
"Assalamualaikum" ucapa salam pak Hans masuk kedalam rumah. Bersama dengan Bastian, Iqbal dan Albizar di belakangnya.
"Waalaikumsalam Om." jawab Syahnaz dan Kintan.
"oh.. Ada Syahnaz Dan Kintan juga toh. Sudah dari tadi ?" tanya Pak Hans
"Iya Om. Kita mau ajakin Kayla main. Biar Kay nggak ngurung diri di kamar terus. Tapi Kay masih nggak mau keluar juga." kata Syahnaz.
Mereka kaget saat melihat Albizar dan kedua temannya datang bersama Papanya Kayla.
"Loh. Kalian?. kok disini?" tanya Kintan heran.
"Kenapa? emang nggak boleh kalau kita mau jengukin Kayla. cuma kalian berdua aja gitu yang boleh jengukin Kayla.?" kata Bastian.
"Yey. kok nyokot sih." kata Kinta kesal mendengar jawaban Bastian.
"Sudah sudah. Jangan ribut. Mereka kesini mau jengukin Kay." kata Pak Hans mererain Mereka.
Nggak lama datang Mama Via dari dalam rumah ya. dan Menghampiri suami sambil membawa minuman juga cemilan. Setelah meletakan nampan itu Mama Via mengahampiri pak Hans lalu mencium tangan sang suami.
"Papa kok sudah pulang?" tanya Mama Via
"Iya mah tadi Papa ke Sekolah dulu buat izinin Kay. dan papa juga kesini sama mereka" kata Pak Hans sambil memperlihatkan Albizar dna kedua temannya.
"Loh Nak Albi, Nak Bastian dan nak Iqbal juga ikut. kalian apa kabar?. Nak Al lukanya bagaimana sudah sembuh?" tanya Mama Via.
"Assalammualaikum Buk. alhamdulillah sudah bu. saya kesini mau izin menjenguk Kayla. apa boleh Bu?." kata Albizar.
"Tentu saja boleh. Terimakasih Nak Albi sama temannya sudah mau repot-repot menjenguk Kayla." kata Mama Via.
Sementara Syahnaz dan Kintan bingung. kenapa kedua orang tua Kayla bisa kenal dan begitu akrab dengan Albizar dan kedua sahabatnya. Terlebih tadi Mamanya Kayla juga menanyakan perihal luka Albizar sudah sembuh atau belum. sebenarnya ada apa ini?. sepertinya ada hal yang tidak mereka ketahui. tapi untuk bertanya pun mereka sungkan.
__ADS_1
"Sebentar ya. Tante lihat Kay dulu dikamarnya. semoga Kayla sudah bisa ditemui" kata Mama Via seakan tidak yakin.
"Kita ikut ya Tante?." kata Kintan.
Mama Via tersenyum lalu mengangguk. Mama Via, Syahnaz dan Kintan pun pergi ke Kamar Kintan. setelah masuk kedalam kamar Kayla. mereka melihat Kayla yang melamun sambil meneteskan air mata duduk meringkuk disandaran ranjang. hati Mama Via mencelos sedih melihat kondisi sang putri kesayangan. demikian juga dengan Syahnaz dan Kintan yang sedih melihat kondisi Kayla. mereka menghampiri Kayla.
"Kay.. Sayang. ada temen-temen kamu Dateng ingin ngelihat kamu. Kita keluar yuk sayang. Mereka sudah nungguin kamu diruang tamu." kata Mama Via sambil mengusap lembut surai rambutnya.
Kayla langsung menggelengkan kepalanya. Dia tidak ingin bertemu siapapun. Dia takut. Seakan tidak ada yang Dia percayai saat ini.
"Jangan begitu dong sayang. kasihan mereka jauh-jauh ngeluangin waktu mereka buat jengukin kamu." kata Mama Via membujuk Kayla dnegan lembut.
Kayla tetap menggelengkan kepalanya. tak lama Pak Hans datang. Pak Hans masuk kedalam kamar sang putri dan duduk didepannya.
