. tapi kalau loe nggak mau bareng sama ala juga nggak apa-apa nanti kita anterin deh Loe" kata Syahnaz.


"Emm. Yaudah deh Gue bareng Al aja. lagian nggak enak gue sama supir Loe." kata Kayla.


"sebenarnya nggak masalah sih kalau Loe mau dianter sama gue. tapi nggak apa-apa juga kalau loe mau barneg sama Al. sama aja sih" kata Syahnaz.


"Gue bareng sama Al aja deh. boleh kan?" kata Kayla.


Albizar mengangguk.


"iya. kan tadi juga gue udah bilang. santai aja kali. Yaudah yuk kita berangkat sekarang. keburu sore nanti dokter jaganya keburu pulang." kata Albizar


"Yaudah Kay, kita duluan ya. dan Loe Al. jagain Kayla ya. awas kalau sampe ada yang lecet" kata Kinta memberikan peringatan.


"Iya santai aja. gue pasti jagain kok Sahabat Loe ini" kata Albizar.


Syahnaz dan Kintan pun mulai masuk kedalam mobil jemputan mereka masing-masing. dan mereka pun mulai meninggalkan Kayla.


Melihat kepergian teman-teman nya seketika Kayla bisa bernafas lega. Akhirnya. meskipun begitu dia masih tidak percaya dengan apa yang terjadi. kenapa bisa kebetulan sekali. momennya sangat pas. Andai saja sang kakak tidak menghubungi Albizar dan meminta bertemu di RS tentu dia akan kesulitan untuk menangani kedua sahabatnya Yang mulai curiga. Karena dia tidak yakin jika Albizar akan berbohong untuk menutupi hal ini dari sahabatnya. Sungguh kebetulan yang menyelamatkan nya.


"Gimana kita berangkat sekarang?" kata Albizar pada Kayla.

__ADS_1


Kayla pung mengangguk.


__ADS_2