
Deru mesin mobil pun mati.
"Kita udah sampe dirumah sayang. Kita turun ya. Mommy pasti udah nunggu kamu." kata Pak Hans lembut pada sang putri.
Kayla tetap memeluk sang Papa. tidak membiarkan sang Papa terlepas dari pelukannya. Kayla menatap sang Papa seakan mencari perlindungan. Pak Hans tersenyum Seakan meyakinkan pada sang putri jika dirinya sudah aman. Setelah dibujuk oleh Pak Hans Kayla pun mau turun dari mobil.
Mama Via yang melihat sang putri sudah berhasil ditemukan langsung menghampiri sang putri dan memeluknya. Raut wajah yang lega kini sudah hadir diwajahnya. Kayla yang merasa nyaman dalam pelukan sang Mama pun terus memeluk erat sang Mama dan menumpahkan perasaannya.
"Tenang sayang. Kamu sudah aman. Jangan takut lagi ya. Ada Mama, Papa, Kak Ken disini yang bakal selalu jagain Kamu." kata Mama Via.
Kayla tidak menjawab apapun. Kayla masih terus menangis dalam pelukan sang Mama. Bayang-bayang saat dia disekap dan dilecehkan orang itu begitu jelas membekas dibenaknya. Pelukan sang Mama membuatnya merasa tenang.
Keempat pemuda yang tadi menolong Kayla pun sampai dan keluar dari mobil. Melihat pakaian mereka yang terlihat mencurigakan membuat Kayla dan Mama Via takut.
"Mereka siapa Pah?" tanya Mama Via.
"Mereka Orang-orang yang sudah menyelamatkan Kayla mah." jawab Pak Hans.
Pak Hans menghampiri ke empat orang itu.
"Mari masuk. Selamat datang dirumah saya." kata Pak Hans.
Mereka pun masuk. Saat melewati Kayla dan Mama Via mereka membungkukkan badan permisi. Mereka pun masuk kedalam rumah. Diikuti oleh Mama Via, Kayla, Kenzo dan juga Pak Hans.
"Silahkan Duduk." kata Pak Hans mempersilahkan duduk pada mereka ber empat.
"Simbok. . " panggil Pak Hans pada ART dirumahnya.
Seorang wanita tua pun menghampiri Pak Hans.
"Ya Allah. Non Kayla. Alhamdulillah akhirnya non ketemu juga. Simbok Khawatir tau non saat non hilang. Syukur Alhamdulillah Non sudah kembali sama kita." kata Simbok terlihat senang saat melihat Kayla sudah kembali.
"Tolong buatkan Minuman untuk tamu-tamu saya. dan minta juga yang lain buat siapkan makan malam ya." kata Pak Hans.
"Siap tuan." kata si mbok. lalu pergi kedalam.
Tak berapa lama Simbok datang membawakan minuman. Kemudian masuk kembali.
"Silahkan diminum." kata Pak Hans.
Ketiga laki-laki itu pun minum karena mereka memang kehausan setelah melalui drama panjang dalam misi penyelamatan. Namun Laki-laki yang tadi menyelamatkan Kayla juga yang memberikan Jaketnya pada Kayla untuk dipakai, Dia terlihat tidak minum. Diam-diam Dia terus memperhatikan Kayla yang terlihat masih sangat ketakutan walaupun berada dalam pelukan orang tuannya.
"Terimakasih sudah menyelamatkan Kayla. Saya tidak tau apa yang akan terjadi pada Kayla jika tidak diselamatkan kalian." kata Mama Via.
"Tapi sebenarnya Kalian ini siapa? dan gimana kalian bisa menemukan Kayla. Dan kenapa pakaian kalian sangat mencurigakan?" tanya Kenzo.
"Kenzo.. " kata Pak Hans.
__ADS_1
Mendengar pertanyaan Kenzo membuat mereka sedikit kesal. Pasalnya laki-laki ini tidak tau terimakasih. Setelah mereka membantu menyelamatkan adiknya tapi Kenzo masih tetap saja menaruh curiga pada mereka. Akhirnya mereka memutuskan untuk membuka identitas mereka. satu persatu.
laki-laki yang duduk di paling ujung mulai membuka topi, kaca mata hitam dan juga maskernya.
"Iqbal" ucap Pak Hans. kini mereka bisa melihat wajah Iqbal
Selanjutnya pun juga mulai membuka topi kacamata dan juga maskernya.