"Sayang. Liat siapa yang datang. Teman-teman kamu. mereka khawatir sama kamu mereka mau jengukin kamu. Nggak baik loh ngebiarin tamu diluar gitu aja." kata Pak Hans membujuk Kayla.
Kayla melihat sang ayah dengan tatapan melas sambil menggelengkan kepalanya. pak Hans menghembuskan nafasnya kasar. Bingung bagaimana lagi caranya membujuk sang putri agar mau keluar.
"Assalamualaikum Kayla." tiba-tiba Albizar terdorong untuk mengetuk pintu kamar Kayla dan mengucapkan salam.
"Waalaikumsalam." Kayla langsung menjawab ucapan salam Albizar.
Kayla yang mendengar ucapan salam dari suara yang sangat familier ditelinganya pun langsung menjawabnya. Dan saat melihat kearah pintu seketika mata Kayla berbinar bahagia. Sang penyelamatnya datang. Laki-laki yang sudah ia tunggu semingu ini akhirnya datang. Melihat kedatangan Albizar yang berdiri didepan pintu kamarnya membuat Kayla seketika bangun dan berlari menghampiri Albizar dan langsung memeluk Albizar dengan sangat erat.
Albizar mematung. Tiba-tiba jantungnya deg-degan Saat tiba-tiba dipeluk oleh Kayla. Albizar tidak tau apakah Kayla dalam keadaan sadar saat memeluknya.. Kayla memeluknya begitu erat seakan takut untuk berpisah. Albizar hanya diam. bingung harus bagaimana.
Sama halnya dengan Pak Hans, Mama Via, Syahnaz, Kintan, Bastian dan Juga Iqbal. Mereka kaget dengan reaksi Kayla yang langsung memeluk Albizar. Pak Hans dan Mama Via tidak menyangka sebegitu besarnya pengaruh kehadiran Albizar saat ini bagi Kayla.
Tiba-tiba Kayla menangis dalam pelukan Albizar. Albizar bingung kenapa tiba-tiba Kayla menangis dalam pelukannya. Dia melihat kearah kedua orang tua Kayla seakan bertanya. Namun kedua orang tua Kayla mengangkat bahu mereka tidak tahu.
"Jangan Nangis Kay. Loe udah aman. Gue juga udah ada disini sekarang." kata Albizar. hanya kata-kata itu yang ada didalam pikirannya.
__ADS_1
Kayla menangis sejadinya. Membuat semua orang menjadi semakin bingung
"Kamu kemana aja sih?. Aku takut. Aku ketakutan tau. Seminggu Aku nungguin kamu Dateng nolongin Aku. Kamu nggak dateng-dateng. Aku masih liat laki-laki jahat itu berkeliaran di rumah ku tau. ia sampe masuk kedalam mimpi Aku. Aku nunggu Kamu Dateng buat nyelametin Aku. Kayak waktu akuydisekap kemarin. Tapi Kamu nggak dateng-dateng. Apa Kamu udah nggak mau nyelametin Aku lagi?. apa Kamu udah nggak mau jadi sang penyelamat buat aku lagi?. Kenapa? Kamu jahat.". kata Kayal sambil menangis dan memukuli dada Albizar.
Mendengar Kayla yang akhirnya mau ngomong membuat kedua orangtuanya dan juga kedua sahabatnya melongo. Saat mereka mengajak Kayla bicara Kayla hanya diam dan menggelengkan kepala. Tapi ini dengan sendirinya Kayla nyerocos ngomong panjang lebar berisi keluhan hatinya pada Albizar. Sosok yang laki-laki yang terbilang paling tidak Kayla suka. Syahnaz dan Kintan yang tidak tau perihal penyelamat Kayla pun semakin bertanya-tanya. Kenapa justru Albizar yang ditunggu-tunggu kedatangannya oleh Kayla.