"Loe pemilik bengekel itu kan?" kata Kenzo
kemudian laki-laki disebelahnya pun sama.
"Bastian." kata Pak Hans.
Tinggal tersisa satu orang lagi. Laki-laki yang menyelamatkan Kayla, yang bertarung melawan Daniel. Laki-laki yang memberikan jaketnya untuk menutupi tubuh Kayla. Laki-laki yang sedari tadi tidak banyak bicara.
Melihat Bastian Iqbal dan Bang Rendi yang ternyata menolongnya. Membuat Kayla bertanya mungkinkah Laki laki ini adalah Albizar. Walau hatinya mengatakan iya tapi seakan Kayla sendiri tidak percaya jika lagi-lagi Albizar lah yang telah menolongnya. Berulang kali Albizar datang sebagai penyelamatnya. Masih dalam pelukan sang Mama Kayla terus memperhatikan laki-laki yang belum juga menunjukan identitasnya.
"Apa Kamu Albizar?" tanya Pak Hans
Laki-laki itu pun membuka Topi, kacamata dan juga maskernya. Semula laki-laki itu menunduk kemudian dia mengangkat kepalanya dan memperlihatkan wajahnya. Melihat wajah laki-laki itu seketika perasaan Kayla menghangat. Ternyata firasat hatinya benar. Laki-laki yang sudah menolongnya adalah Albizar. Laki-laki cuek nan dingin itu sang penyelamat nya.
"Jadi bener Loe yang udah nolongin adek Gue." kata Kenzo.
"Terimakasih banyak Al. sudah mau membantu Saya mencari Kayla dan menolongnya." kata Pak Hans.
"Tapi kenapa Kalian harus berpakaian seperti itu saat ingin menolong Kayla. Dan kenapa saat ditanya dimana Kayla kalian bersikeras bilang kalian nggak tau. Tapi nyatanya dalam hitungan jam kalian berhasil menemukan Kayla. Bahkan Gue, Papa dan anak buah Papa aja nggak ketemu. tapi Loe Al gampang banget kalian nemuin Kayla. Rasanya bukannya aneh? ." kata Kenzo yang bertanya dengan pertanyaan yang menyudutkan.
Bang Rendi, Iqbal dan Bastian merasa kesal. mereka merasa jika Kenzo masih terus menyudutkan mereka. bukanya berterimakasih justru masih terus mencurigai mereka.
"Ken, jaga bicara kamu" kata Pak Hans.
"Seelah Loe pulang. Kita khawatir sama Kayla dan kita bilang kita mau cari Kayla. loe tau apa jawaban Al?. Al bilang ini bukan urusan dia. Gue sebagai sahabatnya Al sendiri ngerasa aneh kenapa Al bisa bilang itu bukan urusan dia dan dia nggak perduli. Kia marah sama Al. bahkan kita sampe mikir kalau Al orang yang nggak punya nurani. karena apa karena dia nggak mau dituduh sama Loe. LOE yang bikin dia nggak mau berurusan sama keluarga Loe." kata Bastian.
"Utung aja disono ada Bang Rendi yang nyadarin kita tentang siapa sahabat kita. Sampe akhirnya Al kasih tau apa alasannya dia enggan ikut campur urusan kalian." kata Iqbal.
Mendengar perkataan baystian dan Iqbal. entah kenapa sesak rasanya dada Kayla. mengetahui jika sebenarnya Albizar tidka benar-benar ingin menolongnya.
"Loe tau. Meskipun Al bilang dia nggak perduli. Tapi nyatanya dia adalah orang yang pertama yakin kalau yang nyulik Kayla adalah Genk motor Scorpio." kata Iqbal
"Genk motor Scorpio?" tanya Kenzo.
"Kenapa kamu yakin Genk motor itu yang nyulik Kayla". tanya Pak Hans.
Albizar pun menjelaskan alasan kenapa dia mencurigai Genk motor itu. Albizar juga menjelaskan sedikit banyak tentang Genk motor itu. kejahatan yang dilakukan Genk motor itu. mendengar hal ini Pak Hans, Mama Via, Kenzo dan Kayla bergidik ngeri. Kayla yakin apa yang dikatakan Albizar benar. karena dia sendiri mengalaminya.
"Ya Allah. Serem banget. Kamu sendiri gimana sayang apa Mereka melakukan hal buruk sama kamu?" tanya Mama Via
__ADS_1
"Mereka jahat Mom. Kayla takut. kalau Al nggak datang mungkin Kayla udah di per kosa " kata Kayla kembali menangis.