Kayla masih menangis sambil memukul dada Albizar. walau pukulannya tidak sakit tapi Albizar merasa anaeh berada dalam situasi seperti ini dihadapan kedua orang tua Kayla, sahabat-sahabatnya, juga Sahabat Kayla. Albizar masih tidak membalas pelukan Kayla sama sekali. Albizar tau batasannya.
"Kalau Loe mau Nangis silahkan. Tapi setelah ini berenti nangis. Kalau nggak tar baju gue basah sama airmata juga kena ingus Loe." Kata Albizar.
"Kok ingus sih?!. ihh. nyebelin banget sih. Orang lagi nangis, sedih trauma juga. Bukannya dihibur. ini malah ngatain lagi. Pake bilang ingus segala. Nyebelin banget sih." kata Kayla cemberut.
Pak Hans, Mama Via. tersenyum saat melihat putrinya mulai menunjukan raut wajahnya yang lain. tidak hanya murung lagi. Terlebih cara Albizar terbilang unik. Untuk membuat Kayla tidak lagi murung. Syahnaz dan Kintan pun merasa takjub. Tidak menyangka Albizar yang terkenal jutek cuek sok cool dan super duper nyebelin . Justru melawak dan membut Kayla cemberut dengan lawakannya yang terdengar garing. Sementara Bastian dan Iqbal hanya geleng-geleng kepala.
"Mangkanya Loe jangan Nangis. Kalau nggak percaya Loe liat Baju Gue udah basah sama air mata Loe. Ingus loe udah meler. Yang ada baju Gue tambah basah gara-gara ingus Loe." Kata Albizar
Kata-kata Albizar terdengar menjengkelkan. Namun bukan tanpa alasan Albizar mengatakannya.
"Nyebelin. Mana ada orang yang nengokkin orang sakit justru ngatain yang sakit pake ngeledekin ingusan segala lagi." kata Kayla cemberut.
"Mana Ada orang sakit nggak mau nemuin orang yang mau jengukinnya. Pake ngurung diri segala dikamar. Jadi Loe masih mau ngurung diri dikamar nih? Kalau Loe masih ngurung diri dikamar mending Gue sama temen-temen Gue balik aja. Percuma juga kan Gue disini kalau Loe aja masih ngurung diri dikamar ." kata Albizar.
Kayla diem. Dia bingung. Yang dikatakan Albizar benar. Rasanya tidak sopan jika dia masih ngurung dikamar sedangkan teman-temannya datang untuk menjenguk dan menghiburnya. Tapi Kayla masih takut keluar dari kamar. Dia takut jika nanti tiba-tiba orang jahat itu masuk kedalam rumahnya dan berhasil bawa Dia pergi lagi.
Melihat Kayla diam saja, Albizar tau jika Kayla bingung. Kayla masih takut untuk keluar dari kamar. tapi Albizar tidak bisa tinggal diam. Tidak ingin kedatangannya ke rumah Kayla sia-sia. Albizar berfikir keras bagaimana caranya agar Kayla mau keluar dari kamarnya.
"Kenapa Loe takut?. ini rumah Loe. Pertaman Didepan gerbang udah ada satpam yang jaga rumah Loe. nggak semua orang bisa masuk kerumah Loe tanpa seizin keluarga Loe. Kedua didepan juga ada banyak bodyguard yang berjaga-jaga. jadi nggak mungkin juga ada orang jahat yang bisa masuk. Dan ketiga, Loe bilang Loe nunggu Gue. Loe yakinkan Gue bakal nolongin Loe. Gue disini dan nggak mungkin juga gue diem aja kalau ada apa-apa sama Loe." kata Albizar.
Kayla diam. Dia melihat ke arah kedua orang tuanya. Mereka tersenyum sambil mengangguk seakan membenarkan perkataan Albizar. Kayla juga meliht kearah Syahnaz dan Kintan, Mereka pun mengangguk. Sama halnya juga Bastian dan Iqbal. Setelah memikirkannya akhirnya Kayla mengangguk. Semua orang tersenyum. Akhirnya Kayla mau juga keluar dari kamarnya.
"
__ADS_1