Mereka kaget.
"Kalian tau meskipun Albizar bilang ia tidak perduli pada urusan kalian nyatanya dia adalah orang yang ada di abrisan depan buat nyelametin Kayla. Bahkan saat Dia juga tau kalau orang yang akan dia hadapi itu bu
"Albizar hanya ingin menyelamatkan Kayla tanpa perlu mengorbankan dirinya dan orang-orang disekitarnya terutama keluarga ya. Karena Al tau persis setiap orang yang nyari masalah dengan Genk motor mereka pasti hidupnya nggak akan aman bahkan mereka siap menghancurkan musuhnya berserta keluarganya." jelas Iqbal.
"Kamu dengar Ken. orang yang kamu pukuli justru orang yang siap mempertaruhkan keselamatannya untuk menyelamatkan adek kamu." kata Pak Hans.
"Loe tau Al. waktu loe berantem sama Daniel. gue cemas. Gue tau loe bukan tandingan yang sepadan lawan Daniel. Gue takut Loe nggak selamat. tapi gue bersyukur Loe selamat bahkan bisa ngalahin Daniel. gue seneng banget." kata Bastian sambil menepuk pundak Albizar.
"Aww... ssssssttttttt... " kata Albizar. spontan berteriak dan meringis kesakitan.
Melihat raut wajah Albizar yang meringis kesakitan membuat semua orang bingung.
"Loe kenapa Al?" tanya Bastian sambil terus menyentuh kembali pundak Albizar yang tadi dia pukul. Namun Bastian merasa baju Al basah. Seperti ada rembesan.
"Gue nggak apa-apa.." kata Albizar berusaha menutupi sesuatu
"Bohong Loe."
Lalu Bastian kembali menepuk pundak Albizar kembali.
"Aww..." kembali Albizar meringis kesakitan.
Tanpa aba-aba lagi Bastian langsung memeriksa pundak Albizar.
" Loe luka. Kenapa Loe nggak bilang?" tanya Bastian kesal.
"Nggak apa-apa. Cuma goresan kecil." kata Albizar berlagak sok kuat.
"Kalau cuman goresan nggak mungkin ngeluarin darah banyak sampe ngerembes ke baju Loe." kata Bastian.
"Kenapa Loe nggak bilang Al kalo Loe luka ?." kata Iqbal.
Melihat Albizar yang terus menahan kesakitan pak Hans langsung menelpon dokter pribadinya. Dan meminta dokter untuk segera datang kerumahnya. Pak Hans juga segera menghubungi Kesya. Kayla merasa ketakutan saat melihat Albizar meringis kesakitan. Kayla merasa bersalah karenanya Albizar terluka.
"Ini cuma luka kecil. Paling kasih obat merah terus diperban nanti juga sembuh. Nanti gue minta tolong Zahra di rumah buat bantu obatin. Udah nggak usah berlebihan" kata Albizar.
"Nggak. Om udah telpon dokter pribadi keluarga om. Sekarang Dia lagi dalam perjalanan. Sekali lagi om minta maaf ya karena nyelametin anak om kamu jadi terluka." kata Pak Hans.
"Nggak Pak. Laki-laki berantem, luka dikit mah hal biasa. Nggak perlu di besar-besarin. Luka ini nggak sebanding jika saja Kayla nggak berhasil kita ketemuan dan selametin. Telat sebentar aja kita nggak tau hal buruk apa yang akan terjadi. Setidaknya kondisi Kayla sekarang aman. Dan lagi bapak sama Ibu tolong diperiksa dan diobati Kayla. Luka Kayla juga cukup parah. Bahkan mungkin akan membekas. Saya harap kejadian buruk tidak akan pernah menimpa Kayla lagi." kata Albizar.
Kayla terus menatap Albizar. keduanya bertatapan sangat dalam. Seakan ada magnet yang menarik mereka untuk saling menyelami perasaan mereka melalui pancaran mata mereka. Semakin Dalam mereka saling bertatapan. Perasaan mereka pun menghangat. Jantung mereka berdebar.
Kayla tidak menyangka Laki-laki cuek nan dingin. yang selama ini di benci justru adalah Laki-laki yang berulang kali sudah menyelamatkan nyawanya. Kayak tidak menyangka jika Albizar adalah sang penyelamatnya.
__ADS_1